Kelas Internasional Net.

Para pemeran :

Carlos Camelo sebagai Carlos De Vega dari Kolombia

image

Abbas Aminu sebagai Abas dari Nigeria

image

Suzuki sebagai Kotaro dari Jepang
Wiwiek Michiko sebagai Ling Ling dari China

image

Lee Jeong Hoon sebagai Lee Joung Yu dari Korea Selatan
Loyd Christina sebagai Angelina dari Brazil

image

Tyson Lynch sebagai Tyson dari Australia
Palak Bhansali sebagai Mrs. Palak dari India

image

Tarra Budiman sebagai Pak Budi (guru)
Maya Wulan sebagai Ibu Rika (kepala sekolah)

image

Udah pada tau kan komedi satu ini? Yup, acara yang ditayangin sama Net. ini lagi jadi tontonan favorit gue di akhir pekan. Gila, ceritanya ngocol abiez! Gue sampe ngakak guling-guling nonton berulang-ulang setelah gue download videonya dari YouTube. Walaupun ide cerita aslinya dapet nyontek dari komedi Inggris lawas tahun 1970-an yang berjudul Mind Your Language! Tapi gue tetep nikmatin cerita komedi ini. Soalnya versinya sedikit beda sama versi Inggris yang gue sebutin barusan. Tentunya “Kelas Internasional” mengusung budaya Indonesia sebagai pembeda dari versi aslinya. Dan gue juga pernah nonton komedi sejenis ini versi Jepang-nya pas zaman gue masih SMA, tapi gue lupa judul komedinya. Yang jelas semua versi  ceritanya berhasil bikin ngocok perut! 😀

Bahasa melambangkan bangsa! Mungkin itu tema yang mau disampaikan oleh Net. ke penonton supaya bangsa Indonesia bisa mengenal lebih dekat sama bangsa-bangsa yang sering banget berinteraksi sama Indonesia. Bangsa yang berbudaya luhur adalah bangsa yang menjunjung tinggi bahasa di negaranya! Sayangnya masih banyak orang Indonesia yang kurang mencintai bahasa negaranya sendiri. Kosakata Bahasa Indonesia sering diubah menjadi bentuk yang aneh-aneh dalam tatanan pergaulan. Sehingga mengakibatkan Bahasa Indonesia asli menjadi terlupakan dan mungkin hanya tinggal namanya saja yang terdaftar di dalam kamus pada masa yang akan datang. Lucunya meskipun banyak orang Indonesia yang menguasai bahasa asing seperti Bahasa Inggris, Arab, Mandarin, Jerman, Korea, dan Jepang, akan tetapi enggak sedikit juga orang Indonesia yang ‘tidak’ ataupun ‘kurang’ mengenal bangsa-bangsa lain. Sebagai contoh misalnya banyak orang Indonesia yang nggak bisa ngebedain mana orang China, Jepang, atau Korea lantaran ketiga bangsa tersebut memiliki ciri fisik yang nyaris sama yaitu berkulit kuning cerah, dan bermata sipit. Padahal kalo diperhatikan lebih seksama tingkat kesipitan ketiga bangsa itu sedikit berbeda. Orang Korea misalnya, walaupun sipit tapi kelopak mata mereka agak kelipat ke dalam mirip mata yang lagi ngantuk. Sementara kesipitan mata orang China nyaris menyerupai garis yang meruncing tajam. Kalo orang Jepang menurut gue sih transisi di antara keduanya. Selain fisik orang Indonesia juga sering ketuker soal budaya ketiga bangsa tersebut. Misalnya kimono dikira pakaian tradisional orang China, padahal itu pakaiannya orang Jepang. Gitu juga sama huruf China (Han zi), malah disebut Kanji. Emang sih huruf Kanji aslinya dari China. Tapi kan Jepang udah  memodifikasinya sedemikian rupa sehingga kaidah penggunaannya antara Han zi sama Kanji sedikit berbeda. Kimchi makanan khas orang Korea disangka asalnya dari China. Kadang orang Indonesia juga nggak bisa ngebedain mana orang Arab sama orang India. Dua-duanya sama-sama punya hidung mancung,  berkulit putih kaya bule, dan bermata coklat. Pada nggak nyadar kali ya, padahal orang Indonesia juga kan matanya coklat (bukan item lho ya!), coklatnya coklat tua, makanya gelap banget. Coba deh perhatiin di kaca kalo nggak percaya! Ada yang tau gak perbedaan orang Arab sama orang India? Kalo menurut gue sih, semancung-mancungnya orang India, kebanyakan cowok India mancungnya rada bengkok!

Banyak sekali ambiguitas interjeksi bahasa lintas negara. Seringkali kita menemukan sebuah kata dari suatu bahasa tetapi lucunya kata tersebut mempunyai makna yang berbeda dalam bahasa lain. Sebagai contoh, ayo monggo, silakan baca postingan-postingan jadul gue berikut ini :

Kesalahpahaman Gadis Indonesia dengan Pria Filipina

Kesalahpahaman Orang Jepang dengan Orang Jawa

Kesalahpahaman Orang Jawa dengan Orang Jepang

Kesalahpahaman Orang Jawa dengan Orang Sunda

Kesalahpahaman Anak Jepang dengan Anak Arab

Bangsa Indonesia udah gak perlu diragukan lagi kemajemukannya. Dengan adanya keaneka-ragaman yang ada, bangsa Indonesia sudah semestinya bisa bersikap terbuka terhadap kemajemukan bangsa-bangsa lain di dunia. Pernah gak kalian ngalamin salah paham sama orang yang beda suku atau bangsa? Pengalaman gue mengajar di sekolah internasional menambah khazanah pengetahuan gue soal perbedaan antarbangsa. Baik kosakata bahasa maupun adat kebiasaan masing-masing bangsa. Banyak kejadian lucu yang pernah gue alamin sama murid-murid dan temen-temen kerja gue yang beda bangsa. Salah satunya adalah pas gue menghadiri jamuan makan malam di rumah temen gue, orang Thailand. Waktu itu ceritanya gue dijamu kue-kue khas Thailand buatan dia. Lantaran rasa kuenya enak, terang aja gue muji dia dong! “Hey, kue buatanmu enak sekali! Maaf ya, kalau aku ketagihan sama kuenya!” Gak tahu kenapa setelah gue ngomong gitu semua orang di rumah temen gue itu mendadak pada diem merhatiin gue. Sontak gue jadi grogi diliatin banyak orang. Apa gue salah ngomong? Atau omongan gue terlalu berlebihan? Kayanya kelakuan gue malu-maluin kali ya? Akhirnya temen gue itu bisik-bisik di telinga gue, “Maaf ya bilang ‘kue’-nya pelan-pelan saja, soalnya dalam Bahasa Thai ‘kue’ itu artinya ‘alat kelamin laki-laki’!” Sumpah gue langsung keselek pas gue ngedenger bisikan temen gue itu. Buru-buru gue minum segelas air dan gue langsung diem, speechless. Gak tau mesti ngapain.

