Pangkalan Bun Naik Daun

image

Hallo pembaca, ini adalah tulisan pertamaku di awal tahun 2015. Sebelumnya aku mau mengucapkan selamat tahun baru ya. Semoga apa yang kalian cita-citakan di tahun ini dapat terwujud dengan baik. Walaupun tragedi jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 pada akhir tahun lalu sempat menjadi duka lara yang menimpa saudara-saudara kita di Surabaya, namun kita jangan putus mendoakan  mereka (para korban kecelakaan). Semoga tuhan menerima mereka semua di surga. Amin yarabbal alamin. Semenjak daerah  musibah kecelakaan yang menimpa AirAsia QZ8501 berhasil dideteksi, daerah tempat tinggalku, kota MANIS, Pangkalan Bun city, mendadak naik daun. Pasalnya lokasi di mana kecelakaan tersebut terjadi sangat dekat dengan Teluk Kumai, teluk yang menjorok ke daratan Kabupaten Kotawaringin Barat yang beribukota di Pangkalan Bun. Padahal sehari-harinya nama Pangkalan Bun sangat asing di telinga orang Indonesia. Banyak orang Indonesia di luar Kalimantan yang tidak mengetahui di mana letak Pangkalan Bun. Jangankan mendengar nama Pangkalan Bun, mendengar nama Pulau Kalimantan saja teman-temanku di Bogor pada merinding karena kebanyakan dari mereka masih beranggapan kalau daerah Kalimantan itu daerah yang sangat terbelakang, belum maju, dan penduduknya masih primitif. Hmm, belum tahu mereka kalau di tengah hutan zamrud khatulistiwa sini banyak sekali terdapat kota-kota yang cantik dan salah satunya adalah Pangkalan Bun. Semenjak diketahuinya titik jatuh pesawat di perairan Kalimantan, Pangkalan Bun mendadak menjadi sorotan media massa. Puluhan reporter televisi dan koran nasional terjun meliput berita bersama para relawan dan tim penyelamat (BASARNAS). Bahkan Bapak Presiden Jokowi pun menyempatkan diri melakukan kunjungan kerja ke kota yang dijuluki kota manis ini. Walaupun asing di telinga penduduk Indonesia karena namanya yang jarang mencuat ke media massa nasional, akan tetapi sebenarnya nama Pangkalan Bun itu sendiri cukup dikenal luas oleh masyarakat internasional. Lho kok bisa? Sebab banyak sekali turis mancanegara yang berkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting yang terdapat di Teluk Kumai, sepanjang tahunnya. Di sana merupakan tempat rehabilitasi dan penangkaran orang utan, fauna langka yang mendapat perlindungan langsung dari WWF. Jadi jangan heran kalau kalian berkunjung ke Pangkalan Bun, kalian akan melihat banyak bule bertebaran keluar masuk hutan mencari orang utan, bahkan berkemah bersama para orang utan, saudara-saudara mereka. Hehehe…  😀

image

Selain itu daerah kami juga khususnya Pangkalan Bun dan Sukamara dikenal sebagai penghasil batu permata kecubung yang sangat indah dan bernilai tinggi. Warna batu kecubung yang sangat eksotik digemari para turis mancanegara yang kebetulan berkunjung ke daerah kami. Terdapat beberapa varian warna antara lain ungu, biru, hitam, merah muda, dan putih tergantung daerah penggaliannya karena warna-warna tersebut juga ditentukan oleh kandungan mineral yang terdapat di dalam tanah. (Sst, tanah di belakang rumahku banyak terdapat batu kecubung lho! Sayangnya, mama malah membuat spiteng di tanah tersebut. Hadeuh…)

