Kelas Internasional Net.

Para pemeran :

Carlos Camelo sebagai Carlos De Vega dari Kolombia

image

Abbas Aminu sebagai Abas dari Nigeria

image

Suzuki sebagai Kotaro dari Jepang
Wiwiek Michiko sebagai Ling Ling dari China

image

Lee Jeong Hoon sebagai Lee Joung Yu dari Korea Selatan
Loyd Christina sebagai Angelina dari Brazil

image

Tyson Lynch sebagai Tyson dari Australia
Palak Bhansali sebagai Mrs. Palak dari India

image

Tarra Budiman sebagai Pak Budi (guru)
Maya Wulan sebagai Ibu Rika (kepala sekolah)

image

Udah pada tau kan komedi satu ini? Yup, acara yang ditayangin sama Net. ini lagi jadi tontonan favorit gue di akhir pekan. Gila, ceritanya ngocol abiez! Gue sampe ngakak guling-guling nonton berulang-ulang setelah gue download videonya dari YouTube. Walaupun ide cerita aslinya dapet nyontek dari komedi Inggris lawas tahun 1970-an yang berjudul Mind Your Language! Tapi gue tetep nikmatin cerita komedi ini. Soalnya versinya sedikit beda sama versi Inggris yang gue sebutin barusan. Tentunya “Kelas Internasional” mengusung budaya Indonesia sebagai pembeda dari versi aslinya. Dan gue juga pernah nonton komedi sejenis ini versi Jepang-nya pas zaman gue masih SMA, tapi gue lupa judul komedinya. Yang jelas semua versi  ceritanya berhasil bikin ngocok perut! 😀

Bahasa melambangkan bangsa! Mungkin itu tema yang mau disampaikan oleh Net. ke penonton supaya bangsa Indonesia bisa mengenal lebih dekat sama bangsa-bangsa yang sering banget berinteraksi sama Indonesia. Bangsa yang berbudaya luhur adalah bangsa yang menjunjung tinggi bahasa di negaranya! Sayangnya masih banyak orang Indonesia yang kurang mencintai bahasa negaranya sendiri. Kosakata Bahasa Indonesia sering diubah menjadi bentuk yang aneh-aneh dalam tatanan pergaulan. Sehingga mengakibatkan Bahasa Indonesia asli menjadi terlupakan dan mungkin hanya tinggal namanya saja yang terdaftar di dalam kamus pada masa yang akan datang. Lucunya meskipun banyak orang Indonesia yang menguasai bahasa asing seperti Bahasa Inggris, Arab, Mandarin, Jerman, Korea, dan Jepang, akan tetapi enggak sedikit juga orang Indonesia yang ‘tidak’ ataupun ‘kurang’ mengenal bangsa-bangsa lain. Sebagai contoh misalnya banyak orang Indonesia yang nggak bisa ngebedain mana orang China, Jepang, atau Korea lantaran ketiga bangsa tersebut memiliki ciri fisik yang nyaris sama yaitu berkulit kuning cerah, dan bermata sipit. Padahal kalo diperhatikan lebih seksama tingkat kesipitan ketiga bangsa itu sedikit berbeda. Orang Korea misalnya, walaupun sipit tapi kelopak mata mereka agak kelipat ke dalam mirip mata yang lagi ngantuk. Sementara kesipitan mata orang China nyaris menyerupai garis yang meruncing tajam. Kalo orang Jepang menurut gue sih transisi di antara keduanya. Selain fisik orang Indonesia juga sering ketuker soal budaya ketiga bangsa tersebut. Misalnya kimono dikira pakaian tradisional orang China, padahal itu pakaiannya orang Jepang. Gitu juga sama huruf China (Han zi), malah disebut Kanji. Emang sih huruf Kanji aslinya dari China. Tapi kan Jepang udah  memodifikasinya sedemikian rupa sehingga kaidah penggunaannya antara Han zi sama Kanji sedikit berbeda. Kimchi makanan khas orang Korea disangka asalnya dari China. Kadang orang Indonesia juga nggak bisa ngebedain mana orang Arab sama orang India. Dua-duanya sama-sama punya hidung mancung,  berkulit putih kaya bule, dan bermata coklat. Pada nggak nyadar kali ya, padahal orang Indonesia juga kan matanya coklat (bukan item lho ya!), coklatnya coklat tua, makanya gelap banget. Coba deh perhatiin di kaca kalo nggak percaya! Ada yang tau gak perbedaan orang Arab sama orang India? Kalo menurut gue sih, semancung-mancungnya orang India, kebanyakan cowok India mancungnya rada bengkok!

