Kelas Internasional Net.

Para pemeran :

Carlos Camelo sebagai Carlos De Vega dari Kolombia

image

Abbas Aminu sebagai Abas dari Nigeria

image

Suzuki sebagai Kotaro dari Jepang
Wiwiek Michiko sebagai Ling Ling dari China

image

Lee Jeong Hoon sebagai Lee Joung Yu dari Korea Selatan
Loyd Christina sebagai Angelina dari Brazil

image

Tyson Lynch sebagai Tyson dari Australia
Palak Bhansali sebagai Mrs. Palak dari India

image

Tarra Budiman sebagai Pak Budi (guru)
Maya Wulan sebagai Ibu Rika (kepala sekolah)

image

Udah pada tau kan komedi satu ini? Yup, acara yang ditayangin sama Net. ini lagi jadi tontonan favorit gue di akhir pekan. Gila, ceritanya ngocol abiez! Gue sampe ngakak guling-guling nonton berulang-ulang setelah gue download videonya dari YouTube. Walaupun ide cerita aslinya dapet nyontek dari komedi Inggris lawas tahun 1970-an yang berjudul Mind Your Language! Tapi gue tetep nikmatin cerita komedi ini. Soalnya versinya sedikit beda sama versi Inggris yang gue sebutin barusan. Tentunya “Kelas Internasional” mengusung budaya Indonesia sebagai pembeda dari versi aslinya. Dan gue juga pernah nonton komedi sejenis ini versi Jepang-nya pas zaman gue masih SMA, tapi gue lupa judul komedinya. Yang jelas semua versi  ceritanya berhasil bikin ngocok perut! 😀

Bahasa melambangkan bangsa! Mungkin itu tema yang mau disampaikan oleh Net. ke penonton supaya bangsa Indonesia bisa mengenal lebih dekat sama bangsa-bangsa yang sering banget berinteraksi sama Indonesia. Bangsa yang berbudaya luhur adalah bangsa yang menjunjung tinggi bahasa di negaranya! Sayangnya masih banyak orang Indonesia yang kurang mencintai bahasa negaranya sendiri. Kosakata Bahasa Indonesia sering diubah menjadi bentuk yang aneh-aneh dalam tatanan pergaulan. Sehingga mengakibatkan Bahasa Indonesia asli menjadi terlupakan dan mungkin hanya tinggal namanya saja yang terdaftar di dalam kamus pada masa yang akan datang. Lucunya meskipun banyak orang Indonesia yang menguasai bahasa asing seperti Bahasa Inggris, Arab, Mandarin, Jerman, Korea, dan Jepang, akan tetapi enggak sedikit juga orang Indonesia yang ‘tidak’ ataupun ‘kurang’ mengenal bangsa-bangsa lain. Sebagai contoh misalnya banyak orang Indonesia yang nggak bisa ngebedain mana orang China, Jepang, atau Korea lantaran ketiga bangsa tersebut memiliki ciri fisik yang nyaris sama yaitu berkulit kuning cerah, dan bermata sipit. Padahal kalo diperhatikan lebih seksama tingkat kesipitan ketiga bangsa itu sedikit berbeda. Orang Korea misalnya, walaupun sipit tapi kelopak mata mereka agak kelipat ke dalam mirip mata yang lagi ngantuk. Sementara kesipitan mata orang China nyaris menyerupai garis yang meruncing tajam. Kalo orang Jepang menurut gue sih transisi di antara keduanya. Selain fisik orang Indonesia juga sering ketuker soal budaya ketiga bangsa tersebut. Misalnya kimono dikira pakaian tradisional orang China, padahal itu pakaiannya orang Jepang. Gitu juga sama huruf China (Han zi), malah disebut Kanji. Emang sih huruf Kanji aslinya dari China. Tapi kan Jepang udah  memodifikasinya sedemikian rupa sehingga kaidah penggunaannya antara Han zi sama Kanji sedikit berbeda. Kimchi makanan khas orang Korea disangka asalnya dari China. Kadang orang Indonesia juga nggak bisa ngebedain mana orang Arab sama orang India. Dua-duanya sama-sama punya hidung mancung,  berkulit putih kaya bule, dan bermata coklat. Pada nggak nyadar kali ya, padahal orang Indonesia juga kan matanya coklat (bukan item lho ya!), coklatnya coklat tua, makanya gelap banget. Coba deh perhatiin di kaca kalo nggak percaya! Ada yang tau gak perbedaan orang Arab sama orang India? Kalo menurut gue sih, semancung-mancungnya orang India, kebanyakan cowok India mancungnya rada bengkok!

Banyak sekali ambiguitas interjeksi bahasa lintas negara. Seringkali kita menemukan sebuah kata dari suatu bahasa tetapi lucunya kata tersebut mempunyai makna yang berbeda dalam bahasa lain. Sebagai contoh, ayo monggo, silakan baca postingan-postingan jadul gue berikut ini :

