Di Balik Layar 7 Manusia Harimau #3

Awalnya aku enggan memposting jilid ketiga kumpulan foto di balik layar 7 Manusia Harimau ini. Cukup sampai jilid 2 saja. Takut dibilang alay bin lebay (Penulisnya ngaku emang rada lebay, sih. Gkgkgk… 😀 ). Tapi ternyata permintaan pembaca semakin banyak pertanda bahwa mereka menyukai blogku ini. Terima kasih ya pembaca dan pengunjung setia blogku, kalian telah meramaikan blogku ini. Tadinya foto-foto ini mau kuposting pada tulisan-tulisanku sebelumnya dengan cara mengeditnya, baca  :

Di Balik Layar 7 Manusia Harimau
dan
Behind the Scenes Again

Tapi ternyata kebanyakan foto di sana malah membuat halaman-halaman tersebut menjadi lola (loadingnya kelamaan) saking berat filenya. Jadi silakan melihat-lihat di sini saja ya. Salam…

Untuk PiGum lovers  :

Udah deh, gak usah pada berantem lagi! Calon istri Gumara itu sudah pasti Pitaloka. Buat Rindu maaf ya, aku siap ko jadi suami kamu. Gkgkgk…  😀

image

Paling asyik tiap hari diantar-jemput ke sekolah sama Pak Gumara…

image

Pitaloka : “Pak Mara, tolong jawab Pak! Bagaimana perasaan Pak Mara kepada Pita?”

image

Kita soulmate loh…

image

Untuk KaLim lovers :

Limbubu : “Karina, ternyata selama ini banyak penonton yang mencari-cari foto kita berdua!”
Karina : “Iya Alim! Yuk, kita nampang dulu di sini!”

image

Karina : “Mana pose jelek kamu, Alim? Ini pose jelekku. Tetap kelihatan cantik kan?”
Limbubu : “Iya Karina, kamu sangat cantik kok!”

image

Limbubu : “Karina, dari tadi bibirmu terus manyun seperti itu, memangnya nggak capek apa? Bilang aja kalo dari tadi kamu itu  sebenarnya pengen cium aku!”
Karina : “CUP!” *sensor* (penonton shock)

image

Limbubu : “Dari tadi kamu ngeliatin fotonya siapa sih, Karina? Daripada ngeliatin hp terus, mending kamu ngeliatin aku!”

image

Untuk siluman lovers :

Hangcinda : “Tebat Hijau, aku sudah cantik belum?”
Tebat Hijau : “Sudah Hangcinda! Ayo kita pose dulu!”

image

Hangcinda : “Oo… Merapi dan laut! Siapa bilang kalau aku tidak suka ganti baju? Sudah kubilang kan aku ini ratu siluman tercantik sejagat raya! Nih lihat, ini bajuku yang berwarna kuning!”

image

Hangcinda : “Dan ini bajuku yang berwarna putih! Kalian pake baju enggak?”

image

Panglima Artaya : “Akhirnya kita bangkit kembali Ki Rotan! Aku senang bisa nongol lagi di TV!”
Ki Rotan : “Aku juga begitu Artaya! Sekarang kita menjadi zombie. Mari kita serang penduduk Desa Kumayan!”
Tebat Hijau : “Tidak! Kalian jangan pergi! Kalian di sini saja gombalin aku!”

image

Rame-rame yok!!!

Waktunya take! Siap? 3, 2, 1, ACTION!

image

Bu Ratih : “Ada masalah apalagi ini Gumara, Pitaloka? Daripada di sini ribut terus lebih baik kukawinkan kalian berdua!” *PiGum lovers jingkrak-jingkrak senang*

image

Gumara : “Lho, kalian kan lagi jengukin aku yang sedang sakit. Kok malah pada selfie sih?”

image

Damai itu indah! Lihat saja kami para inye dan warga Kumayan akhirnya bisa berdamai dengan para siluman kan…

image

Gumara : “Saksikan terus kelanjutan 7 Manusia Harimau di RCTI dan blog ini ya!” *penulis senang blognya dipromosikan Samuel Zylgwyn*  😀

image

-dari pelbagai sumber-

Advertisements

Ketika Siluman Jatuh Cinta

image

 

 

WARNING!!!

99,99% cerita ini adalah fiktif!

Penulis tidak menjamin kebenaran dalam cerita ini.

Penulis tidak menjamin keselamatan Anda setelah membaca cerita ini.

Hati-hati di sini banyak siluman!

Bila Anda terkena santet segera hubungi DUKUN BERANAK!!!

 

 

 

Putri Galuh Meranti bukan cenayang, bukan pula pawang hujan. Sebab dari dulu dia memang nggak pernah punya payung ataupun jualan jas hujan. Dia juga bukan tuyul berkepala gundul. Lain lagi dengan kuntilanak yang baru beranak. Apalagi sundel bolong yang giginya ompong. Yang jelas dia tinggal di sebuah hutan pedalaman Kalimantan. Dia banyak dicari para lelaki tampan. Eeh… kok bisa? Emangnya dia siapa gitu? Keturunan bidadari? Kalian mau tahu siapa dia? Hmm, hati-hati! Siapa tahu saat ini dia sedang berada di sebelah kalian, menemani kalian membaca cerita ini. Siap-siap saja kalian ngompol karena ketakutan melihat wajahnya yang super mengerikan seperti mayat dimakan setan! Hiii….

 

Eh, enggak ding! Putri Galuh Meranti itu wajahnya sangat cantik dan tubuhnya sangat wangi kaya bintang iklan sabun mandi. Karena dia sebenarnya adalah jelmaan penunggu pohon meranti. Dengan kata lain dia adalah siluman pohon meranti yang selalu dinanti-nanti. What? Siluman? Siluman kok pohon meranti? Siluman itu seharusnya kan siluman ular, siluman kodok, siluman kadal, siluman keong, siluman monyet, atau siluman buaya. Lha ini kok siluman pohon, memangnya ada ya? Namanya juga cerita ya diada-adain aja atuh!

 

Singkat cerita saat ini Putri Galuh Meranti sedang mengalami yang namanya GTT. Kalian tahu apa itu GTT? Yup, Galau Tingkat Tinggi! Kalau diukur pakai galaumeter (alat pengukur kegalauan) mungkin tingkat kegalauannya sudah mencapai level 9 juta stadium akhir. Ih, kaya penyakit aja pakai stadium segala. Nah, kalian pasti bertanya-tanya kan, apa yang menyebabkan Putri Galuh Meranti menjadi galau seperti ini? Pasti kalian menebak karena Shaheer Sheikh sudah balik ke negara asalnya, India. No! No! No! Kalian salah! Putri Galuh Meranti sedang galau karena dia mengagumi Pak Gumara yang sering tampil di layar tv. Haah… Gumara? Emangnya siluman doyan nonton tv juga? Ya iyalah, hari gini siluman nggak nonton tv nggak gaul geetoo loh! Sebenarnya sih Putri Galuh Meranti nontonnya bukan lewat tv tapi lewat meditasi. Namanya juga siluman kan… Ilmunya jauh lebih canggih daripada manusia. Hehe…

 

Kegalauan Putri Galuh Meranti semakin menjadi-jadi setelah 99 hari lamanya ia menyaksikan tayangan 7 Manusia Harimau di RCTI. Kalau sedang hilang sinyal gara-gara hujan, channel-nya dipindahkan ke YouTube. Maklum katanya belum langganan Indovision. Siang-malam ia selalu resah tak bisa tidur memikirkan sang pujaan hati. Entah mengapa ia jadi gelisah tak menentu hingga membuatnya susah makan, susah minum, bahkan susah BAB. Hush, itu mah terkena diare atuh! Hatinya berdebar-debar tidak karuan setiap kali ia melihat wajah tampan Samuel Zylgwyn yang memerankan tokoh Gumara. Jadi, Putri Galuh Meranti itu jatuh cinta pada Gumara apa Samuel Zylgwyn sih? Aah, yang jelas Putri Galuh Meranti sangat ingin bertemu dengannya. Konon ia pernah menulis di buku diary-nya seperti ini : (Ceileh, siluman punya diary juga toh?)

 

“Dear Diaryku sayang, (udah pake ‘dear’ pake ‘sayang’ pula). Kenapa sih para inye’ itu tinggalnya di Kumayan? Kenapa nggak di Kalimantan aja? Kalimantan kan asyik, di sini lebih banyak silumannya daripada di Kumayan. Si Gumara itu pasti enggak tahu kan kalau di Kalimantan itu banyak siluman yang cantik-cantik. Tapi di antara para siluman itu sudah barang tentu akulah yang tercantik di antara mereka semua. Mukaku aja pernah dipinjem sama Luna Maya. Apalagi Ranty Maria yang berperan sebagai Ratna di sinetron kesukaanku itu, dia berani menyewa mahal mukaku ini lho! Namanya aja sama ada ranti-rantinya gitu. Belum lagi Ayu Tingting juga pernah mau ngebajak suaraku. Kata semua siluman suaraku mengalahkan kedahsyatan suara genderuo. Ya iyalah, namanya juga kembang hutan. Selalu dicari-cari pria tampan. Ups! Tapi kapan ya aku bisa bertemu si Gumara yang tampan itu? Aku kan ingin segera dilamar olehnya dan menjadi pendamping hidupnya. Daripada dia dapat jodoh si Putri Semidang Rindu anak Hangcinda yang terkutuk itu, kan lebih baik Gumara sama aku. Gumara juga sama sekali nggak cocok disandingkan sama si Pitaloka. Meskipun si Pitaloka itu pintar tapi dia nggak punya ilmu pelet seperti aku! Dang Rajo aja kesengsem sama kloningan aku… alias Ranty Maria!”

 

Sedang asyik menulis curhat di diary kesayangannya, tiba-tiba seseekor mengejutkan Putri Galuh Meranti dari belakang (kalo siluman bukan seseorang kan?). Putri Galuh Meranti sangat terkejut dibuatnya.

 

“Ternyata kau, Kuyang Maut!” Putri Galuh Meranti menarik napas lega.

 

Tunggu! Kok ‘Kuyang Maut’ sih? Emang siapanya ‘Puyang Maut’? Ehm, jadi begini, Kuyang Maut itu saudara jauhnya sepupu adik ibu embahnya nenek buyutnya tetangga kembarannya teman akrab Puyang Maut! Pembaca pada bingung kan? Sama saya juga bingung! Ya udah, lanjut aja ceritanya ya…

 

“Cucuku, kau terlihat gundah gulana seperti gulali dalam celana. Sebetulnya apa yang sedang kau risaukan, Nak?” Tanya Kuyang Maut kepada cucunya itu sembari mengusap rambut sang cucu yang penuh dengan kutu.

 

“Enggak ada Kuyang. Aku baik-baik aja kok!” Jawab Putri Galuh Meranti berdusta.

 

“Ah, bohong tuh! Kau pasti sedang memikirkan Datuk Lebay Karat yang tampan itu kan?” tunjuk Kuyang Maut ke arah sang putri bernada menggoda.

 

“Haah, Datuk Lebay Karat?” Putri Galuh Meranti tercengang setengah mati. “Itu sih cenceman Kuyang, keles!”

 

Kuyang Maut terkekeh sembari melepaskan kepala dan usus dari tubuhnya. Dia biasa melakukan hal itu setiap kali akan berangkat mencari mangsa untuk dihisap darahnya.

 

“Kau tahu saja seleraku, cucuku. Lantas siapa yang sedang kau lamunkan saat ini? Apa Ki Rotan si muka shyrloinstick itu?” selidik Kuyang Maut memutar-mutar kedua bola matanya dengan sangat mengerikan.

 

Putri Galuh Meranti bergidik jijik, “Iiih… amit-amit! Daripada aku mikirin Ki Rotan mending aku mikirin Samuel Rizal!”

 

“Lho, kok Samuel Rizal? Bukannya kau itu sedang jatuh cinta kepada Samuel Zylgwyn?” mata Kuyang Maut setengah mendelik.