Banyak sekali ambiguitas interjeksi bahasa lintas negara. Seringkali kita menemukan sebuah kata dari suatu bahasa tetapi lucunya kata tersebut mempunyai makna yang berbeda dalam bahasa lain. Sebagai contoh, ayo monggo, silakan baca postingan-postingan jadul gue berikut ini :

Kesalahpahaman Gadis Indonesia dengan Pria Filipina

Kesalahpahaman Orang Jepang dengan Orang Jawa

Kesalahpahaman Orang Jawa dengan Orang Jepang

Kesalahpahaman Orang Jawa dengan Orang Sunda

Kesalahpahaman Anak Jepang dengan Anak Arab

Bangsa Indonesia udah gak perlu diragukan lagi kemajemukannya. Dengan adanya keaneka-ragaman yang ada, bangsa Indonesia sudah semestinya bisa bersikap terbuka terhadap kemajemukan bangsa-bangsa lain di dunia. Pernah gak kalian ngalamin salah paham sama orang yang beda suku atau bangsa? Pengalaman gue mengajar di sekolah internasional menambah khazanah pengetahuan gue soal perbedaan antarbangsa. Baik kosakata bahasa maupun adat kebiasaan masing-masing bangsa. Banyak kejadian lucu yang pernah gue alamin sama murid-murid dan temen-temen kerja gue yang beda bangsa. Salah satunya adalah pas gue menghadiri jamuan makan malam di rumah temen gue, orang Thailand. Waktu itu ceritanya gue dijamu kue-kue khas Thailand buatan dia. Lantaran rasa kuenya enak, terang aja gue muji dia dong! “Hey, kue buatanmu enak sekali! Maaf ya, kalau aku ketagihan sama kuenya!” Gak tahu kenapa setelah gue ngomong gitu semua orang di rumah temen gue itu mendadak pada diem merhatiin gue. Sontak gue jadi grogi diliatin banyak orang. Apa gue salah ngomong? Atau omongan gue terlalu berlebihan? Kayanya kelakuan gue malu-maluin kali ya? Akhirnya temen gue itu bisik-bisik di telinga gue, “Maaf ya bilang ‘kue’-nya pelan-pelan saja, soalnya dalam Bahasa Thai ‘kue’ itu artinya ‘alat kelamin laki-laki’!” Sumpah gue langsung keselek pas gue ngedenger bisikan temen gue itu. Buru-buru gue minum segelas air dan gue langsung diem, speechless. Gak tau mesti ngapain.

image

Menurut gue sebenarnya jumlah murid di komedi “Kelas Internasional” terbilang masih kurang. Kenapa di kelas tersebut gak ada orang Arab dan Eropa? Seenggaknya ada satu bangsa perwakilan dari Eropa. Lebih tepatnya mungkin orang Belanda. Secara negara kita punya ikatan sejarah yang panjang sama negara kincir angin itu. Bakal lebih banyak kekonyolan semakin banyak bangsa yang dilibatkan.

Well, kalo pembaca kurang paham alur cerita komedi ini, nih gue review sedikit deh episode perdananya :

image

image

Pak Budi (Tarra Budiman) adalah guru Bahasa Indonesia baru di lembaga kursus yang dipimpin oleh Bu Rika (Maya Wulan). Ceritanya Bu Rika adalah sosok kepala sekolah yang tegas, agak jutek, doyan makan cemilan, dan penyuka lelaki bertubuh indah. Pertama kali Pak Budi masuk untuk mengajar, Bu Rika menakut-nakutinya kalau sebelumnya sudah ada 2 orang guru depresi dan satu orang guru menjadi gila gara-gara menghadapi kelakuan para murid di ruang 3 alias kelas internasional. Disebut kelas internasional karena para penghuninya berasal dari pelbagai negara. Sebut saja antara lain :

image

1. Ling Ling, wanita karir asal Republic of China ini bekerja di International Bank of China. Suka berjualan di kelas, agak pelit, dan sering perhitungan dengan teman. Lidahnya pedal (cadel) tidak bisa mengucapkan huruf ‘r’. Ling Ling menyukai Carlos, pemuda mapan asal Kolombia yang hadir sebagai murid baru di kelas bersamaan dengan hari pertama Pak Budi mengajar.