image

Menurut gue sebenarnya jumlah murid di komedi “Kelas Internasional” terbilang masih kurang. Kenapa di kelas tersebut gak ada orang Arab dan Eropa? Seenggaknya ada satu bangsa perwakilan dari Eropa. Lebih tepatnya mungkin orang Belanda. Secara negara kita punya ikatan sejarah yang panjang sama negara kincir angin itu. Bakal lebih banyak kekonyolan semakin banyak bangsa yang dilibatkan.

Well, kalo pembaca kurang paham alur cerita komedi ini, nih gue review sedikit deh episode perdananya :

image

image

Pak Budi (Tarra Budiman) adalah guru Bahasa Indonesia baru di lembaga kursus yang dipimpin oleh Bu Rika (Maya Wulan). Ceritanya Bu Rika adalah sosok kepala sekolah yang tegas, agak jutek, doyan makan cemilan, dan penyuka lelaki bertubuh indah. Pertama kali Pak Budi masuk untuk mengajar, Bu Rika menakut-nakutinya kalau sebelumnya sudah ada 2 orang guru depresi dan satu orang guru menjadi gila gara-gara menghadapi kelakuan para murid di ruang 3 alias kelas internasional. Disebut kelas internasional karena para penghuninya berasal dari pelbagai negara. Sebut saja antara lain :

image

1. Ling Ling, wanita karir asal Republic of China ini bekerja di International Bank of China. Suka berjualan di kelas, agak pelit, dan sering perhitungan dengan teman. Lidahnya pedal (cadel) tidak bisa mengucapkan huruf ‘r’. Ling Ling menyukai Carlos, pemuda mapan asal Kolombia yang hadir sebagai murid baru di kelas bersamaan dengan hari pertama Pak Budi mengajar.

image

2. Lee Jeong Yu, cowok cute asal Korea Selatan yang narsis, suka selfie, suka ngedance, dan bekerja di perusahaan elektronik. Diceritakan pada episode ke-5 Lee jatuh cinta sama Makoto adiknya Kotaro.

image

image

3. Kotaro Suzuki, pria Jepang ahli pijat shiatsu ini gak bisa nyebut huruf ‘l’ karena Bahasa Jepang emang gak kenal konsonan ‘l’ (kebalikan Ling Ling dong!). Pada waktu perkenalan, Kotaro kebelet pengen pipis dan nanya letak toilet sama Pak Budi. Pas Pak Budi ngejelasin arah kiri, Kotaro ngedengernya ‘harakiri’ yang berarti bunuh diri dalam Bahasa Jepang. Jelas Kotaro langsung emosi lantaran ngira disuruh bunuh diri sama Pak Budi. Di lain episode diceritakan Kotaro nggak suka adiknya, Makoto, berhubungan dekat dengan Lee. Terang aja Kotaro sama Lee gak bakalan akur.

image

image

4. Mrs. Palak, ibu rumah tangga asal India ini kerjaannya nyulam dan ngejahit celana anaknya terus selama di kelas. Dia kurang bergaul sama teman-temannya, gak bisa ngomong Bahasa Indonesia, dan suka memelihara ular. Waktu Pak Budi menyuruhnya buat memperkenalkan diri, Mrs. Palak gak ngerti. Dia malah nulis nama Pak Budi sama Abas di papan tulis pake huruf Dewanagari. Padahal maksud Pak Budi ngasih spidol ke dia buat nulis namanya sendiri.

5. Tyson, siapa gak kenal suami Melanie Ricardo ini? Ceritanya Tyson berkebangsaan Australia dan pekerjaannya aktor ‘cameo’ di film-film made in Indonesia. Tyson seringkali berantem dengan Carlos. Keduanya juga bersaing memperebutkan perhatian Angelina.

image

6. Abas, mahasiswa asal Nigeria. Sifatnya easy-going tapi slengean. Cepet ngerti Bahasa Indonesia tapi sering miskomunikasi dengan orang di sekitarnya.

image

image

Murid-murid yang sering bertingkah konyol sering bikin Pak Budi kewalahan. Umur dah pada tua juga tapi kelakuan kaya anak-anak. Gak jarang akhirnya Pak Budi dipanggil ke ruangan kepsek gara-gara dianggap nggak bisa ngatasin murid-muridnya di kelas. Suatu hari Bu Rika kedatangan murid baru yang ingin belajar Bahasa Indonesia di kelas internasional. Begitu ngeliat siapa yang datang, Bu Rika langsung terpana sama ketampanan si Don Juan. Tanya-tanya siapa namanya yang ternyata bernama Carlos De Vega, Bu Rika langsung cari namanya di Facebook. Dasar mata Bu Rika jelalatan, ngeliat foto postur tubuh Carlos yang shirtless langsung bling-bling!

image

image

image

image

Carlos memiliki usaha coffee shop. Dia juga jago mainin harmonika. Tapi Tyson gak suka sama Carlos. Pas keduanya berantem, Lee malah sengaja berfoto selfie di belakang mereka. Ling Ling bukannya misahin malah cari perhatian di depan Carlos. Di saat keributan terjadi datanglah murid baru yang super cantik bernama Angelina (Loyd Christina) model dari Brazil.

image

image

image

image

Siapa yang gak tahu Loyd? Bule cantik ini sering nongol di majalah-majalah katalog produk bermerek terkenal, sejumlah iklan kaya es krim Magnum, parfum, dan kosmetik luar yang dibintanginya juga banyak nongol di layar kaca Indonesia. Loyd juga pernah maen jadi Suster Sofi di Hafalan Shalat Delisa, beu waktu Suster Sofi kirim foto ke Pak Ustadz, fotonya cantik banget. Di sana Suster Sofi berpenampilan berhijab, terang aja bikin Pak Ustadznya kesengsem.

image

image

Baru masuk kelas, Angelina langsung jadi rebutan antara Tyson dan Carlos. Tapi kelihatannya sepertinya Angelina naksir Pak Budi deh. Tiap kali digodain sama Angelina, Pak Budi sering deg-degan dan penyakit  asmanya langsung kambuh. Kasihan Pak Budi. Mau tahu cerita selanjutnya? Tonton aja deh di Net. Setiap Sabtu dan Minggu pukul 17.30 WIB. Jangan lewatkan ya!