 

Putri Galuh Meranti tersipu malu, “Dua-duanya juga boleh deh. Habis sama-sama ganteng sih…”

 

“Hmm… Kau memang rakus cucuku! Kau sama seperti aku muda dulu! Aku jadi ingat dulu aku pernah mengencani Tom Cruise dan Jeremy Thomas. Rasanya bahagia bisa berkencan dengan mereka!” Kuyang Maut tersenyum-senyum di kulum dengan pandangan menerawang.

 

“Memangnya dulu mereka pernah ke sini, Kuyang?” Tanya Putri Galuh Meranti penasaran.

 

“Iya, tapi dalam mimpi! Hehe…” Kuyang Maut terkekeh berhasil mengelabui cucunya.

 

“Aah, Kuyang!” Putri Galuh Meranti mendesah.

 

“Daripada kau memikirkan Samuel Zylgwyn yang tak pernah berkunjung ke mari, lebih baik kau segera mempertimbangkan lamaran Pangeran Bekantan dari Tanjung Puting itu! Biarpun jelek begitu, Pangeran Bekantan memiliki tampang bule. Coba kau amati baik-baik, bukankah dia memiliki hidung yang mancung? Rambutnya juga pirang! Apalagi dia masih satu keturunan dengan orang!” bujuk Kuyang Maut.

 

“Iya, tapi orang utan!” desah Putri Galuh Meranti sambil mencibir.

 

“Pokoknya sampai kapanpun aku akan tetap menanti kedatangan Gumara di sini. Aku yakin suatu saat nanti dia pasti akan menemuiku dan memintaku untuk menjadi istrinya!” dengus Putri Galuh Meranti sebal.

 

“Woy, Franda mau dikemanain? Habis kontrak sinetron ini Samuel Zylgwyn kan mau menikahi si Franda, kekasih barunya itu!” tegas Kuyang Maut.

 

“Apa? Panda? Masak manusia harimau seperti Gumara kawinnya sama Panda? Mau dikasih makan apa nanti?” Putri Galuh Meranti semakin kesal.

 

“Hadeuh, cucuku… Kau ini cantik-cantik kok budek sih?” gerutu Kuyang Maut. “Suka nonton SILET gak? Kalau nggak Cek dan Ricek, KISS, atau Kabar-Kabari! Makanya kau harus sering update berita artis dong, Cu!”

 

“Kau jangan salah, Kuyang! Gini-gini aku juga sering update berita kok. Aku tahu kemarin Kuyang gagal ngedapetin darah bayinya Anang dan Ashanty kan? Makanya kalo ngincer darah supaya Kuyang bisa kembali menjadi gadis perawan sepertiku jangan ngincer darah anak artis dong! Percuma, soalnya darah para artis itu sudah terkontaminasi sama bahan kosmetik yang banyak mengandung bahan kimia! Daripada ngincer darah anak artis lebih baik Kuyang mengincar darah bayi Nagita Slavina yang masih ada di perutnya!” imbau Putri Galuh Meranti mantap.

 

Sesaat Kuyang Maut tercengang mendengar perkataan cucunya, “Eh, kau ini bagaimana sih, Nagita Slavina itu kan juga artis! Tapi aku enggan menghisap darahnya. Soalnya Rafi Ahmad sekarang mirip tuyul, kemarin aku lihat di Dahsyat kepalanya dibotakin sampe gundul!”

 

“Nah, justru itu malah lebih bagus Kuyang! Kalau sekarang Rafi Ahmad mirip tuyul, artinya dia bawa banyak hoki! Kan biar gundul, Rafi Ahmad tetap ganteng!” Putri Galuh Meranti mendecak.

 

“Eh, iya juga ya. Pasti bayi keturunannya juga bawa hoki buat Kuyang!” timbang Kuyang Maut.

 

“Ya sudah Kuyang, aku mau meditasi lagi. Kali aja aku bisa ketemu produser sinetron 7 Manusia Harimau kesukaanku. Terus aku ditawari main film buat jadi lawan mainnya Samuel Zylgwyn!” kata Putri Galuh Meranti mulai duduk bersila di gua persembunyiannya.

 

“Sebentar cucuku! Ngomong-ngomong soal produser sinetron itu, Kuyang jadi ingat kalau Leo Sutanto itu bekas mantan Kuyang semasa muda dulu. Kalau Kuyang menghubunginya, dia pasti tidak keberatan menjadikanmu artis dan bermain di film-film garapannya!”

 

“Hah, yang bener Kuyang? Kuyang kenal dengan produser sinetron kesukaanku itu? Memangnya Kuyang pernah jadi bintang film juga?” serang Putri Galuh Meranti dengan sejumlah pertanyaan yang dilontarkannya bertubi-tubi.

 

Kuyang Maut mengangguk-angguk, “Iya, dulu Kuyang pernah dijadikan bintang olehnya. Tapi bukan bintang film!”

 

Putri Galuh Meranti semakin penasaran dibuatnya, “Lantas?” selidiknya.

 

“Kuyang pernah dijadikan bintang dapur! Alias pembantu rumah tangga. Kan Leo Sutanto mantan majikan Kuyang!” si nenek pun terkekeh.

 

“Hadeuh, Kuyang parah ah! Ya udah gak jadi aja deh!” tubuh Putri Galuh Meranti mendadak lesu.

 

KRIIING! KRIIING!

 

Tiba-tiba terdengar suara ponsel berdering. Eh, siluman punya hp juga? Hebat ya siluman zaman sekarang…

 

“Siapa Cu?” Kuyang Maut menoleh ke arah Putri Galuh Meranti yang tengah menggenggam batu ulekan. Maklum, sebetulnya tadi pas buka diary Putri Galuh Meranti baru saja selesai memasak, bikin sambal terasi di dapur.

 

“Enggak tahu, nih. Enggak kelihatan nomornya,” jawab Putri Galuh Meranti begitu polosnya.

 

“Ya iyalah nggak kelihatan nomornya. Itu kan ulekan! Ayo cepat angkat, Kuyang ingin tahu siapa yang meneleponmu!”

 

“Baik, Kuyang,” sahut Putri Galuh Meranti patuh.

 

“Hallo, siapa ini?” Tanya Putri Galuh Meranti.

 

“Hallo, betul ini dengan Putri Galuh Meranti?” terdengar suara di ujung telepon, ups maksudnya ulekan.

 

“Iya betul! Maaf, kamu siapa?” Putri Galuh Meranti menautkan kedua alisnya.

 

“Oh, Merapi dan Laut! Ini aku, Ratu Hangcinda! Aku baru saja kehilangan anak buahku. Mereka mati dihabisi oleh para inye. Aku mau minta tolong padamu, tolong bantu aku melawan para inye! Tenagaku habis terkuras diserap oleh Pitaloka gadis Kumayan keturunan inye busuk itu. Maukah kau membantuku? Aku janji jika kau berhasil mengalahkan mereka, aku akan menghadiahkan Jelatang untuk kau jadikan suami!” tutur si penelepon dengan nada yang mendayu-dayu turun-naik bagai ledakan gunung berapi.

 

“Oh, setan dan tuyul! Ternyata kamu Hangcinda. Dengar ya, sudi najis aku menikahi Jelatang si manusia tokek cingkariak bajak laut itu. Aku tidak akan mau menuruti keinginanmu untuk menghabisi para inye di Kumayan. Aku sangat mencintai Gumara, Ratu Hangcinda! Aku sangat mencintainya! SANGAT MENCINTAINYA!” balas Putri Galuh Meranti ketus.

 

“O… Oh, Merapi dan Laut! Mengapa kau mencintai Gumara seperti putriku Semidang Rindu? Inye muda itu sangat menyebalkan! Terlebih Rajo Langit, dia sering mengataiku RATU SILUMAN CINGKARIAK! Padahal mukaku ini kan sangat cantik jelita mengalahkan pesona pancaran bulan purnama sepanjang masa!” Ratu Hangcinda mulai terpancing amarahnya.

 

“Asal kau tahu ya, Ratu Cingkariak, Rajo Langit itu sebenarnya adalah anakmu! Jadi buat apa sih kau memusuhi para inye? Ketahuilah, damai itu indah!” sentak Putri Galuh Meranti begitu keras.

 

“APA? Rajo Langit itu sebenarnya adalah anakku? Kawin dengan harimau saja tidak pernah, bagaimana mungkin aku melahirkan anak durhaka seperti dia? Merapi dan Laut…” seru Ratu Hangcinda.

 

“Betul apa yang dikatakan oleh cucuku. Sebaiknya mulai sekarang kau bertobatlah sebelum Meriam Bellina menghabisimu!” Kuyang Maut merebut batu ulekan dari tangan Putri Galuh Meranti.

 

“Hey, siapa ini?” Ratu Hangcinda kebingungan.

 

“Aku ini penggemar Meriam Bellina, dodol!” jawab Kuyang Maut ketus.

 

“Sudah Kuyang, matikan saja!” Putri Galuh Meranti merebut kembali batu ulekannya.

 

“Hey, hey, tunggu jangan dimatikan dulu teleponnya! Aku belum selesai berbicara!” cegah Ratu Hangcinda.

 

“Eh, ini kan bukan telepon! Ini batu ulekan NONG-NONG!” bibir Putri Galuh Meranti mencebik meledeknya.

 

TUTS! Sambungan terputus.

 

Belum satu menit dimatikan, kembali batu ulekan berdering.

 

KRIIING! KRIIIING! KRIIIING!

 

“Heuh, ini siluman katrok banget sih! Susah dikasih tahu. Apalagi kalau aku kasih tempe. Malas aku mengangkatnya!” gerutu Putri Galuh Meranti.

 

“Sudah biarkan saja! Nanti juga berhenti sendiri!” nasihat Kuyang Maut.

 

Namun berkali-kali dibiarkan tetap saja bunyi dering itu terus mengusik ketenangannya. Lantas tanpa pikir panjang dilemparnya jauh-jauh batu ulekan itu oleh Putri Galuh Meranti.

 

CIIIIIIIIIUUUUUNG…. GEDEBUGH!!! Batu ulekan pun terlempar jauh…

 

“Jauh sih jauh, tapi jangan dilempar ke pantat Kuyang, kali! Emangnya pantat Kuyang cobek?” protes Kuyang Maut yang menungging jungkir balik di mulut gua persemedian cucunya. Segera kepalanya yang melayang-layang di udara kembali merapat dengan tubuhnya yang terlepas.

 

“Maaf Kuyang, disengaja!” cela Putri Galuh Meranti seraya terkikik geli.

 

“Heuh, paling susah punya cucu seperti kamu!” ujar Kuyang Maut geram.

 

KRIIIING… KRIIIIING… TIRIRIRIRIIIT… TIRIRIRIRIIIT…

 

Kembali terdengar sesuatu berdering. Kali ini bukan lagi batu ulekan yang baru saja dilemparnya. Melainkan…

 

“Lho, apa lagi itu yang berdering Kuyang?” Putri Galuh Meranti memandang sekeliling gua pertapaannya.

 

“Sudahlah jangan kau hiraukan! Pasti itu dari ratu siluman itu lagi. Terus terang selama ini sebenarnya aku cemburu kepadanya. Karena dia selalu didampingi Ki Rotan dan Panglima Artaya, mantan-mantan pacar Kuyang semasa muda dulu! Sungguh kurangajar dia berani merebut mereka dariku!”

 

“Idiih… Kuyang rupanya jealous ya? Kalau Kuyang jealous berarti Kuyang pengen CLBK dong?” canda Putri Galuh Meranti berhasil membuat sang nenek gelagapan serba salah.

 

“Apa itu CLBK?” Tanya Kuyang Maut tak mengerti.

 

“CI..LUK..BA..KEKOK!” Putri Galuh Meranti semakin senang menggodanya.

 

Suara dering itu masih terdengar bahkan semakin lama semakin nyaring. Setelah dicari-cari akhirnya benda yang mengeluarkan bunyi dering itu pun berhasil ditemukan. Ternyata benda itu tak lain adalah sepatu boot yang dipakai oleh Putri Galuh Meranti sendiri. Heran, masak dari tadi dia nggak nyadar sih? Aneh, dasar cerita! Terlalu dibuat-buat. Segera saja dilepaskannya sepatu tersebut dari kakinya dan mengangkat panggilan yang masuk dengan menempelkan ujung sepatu ke bibir dan telinganya.