image

2. Lee Jeong Yu, cowok cute asal Korea Selatan yang narsis, suka selfie, suka ngedance, dan bekerja di perusahaan elektronik. Diceritakan pada episode ke-5 Lee jatuh cinta sama Makoto adiknya Kotaro.

image

image

3. Kotaro Suzuki, pria Jepang ahli pijat shiatsu ini gak bisa nyebut huruf ‘l’ karena Bahasa Jepang emang gak kenal konsonan ‘l’ (kebalikan Ling Ling dong!). Pada waktu perkenalan, Kotaro kebelet pengen pipis dan nanya letak toilet sama Pak Budi. Pas Pak Budi ngejelasin arah kiri, Kotaro ngedengernya ‘harakiri’ yang berarti bunuh diri dalam Bahasa Jepang. Jelas Kotaro langsung emosi lantaran ngira disuruh bunuh diri sama Pak Budi. Di lain episode diceritakan Kotaro nggak suka adiknya, Makoto, berhubungan dekat dengan Lee. Terang aja Kotaro sama Lee gak bakalan akur.

image

image

4. Mrs. Palak, ibu rumah tangga asal India ini kerjaannya nyulam dan ngejahit celana anaknya terus selama di kelas. Dia kurang bergaul sama teman-temannya, gak bisa ngomong Bahasa Indonesia, dan suka memelihara ular. Waktu Pak Budi menyuruhnya buat memperkenalkan diri, Mrs. Palak gak ngerti. Dia malah nulis nama Pak Budi sama Abas di papan tulis pake huruf Dewanagari. Padahal maksud Pak Budi ngasih spidol ke dia buat nulis namanya sendiri.

5. Tyson, siapa gak kenal suami Melanie Ricardo ini? Ceritanya Tyson berkebangsaan Australia dan pekerjaannya aktor ‘cameo’ di film-film made in Indonesia. Tyson seringkali berantem dengan Carlos. Keduanya juga bersaing memperebutkan perhatian Angelina.

image

6. Abas, mahasiswa asal Nigeria. Sifatnya easy-going tapi slengean. Cepet ngerti Bahasa Indonesia tapi sering miskomunikasi dengan orang di sekitarnya.

image

image

Murid-murid yang sering bertingkah konyol sering bikin Pak Budi kewalahan. Umur dah pada tua juga tapi kelakuan kaya anak-anak. Gak jarang akhirnya Pak Budi dipanggil ke ruangan kepsek gara-gara dianggap nggak bisa ngatasin murid-muridnya di kelas. Suatu hari Bu Rika kedatangan murid baru yang ingin belajar Bahasa Indonesia di kelas internasional. Begitu ngeliat siapa yang datang, Bu Rika langsung terpana sama ketampanan si Don Juan. Tanya-tanya siapa namanya yang ternyata bernama Carlos De Vega, Bu Rika langsung cari namanya di Facebook. Dasar mata Bu Rika jelalatan, ngeliat foto postur tubuh Carlos yang shirtless langsung bling-bling!

image

image

image

image

Carlos memiliki usaha coffee shop. Dia juga jago mainin harmonika. Tapi Tyson gak suka sama Carlos. Pas keduanya berantem, Lee malah sengaja berfoto selfie di belakang mereka. Ling Ling bukannya misahin malah cari perhatian di depan Carlos. Di saat keributan terjadi datanglah murid baru yang super cantik bernama Angelina (Loyd Christina) model dari Brazil.

image

image

image

image

Siapa yang gak tahu Loyd? Bule cantik ini sering nongol di majalah-majalah katalog produk bermerek terkenal, sejumlah iklan kaya es krim Magnum, parfum, dan kosmetik luar yang dibintanginya juga banyak nongol di layar kaca Indonesia. Loyd juga pernah maen jadi Suster Sofi di Hafalan Shalat Delisa, beu waktu Suster Sofi kirim foto ke Pak Ustadz, fotonya cantik banget. Di sana Suster Sofi berpenampilan berhijab, terang aja bikin Pak Ustadznya kesengsem.

image

image

Baru masuk kelas, Angelina langsung jadi rebutan antara Tyson dan Carlos. Tapi kelihatannya sepertinya Angelina naksir Pak Budi deh. Tiap kali digodain sama Angelina, Pak Budi sering deg-degan dan penyakit  asmanya langsung kambuh. Kasihan Pak Budi. Mau tahu cerita selanjutnya? Tonton aja deh di Net. Setiap Sabtu dan Minggu pukul 17.30 WIB. Jangan lewatkan ya!