Sebagai penutup gue mau narik kesimpulan pelajaran yang bisa diambil dari tontonan komedi ini. Antara lain sebagai berikut :

1. Banggalah menjadi bangsa Indonesia sebelum bangsa lain ngebanggain bangsa ini!
2. Hormatilah bangsa lain karena nggak ada bangsa yang sempurna di dunia! Setiap bangsa punya kekurangan dan kelebihan masing-masing!
3. Berkomunikasilah yang baik supaya orang lain ngerti maksud tujuan kita! Berbahasalah bahasakan bahasa!

Sampai ketemu lagi di tulisan selanjutnya ya. Bye… 🙂

Drama Jadul Favoritku : Giok di Tengah Salju

Giok di Tengah Salju
Pengarang  : Chiung Yao
Penerjemah : Pangesti A Bernadus, Nita Madona Sulanti, Indrawati Tanoto, Pangestuti Bintoro
Penerbit    : PT Gramedia Pustaka Utama Cetakan kedua Juli 1997

Kembali aku mengulas drama kesukaanku pada masa kecil. Kali ini adalah drama Tiongkok yang pernah ditayangkan di RCTI pada saat aku kelas 4 SD (1996) setiap Senin-Jumat pukul 2 siang. Seperti yang telah kutulis di atas, drama ini diangkat dari novel karya penulis besar Chiung Yao. Rasanya bila menyaksikan drama-drama besar karya Chiung Yao selalu menguras air mata karena kisahnya yang terlalu sedih. Atau karena aku yang terlalu perasa ya? Tapi memang kebanyakan begitu kok, buktinya serial Putri Huan Zhu yang juga karya besar Chiung Yao lainnya, juga sempat bikin aku termehek-mehek menontonnya. Ups 😀

Kalau pembaca penasaran dengan sinopsis ceritanya, simak ya…

image

Meski tumbuh besar bersama, Hsueke (baca: Si Khe) dan Ku Yameng hidup dalam dunia berbeda. Hsueke putri keluarga Dinasti Manchu dari Kepangeranan Wang, sementara Yameng putra ibu pengasuhnya, Bibi Chao. Tapi mereka saling jatuh cinta, dan tak direstui karena status yang berbeda terlebih karena Hsueke telah dijodohkan dengan putra keluarga bangsawan Luo. Xueke dan Yameng nekad kawin lari. Pangeran Wang (ayah Xueke) menemukan dan menangkap mereka. Padahal pernikahan yang tak direstui itu sudah membuahkan janin. Pangeran Wang shock. Dia ingin membunuh Yameng, tapi Bibi Chao dan Hsueke melindunginya dengan tubuh mereka dan berlutut di hadapan Pangeran Wang agar bersedia mengampuni Yameng. Melihat Hsueke nekad, Nyonya besar Wang yang sangat mencintai putrinya, membujuk suaminya, karena tanpa Hsueke, dia juga akan mati. Pangeran Wang melunak. Dia membiarkan Hsueke melahirkan anaknya karena menolak mengugurkan dan mengancam bunuh diri. Dia juga membiarkan Bibi Chao hidup, tapi diusir dari Beijing. Sementara Yameng diasingkan menjadi pekerja tambang di Shinchiang. Imbalannya, setelah melahirkan, Hsueke harus tetap menikah dengan putra keluarga Luo. Berkat bujukan Ku Yameng yang memintanya bertahan hidup meski menderita dengan harapan bisa bertemu lagi, Hsueke pun menyetujui syarat ini.

image

Setahun kemudian, Hsueke melahirkan. Dia hanya sempat sekali melihat bayinya, dan tidak tahu jenis kelaminnya. Nyonya Besar Wang membawa bayi itu pergi. Tapi Hsueke memohon agar bayinya tidak dibunuh, karena itu yang diinginkan ayahnya (Yameng). Nyonya Besar Wang memberikan bayi itu kepada Bibi Chao dan menyuruhnya mencari Yameng dan hidup bersama. Dia memberi uang sebagai bekal mereka. Kemudian Hsueke menikah dengan Luo Chikang (baca: Luo Cekang) dari keluarga pejabat Luo. Demi memelihara kesetiaannya kepada Ku Yameng, saat malam pengantin, Hsueke berterusterang kepada Chikang, dia bukan gadis lagi karena sudah pernah menikah. Chikang sangat marah dan mengadukan pada orangtuanya. Dia ingin bercerai. Tapi Nyonya Besar Luo mengatakan bercerai berarti menuruti keinginan Hsueke. Dia ingin Hsueke tetap menjadi menantu keluarga Luo untuk menyiksanya dalam penderitaan. Dia juga menghukum Hsueke dengan menyuruh Xueke untuk memotong jari kelingkingnya sendiri. Pangeran dan Nyonya Besar Wang tak bisa berbuat apa-apa untuk menolong Hsueke.

Delapan tahun berlalu, zaman berubah, pemerintahan berganti. Kekaisaran Manchu runtuh, berganti menjadi republik. Tuan besar Luo tak lagi menjadi pejabat dan meninggal dunia. Nyonya Besar Luo membawa keluarganya pindah ke Chengte, termasuk Hsueke. Di kota ini Chikang menjalankan bisnis dan bersahabat dengan seorang jenderal yang berkuasa. Dia juga telah menikah lagi dengan Ciashan yang memberinya seorang putra bernama Yulin. Saat itulah Bibi Chao yang tidak berhasil menemukan Yameng datang ke Chengte bersama cucunya, Hsiao Yutien. Dia miskin dan sakit-sakitan. Mengira neneknya memerlukan uang untuk berobat, Hsiao Yutien bersedia dijual ke keluarga Luo sebagai pelayan. Bibi Chao bermaksud menemui Hsueke yang sudah menjadi Nyonya Muda Luo untuk mengatakan siapa sebenarnya Hsiao Yutien. Tapi Bibi Chao keburu meninggal. Pelayan penginapan menguburnya, dan Hsiao Yutien hanya sempat menziarahi makamnya dengan sedih. Pertama melihat Hsio Yutien, hati Hsueke sudah tergetar. Dia selalu tergerak untuk melindungi dan membela pelayan kecil ini bila mendapat kesulitan.