Dulu hutan di daerah kami merupakan investor kayu terbesar bagi devisa negara Indonesia. Sayangnya maraknya illegal logging membuat hutan kami menjadi gundul dan perlu sedikitnya 50 tahun lagi agar hutan di daerah kami dapat kembali hijau seperti semula. Jika kalian berperahu atau mengendarai speedboat mengarungi sungai Lamandau rute Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama atau terus lanjut hingga Nangabulik, maka di sepanjang perjalanan kalian akan disuguhi pemandangan alam yang bestari. Banyak tanaman bungur di sepanjang tepian sungai dengan bunganya yang berwarna ungu menambah indah panorama seakan kita sedang berekreasi melihat bunga sakura di negara Jepang. Tidak jarang pula kita dapat menemukan burung elang maupun burung enggang (tingang) terbang rendah di atas kepala kita. Dan hingga saat ini aku masih sering menemukannya setiap melakukan perjalanan berspeedboat dari Desa Petarikan menuju Sukamara. Belum lagi semakin naik ke hulu sungai Lamandau arus sungainya semakin deras penuh dengan riam atau jeram. Bagi kalian yang menyukai kegiatan raftling sungai Lamandau recommended banget nih! Tapi hati-hati lho, sebab sungai-sungai di Kalimantan ukurannya gede-gede kaya laut! Plus banyak buayanya juga. (Termasuk buaya darat, hehehe…  😛  )

image

Nah, sebagai satu-satunya kota yang mendapat kehormatan tempat evakuasi para jenazah korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501, ternyata hal ini berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat provinsi Kalimantan Tengah. Terutama wilayah kabupaten Kotawaringin Barat, Lamandau, dan Sukamara dalam sektor perekonomian. Bukan maksud mensyukuri atas musibah yang telah terjadi. Namun dengan dijadikannya Pangkalan Bun sebagai pusat evakuasi korban, banyak penduduk dari luar Pangkalan Bun yang berdatangan ke Bandara Iskandar dan Pantai Kubu. Mereka tidak hanya sekadar ingin melihat jenazah, namun ada juga yang mencoba menyisir pantai berharap mereka dapat turut menemukan jenazah yang mungkin terdampar di pantai layaknya tim BASARNAS yang menemukan korban di laut. Bangsa Indonesia memang bangsa yang memiliki solidaritas tinggi. Walaupun para korban tersebut belum tentu saudara kita, namun kita turut membantu mencari. Hampir seluruh hotel dan penginapan (losmen) di Pangkalan Bun penuh oleh para pendatang dari luar kota termasuk para relawan dari luar negeri meskipun pemerintah telah menyediakan posko khusus untuk mereka. Namun tidak menutup kemungkinan cukup banyak wartawan dan reporter internasional yang turut meliput musibah tersebut. Maka dengan kata lain sejumlah penginapan, rumah makan, dan tempat usaha lainnya mendapat konsumen lebih di atas rata-rata hari biasanya. Itulah mengapa aku menulis bahwa musibah ini berdampak terhadap perekonomian masyarakat di ketiga kabupaten yang telah kusebutkan di atas. Contoh lainnya adalah meningkatnya jumlah pesanan peti jenazah di kabupaten Lamandau seiring bertambahnya jumlah korban yang berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat. Sebaliknya para nelayan di pesisir Kotawaringin Barat dan Sukamara mengalami kerugian karena untuk beberapa saat ini masyarakat enggan mengkonsumsi ikan laut bukan dikarenakan adanya kemungkinan bahwa sebagian ikan dari perairan Teluk Kumai telah menggigiti para jenazah pasca kecelakaan. Melainkan sebagai wujud empati masyarakat Kalimantan bahwa kami turut kehilangan saudara kami sesama bangsa Indonesia. Bahkan ketika malam perayaan tahun baru, seluruh masyarakat Pangkalan Bun tidak merayakannya secara besar-besaran. Kami hanya menyelenggarakan doa bersama di Bundaran Pancasila dengan masing-masing orang berbekal sebatang lilin sebagai penerang. Itulah wujud rasa duka cita kami. Meskipun tidak memungkinkan semua korban dapat dievakuasi, mengingat kondisi cuaca di perairan Teluk Kumai tidak menentu. Tidak ada salahnya bagi kita untuk terus berharap dan berdoa. Semoga tim penyelamat berhasil menjalankan tugas-tugasnya dengan baik. Serta semoga saudara-saudara kita yang telah tiada dapat beristirahat dengan tenang dan damai di peristirahatannya yang terakhir.

image

Pangkalan Bun akan tetap dikenang oleh bangsa Indonesia meskipun kalian belum pernah ke sana. Setidaknya kota kami tercinta memang tercetak di dalam peta. Peta Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tragedy Before the New Year

image

Yesterday will be a shadow that we can remember every moment.
Today it is a struggle that can not be stopped.
And tomorrow will be a victory to be achieved!