Sebagai penutup gue mau narik kesimpulan pelajaran yang bisa diambil dari tontonan komedi ini. Antara lain sebagai berikut :

1. Banggalah menjadi bangsa Indonesia sebelum bangsa lain ngebanggain bangsa ini!
2. Hormatilah bangsa lain karena nggak ada bangsa yang sempurna di dunia! Setiap bangsa punya kekurangan dan kelebihan masing-masing!
3. Berkomunikasilah yang baik supaya orang lain ngerti maksud tujuan kita! Berbahasalah bahasakan bahasa!

Sampai ketemu lagi di tulisan selanjutnya ya. Bye… 🙂

Film PK

Sudah pada tahu kan kalau tanggal 15 Desember 2014 lalu film PK telah dirilis dan disiarkan? Awalnya aku pikir ini film Mr. Bean. Ternyata eh ternyata filmnya mantan personel 3 Idiots, siapa lagi kalau bukan Aamir Khan! Yippi, aktor idolaku itu nongol lagi di layar kaca raksasa (baca : bioskop). Film ini sangat lucu, romantis dan sangat menggelitik. Aku suka lagunya yang berjudul Nanga Puna Dost. Apalagi gaya jogednya Aamir Khan yang mirip boneka tali. Lucu banget.

Akting Aamir Khan kali ini benar-benar mengocok perut. Konon katanya Aamir Khan rela berjalan kaki sambil bugil sepanjang rel kereta api dari Mumbay ke Pune. Masya Allah! Apa dia sudah gila? Silakan cek di sini ya!

Nah berikut cuplikan filmnya :

Cantik kan yang jadi lawan mainnya…
image
image

Aduh Mas jangan pipis sembarangan!
image

Tuh kan ditangkap kamtib baru nyaho!
image

Mirip Mr. Bean ya?
image

Joged ala boneka tali
image

Bikin ulah terus sih…
image

Sahabat-sahabatku dari Luar Negeri

Sudah lama tidak ngepos di blog ini, setengah tahun tidak menulis apa-apa saking sibuknya dengan pekerjaan. Mulai dari mengajar Bahasa Inggris di sekolah, mengajar les di rumah juga, plus meladeni curhatannya para orang tua murid yang anaknya mengalami diskriminasi nilai oleh guru wali kelasnya di sekolah, jadi terbengkalailah blogku ini gara-gara semua pekerjaanku itu. Sampai bingung mau menulis apa, akhirnya setelah online sana online sini jadi anak alay di dunia maya yang tidak tentu arah tertuanglah ide untuk menceritakan sebagian kisah tentang sahabat-sahabatku di luar negeri yang menurutku mempunyai kepribadian menarik. Sebagian besar dari mereka kutemukan pertama kali dari MyOpera yang sekarang sudah ditutup eksistensinya dari dunia maya karena tidak sanggup menyaingi sosial media lainnya yang tak pernah berhenti berkembang. So, apakah kalian tertarik untuk mengenal mereka? Simak baik-baik ceritaku ini ya 😉

1. Johnny William

image

Doi orangnya ganteng pake banget, setuju? Pekerjaannya adalah pilot. Umurnya masih 20-an. Tapi doi kelihatan mature dari umurnya. :D=))º°˚˚°º≈ нåнåн庰˚˚°º=)):D… Pertama kali aku berkenalan dengan Johnny di Facebook tahun 2009 silam. Terus entah kenapa tiba-tiba saja Facebook doi menghilang dari peredaran dunia maya. Akhirnya kami lose contact deh, padahal kalau chat sama doi asli dijamin ngakak terus soalnya doi doyan bercanda. Doi memang humoris tapi romantis, sweet..sweet.. Tak disangka, tanpa aku sadari ternyata aku tak hanya berteman dengannya di Facebook, tapi juga di MyOpera! Oow… Gak tahu deh siapa yang add duluan, tahu-tahu nama dia sudah ada di Friendlist MyOpera-ku. Akhirnya persahabatan kami pun terus berlanjut, obrolan kamipun sering diselingi canda-tawa sampai ngakak guling-guling. =))