Sementara itu di kediaman Pangeran Wang, seorang tamu bernama Kao Han datang berkunjung. Ternyata dia Yameng yang sudah diangkat anak oleh pengusaha dari Fuchien bermarga Kao dan mengganti namanya menjadi Kao Han. Melihat kehadirannya, Pangeran Wang marah, tapi Ahte, pembantu setia, selalu melindungi Kao Han. Dari Nyonya Besar Wang, Kao Han mengetahui anaknya perempuan dan diberikan kepada ibunya supaya mereka bisa mencarinya. Tapi mereka tidak bertemu. Nyonya besar menyuruhnya mencari mereka, dan tidak mengganggu Hsueke yang sudah menjadi menantu keluarga Luo di Chengte. Kao Han justru ingin menemui Hsueke karena menduga ibunya akan menghubungi Hsueke. Ketika melihat Hsueke, dia tahu Hsueke tidak bahagia. Apalagi, Feichui, pelayan setia, Hsueke berhasil menemuinya dan bercerita banyak tentang penderitaan junjungannya. Ketika bertemu Kao Han, Hsueke menyuruhnya mencari Bibi Chao dan anak mereka.

Kediaman Luo geger karena Hsio Yutien hilang. Sebelumnya dia sudah minta izin mengunjungi makam neneknya karena neneknya berulang tahun. Mendengar hal ini, Hsueke terkejut karena Bibi Chao juga berulang tahun. Dia menawarkan diri ikut mencari ke makam. Dari nisannya, dia mengetahui siapa nama nenek Hsiao Yutien. Setelah bertanya beberapa hal dia yakin Hsiao Yutien adalah anaknya dengan Ku Yameng. Untungnya, Yameng belum berangkat mencari ibu dan anaknya. Dia kaget mendengar dari Hsueke, Bibi Chao membawa anak mereka bertemu dengannya sebagai pelayan. Keduanya senang sekaligus sedih. Sibuk memikirkan cara untuk mengeluarkan Hsiao Yutien dari kediaman keluarga Luo. Padahal Chikang sudah mulai merasa curiga melihat sikap Hsueke yang mencurigakan. Kao Han bermaksud menemui Chikang untuk bicara dan meminta istri dan anaknya, karena dia sendiri sudah menikah lagi dan mempunyai anak juga. Tapi Hsueke yang sangat mengerti tabiat Chikang mencegahnya. Yameng meminta bantuan Pangeran dan Nyonya Besar Wang. Mereka berangkat ke Chengte. Ketika membahas masalah perceraian, Chikang menolak mentah-mentah. Atas saran Ciashan, dia mengakui mencintai Hsueke, dan ingin mengubah perlakuannya selama ini. Pangeran dan Nyonya Besar Wang termasuk Hsueke terkejut mendengar pengakuan ini. Mereka bermaksud memanfaatkan kesempatan ini untuk mengeluarkan Hsiao Yutien untuk dibawa Pangeran dan Nyonya Besar Wang. Perhatian mereka kepada pelayan kecil ini membuat Nyonya Besar Luo curiga, dan dia langsung bisa membongkar identias Hsiao Yutien dan membuat Chikang marah besar. Keadaan semakin rumit ketika Pangeran Wang dan Yameng memutuskan menggunakan kekerasan. Yameng datang dan berterus terang dia adalah suami pertama Hsueke dan ayah Hsiao Yutien. Mereka menculik Chikang untuk ditukar dengan Hsueke dan Hsiao Yutien. Hsueke merasa serba salah ketika harus memilih memenuhi janjinya kepada Chikang ataukah berkumpul kembali dengan keluarganya, karena setelah dia berada diambang kematian baru Chikang merelakan untuk melepaskannya. Kisah ini berakhir happy ending, Xueke dapat menikah lagi dengan Yameng disaksikan kedua orang tua Xueke dan anak mereka Hsiao Yutien, meski Xueke dalam keadaan sakit.

Wah, adegan yang sangat dramatis ya (namanya juga drama 😀 ). Kisahnya yang sedih akan semakin kentara dipadu closing soundtrack drama tersebut. Ini dia liriknya, tapi maaf pemirsa saya sedikit lupa. Bila pembaca ada yang hapal lagu ini, tolong koreksi kalau ada bagian yang salah ya. Terima kasih  🙂

Giok Di Tengah Salju

Awan-awan melayang di langit
Pohon-pohon willow melambai
Awan merah di tengah lembah
bagaikan burung menuju sarangnya
Ibu dan ayah berada dalam mimpiku,
mengapa tak terlihat nyata
Burung-burung di tengah lembah,
mengapa terbang jauh ke sana..
Menempuh perjalanan jauh…

Nah, silakan download juga opening soundtracknya (Mandarin version)  di sini ! 😉

Drama Jadul Favoritku : Api dan Cinta

image

Ini merupakan drama favoritku saat aku kelas 4 SD, kira-kira tahun 1995-1996. Tapi ternyata di negara pembuatnya drama ini ditayangkan pada tahun 1980-an. Ups, berarti waktu tayang di Indonesia sudah jadul banget dong ya 😀 Waktu kecil aku sangat mengidolakan Chow Yun Fat sampai semua film silat yang dibintanginya aku tonton semua, termasuk drama percintaannya yang satu ini. Serial ini lebih dikenal di sini dengan judul Shanghai Bund: Api dan Cinta . Cerita ini mengambil latar sekitar tahun 1930-an di China. Hui Man Keung (Chow Yun Fat) tiba di Shanghai untuk mengadu nasib hanya dengan membawa sedikit uang dan tidak mempunyai tempat tinggal. Secara kebetulan, ia bertemu dengan Ding Lik (Ray Lui), seorang penjual asongan yang sederhana dan jujur. Keduanya dengan cepat menjadi teman. Kemudian di saat yang bersamaan pula seorang gadis bernama Fung Ching Ching (Angie Chiu), putri seorang bos mafia, diculik. Beruntung, ia berhasil diselamatkan oleh Hui Man Keung dan Ding Lik. Oleh sebab itulah, Bos Fung (Lau Dan), ayah Ching Ching, menyewa keduanya untuk bekerja padanya. Tentu saja sebagai mafia. Dengan kesetiaan dan kecerdasan keduanya, Bos Fung menjadikan keduanya sebagai asset berharga bagi organisasinya. Keung dan Ching Ching saling jatuh cinta pada pandangan pertama. Mereka pun berencana untuk menikah, tetapi sayang rencana itu hancur berantakan. Ayah Ching Ching terlibat persoalan dengan pedagang senjata Jepang. Lantas dia mengirim Keung untuk menyelesaikan persoalan itu. Namun, Keung malah membunuh seorang pedagang senjata Jepang yang penting itu. Ketika Bos Fung mengetahui tentang kejadian ini, ia mengirim pembunuh bayaran untuk membunuh Keung guna menghilangkan jejak kalau ia terlibat dalam kasus tersebut, sebab dia sendirilah yang telah mengutus Keung guna menghadapi pedagang senjata Jepang. Mengetahui nyawanya terancam akan dibunuh, Keung kaget dan kesal kepada Bos Fung, Karena itulah Keung terpaksa meninggalkan Shanghai dan meninggalkan kekasihnya, Ching Ching.