 

“Heh, RATU HANGCINGKARIAK! Berapa kali sudah kubilang aku nggak mau menerima tawaranmu untuk bekerja sama menyingkirkan para inye. Aku ini cinta mati sama Gumara! Sekali lagi CINTA MATI, tahu?” sentak Putri Galuh Meranti berapi-api.

 

“Hallo, apa benar ini dengan Putri Galuh Meranti di Kalimantan?” terdengar suara seorang lelaki di ujung telepon.

 

“I… Iya… Ini siapa ya?” lidah Putri Galuh Meranti mendadak kelu.

 

“Saya Samuel Zylgwyn. Saya mau mengucapkan terima kasih atas dukungan Anda kepada saya selama ini. Berkat usaha yang Anda lakukan, rating sinetron saya senantiasa menduduki peringkat atas. Untuk itu sebagai ungkapan rasa terima kasih saya, saya bermaksud mengundang Anda ke acara jumpa penggemar sinetron 7 Manusia Harimau. Saya juga bermaksud mengajak Anda makan malam bersama saya. Apakah Anda bersedia datang ke acara saya?” tawar sang penelepon.

 

“APA?” Putri Galuh Meranti tak mampu berkata-kata lagi.

 

“Hallo… Hallo… Anda dengar suara saya kan?”

 

“Hey cucuku, kenapa engkau diam? Siapa itu yang menelepon? Apakah itu dari Ratu Hangcinda lagi? Atau jangan-jangan itu dari Ki Rotan yang ingin mengajakku rujuk dengannya?” Kuyang Maut mengibas-ngibaskan telapak tangannya di hadapan wajah sang cucu.

 

“Nenek, jatuh cinta itu indah ya…” gumam Putri Galuh Meranti lirih nyaris tak terdengar.

 

“Hmm… Hmm…” Kuyang Maut menggeleng-gelengkan kepalanya bingung.

 

#SEKIAN#

 

Terima kasih sudah mampir dan kesasar ke mari ^_^

 

 

 

Mengenal Karakter ‘7 Manusia Harimau’ Lebih Dekat #2

image

Annyeonghaseyo… (Hallo semua…)
Sesuai permintaan pembaca yang meninggalkan jejak di kolom komentar pada tulisan-tulisanku sebelumnya. Kali ini aku akan melanjutkan tulisanku tentang : Mengenal Karakter ‘7 Manusia Harimau’ Lebih Dekat

Oh Merapi dan Laut, betapa budimannya kalian bersedia meninggalkan komentar di blogku ini. Dan aku sangat terharu atas kebaikan hati kalian yang telah bersedia bertamu ke mari. Aku sangat senang kemarin jumlah pengunjung blogku berhasil menembus 2000 visitors. Padahal tahun lalu blogku ini hanya  dikunjungi 40 pengunjung perhari. Semenjak aku menulis tentang 7 Manusia Harimau jumlah pengunjung blogku meningkat drastis menembus 400 pengunjung dan terus meningkat. Semoga saja terus begitu karena ini menambah semangatku untuk aktif ngeblog. Sekarang kegiatan di rumah memang lebih leluasa karena aku sudah resign dari semua sekolah tempatku mengajar, makanya aku bisa aktif menulis untuk blogku tercinta ini. Di rumah hampir setiap hari aku kedatangan murid baru yang meminta les denganku. Manakala kapasitas ruang kelasku terbatas. Tetapi mereka terus mendesak agar aku bersedia menerima mereka sebagai murid di perguruanku. Ceileh… 😀 ternyata benar kata pepatah orang pintar memang selalu dicari, ke atas puncak gunung tinggi sekalipun akan didaki, ke dasar samudera terdalam juga diselami.

Oke deh, tak perlu banyak basa-basi lagi kita lanjut ya postingan kemarin…   🙂

15. Ki Rotan

Dalam versi novel Ki Rotan sebenarnya adalah guru Karina yang sengaja memanfaatkan Karina agar terperdaya dan menjadi pengikutnya (baca : Misteri Tirai Setanggi).  Ki Rotan memang sangat membenci para inye’ karena ia bermaksud menjadi penguasa tunggal di Kumayan. Ia ingin membinasakan para inye’ dan menjadikan anak gadis keturunan para inye’ sebagai istrinya. Ki Rotan adalah jelmaan siluman macan tutul. Dalam versi sinetron wujud macan tutulnya sama sekali belum pernah ditampilkan. Kelemahan Ki Rotan adalah hujan, sebab kekuatannya adalah api. Ia memiliki jurus bola api yang sangat mematikan. Karena sering kalah menghadapi para inye’ akhirnya Ki Rotan bersekongkol dengan Ratu Hangcinda. Berkat bantuan Ratu Hangcinda kekuatannya bertambah seratus kali lipat. Siapa tahu meskipun demikian para inye’ masih dapat mengalahkannya.

16. Tudung Merah

image

Gadis misterius ini adalah salah satu pengikut Ratu Saga yang sakti. Dia meninggalkan Desa Saga karena ingin membinasakan para inye’ dan keturunannya. Gara-gara mendengar ramalan para leluhur bahwa Desa Saga akan dihancurkan oleh para inye’ dan para gadis keturunan inye’, Tudung Merah bermaksud membinasakan mereka terlebih dahulu. Lantas ia berhasil melumpuhkan Datuk Lebai Karat hingga tak berdaya dengan jurus selendang sakti yang dimilikinya dan sebenarnya telah lenyap selama ratusan tahun. Lalu ia sempat menculik Pina adik Raja Langit dan membuat Pina gila, juga menculik Pitaloka dan Karina sampai membuat mereka kehilangan kekuatannya. Pitaloka berhasil diselamatkan Gumara, namun Karina malah dikubur hidup-hidup oleh Tudung Merah di saat Karina telah menerima kenyataan bahwa Gumara adalah kakak yang seayah dengannya. Karina lantas mengalami mati suri, Gumara pun semakin berang terhadap Tudung Merah. Dengan segala daya Gumara membunuh Tudung Merah sekejap mata. Tubuh Tudung Merah hancur lebur dibuatnya. Tak ada yang tahu kalau itu hanya trik tipuan yang sengaja dibuat Tudung Merah untuk menghindari serangan Gumara yang maha dahsyat. Sebenarnya Tudung Merah masih hidup dan diobati oleh Ki Rotan karena Ki Rotan ingin balas budi kepadanya yang dulu pernah diselamatkan oleh Tudung Merah saat Ki Rotan nyaris kalah melawan para inye’. Bersama Ki Rotan, Tudung Merah turut bersekongkol dengan Ratu Hangcinda untuk menghancurkan para inye’.

17. Rifai Paliki

image

Lelaki tampan ini adalah pemuda Kumayan yang awalnya sangat mencintai Karina. Dia selalu mengatakan kepada seluruh warga Kumayan bahwa Karina adalah calon istrinya. Setelah melihat kehebatan Gumara dan ia menyadari tak mampu menyainginya, Rifai mundur dengan teratur. Rifai bersahabat akrab dengan Arsya. Dengannya ia bermaksud menimba ilmu di perguruan bela diri Raja Langit agar mereka berdua dapat menjadi inye’ seperti Gumara dan Raja Langit. Rifai dan Arsya pun bersedia memenuhi permintaan Raja Langit agar mereka berdua diterima sebagai murid di perguruan bela diri Raja Langit. Mereka harus mencuri Kitab Tujuh yang dimiliki Gumara,  membayar seratus juta rupiah dan menyerahkan seorang gadis perawan kepada Raja Langit. Demi memenuhi permintaan Raja Langit, Rifai mau saja diajak Arsya mencuri uang hasil panen kopi warga Kumayan di lemari kamar ayah Arsya. Mengambil novel tebal berbahasa Prancis yang disangka mereka Kitab Tujuh dan terdapat dalam lemari kamar Gumara. Serta menculik Ratna, gadis tercantik di desa mereka. Bukan main senangnya hati Raja Langit menerima semua itu. Sayangnya Rifai dan Arsya tidak tahu kalau mereka hanya diperdaya oleh Raja Langit. Saat kejahatan Raja Langit mulai tercium oleh para inye’ lainnya dan ia akan diadili, kekisruhan pun terjadi yang sengaja dibuat oleh Ki Rotan. Hampir setiap malam Ki Rotan mencakar wanita tua di Kumayan hingga tewas, dan para inye’ menyangka kalau Raja Langit-lah pelakunya. Di saat yang bersamaan dengan pendakwaan terhadap Raja Langit oleh para inye’ di Bukit Kumayan, Ki Rotan sengaja memprovokasi warga untuk mengusir Raja Langit. Gagal dengan usahanya karena warga berhasil disadarkan oleh Pak Yunus untuk tidak bertindak anarkis, Ki Rotan membakar habis rumah dan padepokan Raja Langit. Di saat itulah Rifai muncul melindungi Pina, dan mulai jatuh cinta kepadanya. Selama Raja Langit meninggalkan Kumayan, Rifai selalu ada di samping Pina. Rifai adalah orang yang sabar, tahu diri, bisa mengendalikan diri, dan setia kawan. Tokoh ini diperankan oleh Ichal Muhammad.

18. Farah

image

Sejak kemunculannya di sinetron ini banyak penggemar 7 Manusia Harimau (khususnya perempuan) yang sebal kepadanya. Mungkin mereka cemburu melihat kemesraan Gumara bermain ‘terbang-terbangan’ bergelantungan dengan tambang dari pohon ke pohon bersama Farah. Lalu siapa Farah sebenarnya? Dikisahkan Farah adalah seorang antropolog yang sedang melakukan penelitian mengenai para inye’ di Kumayan. Ia diperintah oleh seseorang dari sindikat misterius yang berada di Jakarta, dengan kedok berasal dari sebuah lembaga kebudayaan. Padahal sindikat itu kemungkinan besar menginginkan tulang sengkang yang dimiliki Gumara. Mereka tahu kalau Gumara sudah tidak berada di Jakarta. Karena itu mereka sengaja mengutus Farah untuk mencari tahu mengenai keberadaan para inye’ di Kumayan sebelum mereka benar-benar menemui para inye’ secara langsung. Sayangnya Farah gagal melaksanakan tugas, tanpa pernah tahu untuk apa ia ditugaskan oleh pimpinannya ke Kumayan. Farah yang semula jatuh cinta kepada Gumara dan selalu mengikuti Gumara, setelah diberhentikan dari pekerjaannya lantas ia menjadi depresi. Di saat itulah Humbalang yang selama ini menaruh perasaan kepadanya dan sering cemburu saat ia melihat kedekatan Farah dengan Gumara, muncul di hadapan Farah. Tanpa Farah sadari perasaannya pun mulai berpaling kepada Humbalang yang sebenarnya selalu ada untuk Farah. Karakter Farah dalam serial ini antara lain selalu ingin tahu urusan para inye, licik, pencemburu, sok jual mahal,  dan sok tahu. Meski kerap didekati oleh Arsya karena Arsya ingin move on yang telah patah hati oleh Pitaloka, namun Farah selalu cuek sok jual mahal padanya. Di saat Arsya mulai mendekati Rindu setelah berkali-kali ditolak oleh Farah, justru Farah malah cemburu dibuatnya. Tapi untunglah Humbalang mulai kerap mendekati Farah, sehingga perasaan cemburunya kepada Rindu  dan depresi kehilangan pekerjaan yang dialaminya  tidak berlarut-larut lamanya.