image

Oh ya, Johnny itu aslinya orang Filipina. Konon mamanya adalah keturunan etnis China-Filipino asal sana. Sedangkan papanya asli Aussie, bro! Jadinya doi blasteran gitu. Pantesan aja ya cakep banget! Wajarlah kalau banyak cewek yang nguber sampai klepek-klepek. Tapi doi bukan tipikal orang yang sombong lho, asal mention nama dia di chat, pasti dia balas nyapa. Johnny punya seorang adik cowok bernama Keith Ivan Samuel yang enggak kalah ganteng sama Johnny. Bahkan keduanya sering upload video dugem bareng di diskotik, gaya jogednya lucu-lucu sampai pake kostum aneh bin nyentrik yang bikin orang ketawa ngakak kalau melihatnya. Melihat kegantengan mereka berdua bikin penasaran kaya apa paras bapaknya, sumber benih mereka. Pasti ganteng kuadrat daripada anak-anaknya. Tapi sayangnya setahun lalu papa mereka meninggal dunia, Johnny dan Samuel sangat terpukul atas kepergian sang papa tercinta, sehingga Johnny dan Samuel terpaksa meninggalkan Aussie tanah kelahiran papa mereka, ke Hongkong tanah kelahiran mama mereka selama beberapa bulan untuk melupakan kesedihan mereka ditinggal sang papa. Rest In Peace ya Om.

image

image

image

Johnny itu orangnya penuh percaya diri, suka ngomongin yang vulgar-vulgar dan hot. Oops! Doi pernah cerita, katanya sebenarnya dia tidak bercita-cita menjadi seorang pilot. Parahnya dia justru malah bercita-cita menjadi seorang porn actor alias aktor porno yang memainkan film-film panas. Doi bahkan berkeinginan bisa mengencani Anne Hathaway yang pernah berpasangan dengan Chris Pine dalam Film Princess Diary. OMG! Gila ya si Johnny?!

Kalau lagi chat bareng cewek-cewek di MyOpera, Johnny lebih sering memanggilku Sugih-Darling. Hadeuh! Emang gila tuh si Johnny, mau bikin cewek-cewek itu pada illfeel apa? Tapi untungnya Johnny cuma bercanda aja, kalau enggak bisa parah dunia. ‎​​​​‎‎​H̲̣̣̣̥ǎ̜̣̍²H̲̣̣̣̥ǎ̜̣̍²H̲̣̣̣̥ǎ̜̣̍²H̲̣̣̣̥ǎ̜̣̍²H̲̣̣̣̥ǎ̜̣̍²..

image

Well, Johnny pernah beberapa kali mengunjungi Indonesia lho. Doi paling suka mengunjungi tempat penangkaran hewan-hewan langka seperti Taman Nasional Komodo di NTT, dan Tanjung Puting Kalimantan Tengah. Wajar aja kan, secara karena dia seorang pilot sudah pasti barang tentu dia bisa mengunjungi negara-negara yang menjadi tujuan penerbangannya, apalagi dia bekerja untuk maskapai penerbangan internasional. Hebat enggak tuh?!

2. Prince McGyver Aragon

image

Dia adalah sahabat spesial yang pernah kumiliki asal Filipina. Sahabat spesial karena dia mempunyai nasib yang tidak jauh berbeda dengan kisah hidupku. Konon waktu dia lahir kedua orang tuanya bercerai dan menempuh hidup baru masing-masing. Ibunya menikah lagi dengan seorang lelaki yang berasal dari keluarga sederhana dan menetap di Manila, dari pernikahan tersebut McGyver diberi dua orang adik oleh ayah tirinya. Sedangkan ayah kandungnya pulang ke Cebu kampung halamannya dan menikah lagi di sana. Sejak kecil McGyver tinggal bersama neneknya yang miskin bersama 7 orang cucu lainnya yang merupakan sepupunya. Setiap hari mereka hidup susah dan sangat jarang mendapat makanan. Mereka hidup dari belas kasihan sanak family yang masih mau berbagi makanan dengan mereka. Belum lagi setiap hari McGyver harus berjalan kaki ke sekolah 10 km dari rumah neneknya. Tak jarang ia sarapan pagi hanya segelas air mineral, tapi McGyver tak pernah patah semangat untuk menuntut ilmu di sekolah. Meski ia minder pada teman-temannya karena hidupnya yang miskin, ia kerap menjadi murid kesayangan para gurunya di sekolah karena kecerdasan yang dimilikinya.  