The history and future are two things that can not be separated. I was very surprised to hear the news on Sunday morning, December 28, 2014. Why every year there is always a tragedy in my country? Exactly ten years ago a very powerful tsunami hit Aceh, December 26, 2004. I still remember that day, it was on Sunday. So many victims of more than 100,000 people dead and missing due to the waves. And a few years ago, Senopati Kencana, a passenger ship sank in the Java Sea because of an unbalanced load. Right in the month of December and on Sunday! About two days ago, a new tragedy came over. This is the first time AirAsia had an accident in the emerald islands, Indonesia. The previous track record, AirAsia is one of the best public air transportation in Indonesia has been ever. Service of flight attendants must be the best as well, because they often entertain passengers during flight. Some stewards often makes them laugh and enjoy a dull moment to be enjoyable.

Since my sister was a flight attendant  I may thank God that He saved her from this accident because fortunately she was not working for the airline. My family and I always worried about her. Where she flew with the crew cabin has always been a big question in our minds, hoping her journey is always safe and controlled. But I continue to feel so sad and so sorry for the accident AirAsia. Approximately at 05.36 Sunday morning flight (AirAsia QZ8501) tried to fly from Juanda airport in Surabaya to the destination, Singapore. The pilot still communicated with the operator in the past for 45 minutes before Captain Irianto (pilot) requesting permission to avoid large cumulo-nimbuzz at an altitude of 32,000 feet. But at 06.17 operators lost contact with him. The aircraft must land at 08.30 in Singapore or 7:30 (Indonesian time). On the contrary until a certain time, the plane did not land at all. In the midday, the mass media issued if the aircraft was lost and it was predicted that probably had been fallen somewhere.

BASARNAS (rescuers) tries to explore where the communication between the pilots and operators who had been disconnected. It was exactly at Karimata strait, between Belitung and Borneo island. After 2 days of searching for the team finally found a lot of bodies, luggage, emergency exits, and other goods in Kumai Bay, Central Kalimantan Province, not far from the strait Karimata. BASARNAS confirmed if all these items are part of the AirAsia craft that may be lost. More than 150 passengers on the plane, about 16 of them are children and infants. Wind, waves, rain, and fog completely disrupt the evacuation. I could not hold back the tears I saw the news on TV. The passengers relatives were hysteric when they get their family members were found dead. I asked myself why there is always a tragedy at the end of the year in my country? Tsunamis, floods, volcanic eruptions, the collapse of the soil, they often occur at the end of each year. And now it is completely with a plane crash. And it is precisely on Sunday last week of December as another tragedy before.

I remember 2 Indonesian people sad song: “Kisah Sedih di Hari Minggu” (Sad Story on Sunday) and “Desember Kelabu” (Gray December). Although both love songs but the title indicates the suffering going on in Indonesia. A big question in my mind now is “Are they related to the annual tragedy in Indonesia?” Well, I did not expect! Today is the last day of the year. The sun does not rise at all throughout the day. The rain has been falling since morning as if to indicate that the Indonesian people are in a deep sadness. People cry for those who died in the tragedy. And in a few hours it will be a new year. Will the sun rise tomorrow? We are waiting.

HAPPY NEW YEAR 2015!
Hope you out there are in a happy and joyful moments. GBU.