19. Pina
Dalam versi novel (Pantang Berdendam) dikisahkan Pina adalah anak sulung Lading Ganda  (Raja Langit). Berhubung dalam versi sinetron Raja Langit sengaja dibuat masih muda dan berstatus lajang, maka tokoh Pina disisipkan sebagai adik Raja Langit. Lantas bagaimana dengan Keni (anak bungsu Lading Ganda)? Sayang sekali tokoh Keni terpaksa dihilangkan dari alur cerita. Mengikuti cerita dalam sinetron, Raja Langit dan Pina adalah kakak-beradik yang hanya tinggal berdua. Orang tua mereka telah lama tiada. Walaupun Pina tahu kakaknya memiliki karakter buruk, namun Pina sangat menyayanginya. Pun demikian dengan Raja Langit. Setelah rumah mereka dibakar oleh Ki Rotan, Pina sangat sedih karena Raja Langit tak kunjung kembali. Ia tidak tahu kalau di saat yang bersamaan, Raja Langit terjatuh ke jurang namun telah diselamatkan oleh Datuk Tunggal dan Puyang Tunggal. Ketika Raja Langit kembali ke Kumayan, ilmu inye’ yang dimilikinya telah dicabut oleh Datuk Tunggal. Pina yang selalu dihibur dan ditemani oleh Rifai sangat terkejut melihat kepulangan kakaknya dengan banyak perubahan yang dialaminya. Raja Langit telah berubah tabiat, ia menjadi orang baik dan bersedia bertanggung jawab kepada Ratna karena telah menodainya. Suatu hari Desa Kumayan dilanda wabah penyakit kulit yang sengaja dikirim oleh Ratu Hangcinda, Pina pun menjadi korban dan mengidap penyakit tersebut. Sementara Raja Langit sedang membantu menyelamatkan para gadis kampung seberang yang diculik oleh Ratu Hangcinda. Selama sakit, Rifai selalu setia menjaganya. Cinta Rifai kepada Pina begitu dalam dan besar.

20. Pak Yunus (and the gank)

image

Sejak awal kedatangan Gumara di Desa Kumayan, Pak Yunus adalah orang yang menjemputnya di Pasar Kayu Lima. Pak Yunus adalah pesuruh sekolah. Beliau senantiasa mewanti-wanti Gumara agar bertindak hati-hati selama tinggal di Desa Kumayan karena Desa Kumayan adalah desa yang penuh mistis. Watak Pak Yunus sangat ramah, baik hati, penyabar, suka menolong, dan sedikit penakut. Akan tetapi sifat penakutnya terkadang bisa menghilang bila sudah menghadapi keadaan genting. Setiap hari Pak Yunus mengantarkan rantang makanan kepada Gumara. Pak Yunus juga selalu menawarkan diri bila Gumara memerlukan sesuatu darinya. Pak Yunus senantiasa ditemani oleh 3 orang sahabatnya, antara lain : Pak Bujang (ustadz di Desa kumayan), Badrul (asisten Lebai Karat), dan Pak Tarikh (pensiunan guru SMA Kayu Lima yang posisinya digantikan oleh Gumara). Mereka selalu pergi berempat ke mana pun mereka pergi. Biasanya mereka berempat bertugas patrol menjaga keamanan Desa Kumayan. Bila desa mereka kedatangan para siluman kaki tangan Ratu Hangcinda maka mereka akan melapor kepada para datuk (inye’).

21. Lolita

image

Awalnya dia adalah sahabat Pitaloka. Suatu hari Pitaloka pernah sekali menampar wajahnya karena Lolita memanasi perasaan Pitaloka kalau Gumara lebih tertarik kepada Karina ketimbang dirinya. Tak disangka karena peristiwa itu Lolita menaruh dendam kesumat kepada Pitaloka. Ketika Pitaloka diajak Puspa (ibu Pitaloka) untuk tinggal bersama di Desa Saga, Pitaloka terkejut karena ternyata Lolita pun adalah gadis keturunan wanita Saga. Dan Lolita mulai melancarkan dendamnya. Dengan berbagai cara Lolita berusaha meyakinkan Ratu Saga bahwa Pitaloka sebenarnya adalah anak seorang inye’, yaitu Datuk Abu. Untung saja Puspa yang cerdas sudah mengantisipasi ciri keturunan inye’ yang melekat di belakang leher  Pitaloka dengan cara menghilangkannya sebelum Pitaloka memasuki Desa Saga. Ratu Saga percaya pada ramalan leluhurnya kalau Desa Saga suatu hari nanti akan dihancurkan oleh gadis pintar keturunan inye’. Sebenarnya gadis yang dimaksud tak lain adalah Pitaloka. Dan Lolita terus menghasut Ratu Saga agar Pitaloka dan Puspa dijebloskan ke dalam penjara. Meskipun Gumara berhasil membuat perjanjian damai antara para inye’ dan penduduk Desa Saga, Lolita tetap saja menaruh dendam kepada Pitaloka dan juga Puspa. Sampai suatu hari Lolita tanpa sengaja bertemu dengan Ratu Hangcinda, wajahnya dihisap oleh Ratu Hangcinda di hadapan Putri Semidang Rindu yang kebetulan baru pulang dari perantauannya. Alhasil wajah Lolita pun menjadi tua. Sepulangnya ke Desa Saga, Lolita memfitnah Puspa kalau Puspa yang telah melakukan perbuatan tersebut kepadanya agar Ratu Saga kembali menjebloskan Puspa ke dalam penjara. Segera Puspa melarikan diri agar ia tak dikurung untuk kedua kali. Setelah penyerangan Panglima Artaya yang diperintahkan oleh Ratu Hangcinda untuk merebut bedak milik Ratu Saga, barulah Lolita mengakui kalau Ratu Hangcinda yang telah menghisap wajahnya sehingga ia menjadi tua. Ratu Saga lantas mengajaknya untuk merebut kembali bedak miliknya dari tangan Ratu Hangcinda.

22. Puyang Maut

image

Ini dia salah satu tokoh antagonis yang tampangnya menyeramkan. Puyang Maut adalah adik Ratu Hangcinda. Ia dipercaya memiliki kemampuan dapat menghidupkan kembali orang mati. Ketika Karina mengalami mati suri gara-gara dikubur hidup-hidup oleh Tudung Merah, Datuk Lebai Karat memohon kepada Puyang Maut agar bersedia menghidupkan Karina kembali. Puyang Maut menerima permintaan Datuk Lebai Karat dengan syarat Datuk Lebai Karat bersedia menikahinya. Belum terlaksana apa yang diinginkannya, Gumara langsung membinasakan Puyang Maut begitu saja. Datuk Lebai Karat sangat marah kepada Gumara atas apa yang telah diperbuatnya. Ajaib, tak berapa lama setelah Gumara meminta ayahnya itu untuk berdoa, Karina pun hidup kembali. Anehnya perilaku Karina tidak seperti biasanya. Gumara tahu kalau dalam tubuh Karina terdapat roh Puyang Maut. Akan tetapi Datuk Lebai Karat enggan mempercayainya. Datuk Lebai Karat malah melarang Gumara untuk mendekati Karina. Ia khawatir Gumara akan mencekik Karina dengan alasan akan mengeluarkan Puyang Maut dari dalam tubuh Karina. Raja Langit yang dititipi ilmu inye’ milik Lebai Karat diminta menjaga baik-baik Karina selama di sekolah. Pada kesempatan itulah Gumara memberitahu perihal Puyang Maut dalam tubuh Karina kepada Raja Langit. Raja Langit percaya kepada Gumara. Sialnya Raja Langit harus mengalami penyiksaan oleh Datuk Lebai Karat ketika ia tertangkap basah tengah mencekik Karina guna mengeluarkan roh Puyang Maut dari dalam tubuh Karina. Raja Langit diikat dengan rantai pada sebatang pohon di halaman rumah Datuk Lebai Karat. Ia bahkan tak diberi makan maupun minum. Raja Langit sama sekali tak melawan karena ia merasa berhutang budi kepada Datuk Lebai Karat oleh sebab ia tengah meminjam ilmu sang ketua inye’ itu. Akhirnya roh Puyang Maut berhasil dikeluarkan dari dalam tubuh Karina pada saat roh tersebut melakukan ritual meditasi yang biasa dilakukannya setiap malam bulan purnama. Semua berkat Datuk Tunggal yang mengetahui kebiasaan Puyang Maut. Puyang Maut tidak mati begitu saja. Bersama Ratu Hangcinda dan para siluman lainnya ia mengikuti konspirasi yang telah direncanakan sang kakak. Akankah usaha mereka berhasil? Kita lihat saja kelanjutannya!

23. Ratu Kala

Ketika Gumara dan Raja Langit melakukan perjalanan ke Jakarta untuk menjemput Pitaloka dan Ratna yang mengikuti olimpiade matematika tingkat nasional, di tengah perjalanan menuju Bengkulu minibus yang mereka tumpangi dihadang oleh siluman, yang tak lain adalah Ratu Bukit Manau. Siluman itu menjelma menjadi wanita biasa dan berpura-pura tertabrak. Gumara yang menyadari keadaan ini mengambil alih kemudi walaupun ban minibus bocor. Siluman itu tak hentinya mengganggu, secara paksa ia menculik bayi penumpang paling depan. Gumara dan Raja Langit segera mengejarnya. Dengan jurus harimau api yang maha dahsyat, Gumara berhasil membunuh Ratu Bukit Manau. Rupanya ibu dari sang bayi memang telah bersekongkol dengan ratu siluman itu sebelumnya. Tak disangka kalau saudara kembar Ratu Bukit Manau, yaitu Ratu Kala yang merupakan siluman kalajengking mencari Datuk Lebai Karat guna menuntut balas kematian Ratu Bukit Manau. Bersama para pengikutnya (siluman kera, siluman kelelawar, dan siluman ular), Ratu Kala turut bersekongkol dengan Ratu Hangcinda. Ratu Kala semakin gencar melakukan penyerangan ke Desa Kumayan dengan menakut-nakuti para warga dengan wujudnya sebagai kalajengking raksasa. Setelah bertarung melawan Pitaloka dan Karina yang dianggap menyembunyikan Datuk Lebai Karat darinya, mereka meringkus kedua gadis tangguh tersebut dan juga Ratna. Untunglah Rindu datang menolong dan berpura-pura mengaku kalau dialah yang telah membunuh Ratu Bukit Manau. Rindu pun menjadi tawanan Ratu Kala. Dalam perjalanan menuju kerajaan mereka, Ratu Hangcinda muncul untuk menegaskan kalau Rindu adalah putri tunggalnya. Ratu Kala pun menjadi segan menghukum Rindu. Akankah dia tahu kalau pembunuh Ratu Bukit Manau yang sebenarnya adalah Gumara?

24. Medi

image

Jagoan kecil ini harus diperhitungkan! Suatu hari ketika Medi sedang berkemah bersama teman-temannya di tepi hutan, Medi mengambil jantung pisang yang kebetulan tempat pembuangan ilmu magic milik Raja Langit yang dibuang oleh Datuk Tunggal. Jantung pisang itu lalu dimasaknya dan dimakannya dengan sangat lahap. Aneh, tiba-tiba saja tubuhnya mendadak kejang-kejang dan mengamuk seperti kerasukan harimau. Ilmu Raja Langit telah berpindah ke dalam tubuhnya. Hanya Gumara yang bisa memulihkan keadaannya agar menjadi tenang. Tak lama setelah itu Medi kerap membolos dari sekolah untuk berguru ilmu hitam kepada Ki Rotan di tengah hutan. Ia sempat diajarkan jurus bola api oleh kakek tua brengsek itu. Setelah Medi mengetahui kalau Ki Rotan memiliki itikad yang tidak baik terhadap para warga Kumayan, Medi pun sadar dan ingin membantu Gumara menghadapi serangan-serangan yang melanda Kumayan. Kadang-kadang Medi mengalami percekcokan dengan Arsya karena Arsya sering meremehkannya. Bahkan setelah Medi mengajarinya jurus bola api yang dikuasainya pun, Arsya malah balik menyerangnya sehingga pertarungan pun terjadi. Seiring berjalannya waktu karena adanya serangan demi serangan yang dilakukan oleh Ratu Hangcinda, Arsya dan Medi pun menjadi rukun walau kadang-kadang mereka masih terlibat pertengkaran kecil.