image

Mac begitulah panggilan akrabnya, sehari-hari adalah sosok yang polos, lugu, dan santun kepada siapa saja yang ditemuinya. Mungkin karena itulah dia cukup diidolakan oleh para gadis di sekitarnya. Mac sangat menyukai warna biru dan merah. Dan dia tidak menyukai wanita agresif.

image

image

Saat ia akan melanjutkan studynya ke SMA, ayahnya membawanya dan kakak laki-lakinya ke Cebu untuk tinggal bersamanya. Mac merasa kaku tinggal bersama keluarga baru ayahnya. Lagi ia masih merasa tidak bahagia sama seperti sebelumnya karena perlakuan ibu tirinya yang kurang menyenangkan terhadapnya. Namun ia tetap menjalani hari-harinya penuh dengan senyuman. Selepas SMA ayahnya menawarinya untuk berkuliah di Cebu saja, tetapi Mac memutuskan untuk kembali ke Manila dan tinggal bersama ibunya. Hidup Mac memang getir, tapi Mac banyak mengajariku hidup sabar saat aku menghadapi cobaan. Thank you Bro, for the lesson that you have taught me 🙂

3. Mhent Riel Gab

image

Itu adalah namanya di Facebook. Aku terbiasa memanggilnya Gab. Tetapi kami pertama kali berkenalan di MyOpera. Waktu itu aku sedang menemukan akun palsu atas nama Muhamad Rizky Prasetyo yang membajak foto-foto Rio Indrawan sebagai foto profilnya. Jadi ceritanya Gab itu ngefans dengan foto-fotonya Rio Indrawan. Katanya, “Orang Indonesia kok mirip-mirip dengan orang Filipina, ya?” Oya sama seperti halnya dengan Mac, Gab juga berasal dari Filipina. Lebih tepatnya Gab berasal dari suku Visayas, Cebu.

image

Gab sangat ramah, rendah hati, perhatian juga pengertian dan suka bermain game online. Dia anak bungsu dari 3 bersaudara. Kedua kakaknya perempuan dan sudah berkeluarga. Karena anak bungsu, dia sangat dimanja oleh keluarga. Dan dia juga sangat menyayangi keponakan-keponakannya.

Sebenarnya Gab adalah sarjana pendidikan. Sayangnya untuk menjadi seorang guru di negaranya sangat ketat penyeleksiannya. Ia harus mendapatkan surat izin mengajar dari berbagai instansi yang tidak sedikit mengeluarkan dana dalam proses pembuatannya. Sehingga ia merasa kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan. Pernah ia sekali bekerja menjadi seorang salesman di sebuah mall terkemuka di daerahnya. Namun kontrak kerja itu hanya berlangsung selama beberapa bulan selama perayaan Natal dan Tahun Baru silam. Maka untuk saat ini Gab hanya bisa membantu pekerjaan ibunya sebagai pedagang di suatu sekolah. Dan seusai jam sekolah bubar, Gab memberikan bimbingan les untuk murid-murid di sekolah tempat ibunya berdagang, yang akan mempersiapkan diri menghadapi ujian negara. Katanya bulan Juli yang akan datang, Gab akan mencoba melamar menjadi pegawai pabrik ke Taiwan atau ke Timur Tengah demi meningkatkan taraf hidup keluarganya. Sebab memperoleh pekerjaan di Filipina sangat sulit sekali, bahkan UMR di negaranya masih sangat rendah. Oke deh, fighting ya Gab! Aku akan terus mendoakan keberhasilanmu! 🙂

4. Selvia Bem Lagarde

image

Sama seperti ketiga sahabatku sebelumnya, Selvia juga berasal dari Filipina, tepatnya daerah Bicolon. Pada awal pertemanan kami di MyOpera, Selvia sering mengakrabkan diri dengan memanggilku ‘My Prince’ dan aku memanggilnya ‘My Princess’, sehingga sering menimbulkan asumsi bahwa kami berdua sedang berpacaran di mata para anggota MyOpera yang lain. Tak jarang banyak lelaki yang mundur atau berhenti menggoda Selvia bila kami saling bersikap mesra satu sama lain. Mereka mengira kami berdua adalah pasangan yang sedang dimabuk asmara, hanya karena sikap Selvia lebih hangat kepadaku daripada terhadap lelaki lainnya.