Pramugara-Pramugara Ganteng

image

image

Heran deh, waktu aku buka aplikasi WP (baca : WordPress) di hp-ku akhir-akhir ini, pada bagian statistiknya di sana dijabarkan bahwa para pengunjung blogku ini terlempar oleh Google saat mereka mencari keyword : ‘Pramugara’,  ‘pramugara-pramugara ganteng’, ‘pilot’, dan ‘pilot ganteng’. Kok bisa begitu ya? Apa karena aku ini ganteng? (ehm, ehm, merapikan kerah kemeja). Atau karena dulu aku pernah berkeinginan untuk menjadi seorang pramugara tetapi gagal lantaran kelewat ganteng? #Gubrak keselek meja. Tapi yang jelas bukan karena adikku seorang pramugari kan? (Ehem… sorry tidak membuka lowongan pencarian calon adik ipar). Atau jangan-jangan itu gara-gara aku pernah menulis tentang sahabatku si Jb yang berprofesi sebagai seorang pilot muda, dan Radina Nandakita pramugari cantik dari Maskapai Singa yang sekarang menjadi seniornya adikku? Hahaha… ada-ada aja si Eyang Google ini. Anyway, thank you so much Grandpa Google. Because of you, my blog is quite much crowded. Hohoho… lol 😀

Pembaca sudah baca kan judulnya di atas? Postingan kali ini aku mau memposting tentang beberapa orang temanku yang berprofesi sebagai pramugara. Siapa tahu mereka bisa menjadi inspirasi kita semua. Amiiiin…. Tapi sebelumnya, izinkan aku terlebih dahulu sedikit sharing serba-serbi mengenai pramugara, boleh kan? Siapa tahu di antara para pembaca ada yang berminat menjadi pramugara. Apa yang ingin kubagikan ini berdasarkan pengalaman adikku yang berhasil mewujudkan cita-citanya menjadi seorang pramugari ditambah sedikit salinan dari blognya Radina Nandakita si pramugalau #jadi pramugari jangan galau mulu donk Mbak 😉 . Check this out ya…

Menjadi pramugara itu :

image

1. Penampilan fisik adalah prioritas utama setiap maskapai. Pramugara pesawat mana sih yang enggak ganteng? Untuk menjadi seorang pramugara, paling tidak kita harus memiliki postur tubuh yang tegap, tinggi badan yang at least 170 cm dengan berat badan proporsional, dan aura yang kharismatis. Ceileh… Just FYI di China sono seleksi pramugara itu sangat ketat men! Sampai ada snap shot pose bugil segala lho. Gila kan? Emangnya ini seleksi tentara dan polisi?

image

2. Komunikatif. Anda tidak memiliki public speaking yang luwes? (Wes, gaya bahasanya formal amir). Hmm, jangan harap ada maskapai yang bersedia merekrut Anda. Seorang pramugara yang baik dituntut untuk bisa berkomunikasi dengan publik. Sebab tugas pramugara itu membuat para penumpang merasa aman dan nyaman selama penerbangan kan? Mungkin nggak sih, seorang pramugara yang akan melayani penumpangnya diam terus di pesawat tanpa bicara sepatah katapun? Kaya apa dia akan menyerahkan konsumsi kepada penumpang? Ups, jangan-jangan konsumsinya dilempar gitu aja ke muka penumpang ya? Enggak banget! So, skill komunikasi yang baik menjadi salah satu faktor yang dapat menentukan Anda diterima atau tidak menjadi pramugara, apalagi bila Anda mempunyai segudang ide kreatif seperti yang kerap dilakukan oleh para FA di ‘pesawat merah’ saat demo pemakaian jaket pelampung, lucu-lucu bukan?

3. “Mas kulitku ‘berkunat’, kira-kira bisa diterima nggak ya jadi pramugara?” *pembaca tahu kunat nggak?* Kata orang Banjar (Kalsel) kunat itu adalah bekas luka. Well, aku kasih bocorannya nih ya, jawabannya can be yes can be no! Waktu adikku mengikuti recruitment di ‘maskapai merah’ dan ‘maskapai burung’ (maaf nama disamarkan^^) kata interviewernya begini : “Mbak, tolong itu bekas lukanya diobati dulu ya! Bagaimana caranya kek, supaya kulitnya kelihatan mulus! Operasi laser misalnya. Jadi Mbak bisa kembali ke sini lagi kapan-kapan!” Saran sang pewawancara. Dengan hati kecewa yang teramat-sangat adikku meninggalkan ruang interview sambil mukanya ditekuk. Coba aku yang diinterview, ucapan si pewawancara bakal kubalas : “Oh iya, terima kasih banyak atas sarannya ya, Bu. Kalau boleh saya laser mata Ibu sekalian sampai bolong biar kelihatan semakin cantik!” Kalian tahu, aneh bin ajaib setelah mengikuti recruitment yang ketiga kalinya, kali ini adikku melamar ke ‘maskapai singa’. Eh, langsung diterima! Nah lho, memangnya para interviewer ‘maskapai singa’ tidak memeriksa kunat adikku? What a better luck!