25. Ratih

image

Sejak Gumara kecil Ratih sudah mengetahui kalau kelak Gumara akan menjadi harimau seperti ayahnya. Oleh karena itu Ratih sengaja memberi Kitab Tujuh sebagai hadiah ulang tahun Gumara yang ketujuh. Dengan harapan kitab tersebut akan senantiasa memberi keselamatan kepada Gumara. Saat Gumara mulai berubah menjadi harimau, Ratih dan ibunya berusaha menyelamatkan Gumara dari setiap orang yang mengincarnya. Ratih pun terpaksa memenuhi keinginan putra tunggalnya itu untuk mutasi ke Kumayan. Ratih memberi wejangan agar begitu setibanya di Kumayan, Gumara langsung menemui Datuk Lebai Karat untuk meminta izin tinggal di Kumayan sekaligus meminta perlindungan. Ratih tidak mengatakan kepada Gumara kalau Datuk Lebai Karat adalah ayah kandung Gumara. Saat Gumara berkunjung ke Jakarta dan akan kembali ke Kumayan, Ratih meminta ikut serta karena ia masih rindu dengan Gumara. Maka bertemulah kembali ia dan Gumilang (Datuk Lebai Karat) lelaki yang telah memberinya keturunan. Cinta lama pun bersemi kembali. Selama puluhan tahun Ratih memendam rindu yang begitu dalam kepada Gumilang. Akankah cinta mereka bersatu kembali? Kita lihat saja!

26. Maysumai

image

Empat manusia kerdil ini mudah berpindah majikan. Tergantung siapa yang berhasil menakut-nakuti mereka. Kadang mereka takut kepada para inye’ tapi kadang pula tunduk kepada Ratu Hangcinda. Ciri khas mereka yang membuat mereka lucu adalah mereka sering menyerukan kata “WADUH” secara bersamaan dengan mimik tercengang.

27. Panglima Artaya
image

Raja Langit sering memanggilnya si muka rendang. Ia adalah panglima pasukan Ratu Hangcinda. Ia sekutu Ki Rotan dan juga cs-nya. Namun sayangnya kekuatannya tidak seberapa dengan para inye’.

28. Putri Tebat Hijau
image

Sahabat Hangcinda ini berasal dari Bukit Siguntang Palembang. Ia amat mencintai bunga dan juga musuh bebuyutan Datuk Tunggal. Konon ia sudah hidup ratusan tahun lamanya. Sebenarnya dulu ia adalah saingan Ratu Hangcinda dalam memperebutkan cinta Pangeran Lampung. Hanya karena berhutang budi kepada Hangcinda yang pernah membantunya membangun istana di Siguntang, Tebat Hijau bersedia membantu Ratu Hangcinda untuk melawan para inye’.

29. Jelatang
Ia adalah siluman tokek berasal dari Dusun Tiga Panggung yang sangat mencintai Rindai, bunga desa di Dusun Ujung Tanjung. Karena Rindai mencintai Raja Langit yang telah membebaskannya dari penculikan Hangcinda, Jelatang jadi memusuhi Raja Langit. Tidak hanya itu Jelatang pun bersekongkol dengan Datuk Pungkah dari Dusun Pasir Panjang untuk menghabisi para inye’. Ia tidak sadar kalau dirinya tengah dipengaruhi Ki Rotan dan Hangcinda.

30. Datuk Pungkah
Dukun sakti dari Dusun Pasir Panjang ini diperalat oleh Ki Rotan dan Hangcinda untuk memusuhi para inye. Ia berhasil membutakan mata Pitaloka dengan serbuk getah beracun yang dibuatnya. Sasaran utamanya saat itu sebenarnya adalah Karina guna memancing kemarahan Datuk Lebay Karat padanya. Datuk Pungkah juga merupakan sahabat lama Ki Karim atau Ki Panca, dukun sakti dari Jakarta yang sudah lama mengincar tulang sengkang yang dimiliki oleh Gumara.

31. Ki Karim atau Ki Panca
Dia adalah dukun sakti dari Jakarta. Dia pernah menculik Pitaloka dan Ratna guna memancing Gumara dan Raja Langit. Ia sangat menginginkan tulang sengkang yang dimiliki oleh Gumara untuk menambah kesaktiannya dan membuatnya semakin disegani oleh para pejabat yang meminta perlindungan darinya sehingga para pejabat itu dapat bertahan lama menduduki jabatan mereka. Sebelumnya Ki Karim pernah mengutus Farah melalui kaki tangannya untuk menyelidiki keberadaan para inye’ di Bengkulu. Sayangnya Farah tidak tahu apa-apa. Farah hanya tahu kalau dirinya ditugaskan sebagai antropolog. Setelah sekian lama akhirnya Ki Karim muncul di Kumayan dan mengaku bernama Ki Panca melalui undangan Rahman, salah satu developer PT. Barisan Jaya yang tak lain adalah anak buahnya sendiri. Di sinilah konflik dengan para inye mulai meruncing. Ia dipertemukan kembali dengan Gumara dan Raja Langit. Ki Karim juga bersekongkol dengan Datuk Pungkah agar mendapatkan tulang sengkang yang diincarnya. Salah satunya adalah dengan cara menembak menggunakan peluru emas yang merupakan kelemahan para inye.

32. Erick Laksana

image

Tokoh ini diperankan oleh Samuel Rizal. Dia adalah seorang pemuda kota dari Jakarta yang diutus perusahaannya, PT. Barisan Jaya untuk melaksanakan program pembangunan di Bengkulu. Setibanya di Kumayan, Erick langsung jatuh cinta kepada Pitaloka. Dan iapun terlibat permasalahan dengan para siluman penunggu hutan mati, hutan keramat Desa Kumayan yang akan kena gusur oleh PT. Barisan Jaya. Demi menyelamatkan nyawanya dan juga kelancaran program pembangunan perusahaannya Erick meminta perlindungan kepada para inye. Terlebih setelah ia sengaja difitnah Rahman, seniornya di PT. Barisan Jaya yang berusaha menyingkirkannya.

33. Rahman (pada beberapa episode selanjutnya diganti menjadi Arman)

image

Ia adalah senior Erick di PT. Barisan Jaya yang juga murid Ki Karim/Ki Panca. Namun Erick tidak mengetahui hal ini. Banyak skandal yang diperbuat oleh Rahman. Ia menggelapkan dana pembangunan PT. Barisan Jaya yang dipintanya dari Resta (bendahara PT. Barisan Jaya) dan seharusnya digunakan untuk melaksanakan pembangunan di Bengkulu, khususnya Kecamatan Kayu Lima. Suatu hari karena kesal kepada Ki Panca yang sering bersikap sewenang-wenang terhadapnya, pada suatu kesempatan saat Ki Panca berusaha menjebak Datuk Lebay Karat agar ia berubah menjadi harimau dan bermaksud akan menembak harimau jelmaan Datuk Lebay Karat dengan peluru emas yang dimilikinya, Rahman berhasil membunuh Ki Panca dan merebut pusaka keramat yang dimiliki oleh lelaki tua itu, yaitu cincin sakti yang dapat mengubahnya menjadi kuat dan menguasai ilmu sihir. Ia pun menyamar menjadi pendekar seribu wajah untuk menyingkirkan para inye dan mendapatkan tulang sengkang milik Gumara yang selama ini diincar oleh Ki Karim. Wataknya yang culas dan picik malah memfitnah Erick kalau Ericklah murid Ki Karim/Ki Panca yang selama ini memusuhi para inye.

34. Ki Kembar

image

Mereka adalah dua pendekar bersaudara dari padepokan Naga Merah. Suatu hari Karina yang kabur dari rumah ditemani Limbubu karena ingin pergi berguru agar dapat menjadi pendekar hebat, mereka berdua diperdaya oleh Tebat Hijau yang menyamar sebagai Wedang Leha wanita tua berpenampilan lusuh yang bersedia menjadi guru Karina dan Limbubu dengan syarat Karina dan Limbubu harus mencuri Kitab Naga Merah yang dimiliki pasangan Ki Kembar dan Nyi Kembar. Suatu kebetulan saat Karina dan Limbubu tiba di Padepokan Naga Merah, kedua pasang orang tua kembar itu sedang tidak ada. Sehingga Karina dan Limbubu dapat mengambil kitab tersebut dengan mudah. Setelah Gumara memberitahu Limbubu tanpa sepengetahuan Karina bahwa mereka telah diperdaya oleh Tebat Hijau, keduanya sepakat untuk meminta maaf kepada Ki Kembar yang telah berhasil mengambil kembali Kitab Naga Merah dari tangan mereka. Karina dan Limbubu juga bermaksud untuk berguru kepada Ki Kembar. Awalnya Ki Kembar menolak mereka berdua sebagai murid namun kemudian mereka memberi syarat, yaitu Karina dan Limbubu harus merampas kalung naga yang dipakai oleh Wedang Leha yang asli. Yup, ternyata Wedang Leha benar-benar ada. Dia adalah gadis yang selama ini senantiasa membantu Karina dan Limbubu selama dalam pengembaraan. Karina tidak tega mencuri kalung naga dari Wedang Leha tetapi pada akhirnya ia berhasil mendapatkannya. Tak lama setelah itu Ki Kembar menyuruh Karina dan Limbubu untuk bersemedi di Bukit Kaba. Bukit yang pernah diambil batu belerang hijaunya oleh para datuk untuk menyelamatkan warga Kumayan yang terserang penyakit kulit yang mematikan akibat ulah perbuatan Ratu Hangcinda. Ternyata selama ini Ki Kembar juga sangat menginginkan Kitab Tujuh yang dimiliki Gumara. Maka mereka mendatangi Gumara untuk meminta kitab tersebut. Gumara yang lemah setelah terbebas dari penculikan Ratu Elang, membohongi kedua kakek kembar itu bahwa Kitab Tujuh yang mereka inginkan telah dibawa pergi oleh Ratu Elang. Beberapa saat setelah itu Gumara sakit parah hingga mengalami koma. Di saat itu Rindu datang untuk melihat keadaannya. Ki Kembar pun memasuki kamar Gumara setelah mereka menyadari kalau mereka berdua telah tertipu oleh Gumara. Rindu yang ingin menjaga Gumara terpaksa melakukan pertarungan dengan Ki Kembar hingga menyebabkan salah satu di antara mereka tewas. Setelah kejadian itu Ki Kembar yang tersisa menyangka kalau Rindu adalah gadis Kumayan. Oleh karena itu ia menculik para gadis Kumayan guna menuntut balas atas kematian saudaranya.

35. Dasa Laksana
image

Kehadirannya telah lama dinantikan oleh para penggemar novel 7 Manusia Harimau. Konon dia adalah pemuda tampan yang menjadi pihak ketiga antara hubungan Gumara dengan Pitaloka. Semenjak pertemuannya dengan Pitaloka gara-gara disandera oleh siluman laba-laba, Dasa Laksana bertekad untuk bertemu dengan gadis bertemperamen keras itu lagi. Dasa Laksana telah jatuh cinta kepada Pitaloka karena ketangguhannya. Dalam versi novel diceritakan kalau Dasa Laksana sengaja berguru kepada Datuk Abu demi mendekati Pitaloka. Pitaloka pun sempat tertarik kepadanya, meski hatinya selalu menyebut nama Gumara. Dasa Laksana juga adalah sosok tempat pelarian bagi Pitaloka saat Gumara mengabaikannya. Tokoh Dasa Laksana diperankan oleh aktor tampan kaliber internasional Anthony Xie, setelah pencarian yang panjang.

Fiuh! Cukup sekian dulu ya pemirsa liputan khusus ‘7 Manusia Harimau’-nya. Soalnya jari-jariku udah capek nih ngetik terus. Mau pijitin enggak? Jangan lupa komentar ya, terima kasih atas kunjungannya! Salam ….  😀

Behind the Scenes Again! (Di Balik Layar 7 Manusia Harimau #2)

Waduh! Merapi dan Laut! *Ups… digetok pembaca* Ternyata banyak sekali pengunjung kesasar ke blogku ini. Banyak internet user yang mencari foto-foto para pemain sinetron 7 Manusia Harimau. Gak mau ambil pusing demi memenuhi hajat hidup para penggemar 7 Manusia Harimau, aku penuhi keinginan kalian deh. Selamat menyimak dan pelototin foto-fotonya sampai puas. Oke?!