image

Setelah gagal membunuh Keung melalui pembunuh bayaran yang disewanya, Bos Fung mengirim Ding Lik untuk menangkap Keung. Ketika Ding Lik berhadapan dengan Keung, mereka memutuskan untuk bicara. Pada akhirnya, Ding Lik mengizinkan Keung untuk pergi. Setelah Keung meninggalkan Shanghai, Ding Lik menjadi satu-satunya tangan kanan Bos Fung. Ding Lik kemudian memiliki banyak uang dan kekuasaan. Namun, dengan kekuasaannya sekarang, Ding Lik berubah dari orang yang sederhana dan jujur menjadi seorang lelaki pecundang, hipokrit, dan licik. Sejak saat itulah dia merayu Ching Ching yang tengah patah hati karena ditinggalkan Keung. Mengetahui bahwa kekasih sejatinya tidak akan pernah kembali, Ching Ching bersedia menikah dengan Ding Lik, tetapi hatinya tidak pernah melupakan Keung. Sementara itu, Keung pergi ke pedesaan, dan bertemu dengan seorang pria tua dan cucu-cucunya. Keung melihat betapa damai hidup pria tua dan cucu-cucunya itu. Dia kemudian memutuskan untuk melupakan masa lalunya dan hidup dengan damai. Dia menikahi cucu perempuan pria tua tersebut dan tinggal di sana.

image

Sayangnya, orang-orang suruhan Bos Fung menemukan di mana keberadaan Keung tinggal dan membunuh semua orang, bahkan istri Keung yang tengah hamil pun juga ikut dibunuh dengan sadis! Keung melihat keluarganya mati dan bersumpah untuk membalas dendam. Dia kembali ke Shanghai untuk bergabung dengan mafia lain dan menyebabkan malapetaka dalam bisnis Bos Fung. Sementara itu, pernikahan antara Ding Lik dan Ching Ching menjadi sebuah bencana. Ding Lik mengetahui kedatangan Keung ke Shanghai dan takut jika Ching Ching akan jatuh cinta lagi pada Keung. Dia menjadi cemburu dan memperlakukan Ching Ching dengan tidak hormat. Dia bahkan mendorong Ching Ching jatuh ke tanah dan dengan tidak sengaja hal itu menyebabkan Ching Ching mengalami keguguran. Ding Lik menyadari apa yang dilakukannya adalah sebuah kesalahan dan mulai memperlakukan Ching Ching dengan penuh kasih sayang. Namun, Ching Ching menjadi tidak bahagia dengan kehidupan pernikahannya, dan dia ingin bercerai. Di akhir cerita, Keung berhasil menangkap Bos Fung dalam sebuah ruangan dan menembaknya. Ching Ching masuk dan melihat ayahnya mati di kakinya. Dia mengambil pistol dan mengarahkannya ke kepala Keung. Keung berkata pada Ching Ching bahwa dia tidak akan menyalahkan Ching Ching dan masih berdiri menunggu peluru dari pistol itu mengenai kepalanya.

Wah, seandainya serial ini ditayangkan ulang aku masih ingin menyaksikannya. Dulu serial ini ditayangkan oleh Indosiar, stasiun tv yang terbilang baru pada era tersebut dan menjadi favorit jutaan pemirsa Indonesia karena banyak menayangkan drama yang digandrungi masyarakat Asia. Aku suka sekali adegan-adegan asmara antara Keung dan Ching Ching. Mereka terlihat serasi sekali. Saking sukanya dengan film ini lirik lagu opening themenya sampai kuhapal. Nah ini dia liriknya, selamat bernostalgia!

Api dan Cinta

Kemilau cahaya di antara bagian kota
Temaram mencekam
Di lorong-lorong penuh dendam
Dunia ternoda
Dosa dusta kian melanda
Asmara dan cinta
Adakah di hati mereka?

reff:
Hari-hari terus berlalu
Meniti jalan sepi
Tak peduli tanpa ragu
Menghadapi apa yang terjadi
Seperti di dalam rangkaian pentas sandiwara
Melawan angkara
Berharap datang kuasaNya …

My Favorite Mandarin Old Song : Dui Mian De Nu Hai Kan Guo Lai

image

image

Tiap kali aku sedang sakit bila mendengarkan lagu ini aneh bin ajaib rasa sakitku berkurang dan aku menjadi cepat sembuh. Padahal kalau ditelaah dari arti yang terkandung di dalamnya, sama sekali tidak menceritakan tentang orang yang sedang sakit ataupun sakit hati. Mungkin karena irama musiknya yang bertempo ceria sehingga membuat nyaman telingaku mendengarkannya. Sebenarnya penyanyi yang berhasil menggadang-gadangkan lagu ini adalah Richie Ren. Akan tetapi aku lebih menyukai lagu ini yang dibawakan oleh seorang perempuan bersama seorang pria dan juga anak-anak (tidak diketahui apakah mereka adalah grup musik atau bukan). Berikut aku repost lirik lagu tersebut sekadar menambah postinganku bulan ini. Hehehe

Dui Mian De Nu Hai Kan Guo Lai
Sung by Richie Ren

Pinyin Lyrics & Guitar Chords

INTRO: C C/G C C/G C C/G C C G
duìmiàn de nǚhái kàn guòlái
对面的女孩看过来
Am Em
kàn guòlái kàn guòlái
看过来 看过来
F C
zhèlǐ de biǎoyǎn hěn jīngcǎi
这里的表演很精采
Dm Am G G
qǐng bùyào jiǎzhuāng bù lǐ bù cǎi
请不要假装不理不采