image

Selvia pernah berjanji kepadaku, bila suatu saat aku datang berkunjung ke negaranya, dia ingin menjadi tourguide khusus untukku lalu dia akan mengajakku berkeliling ke seluruh Manila. Dan dia akan memasakkan ikan pedas khas Bicolon spesial untukku meskipun pada kenyataannya dia tidak gemar memasak katanya.

image

Selvia orang yang suka menuntut kejelasan. Dia tidak suka gosip apalagi isu yang mengarah ke fitnah. Dia sangat benci tukang gosip dan tukang fitnah. Dia berasal dari keluarga sederhana. Walaupun dia tidak menyukai adik laki-lakinya yang pemalas (tukang tidur), namun dia sangat bertanggung jawab terhadap keluarga. Demi adiknya dia rela tidak melanjutkan kuliah dan memutuskan untuk bekerja di sebuah toko kertas  di mall yang terdapat di kotanya. Semua itu dia lakukan agar adiknya dapat berkuliah mencapai gelar sarjana. Betapa kakak yang berjiwa besar, bukan?

image

Selvia juga akrab dengan Gab dan Johnny. Kadang kami bercanda bersama. Kami mengobrol menggunakan Bahasa Inggris diselingi Bahasa Tagalog atau Bahasa Indonesia. Karena teman-teman kami di MyOpera kebanyakan berasal dari Filipina, Indonesia, Pakistan dan India. Jadi saat mengobrol itulah kami saling bertukar pikiran mengenai bahasa, adat-istiadat, dan budaya negara masing-masing. Rasanya benar-benar lucu karena kami sering mengalami perbedaan latar belakang budaya yang signifikan.

Selvia juga sering curhat masalah hubungan asmaranya kepadaku, begitu pula sebaliknya. Kemarin dia bercerita bahwa kekasihnya telah pergi dari kehidupannya karena telah menipu dirinya. Tapi kemudian ia berkata dia tidak merasa sedih ditinggalkan kekasihnya. Dia bilang hidup itu harus kuat seperti karang di lautan. Dia bisa move on hanya dalam sekejap dan tidak terus berlarut-larut dalam kesedihan. ;)KªªÝ™ Selvia, keep rockin’ Baby! 😉

5. Danielle Laure
Masih orang Filipina juga. Dia cantik dan modis. Tapi aku lebih senang menyebutnya Miss Melancholic. Dia suka memanggilku Professor Sugih dengan alasan aku ini cerdas dan tahu banyak tentang negara Filipina. Danielle senang belajar Bahasa Indonesia, dan kata favoritnya dalam Bahasa Indonesia adalah ‘BERONDONG’. Dia suka sekali lelaki fresh yang umurnya lebih muda darinya.

Satu hal yang kusuka darinya adalah dia sering memposting bahan renungan tentang orang-orang di luar kehidupannya, seperti tentang pengemis, penjaja makanan, orang miskin, dan kehidupan yang serba susah. Tampak benar dalam kepribadiannya kalau Danielle ini termasuk orang yang memiliki jiwa sosial yang tinggi.

Danielle mempunyai kakak angkat orang Indonesia yang sangat dicintainya, bernama Ariella Tisha. Sayangnya beberapa bulan menjelang ditutupnya MyOpera, Ariella menghilang dari dunia maya. Dan hal ini membuat hati Danielle terpukul. Aku juga sangat sedih melihatnya. Setiap hari kulihat di shoutbox Ariella, Danielle terus menyebut namanya meminta Ariella kembali ke dunia maya. Entah apa yang terjadi pada Ariella di Jakarta sana. Padahal biasanya Ariella rajin online siang dan malam hingga tak mengenal waktu. Aku tak dapat berbuat apa-apa untuk menyenangkan hati Danielle. Bahkan tatkala Danielle menonaktifkan akun MyOpera-nya, aku turut merasakan kesedihan apa yang telah dirasakan oleh Danielle. Mulanya aku berpikir aku telah kehilangan Danielle dan takkan bisa lagi terhubung dengannya. Ternyata Tuhan mendengar doaku, aku dipertemukan kembali dengan Danielle melalui Twitter, bahkan Danielle pun menjadi follower blogku ini. Wah, senangnya.

6. Sushant Ganeshan Bharat
Berbeda dengan kelima sahabatku di atas, Sushant berasal dari India. Dia mahasiswa fakultas teknik yang mencintai perlindungan terhadap satwa langka. Semua isi blognya di MyOpera membahas tentang undang-undang perlindungan satwa langka. Sushant memang memiliki jiwa sosial yang tinggi seperti Danielle.