Udah capek bertarung terus nih menumpas para siluman!

image

Gantengan siapa hayoo?

image

Sweet couple kan?

image

Berhubung kalian pendek, kalian agak mundur ya! Supaya kelihatan di kamera lumayan tinggi.

image

Heran, kenapa aku bukan inye’?

image

Puyang Maut ko mesra banget sama Datuk Lebai Karat?

image

Eh, jangan kaya gitu tatapannya! Nanti Ratna cemburu lho!

image

Ini lagi mau nyanyi apa lagi wawancara sih? Awas kena SILET lho!

image

Mau atuh tinggal di Desa Saga. Nanti semua gadisnya saya kawinin deh. Hehe…  😀

image

Euleuh… Euleuh… Ratna sama Dang Rajo indohoy wae…

image

Dang Rajo lagi sama siluman apa? Cantik bingits…

image

Latihan dulu yuks!

image

Apakah Kumayan benar-benar ada di Bengkulu? Eh, kalian berdua ngapain di situ? Cowok-cowok masih banyak kok! 😛

image

Biar capek tetap smile ya  🙂

image

Ini gambar apa Karina?

image

Jangan lupa makan siang ya!

image

Brrr… dinginnya kena es balok ini! Coba ilmu inye’ kalian nyasar ke badanku!  😀

image

Atuk… saya sakit Atuk…

image

Ngaso dulu yuk!

image

Kamu lagi ulang tahun ya, Pitaloka?

image

Stop! Stop! Aku gak kuat Ratna!

image

Bidadariku dari Saturnus…

image

Tiga pendekar Kumayan nih…

image

Udah, deketin terus si Rindu ya Arsya! Kalian berdua cocok kok! #PLAK *Beda umur*

image

Rifai, Pina mau dikemanain?

image

Cheese dulu atuh!  😉

image

Emangnya kita berdua cocok ya?

image

Serius, Bengkulu jadi juara Olimpiade Matematika 2015? Jadi cambuk beneran nih!

image

Rifai, kamu ngapain ngedeketin Ratna?
image

Pembaca tahu gak, ternyata Leon Dozan baik banget lho sama para penggemarnya. Asal kita rela nungguin Leon break shooting. Pasti dia mau mentraktir kita makan bakso. Wah, mau dong Leon ditraktir sama kamu…
image

Kamu pilih siapa Gumara? Rindu atau Pitaloka?
image

Bu Ratih, restui Pita dengan Pak Mara ya…
image

Pak Gumara, mengapa kau selalu mencampakkan Pita? Mengapa Pak? Mentang-mentang Bapak punya gaya rambut baru…
image

Tampang bete nunggu break shooting… 😛
image

Karina : “Rajo, makan siang nanti kamu mau makan sama apa? Syrloinstick yang kaya muka Ki Rotan itu ya? Jangan Rajo, nanti kamu keracunan!” 😀
image

Awas, minggir semua! Siluman juga mau eksis tahu! Ayo Hangcinda, kita pose dulu…
image

Maaf ya Kak Mara, Karina belum mau pulang ke Kumayan! Karina ingin berduaan terus dengan Limbubu…
image

Menurut kalian, kita serasi nggak?
image

Orang ganteng mau nampang dulu. Duh, Ratna ke mana ya?
image

Salam deke! Ambo Rajo Langit mau numpang nampang di siko! Biar ambo kelihatan paling ganteng…
image

Hai semua… saksikan ya kelanjutan 7 Manusia Harimau di RCTI! Dan pantengin terus blognya di sini! 🙂
image

Thanks for your visit 🙂
-Dari berbagai sumber-

Mengenal Karakter ‘7 Manusia Harimau’ Lebih Dekat

image

Berbicara film 7 Manusia Harimau memang tidak ada bosannya. Terlebih film ini memang sedang digandrungi oleh masyarakat Indonesia mulai dari anak-anak sampai kakek-kakek dan nenek-nenek. Walaupun Ali Syakieb, Glen Aliensky, dan Aurelie Moremans mengundurkan diri dari sinetron ini sebelum episode perdana film ini ditayangkan namun tidak membuat para penggemar film ini kecewa. Padahal mereka sudah sempat shooting beberapa adegan bersama Samuel Zylgwyn sang pemeran utama. Banyak pula pemirsa yang terkecoh kalau Desa Kumayan benar-benar ada di Provinsi Bengkulu. Padahal  nama Desa Kumayan dan Kecamatan Kayu Lima kan hanya fiktif belaka. Untuk lebih jelasnya, silakan kunjungi daftar kabupaten-kabupaten dan kecamatan-kecamatan di Bengkulu melalui perpustakaan Wikipedia.

Sesuai permintaan pembaca pada postingan-postinganku sebelumnya, kali ini aku akan mengajak pembaca untuk mengenal karakter ‘7 Manusia Harimau’ baik versi novel maupun sinetronnya. Bagi kalian yang belum membaca tulisan-tulisanku sebelumnya  silakan klik saja tautan-tautan berikut :

7 Manusia Harimau

Di Balik Layar 7 Manusia Harimau

Promosi 7 Manusia Harimau dalam Bahasa Inggris

Berikut ini adalah tokoh-tokoh 7 Manusia Harimau :
1. Gumara Peto Alam

image

Diperankan oleh Samuel Zylgwyn. Alkisah saat kecil pada usianya yang ke-7 Gumara mendapat hadiah ulang tahun dari ibundanya tercinta. Sebuah kitab warisan leluhur manusia harimau, yaitu Kitab Tujuh. Awalnya Gumara tidak dapat membaca aksara Rejang yang terdapat dalam kitab itu. Namun anehnya tiba-tiba saja muncul ke hadapannya 7 bayangan para leluhur yang senantiasa mengajarkan isi dari Kitab Tujuh tersebut. Gumara diajarkan ilmu bela diri jurus-jurus harimau dan juga ilmu kebatinan. Seiring pertumbuhannya Gumara sering mengalami kejadian-kejadian aneh. Saat sedang marah atau tertekan Gumara dapat mengeluarkan taring dari mulutnya, dan kuku-kuku yang tajam dari jari-jari tangannya. Sampai akhirnya ibu dan neneknya bercerita kalau Gumara sebenarnya keturunan seorang inyit atau inye’ (manusia harimau) yang dihormati di Desa Kumayan, Kecamatan Kayu Lima, Provinsi Bengkulu. Gumara sangat shock dan berusaha membuang Kitab Tujuh yang telah dipelajarinya, sialnya kitab tersebut selalu kembali kepada Gumara secara ghaib. Demi mencari kebenaran dan menghapuskan ilmu inye’ yang mengalir dalam tubuhnya, Gumara meminta kepada Departemen Pendidikan  agar tugasnya sebagai seorang guru di Jakarta dimutasikan ke daerah kelahiran ayahnya tersebut. Berangkatlah Gumara ke Bengkulu menuju Desa Kumayan. Banyak kejadian aneh yang menimpa dirinya setibanya di Desa Kumayan mulai dari dirayu siluman ular untuk berbuat maksiat, dituding telah membunuh salah seorang warga dan dijebloskan ke  penjara, diracuni Bu Tarikh yang sakit hati karena posisi pekerjaan suaminya digeser, sampai jatuh cinta kepada Karina adiknya sendiri. Dan masih banyak kejadian lainnya yang membuat Gumara akhirnya mengubah keputusan akan tetap menjadi seorang inye’ demi melindungi dan menyelamatkan warga Kumayan dari gangguan para siluman yang menginginkan kehancuran para inye’.

Dalam versi novelnya diceritakan kalau Gumara adalah seorang guru SMP. Wajar saja sebab novel tersebut booming di era 1980-an, di mana tingkat pendidikan masyarakat Indonesia masih rendah. Kala itu banyak anak SMP yang langsung menikah begitu lulus sekolah. Namun cerita ini dikembangkan oleh H. Imam Tantowi dan disesuaikan dengan perkembangan zaman sekarang. Sehingga pada versi sinetronnya Gumara berprofesi sebagai guru SMA yang mengampu mata pelajaran Matematika dan Fisika. Karakter Gumara adalah sosok yang kharismatis, berwibawa, dan memiliki pembawaan yang tenang (jaim), tidak gegabah dalam bertindak, dan selalu menjadi penengah di antara para inye’ yang sedang berseteru. Gumara juga dijuluki si pahit lidah, sekali ia bersumpah maka celakalah orang yang telah mengirim teluh padanya.  Tidak hanya itu Gumara juga memiliki paras yang tampan sehingga memikat banyak hati kaum hawa di Desa Kumayan, sebut saja : Karina, Pitaloka, Pina, Ratna, hingga Farah seorang antropolog yang juga berasal dari Jakarta.

Biodata Samuel Zylgwyn
Nama : Samuel Zylgwyn Heckenbucker
Tempat, tanggal lahir : Jakarta, 22 Juli 1988
Agama : Katolik
Akun twitter : Sam_Zylgwyn

2. Datuk Lebai Karat

image

Diperankan oleh Adjie Pangestu. Nama aslinya adalah Gumilang. Ketika muda ia berguru ilmu bela diri dan juga pengobatan kepada Datuk Tunggal, seorang sesepuh yang memiliki pendopo di kaki Bukit Tunggal tepat di bawah air terjun. Darinyalah Gumilang mendapat ilmu inye bersama 4 pendekar lainnya : Datuk Abu, Humbalang, Raja Langit, dan Limbubu. Setelah menguasai ilmu inye, Gumilang kembali ke Kumayan untuk menjadi seorang dukun yang dapat mengobati berbagai macam penyakit. Kemudian karena kemahirannya ia mendapat gelar Datuk Lebai Karat. Ia pun ditunjuk sebagai ketua di antara para inye’ murid Datuk Tunggal. Suatu hari datang kepadanya seorang wanita cantik yang bernama Ratih. Ia mengeluh dan meminta agar ia bisa memberikan keturunan kepada suaminya. Tak disangka Datuk Lebai Karat dan Ratih malah saling jatuh cinta. Dan dari hasil perselingkuhan Ratih dengan Datuk Lebai Karat, lahirlah Gumara Peto Alam. Setelah lebih dari 20 tahun lamanya Ratih pindah ke Jakarta, Gumara hadir ke hadapannya untuk meminta izin tinggal di Kumayan. Datuk Lebai Karat sama sekali tidak menyadari kalau Gumara adalah anaknya. Ia bahkan nyaris menerkam Gumara, karena Gumara tidak berterus-terang maksud kedatangannya ke Desa Kumayan.

Datuk Lebai Karat adalah sosok yang keras kepala, selalu ingin disegani, selalu membanggakan diri, dan berpendirian kuat. Datuk Lebai Karat kerap berseteru dengan Raja Langit karena ilmu inye’ yang dimiliki Raja Langit bertentangan dengan ilmu yang dimilikinya meskipun mereka berdua sama-sama inye’. Raja Langit sering diminta warga untuk mengirim teluh atau santet maka Datuk Lebai Karat sering diminta warga untuk menyembuhkan mereka dari teluh dan santet. Dalam versi novelnya Datuk Lebai Karat dipaparkan sebagai sosok lelaki tua berambut gondrong dan janggut yang panjang. Namun dalam versi sinetron Datuk Lebai Karat ditampilkan lebih muda. Mungkin ini salah satu trik kru film agar sinetron ini lebih digemari ketimbang novelnya.

Biodata Adjie Pangestu
Nama : Adjie Mindosio Pangestu
Tempat, tanggal lahir : Semarang, 21 November 1969
Agama : Islam
Akun twitter : _

3. Datuk Tunggal

image

Siapa tidak mengenal Willy Dozan, legenda aktor laga Indonesia yang masih aktif hingga sekarang. Diceritakan dalam novelnya nama muda Datuk Tunggal adalah Dadu Tunggal. Ia adalah penghuni bukit keramat di Desa Kumayan, Bukit Tunggal. Konon menurut perintah gurunya, Dadu Tunggal tidak diperkenankan untuk beristri demi menjaga ilmu yang dimilikinya. Namun karena godaan seorang siluman, tanpa sadar Dadu Tunggal telah kehilangan  keperjakaannya. Lantas akhirnya ia memilih menetap di Bukit Tunggal. Dan di sanalah ia mendirikan perguruan. Adapun Datuk Tunggal didampingi oleh seorang wanita yang selalu setia menjaga Bukit Tunggal dan menguasai ilmu pengobatan, ia adalah Puyang Tunggal.