C G
duìmiàn de nǚhái kàn guòlái
对面的女孩看过来
Am Em
kàn guòlái kàn guòlái
看过来 看过来
F C
bùyào bèi wǒ de yàngzi xià huài
不要被我的样子吓坏
Dm G G
qíshí wǒ hěn kě’ài
其实我很可爱

C G
jìmò nánhái de bēi’āi
寂寞男孩的悲哀
Am Em
shuō chūlái shuí míngbái
说出来 谁明白
F C
qiú qiú nǐ pāo gè mèi yǎn guòlái
求求你抛个媚眼过来
Dm G G
hōng hōng wǒ dòu wǒ lè kāihuái
哄哄我 逗我乐开怀

BRIDGE:
C G Em Am
wǒ zuǒ kàn yòu kàn shàng kàn xià kàn
我左看右看上看下看
F G
yuánlái měi gè nǚhái dōu bù jiǎndān
原来每个女孩都不简单
C G Em Am
wǒ xiǎngle yòu xiǎng wǒ cāile yòu cāi
我想了又想我猜了又猜
F G G
nǚháimen de xīnshì hái zhēn qíguài
女孩们的心事还真奇怪

INSTRUMENTAL BREAK WITH HARMONICA:
C G C G F G x2 C G
jìmò nánhái de cāngyíng pāi
寂寞男孩的苍蝇拍
Am Em
zuǒ pāi pāi yòu pāi pāi
左拍拍 右拍拍
F C
wèishéme háishì méi rén lái ài
为什么还是没人来爱
Dm G G
wú rén wènjīn zhēn wúnài
无人问津 真无奈
C G
duìmiàn de nǚhái kàn guòlái
对面的女孩看过来
Am Em
kàn guòlái kàn guòlái
看过来 看过来
F C
jìmò nánhái qíngdòuchūkāi
寂寞男孩情窦初开
Dm G G G
xūyào nǐ gěi wǒ yīdiǎn ài.. h āi! h āi!
需要你给我一点爱。。 嗨!嗨!

REPEAT BRIDGE TWICE
C G Em Am
ài zhēn qíguài! lài lài lài lài lài lài lài lài lài lài
爱真奇怪!唻唻唻唻唻唻唻唻唻唻唻唻
F G
lài lài lài lài lài lài…… Ō āi ō!
唻唻唻唻唻唻…..喔哎噢!
C G Em Am
lài lài lài lài lài lài lài lài lài lài lài lài
唻唻唻唻唻唻唻唻唻唻唻唻
F G G
lài lài lài lài lài lài…… Ō!
唻唻唻唻唻唻……噢!
ā i suànle huí jiā ba
唉 算了回家吧

Literal English Translation

duìmiàn de nǚhái kàn guòlái
Girl opposite
kàn guòlái kàn guòlái
Look over here, look over here
zhèlǐ de biǎoyǎn hěn jīngcǎi
The show here is very exciting
qǐng bùyào jiǎzhuāng bù lǐ bù cǎi
Please do not pretend to ignore it

duìmiàn de nǚhái kàn guòlái
Girl opposite
kàn guòlái kàn guòlái
Look over here, look over here
bùyào bèi wǒ de yàngzi xià huài
Don’t be frightened by my appearance
hōng hōng wǒ dòu wǒ lè kāihuái
In fact, I’m very lovely.
jìmò nánhái de bēi’āi
Sad and lonely boy
shuō chūlái shuí míngbái
When he speaks, who understands?
qiú qiú nǐ pāo gè mèi yǎn guòlái
I beg you to throw a flirtation this way
hōng hōng wǒ dòu wǒ lè kāihuái
Humour me, tease me, I’ll be so happy!

Bridge:
wǒ zuǒ kàn yòu kàn shàng kàn xià kàn
I look left, look right, look up, look down
yuánlái měi gè nǚhái dōu bù jiǎndān
Every girl is not easy to understand
wǒ xiǎngle yòu xiǎng wǒ cāile yòu cāi
I thought and thought, I guessed and guessed
nǚháimen de xīnshì hái zhēn qíguài
Girls minds are really strange
jìmò nánhái de cāngyíng pāi
Lonely boy’s fly swatter
zuǒ pāi pāi yòu pāi pāi
Left hit, right hit
wèishéme háishì méi rén lái ài
Why is there still no one to love
wú rén wènjīn zhēn wúnài
Nobody cares, really helpless

duìmiàn de nǚhái kàn guòlái
Girl opposite
kàn guòlái kàn guòlái
Look over here, look over here
jìmò nánhái qíngdòuchūkāi
Lonely boy is open to love(?)
xūyào nǐ gěi wǒ yīdiǎn ài.. h āi! hāi!
Need you to give me a little love.. Hi! Hi!
ài zhēn qíguài!
Love really strange!
ā i suànle huí jiā ba
Oh forget it. Let’s go home

Silakan download kedua versi lagu di sini  ! 😉

Drama Asia Favoritku : “The Journey : A Voyage”

image

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang memahami sejarah perkembangan bangsanya.”

Tampaknya insomnia yang kualami belum kunjung reda. Setelah The Royal Family selesai ditayangkan ulang di Haari TV setiap Senin-Jumat tepat tengah malam, sebagai penggantinya adalah The Journey : A Voyage. Kali ini sebuah drama berbahasa Mandarin. Awalnya sebelum aku menonton serial ini aku mengira film ini adalah film produksi Taiwan, dan melihat spoilernya  di iklan terlihat biasa-biasa saja. Sama sekali tidak terlihat menarik untuk ditonton. Namun  aku memaksakan diri untuk melihat tayangan perdananya terlebih dahulu dengan harapan siapa tahu drama ini dapat menjadi tayangan langgananku sebagai teman insomniaku di tengah keheningan malam. Begitu aku menyaksikan drama ini pada episode pertama, aku terpana. Hey ternyata ini drama produksi Singapura! Sudah lama sekali aku tidak menonton film-film buatan negeri jiran itu.  Apalagi drama tragis ini dibintangi oleh aktor tampan Elvin Ng dan aktris cantik Chris Tong. Aku benar-benar terharu menyaksikan tayangan serial ini. Karena kisahnya mengangkat latar belakang awal mula kedatangan bangsa China ke negeri singa itu. Pikiranku pun melayang-layang, kapan ya etnis Tionghoa di Indonesia bakal membuat film sebagus ini. Apalagi kalau ceritanya juga mengisahkan tentang awal mula kedatangan bangsa China ke Indonesia. Wah, pasti menarik sekali tuh! Apalagi hari ini adalah perayaan Imlek. 