image

4. Pintar dan bisa bahasa asing hanya nilai tambah. Jangan kira adikku berhasil menjadi pramugari karena jago bahasa Inggris seperti kakaknya ini ya #hahaha… *tertawa keselek bohlam lampu*. Semasa SMA-nya, sebagai kakak dan juga merangkap sebagai gurunya di sekolah aku ini sangat pelit memberi nilai bagus kepada adikku sendiri. Adikku ini gayanya seperti seleb kampus. Dia menjadi ratu di sanggar tari tempatku mengajar. Hampir setiap jam pelajaranku dia tidak hadir di kelas saking sibuk show bersama sanggar tarinya di luar kota. Wow. Alhasil, adikku ketinggalan banyak pelajaran. Dan nilai yang kuberi di rapor untuknya hanya nilai pas-pasan, kisaran 7 sampai 8,3. Tidak terlalu tinggi bukan?

image

5. Bila kalian seorang pelajar yang berkeinginan menjadi FA (Flight Attendant), tidak ada salahnya kalian mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah seperti paskibra, pramuka, PMR, sanggar tari, bela diri, dsb. Karena ada banyak sekali manfaat yang bisa kalian dapatkan seperti wawasan yang luas, keterampilan, menambah teman pergaulan, juga pengalaman yang sangat berharga. Sama seperti aku, adikku juga sangat aktif mengikuti kegiatan ekstra di luar rumah. Sangat jarang kami memiliki waktu berkumpul bersama keluarga saking sibuknya dengan kegiatan-kegiatan yang kami geluti. Tetapi hikmah dan esensial manfaatnya tak pernah putus kami rasakan hingga saat ini. Ketika adikku mulai menikmati bagaimana rasanya dibully oleh para seniornya setelah ia berhasil menjadi seorang pramugari, sekali waktu dia berkata, “Memang yang namanya senioritas itu selalu ada di mana-mana! Tidak hanya di sekolah, di sanggar tari, di paskibra, di pramuka, bahkan jadi pramugari juga ada! Untung mentalku sudah kuat ditempa sejak aku mengikuti semua ekskul itu!”

image

6. Matamu rabun? Perasaan nggak ada deh pramugara naik pesawat pakai kacamata. Kalau yang pakai lensa kontak, banyak. Katanya, pramugara itu matanya boleh minus hanya -1. Lebih dari itu siap-siap saja berobat ke dokter mata supaya normal. #dicolok Baygon juga boleh! 😀

7. Gigi berlubang? Tamballah! Pengalaman beberapa pramugara menyatakan pada saat pesawat mencapai suatu ketinggian, dinginnya suhu udara dapat membuat gigi yang berlubang menjadi sakit, ngilu, dan nyeri. Itulah mengapa banyak maskapai yang merekrut para calon FA-nya yang memiliki gigi benar-benar bagus. Wah, seandainya aku bintang iklan pasta gigi pasti aku diterima juga jadi pramugara. Hihihi…

Nah, tahukah kalian kalau pramugara itu…

image

1. Banyak yang mencap ‘The stewards are faggot!’ (Pramugara itu homo). Omigot, enggak juga kalee… lantaran fisik pramugara itu banyak yang kelewat ganteng lantas mereka dicap ‘gay’ seenaknya. Hadeuh, memangnya kalau ada polisi ganteng, tentara ganteng, presiden ganteng, lantas mereka itu adalah homo semua? Buang jauh-jauh deh negative stereotype seperti itu! Pramugara juga laki-laki normal kok. Faktanya, pramugara memang senantiasa banyak yang menggoda. Tidak hanya kaum hawa, kaum Adam pun sangat banyak yang senang menggoda para pramugara. Nah hal inilah yang menimbulkan adanya stereotype yang menyebutkan bahwa pramugara itu kebanyakan homo.