Datuk Tunggal dipaparkan sebagai seorang pertapa tua nan sakti dan memiliki ilmu yang sangat tinggi setara dengan Gumara, harimau ketujuh yang selama ini ia nanti. Menurut ramalan para leluhur, jika 7 manusia harimau telah berkumpul dan bersatu, maka mereka dapat mengalahkan berbagai serangan para siluman yang sering melanda Desa Kumayan. Sama seperti Gumara, Datuk Tunggal memiliki karakter penyabar, berpembawaan tenang, kharismatis, dan tidak gegabah dalam bertindak. Datuk Tunggal adalah harimau yang paling dihormati dan disegani. Namun sayang ketika ilmu inye’ yang dimilikinya ikut terserap oleh Raja Langit akibat tindakan Datuk Lebai Karat dan Limbubu yang terlalu gegabah dan tidak sabar, akhirnya Datuk Tunggal harus menggantungkan harapan kepada Gumara. Dan niscaya Gumara selalu dapat diandalkan.

Biodata Willy Dozan
Nama : Chuang Chen Li
Tempat, tanggal lahir : Magelang, 10 Februari 1957
Agama : Islam
Akun twitter : _

4. Humbalang

image

Tokoh Humbalang diperankan oleh Boy Hamzah. Inye muda ini memiliki pembawaan yang tenang namun sedikit tidak sabaran. Dia juga memiliki toleransi yang amat tinggi terhadap setiap orang terutama kepada para saudaranya sesama inye’, namun sayangnya para inye’ lain sering salah menafsirkan maksud baiknya. Humbalang juga adalah penengah di antara Datuk Lebai Karat dan Raja Langit ketika mereka berdua sedang berseteru. Di awal episode cerita ini dimulai, Humbalang adalah sosok yang enggan memihak salah satu pihak begitu saja ketika para inye’ mulai mengalami perpecahan. Bukan berarti dia berada di pihak yang netral, melainkan dia tidak ingin berada di pihak yang salah. Maka dia memutuskan untuk mengikuti perkembangan masalah terlebih dahulu. Seiring berjalannya cerita, perpecahan berhasil dicegah dan diselamatkan oleh Gumara, Humbalang pun mulai menaruh simpati kepada Gumara. Jauh sebelum kedatangan Gumara ke Kumayan, Humbalang telah mengetahui maksud kedatangan Gumara. Humbalang tahu kalau Gumara bermaksud menuntut balas dendam kepada Datuk Lebai Karat yang diduga Gumara telah memperkosa ibunya. Humbalang bahkan mencegah Gumara untuk menemui Datuk Lebai Karat dengan cara membuat Gumara tersesat di tengah hutan.

Dalam versi novel namanya adalah Hum Belang. Diceritakan ia memiliki sebuah peternakan besar di Kumayan. Dia berkawan baik dengan Limbubu dan Raja Langit. Namun di saat Raja Langit diketahui bersalah, Humbalang tidak memihak atau membelanya begitu saja. Ia justru turut mengadili Raja Langit setelah Arsya dan Rifai mengadukan kepadanya perihal Raja Langit yang telah meminta uang seratus juta rupiah dan keperawanan salah seorang gadis di Kumayan agar Arsya dan Rifai dapat menuntut ilmu inye kepada Raja Langit. Dalam kasus ini, Ratna adalah gadis yang dikorbankan oleh Arsya dan Rifai. Padahal Ratna sangat mencintai Gumara. Humbalang tidak diam saja. Ia menuntut keterusterangan Raja Langit. Di lain cerita Humbalang juga rela berkorban menyelamatkan nyawa Karina dan Pitaloka yang ditawan oleh si Tudung Merah. Bahkan ketika Desa Kumayan dilanda wabah penyakit kulit yang dikirim oleh Ratu Hangcinda, Humbalang menjadi perintis jalan ke Bukit Sabah guna mendapatkan batu belerang hijau yang dapat menjadi penawar penyakit kulit yang diderita warga Kumayan. Humbalang sampai kehabisan tenaga setelah berhadapan dengan siluman ular penjaga Bukit Sabah.

Biodata Boy Hamzah
Nama : Boy Hamzah Notonegoro Mar’ie
Tempat, tanggal lahir : Jakarta, 22 Februari 1990
Agama : Islam
Akun twitter : boyhamzah

5. Raja Langit (baca : Rajo Langit)

image

Namanya dalam novel sebenarnya adalah Lading Ganda, namun karena adaptasi demi kesesuaian khazanah budaya, para kru film dan H. Imam Tantowi mengganti namanya menjadi  Raja Langit. Dalam versi novelnya pula Lading Ganda dipaparkan seusia dengan Datuk Lebai Karat maupun Datuk Abu dan Humbalang, bahkan menurut novelnya Lading Ganda telah mempunyai anak bernama Keni. Bahkan Pina sebenarnya adalah anak sulungnya, bukan adiknya seperti dalam versi sinetron.  Raja Langit atau Lading Ganda adalah seorang pria keturunan Minang yang lahir di Kumayan. Adapun karakter yang dimilikinya sangat sombong, angkuh, pemarah, labil, suka mengirimkan teluh, sembrono, tidak sabaran, sangat percaya diri, dan tamak akan harta. Namun di balik semua sifat buruknya itu ia memiki rasa kasih sayang yang sangat besar kepada orang-orang yang dicintainya terutama kepada Pina adiknya, dan Ratna gadis yang telah dinodainya. Pada awal cerita, sama seperti halnya Humbalang, Raja Langit telah mengetahui maksud kedatangan Gumara ke Desa Kumayan. Berkali-kali ia berusaha membujuk Gumara untuk bergabung dengan perguruan silatnya. Bahkan Raja Langit sengaja membuat Gumara terjebak dalam sebuah kasus pembunuhan salah seorang warga sehingga Gumara dijebloskan ke dalam penjara. Lantas setelah itu Raja Langit hadir ke hadapan Gumara bak seorang pahlawan yang membebaskannya dari penjara dengan tujuan agar Gumara bersedia menjadi muridnya. Namun Gumara menolaknya secara halus. Akan tetapi Raja Langit merasa sakit hati atas penolakan itu. Di saat Datuk Lebai Karat secara resmi menyatakan bahwa Gumara adalah keturunannya yang juga harimau ketujuh yang telah lama mereka nantikan, Raja Langit sengaja menyebarkan isu bahwa Gumara adalah anak haram hasil pemerkosaan yang dilakukan Gumilang (Datuk Lebai Karat) terhadap Ratih. Alhasil Gumara merasa sakit hati kepada Datuk Lebai Karat dan menjadi sering berburuk sangka kepadanya.

Suatu Hari, gara-gara Pitaloka menolak Arsya untuk menjadi pacarnya dan meludahi wajah Arsya, Arsya yang tidak terima atas perlakuan Pitaloka tersebut sengaja menemui Raja Langit untuk mengirimkan teluh kepada Pitaloka. Tak berapa lama bibir Pitaloka hangus dibuatnya. Datuk Abu ayah Pitaloka menduga kalau Datuk Lebai Karat-lah yang telah mengirim teluh tersebut. Akan tetapi Datuk Lebai Karat berhasil menemukan pelakunya, maka bertarunglah Datuk Abu melawan Raja Langit. Di lain cerita Arsya sangat ingin memiliki ilmu inye’ dan bermaksud berguru kepada Raja Langit. Lantas Raja Langit yang tamak akan harta mengelabui Arsya dan Rifai dengan cara menyuruh mereka menyiapkan uang seratus juta rupiah, serta menyerahkan seorang gadis yang masih perawan untuknya. Arsya dan Rifai tega menculik Ratna untuk dikorbankan kepada Raja Langit. Belum lagi Desa Kumayan tengah kisruh diprovokasi oleh Ki Rotan, musuh para inye’. Para manusia harimau menduga bahwa Raja Langit-lah dalang dibalik kekisruhan tersebut, termasuk orang yang telah menodai Ratna. Lalu para manusia harimau bermaksud mengadili Raja Langit di Bukit Kumayan. Sial pertarungan pun tak dapat dielakkan. Raja Langit terjatuh ke jurang, namun berhasil diselamatkan oleh Puyang Tunggal. Datuk Tunggal segera mencabut ilmu yang dimiliki Raja Langit guna menyadarkannya dari kesombongannya. Setelah beberapa kejadian yang dialaminya, dalam keadaan lemah tak berdaya akhirnya Raja Langit sadar dan berubah menjadi orang baik.
Biodata  Aamar Zoni
Nama : Muhammad Amar Alruvi
Tempat, tanggal lahir : Depok, 8 Juni 1993
Agama : Islam
Akun twitter : AmmarZoni

6. Datuk Abu

image

Diperankan oleh Sigit Hardadi, salah satu aktor kawakan Indonesia. Nama Datuk Abu dalam  versi novelnya adalah Ki Putih Kelabu. Beliau adalah ayah Pitaloka. Pembawaannya tenang, kalem, penyabar, tegas, berwibawa. Sebenarnya sejak kedatangan Gumara di Desa Kumayan, Datuk Abu berharap Gumara akan menjadi menantunya karena Pitaloka telah jatuh cinta kepada gurunya sendiri itu. Awalnya Datuk Abu mendatangi Gumara secara baik-baik guna memintanya untuk menjadi menantu, namun Gumara menolak permintaannya secara halus. Lantas Datuk Abu menjadi berang atas penolakan Gumara tersebut. Datuk Abu langsung menjelma menjadi harimau dan menyerang Gumara. Mau tidak mau Gumara yang sebenarnya bermaksud menutupi jati dirinya secara terpaksa menangkis setiap serangan Datuk Abu dengan menjelma menjadi harimau putih raksasa. Di saat itulah Datuk Abu langsung tahu kalau Gumara adalah harimau ketujuh yang telah lama dinanti-nantikan kehadirannya oleh seluruh inye’ di Kumayan. Diceritakan pula Datuk Abu memiliki seorang istri bernama Puspa yang berasal dari Desa Saga, desa yang hanya dihuni kaum wanita dan berada di bawah tanah. Sayangnya Puspa terpaksa meninggalkannya bersama Pitaloka karena harus mengabdikan diri kepada Ratu Saga.

Suatu hari Pitaloka diminta Ratu Saga untuk tinggal di Desa Saga karena Pitaloka adalah keturunan wanita Saga, dan usia Pitaloka telah mencapai 17 tahun. Pitaloka pun terjebak tak bisa kembali ke Kumayan. Demi menyelamatkan Pitaloka, Datuk Abu berusaha mencari Pitaloka untuk membawanya pulang. Sayang di tengah perjalanan Datuk Abu yang sedang kehilangan kekuatannya karena terserap oleh Raja Langit, jatuh ke dalam sebuah lubang. Belum lagi Ratu Hangcinda yang jahat mengirimkan 2 ekor ular kobra untuk mematuknya. Lantas setelah Datuk Abu pingsan, Ratu Hangcinda sengaja mencuci otaknya guna menjadikannya kaki tangannya. Bersyukur setelah Gumara berhasil mengembalikan ilmu para inye’ yang terserap oleh Raja Langit, Datuk Abu masih dapat dipulihkan ingatannya berkat usaha Semidang Rindu, anak dari Hangcinda.

Biodata Sigit Hardadi
Nama : Sigit Hardadi
Tempat, tanggal lahir : Tayu, 27 September 1957

7. Limbubu

image

Inye paling lemah ini sebenarnya memiliki kelebihan kecepatan dalam berlari. Sayangnya Limbubu sering merasa minder karena termasuk inye’ paling miskin dan kurang dapat diandalkan oleh warga Kumayan. Bahkan lucunya Limbubu juga adalah inye’ yang penakut karena ilmunya belum terlalu tinggi. Pemeran inye’ satu ini adalah Juan Christian. Awalnya saat casting peran ini akan diberikan kepada Glen Aliensky namun karena suatu hal, Glen mengundurkan diri dari film ini. Limbubu sempat bersekongkol dengan Raja Langit guna mencuri Kitab Tujuh yang dimiliki Gumara. Namun persahabatannya dengan Raja Langit bisa berakhir begitu saja bila Limbubu gelap oleh uang. Pernah suatu ketika Limbubu tidak sengaja menemukan uang milik Arsya yang tertinggal di jalan. Padahal uang itu akan diserahkan oleh Arsya kepada Raja Langit sebagai persyaratan untuknya berguru kepada Raja Langit. Lantas dengan uang itu Limbubu enggan bekerja sama lagi dengan Raja Langit.