Kegemaran yang sering dilakukannya saat mengisi waktu luangnya adalah membuat ilustrasi gambar untuk orang-orang yang membuat cerita. Dia pernah beberapa kali membuatkan ilustrasi gambar untuk cerita yang kubuat.

Sushant tahu banyak masalah sosial politik di negara-negara Asia terutama kawasan Asia Tenggara. Bahkan ia tahu detail permasalahan politik yang terjadi di Indonesia. Setiap terjadi bencana alam di Indonesia seperti banjir di Jakarta, meletusnya Gunung Sinabung di Sumatra Utara dan Gunung Kelud di Pulau Jawa, Sushant selalu menjadi orang pertama dari luar negeri yang menyampaikan bela sungkawa kepadaku. Padahal semua bencana alam itu sangat jauh dari tempatku tinggal dan keadaanku baik-baik saja saat semua peristiwa itu terjadi. Well Sushant, you are so kind and attentive. Thanks Bro for being a good friend for me 🙂

7. Sohail Aamar Sabri

image

Dia berasal dari Pakistan usianya terpaut beberapa tahun di bawahku namun dia terlihat lebih dewasa dariku baik dari penampilan maupun pemikiran. Dia seorang muslim yang taat, rajin shalat, juga rajin online di dunia maya. Aku lebih senang memanggilnya kakak karena pemikirannya yang sangat dewasa. Berbeda dengan Johnny yang senang membicarakan hal-hal yang vulgar, Sabri lebih senang membicarakan hal-hal yang menyangkut kemaslahatan dunia. Terlebih dalam blognya, ia gemar memposting tentang puisi-puisi kuno bernuansakan islami.

image

image

Sabri cukup digemari kaum hawa penghuni MyOpera. Lelaki Pakistan memang kharismatis. Banyak orang terpesona oleh ketampanan yang dimilikinya. Sabri pernah bekerja sebagai staf security di mall termegah di Timur Tengah. Dia rela meninggalkan negaranya guna mencari pengalaman hidup jauh lebih baik. Karena ia sangat membenci image buruk yang diberikan tentara Amerika terhadap negaranya yang dicap sebagai negara teroris. Oke deh, semoga image buruk tersebut berangsur-angsur menghilang ya Sabri?! 🙂

————————————————————–

Itulah beberapa orang sahabatku di luar negeri yang sangat dekat denganku. Sebetulnya masih ada beberapa orang lagi yang belum kusebutkan di atas. Mungkin perlu kubuat lanjutannya pada postinganku selanjutnya. So, nantikan saja kelanjutan dari postinganku ini. Jangan lewatkan ya! 😉

No Idling : Jayesh Sachdev

JAYESH SACHDEV
image

Exhilaration of Victory

Growing up in India, in a town trying hard to turn into a metropolitan city, in a middle class family, my father, an owner of a small sports shop, my mother a teacher, I had a very interesting upbringing. I was brought up with deeply rooted values and principles, encouraged by my mother to think on my own and be responsible for my actions and decisions, and on the other hand my father, more protected, old schooled, who wished for me to join his shop and sell hockey sticks to kids; and then there was me, with larger than life aspirations and ambitions. I was a dreamer. I wanted to be a designer in a country and environment which had no respect for it.

After several rejections to art school, I landed a job as a Graphic Artist at a Television Channel, facing rejection for close to a year, never having a single design approved, I continued my quest for design school until I was fnally admitted to one in Singapore at the age of 22. Financially and socially outcast, I immersed myself into my art and design often doing homework of my classmates to pay off my rents, often freeloading food off the near by Sikh Temple. I graduated with an impeccable record and moved back to India to found my own studios, Emblem.

Having been disconnected with the creative industry in India I had no in roads into the industry and clearly no work. I translated my depression into my passion for art and soon started painting, and was encouraged to exhibit my works. To my dismay, the pseudo art culture only accepted renowned artists with credible history or fne art schooling. Struggling to fnd galleries I managed to open my own space in retaliation, allowing only frst time or new artists to showcase at my gallery, soon Emblem became a national rage.
Over the next 2 years, I went on to showcase often at my own studio/ gallery and won national accolades for my works and soon began exhibit- ing world wide. Now I am a graphic designer, artist, photographer and fashion designer. I accept the challenges so that I can feel the exhilaration of victory.