The Journey : A Voyage (China: 信 约: 唐山 到南洋, juga dikenal sebagai A Voyage) adalah trilogi musim pertama yang diproduksi oleh MediaCorp Channel 8. Produksi dimulai pada Juli 2013. Tayangan perdananya diputar pada tanggal 25 November 2013 dan selesai pada tanggal 7 Januari 2014. Sebanyak 31 episode ditayangkan selama periode tersebut. Dibintangi Li Nanxing, Elvin Ng, Desmond Tan, Joanne Peh, Jeanette Aw, Chris Tong dan Pierre Png sebagai pemeran utama dari drama ini.

Serial ini menceritakan kerja keras dari generasi pertama imigran Cina yang menginjakkan kaki di pulau Singapura untuk mencari nasib dan masa depan mereka. Perjalanan mereka ditempuh penuh dengan kesulitan, salah satu dari mereka harus bertahan untuk mengukir ceruk mereka, membangun tanah air baru dan menikmati buah keberhasilan mereka. Ini adalah drama berkala pertama yang menggunakan efek khusus (CGI) sebagai beberapa objek yang digunakan pada tahun 1920 namun tidak tersedia pada saat ini. Beberapa adegan dalam seri ini juga difilmkan di Penang, Ipoh Malaysia dan Yongding District, Cina. Yah, kenapa nggak di Indonesia saja ya?

Serial ini merupakan salah satu dari tiga serial drama dengan rating tertinggi drama serial 2013 di Singapura (antara lain : Wonderful Life and Break Free), dengan pemirsa rata-rata 835.000, disusul oleh C.L.I.F. 2 (dengan 901.000) dan The Dream Maker (dengan 885.000). The Journey akan berujung pada perayaan pembangunan bangsa (Singapura) pada tahun 2015.

Alur
Menghadapi ancaman internal dan agresi asing, ketidakstabilan sosial dan politik abad ke-20 China memaksa rakyatnya untuk meninggalkan negara mereka berbondong-bondong untuk mencari nafkah di Nanyang (Singapura). Imigran Hakka, Hong Shi (Desmond Tan), berlayar ke Nanyang untuk bekerja sebagai penambang timah dan hidup dengan hemat. Tiga tahun kemudian, ia kembali ke kampung halamannya untuk menikahi wanita yang dicintainya sejak kecil, Lin Yazi (Jeanette Aw).

Tak lama setelah pernikahan mereka, pasangan pengantin baru itu kembali ke Nanyang dengan kapal laut. Juga di kapal yang sama, terdapat dua bersaudara miskin, Zhang Tianpeng (Li Nanxing) dan Zhang Tianying (Allen Chen), yang berusaha untuk membuat keberuntungan di Nanyang. Sayangnya, Tianying baru saja naik kapal ia langsung jatuh sakit dan pingsan. Menduga kuat penyakit yang diidap oleh Tianying adalah penyakit menular sebagai alasan, para awak kapal terus-menerus memaksa Tianpeng untuk membuang adiknya ke laut, tentu saja Tianpeng melakukan perlawanan. Hong Shi membantu Tianpeng untuk menangani para awak kapal. Ia dan istrinya memberi uang dan perhiasan agar para awak kapal bersedia bermurah hati kepada mereka. Penuh rasa syukur, Tianpeng bersumpah menjalin persaudaraan dengan Hong Shi.

Hong Shi mencurigai bahwa Tianying mengalami demam tifoid dan menyadari bahwa imigran Nanyang memiliki obat yang efektif untuk penyakit ini. Tianpeng memohon kepada penumpang dari kabin kelas satu, seorang bangsawan dari China yang kaya tetapi licik, Zhang Guangda (Terence Cao), agar bersedia memberinya obat. Namun Guangda malah menyuruh Tianpeng memotong jarinya sebagai persyaratan. Demi adik yang sangat disayanginya, Tianpeng bersedia melakukan perintah Guangda yang keji. Untunglah hal itu dapat dicegah oleh Bai Mingzhu, selir baru Zhang Guangda. Lalu Guangda bersedia memberi Tianpeng obat berupa bubuk motan yang diminta Tianpeng. Namun sebenarnya bukan obat yang diberikan oleh Guangda, melainkan bubuk racun yang mematikan. Mengetahui hal ini Bai Mingzhu (Chris Tong), diam-diam memberikan Tianpeng obat yang sebenarnya. Untuk membantu Tianpeng, Mingzhu dilarang keras oleh Zhang Guangda. Ternyata sebelumnya Mingzhu pernah diculik oleh perampok dan ayahnya sengaja menyewa Tianpeng untuk menyelamatkannya. Setelah berhasil melakukan misi penyelamatan Mingzhu, Tianpeng jatuh cinta dengan Mingzhu, tapi Mingzhu sudah dipersunting orang lain yang tak lain adalah Guangda.

Kapal pun akhirnya tiba di Nanyang. Baru sekejap menikmati udara di daratan Singapura, Hong Shi difitnah atas tuduhan kasus perampokan sekaligus pembunuhan terhadap seorang pria tua yang dititipkan kepadanya oleh seorang pemuda yang sama-sama berasal dari Yongding. Sehingga Hong Shi dijebloskan ke dalam penjara. Karena putus asa, Yazi mencari bantuan dan bertemulah ia dengan Nyonya Zhang Huiniang (Joanne Peh) dan kakak tiri laki-lakinya Zhang Dong’en (Elvin Ng). Mereka bekerja bergandengan tangan untuk membuktikan Hong Shi tidak bersalah. Sebenarnya Dong’en adalah keponakan laki-laki Zhang Guangda. Ayahnya, Zhang Guangping (Desmond Shen), menikah dengan Nyonya Huang Zhenniang (Carole Lin) beberapa tahun setelah istrinya meninggal. Ketika Zhenniang menikah dengan keluarga Zhang, ia membawa serta putri angkatnya  Huiniang, yang menjadi lebih muda dari Dong’en, alamat Dong’en menjadi kakaknya. Keduanya awalnya berselisih, namun secara bertahap semakin dekat. Namun menjadi saudara mencegah mereka dari melangkahi batas. Keduanya sebenarnya telah saling jatuh cinta. Bibi Dong’en, Han Xiuxiang (Priscelia Chan) cemburu melihat kedekatan mereka berdua yang terlihat selalu mesra.