Biodata Juan Christian
Nama : Juan Christian Benedict
Tempat, tanggal lahir : 25 Desember 1993
Agama : Islam (mualaf)
Akun twitter : juanbenedict

8. Pitaloka

image

Murid pintar kebanggaan Desa Kumayan dan SMA Kayu Lima ini karakternya keras hati, pencemburu, dan berkemauan kuat. Sejak pertemuannya dengan Gumara, Pitaloka sudah jatuh cinta kepada sang guru. Pitaloka rela bersaing dengan Karina dan meninggalkan Kumayan demi mendapatkan ilmu kebatinan dan juga ilmu bela diri selayaknya para inye’ guna menandingi kemampuan Karina yang dianggap rival beratnya. Konon menurut keyakinan Tudung Merah, Pitaloka bisa menghancurkan Desa Saga. Karena Pitaloka adalah keturunan seorang inye’, Datuk Abu. Oleh karena itu Pitaloka harus dibinasakan karena bisa membinasakan penduduk Desa Saga. Ironisnya Ratu Saga tidak pernah berhasil membuktikan kalau Pitaloka adalah keturunan seorang inye’.

Biodata Ochi Rosdiana
Nama : Neneng Rosediana
Tempat, tanggal lahir : Depok, 24 Januari 1999
Agama : Islam
Akun twitter : _

9. Karina

image

Sosok gadis berperawakan jangkung kurus ini adalah anak Datuk Lebai Karat. Sifatnya sedikit manja kepada ayahnya, keras kepala, dan sedikit-banyak seperti Pitaloka. Tak heran bila Karina sering terlibat pertarungan dengan Pitaloka hanya demi mendapatkan cinta Gumara. Tanpa diketahuinya kalau sebenarnya Gumara adalah kakak seayah dengannya. Di saat Pitaloka pergi meninggalkan Kumayan untuk berguru mencari ilmu kesaktian, Karina turut berguru langsung kepada Datuk Tunggal, guru ayahnya sendiri. Gara-gara diculik oleh Tudung Merah pendekar wanita dari Desa Saga yang takut kalau Desa Saga akan hancur oleh para gadis keturunan inye’, Karina sempat dikubur hidup-hidup oleh Tudung Merah dan mengalami mati suri. Agar ia dapat hidup kembali Datuk Lebai Karat harus meminta pertolongan kepada Puyang Maut, adik dari Ratu Hangcinda. Celakanya Gumara malah membunuh Puyang Maut dan arwah Puyang Maut berhasil merasuki tubuh Karina sehingga semua orang mengira kalau Karina telah sembuh. Hanya Gumara dan Raja Langit yang menyadari kalau di dalam tubuh Karina terdapat roh Puyang Maut, sebab kelakuan Karina berubah drastis tidak seperti biasanya. Karina menjadi sangat kasar kepada semua orang. Padahal sebenarnya ada cara lain yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan Karina, yaitu dengan mendapatkan kunang-kunang ajaib di tepi hutan.

Biodata Syahnaz Shadiqah
Nama : Syahnaz Shadiqah
Tempat, tanggal lahir : Bandung, 30 Oktober 1993
Agama : Islam
Akun twitter : RealSyahnazS

10. Arsya

image

Siapa sangka kalau yang memerankan tokoh Arsya dalam sinetron ini adalah Leon Dozan, putra dari Willy Dozan dan Betharia Sonata. Awalnya diceritakan kalau Arsya sangat mencintai Pitaloka dan membenci Gumara karena telah mencuri perhatian Pitaloka darinya. Hingga suatu ketika Pitaloka yang menolak cintanya mengatainya dengan perkataan kasar dan meludahinya, Arsya sakit hati dan mendatangi Raja Langit. Arsya memohon kepadanya untuk mengirimkan teluh kepada Pitaloka. Kenakalan Arsya semakin menjadi, ia mencuri uang ayahnya guna membayar biaya ritual magis yang telah dilakukan Raja Langit untuknya. Arsya juga mencuri uang seratus juta rupiah hasil panen kopi warga Kumayan yang disimpan ayahnya selaku bendahara koperasi. Uang itu dipakainya untuk membayar Raja Langit yang bersedia mengajarinya ilmu inye’. Meskipun Arsya tidak tahu kalau ia sedang dikelabui oleh Raja Langit. Tidak hanya itu Arsya bersama Rifai sahabatnya tega menculik Ratna untuk menyerahkan kesuciannya kepada Raja Langit. Sifat Arsya memang tengil dan sok pahlawan. Arsya juga seorang playboy. Ia kerap menggoda Farah, gadis dari Jakarta yang sedang melakukan penelitian mengenai para inye’ di Desa Kumayan. Setelah beberapa kali ditolak Farah, Arsya pun berpaling kepada Semidang Rindu, putri tunggal Ratu Hangcinda yang ingin menjadi warga Kumayan.

Biodata Leon Dozan
Nama : Mohammad Leon Rahman Dozan
Tempat, tanggal lahir : Jakarta, 27 Juli 1997
Agama : Islam
Akun twitter : LeonDozan

11. Ratna

image

Ratna memang cantik, polos, dan lugu. Andung Baya, ibunya, menginginkan Ratna mendekati Gumara agar mereka aman dari berbagai gangguan. Awalnya Ratna memang jatuh cinta kepada Gumara. Namun setelah penculikan terhadap dirinya yang dilakukan Arsya dan Rifai, Ratna menjadi sangat shock. Terlebih setelah Raja Langit mengakui semua perbuatannya. Melihat perubahan drastis yang terjadi pada diri Raja Langit, Ratna pun tersentuh oleh kesungguhan Raja Langit yang bersedia bertanggung jawab kepadanya. Sayangnya Andung Baya tidak pernah merestui mereka berdua karena Raja Langit sangat miskin dan tidak memiliki harta.

Biodata Ranty Maria
Nama : Ranty Maria Aprilly Kariso
Tempat, tanggal lahir : Jakarta, 26 April 1999
Agama : Kristen
Akun twitter : _

12. Ratu Saga

image

Ratu cantik penguasa Desa Saga ini memerintahkan Tudung Merah untuk membinasakan para gadis keturunan inye’. Di luar dugaannya Tudung Merah malah berkhianat dan tak pernah kembali ke Desa Saga. Menurut ramalan para leluhur Desa Saga akan dihancurkan oleh seorang gadis yang sangat cerdas dan keturunan inye’ yang sebenarnya tak lain adalah Pitaloka. Sementara itu ibunda Pitaloka adalah tangan kanan Ratu Saga, yaitu Puspa. Kepada Ratu Saga, Puspa berusaha meyakinkan kalau dia bisa mengajak Pitaloka untuk tinggal menetap bersama mereka di Desa Saga. Ratu Saga tidak pernah berhasil membuktikan kalau Pitaloka memang benar keturunan inye’.

13. Ratu Hangcinda

image

Oh “Merapi dan laut!” Tokoh antagonis yang diperankan oleh Meriam Belina ini adalah ratu siluman penunggu pegunungan Bukit Barisan. Dia menginginkan kecantikan awet muda dengan cara menculik para gadis di setiap desa dan menghisap kecantikan mereka sehingga akhirnya para gadis tersebut akan berubah menjadi tua. Semua siluman tunduk kepadanya. Setiap tahun ia mengundang para ratu dari berbagai gunung untuk bertanding kecantikan, dan ia selalu kalah. Oh, merapi dan laut! Dia juga kerap mengundang para ratu siluman untuk melakukan konspirasi agar mereka berhasil mendapatkan tulang sengkang yang dimiliki Gumara sebagai manusia harimau ketujuh. Konon dengan tulang sengkang itu para siluman bisa mendapatkan kehidupan abadi, kekuatan yang tangguh dan tak terkalahkan, serta kecantikan yang takkan pernah luntur dimakan usia. Ki Rotan, Panglima Artaya, Tudung Merah, Puyang Maut, Masumay, Ratu Kala dan para pengikutnya turut bersekongkol dengan Ratu Hangcinda untuk menghancurkan para inye’ dan Desa Kumayan.
Gumara sendiri mendapatkan tulang sengkang itu saat ia mengalami mati suri setelah dibunuh oleh sekelompok orang saat Gumara masih berkuliah di Jakarta. Para leluhur inye’ sengaja membenamkan tujuh tulang sengkang ke dalam tubuh Gumara dengan cara operasi ghaib agar Gumara dapat bertahan hidup dan membantu para inye’ lain di Desa Kumayan menyelamatkan para warga Kumayan dari gangguan para siluman di bawah pimpinan Ratu Hangcinda.

Biodata Meriam Bellina
Nama : Ellisa Meriam Bellina Maria Bamboe
Tempat, tanggal lahir : Bandung, 10 April 1965
Agama : Katolik
Akun twitter : _

14. Semidang Rindu

image

Sukses dengan perannya sebagai Karin alias Hello Kitty dalam sinetron Catatan Hati Seorang Istri, Cut Meyriska memperpanjang kontraknya dengan SinemArt dengan turut bermain dalam sinetron laga ini. Tak ayal, iapun kembali mendapat peran antagonis di sini. Semidang Rindu adalah putri tunggal Ratu Hangcinda yang kembali dari perantauannya karena frustasi dikhianati kekasihnya. Awalnya ia bermaksud membantu ibunya yang licik untuk menghancurkan Desa Kumayan. Namun ia malah jatuh cinta kepada Gumara dan memohon kepada ibunya agar ia diperkenankan menjadi manusia biasa seutuhnya, serta tinggal di Desa Kumayan. Para inye’ dapat mencium kalau ia adalah seorang siluman namun mereka tidak tahu kalau Semidang Rindu adalah keturunan Hangcinda. Hanya karena berhasil memulihkan ingatan Datuk Abu, Semidang Rindu berhasil diterima oleh para inye’ untuk menjadi bagian dari warga Kumayan. Tak ada yang tahu kalau Semidang Rindu memiliki niat lain yang mungkin akan membantu memudahkan usaha ibunya untuk menghancurkan Kumayan.

Biodata Cut Meyriska
Nama : Cut Ratu Meyriska
Tempat, tanggal lahir : Medan, 26 Mei 1993
Agama : Islam
Akun twitter : _

Berikut adalah daftar nama tokoh 7 Manusia Harimau versi novel dan sinetron
No. nama  dalam sinetron   nama dalam novel     nama pemeran
1   Gumara Peto Alam       Gumara Peto Alam   Samuel Zylgwyn
2  Datuk Lebai Karat         Datuk Lebai Karat    Adjie Pangestu
3  Datuk Tunggal                Datuk Tunggal          Willy Dozan
4  Humbalang                      Ki Hum Belang          Boy Hamzah
5  Raja Langit                      Ki Lading Ganda       Aamar Zony
6  Datuk Abu                       Datuk Putih Kelabu  Sigit Hardadi
7  Limbubu                          Ki Limbubu                Juan Christian
8  Karina                              Harwati                      Syahnaz Shadiqah
9  Pitaloka                            Pita Loka                   Ochi Rosdiana
10 Arsya                              Hura Gatali                Leon Dozan

Sebenarnya masih banyak tokoh lain yang ingin kubahas seperti karakter Pak Yunus, Badrul, Bujang, Pak Tarikh, Ki Rotan, Tudung Merah, Lollita, Farah, Meydi, Rifai, dan lain-lain. Semoga ada kesempatan di lain waktu buat aku menulisnya. Apabila terdapat kesalahan mohon koreksinya ya pembaca. Terima kasih telah berkunjung ke blogku ^_^