2. Untuk menjaga ketampanan fisik, pramugara juga sering rajin ke salon, fitness di gym center supaya postur tubuh tetap terjaga, sampai melakukan facial layaknya pramugari. Mungkin karena hal ini juga banyak masyarakat yang menilai pramugara itu seperti point pertama di atas. But remember, it’s only 1% among 100. Gak pernah kan melihat ada pramugara di bandara yang tangannya ‘melambai’. “Eh, Ses Nita mau terbang ke mana cyn?” ;P

3. Katanya pramugara itu doyan ngedrugs. Memang sih drugs sangat diperlukan para FA buat menjaga stamina mereka supaya tidak loyo. Kalian tahu bagaimana rasanya terbang sampai 3 kali bolak-balik dalam sehari? Efek jet lag-nya itu lho, bikin badan jadi ambruk. Tapi bukan berarti semua FA gemar mengkonsumsi narkoba lho! Sebagian dari mereka menggunakannya sesuai petunjuk para medis, dan sebagian lain tidak menggunakannya sama sekali.

4. Tempat yang sering dikunjungi pramugara. So pastilah hotel, caffe, bar, diskotik, bioskop, mall, restaurant, kolam renang, dan pantai. Sangat jarang pramugara yang menikmati berwisata di kota persinggahannya dengan mendaki gunung. It’s so weird and absurd. Pasti lucu kan seandainya seorang pramugara dipanggil terbang oleh krunya, tahu-tahu dia sedang hiking ke puncak Jaya Wijaya. Ngapain coba? Mau ketinggalan pesawat ya? Perasaan belum pernah dengar ada pramugara ketinggalan pesawat. Kalau calon penumpang yang ketinggalan pesawat, jangan ditanya! Adikku saat ingin mengejar cita-citanya untuk jadi pramugari sempat ketinggalan pesawat lho, dari Pangkalan Bun Kalteng ke Semarang. Bayangkan, tiket seharga Rp900.000,00 melayang begitu saja pemirsa. Ini baru lucu kan, calon pramugari ketinggalan pesawat? Hihihi… 😀

Well, sesuai judul di atas inilah foto-foto beberapa pramugara ganteng yang mungkin bisa menjadi inspirasi kita semua. Buat yang belum kenal, mari berkenalan…

1. Andhika Franco
Wajahnya terlihat blasteran. Pria bertubuh atletis ini sangat penyayang keluarga. Doi mantan anggota marching band lho…

image

image

image

image

2. Aldy Kalahardi
Setuju kan kalau aku bilang mukanya baby face? Gak ada yang percaya kalau dia beneran pramugara. Tapi wow, asyik ya dikelilingi pramugari cantik.

image

image

3. Lazuardi Linus
Kelihatannya seperti atlet basket ya? Ternyata dia seorang pramugara…

image

So cool, right?

image

image

4. Joenuttha
Yang satu ini pramugara dari Thailand. Mumpung punya teman orang luar, boleh kan numpang nampang di sini. Oh iya, Joe pada foto ini berdiri paling kiri (dari mata Anda).

image

5. Dhika Herdi
Dari penampilannya kelihatan masih muda ya? Dia sangat ramah dan rajin menyapa followernya di IG. Oya, Dhika juga rajin shalat lho. Mudah-mudahan selalu diberi keselamatan oleh Allah swt setiap terbang. Amin.

image

image

6. Ryan Richard
Wah, gurat mukanya kelihatan serius banget ya? Tapi siapa sangka kalau dia orangnya friendly banget lho.

image

image

7. Andi Alfreza
FA satu ini tidak kalah gagah dan ganteng dengan para FA di atas. Jumlah followernya di berbagai media sosial terbilang ‘wow’, BEJIBUN!

image

Well, sekian dulu ulasan pramugara-pramugara ganteng dari blogger yang super ganteng ya. Kali lain aku akan menulis pramugari-pramugari cantik untuk kalian semua. Jangan lewatkan!^^