Hong Shi kembali bekerja sebagai penambang timah setelah pembebasannya, sedangkan Yazi, seperti perempuan Hakka yang lain, menjadi “wanita pendulang”, menjual timah dengan harga murah. Pemilik tambang tidak hanya menanam opium di daerah tambang untuk keuntungan, ia juga memanfaatkan penambangnya dengan menarik mereka ke dalam sex, perjudian dan rokok-opium guna memulihkan upah yang dia bayar kepada para kuli penambangnya. Untuk membantu kerabatnya membayar utang judi, Hong Shi juga terpikat perjudian dan akhirnya menimbulkan hutang yang sangat besar dari $600. Pada saat yang sama, Pengawas Heilong (Pierre Png) bernafsu setelah melihat kecantikanYazi dan mencoba untuk memilikinya dengan menghancurkan Hong Shi.

Tianying bertemu Huiniang dan terpesona olehnya. Percaya bahwa ia adalah seorang lelaki yang jujur ​​dan sederhana, Huiniang merekomendasikan pekerjaan kepadanya di toko obat herbal, di mana ia mengembangkan hubungan master-murid dengan orang tua herbalis, Chen Kuang (Li Wenhai). Master Chen Kuang menanamkan resep dari penelitian yang dilakukan seumur hidupnya kepada Tianying, mendesak dia untuk menghasilkan obat-obatan yang terjangkau untuk mendapatkan keuntungan bekerja keras dengan massa. Tianpeng membantu Tianying membangun bisnis manufaktur produk obat yang ia pasarkan tanpa lelah sampai mereka telah berumah tangga. Kedua bersaudara itu tidak pernah lupa untuk menyumbangkan uang untuk amal dan mengangkat standar hidup di kampung halaman mereka.

Hong Shi menjadi buron setelah difitnah oleh Heilong. Dia membawa dirinya dalam keputusasaan dan hidup menjadi pengemis dalam keyakinan yang salah bahwa Yazi telah berpaling kepada Heilong …

Zhenniang melanjutkan perusahaan ketika Zhang Guangping meninggal tiba-tiba, sementara Zhang Guangda marah dan berencana untuk mengambil alih kekuasaan. Zhenniang melihat Dong’en sangat sedih kehilangan ayahnya, kemudian ia mengirim Huiniang dan Dong’en ke sekolah untuk keluar dari pukulan yang keras. Melalui suka dan duka bersama-sama hanya bisa memperkuat hubungan mereka, dan Dong’en menyadari bahwa perasaannya untuk Huiniang telah berkembang menjadi lebih dari sekedar kakak kepada adik tapi melainkan perasaan seorang lelaki terhadap lawan jenis…

Dong’en dan Tianpeng memimpin ekspedisi ke hutan lebat untuk mencari tambang timah, dan tiba-tiba menemukan legendaris “lumbung timah besar yang hilang”, yang konon membuat orang menjadi kaya dalam semalam. Dong’en kembali ke rumah penuh kemenangan. Dia tumbuh menjadi lebih dewasa hari demi hari dan Zhenniang senang bahwa dia berkompeten untuk berhasil dalam bisnis keluarga. Zhang Guangda terus berencana merebut peta tambang timah darinya. Dong’en menerima sebuah rencana perkawinan dan mempersiapkan diri untuk mengunjungi desa leluhurnya untuk menikah. Mendengar hal ini Huiniang sedih. Sementara Zhenniang menyertai Dong’en ke desa untuk bertemu calon istrinya. Zhang Guangda menemukan kesempatan untuk menyakiti mereka … Dengan bisnis keluarga yang sudah di tangannya, Zhang Guangda tega menyakiti Dong’en. Membuatnya menderita keracunan merkuri, Dong’en menunggu kesempatan untuk membalas dendam padanya. Dia bersumpah untuk mendapatkan kembali bisnis orang tuanya yang dirintis dengan susah payah dan untuk menyelamatkan seorang pasangan hidupnya demi Huiniang …

Wuah, menonton drama ini membuatku banyak tahu mengenai seluk-beluk kebiasaan orang China. Mengapa mereka kuat merantau, kegigihan dalam berjuang hidup hingga sukses di perantauan, dan lain sebagainya. Aku sangat terkejut saat mengetahui kalau sate bukan makanan asli orang Indonesia, melainkan orang China. Tepatnya makanan orang Hakka. Berdasarkan cerita yang dituturkan oleh Hong Shi kepada Yazi saat mereka makan malam setibanya di Nanyang, kebetulan waktu itu Hong Shi membelikan Yazi seporsi sate ayam. Yazi sempat heran makanan apa yang dibelikan Hong Shi untuknya. Kemudian Hong Shi menjelaskan bahwa itu adalah sate (dari kata sah-teh) yang berarti daging sisa. Menurut penuturan Hong Shi konon dahulu kala ada seorang wanita Hakka yang kebingungan akan daging ayam sisa yang tidak terolah lagi. Suami wanita itu kemudian menyuruh sang istri untuk memotongnya kecil-kecil dan menusuknya dengan kayu, lalu dibakar. Eh, tapi yang jualan sate dalam film ini orang Melayu lho! Jadi, sate itu sebenarnya dari mana? Oya, aku paling suka adegan Dong’en cemburu kepada setiap lelaki yang mencoba mendekati Huiniang. Ekspresi wajah Dong’en sangat lucu kalau sedang cemburu. Adegan lain yang menarik menurutku adalah saat Huiniang bertemu dengan Yazi dan menyelamatkannya dari kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang pengacara jahat  terhadapnya, Bahasa Melayu yang diucapkan Huiniang sangat lucu.  Well, mungkin itu saja pembahasan dariku mengenai drama ini. Menarik atau tidaknya alur film ini, tergantung dari penilaian Anda. Selamat menyaksikan ya…

Thank you for the support for The Journey – A Voyage casts!

Hello, I’m from Borneo-Indonesia. At first before seeing it (just accidentally from the advertisement) I thought this film was made in Taiwan. After watching the first episode I was amazed and very impressed. This is a very good film, and to my surprise this film is made in Singapore. The best character in my opinion is Elvin Ng. I think start from now I’m going to be a big fan of Elvin Ng. I wish to meet him someday.