Kesalahpahaman Gadis Indonesia dengan Pria Filipina

Kesalahpahaman Orang Jepang dengan Orang Jawa

Kesalahpahaman Orang Jawa dengan Orang Jepang

Kesalahpahaman Orang Jawa dengan Orang Sunda

Kesalahpahaman Anak Jepang dengan Anak Arab

Bangsa Indonesia udah gak perlu diragukan lagi kemajemukannya. Dengan adanya keaneka-ragaman yang ada, bangsa Indonesia sudah semestinya bisa bersikap terbuka terhadap kemajemukan bangsa-bangsa lain di dunia. Pernah gak kalian ngalamin salah paham sama orang yang beda suku atau bangsa? Pengalaman gue mengajar di sekolah internasional menambah khazanah pengetahuan gue soal perbedaan antarbangsa. Baik kosakata bahasa maupun adat kebiasaan masing-masing bangsa. Banyak kejadian lucu yang pernah gue alamin sama murid-murid dan temen-temen kerja gue yang beda bangsa. Salah satunya adalah pas gue menghadiri jamuan makan malam di rumah temen gue, orang Thailand. Waktu itu ceritanya gue dijamu kue-kue khas Thailand buatan dia. Lantaran rasa kuenya enak, terang aja gue muji dia dong! “Hey, kue buatanmu enak sekali! Maaf ya, kalau aku ketagihan sama kuenya!” Gak tahu kenapa setelah gue ngomong gitu semua orang di rumah temen gue itu mendadak pada diem merhatiin gue. Sontak gue jadi grogi diliatin banyak orang. Apa gue salah ngomong? Atau omongan gue terlalu berlebihan? Kayanya kelakuan gue malu-maluin kali ya? Akhirnya temen gue itu bisik-bisik di telinga gue, “Maaf ya bilang ‘kue’-nya pelan-pelan saja, soalnya dalam Bahasa Thai ‘kue’ itu artinya ‘alat kelamin laki-laki’!” Sumpah gue langsung keselek pas gue ngedenger bisikan temen gue itu. Buru-buru gue minum segelas air dan gue langsung diem, speechless. Gak tau mesti ngapain.

image

Menurut gue sebenarnya jumlah murid di komedi “Kelas Internasional” terbilang masih kurang. Kenapa di kelas tersebut gak ada orang Arab dan Eropa? Seenggaknya ada satu bangsa perwakilan dari Eropa. Lebih tepatnya mungkin orang Belanda. Secara negara kita punya ikatan sejarah yang panjang sama negara kincir angin itu. Bakal lebih banyak kekonyolan semakin banyak bangsa yang dilibatkan.

Well, kalo pembaca kurang paham alur cerita komedi ini, nih gue review sedikit deh episode perdananya :

image

image

Pak Budi (Tarra Budiman) adalah guru Bahasa Indonesia baru di lembaga kursus yang dipimpin oleh Bu Rika (Maya Wulan). Ceritanya Bu Rika adalah sosok kepala sekolah yang tegas, agak jutek, doyan makan cemilan, dan penyuka lelaki bertubuh indah. Pertama kali Pak Budi masuk untuk mengajar, Bu Rika menakut-nakutinya kalau sebelumnya sudah ada 2 orang guru depresi dan satu orang guru menjadi gila gara-gara menghadapi kelakuan para murid di ruang 3 alias kelas internasional. Disebut kelas internasional karena para penghuninya berasal dari pelbagai negara. Sebut saja antara lain :

image

1. Ling Ling, wanita karir asal Republic of China ini bekerja di International Bank of China. Suka berjualan di kelas, agak pelit, dan sering perhitungan dengan teman. Lidahnya pedal (cadel) tidak bisa mengucapkan huruf ‘r’. Ling Ling menyukai Carlos, pemuda mapan asal Kolombia yang hadir sebagai murid baru di kelas bersamaan dengan hari pertama Pak Budi mengajar.

image

2. Lee Jeong Yu, cowok cute asal Korea Selatan yang narsis, suka selfie, suka ngedance, dan bekerja di perusahaan elektronik. Diceritakan pada episode ke-5 Lee jatuh cinta sama Makoto adiknya Kotaro.

image

image

3. Kotaro Suzuki, pria Jepang ahli pijat shiatsu ini gak bisa nyebut huruf ‘l’ karena Bahasa Jepang emang gak kenal konsonan ‘l’ (kebalikan Ling Ling dong!). Pada waktu perkenalan, Kotaro kebelet pengen pipis dan nanya letak toilet sama Pak Budi. Pas Pak Budi ngejelasin arah kiri, Kotaro ngedengernya ‘harakiri’ yang berarti bunuh diri dalam Bahasa Jepang. Jelas Kotaro langsung emosi lantaran ngira disuruh bunuh diri sama Pak Budi. Di lain episode diceritakan Kotaro nggak suka adiknya, Makoto, berhubungan dekat dengan Lee. Terang aja Kotaro sama Lee gak bakalan akur.

image

image

4. Mrs. Palak, ibu rumah tangga asal India ini kerjaannya nyulam dan ngejahit celana anaknya terus selama di kelas. Dia kurang bergaul sama teman-temannya, gak bisa ngomong Bahasa Indonesia, dan suka memelihara ular. Waktu Pak Budi menyuruhnya buat memperkenalkan diri, Mrs. Palak gak ngerti. Dia malah nulis nama Pak Budi sama Abas di papan tulis pake huruf Dewanagari. Padahal maksud Pak Budi ngasih spidol ke dia buat nulis namanya sendiri.

5. Tyson, siapa gak kenal suami Melanie Ricardo ini? Ceritanya Tyson berkebangsaan Australia dan pekerjaannya aktor ‘cameo’ di film-film made in Indonesia. Tyson seringkali berantem dengan Carlos. Keduanya juga bersaing memperebutkan perhatian Angelina.

image

6. Abas, mahasiswa asal Nigeria. Sifatnya easy-going tapi slengean. Cepet ngerti Bahasa Indonesia tapi sering miskomunikasi dengan orang di sekitarnya.

image

image

Murid-murid yang sering bertingkah konyol sering bikin Pak Budi kewalahan. Umur dah pada tua juga tapi kelakuan kaya anak-anak. Gak jarang akhirnya Pak Budi dipanggil ke ruangan kepsek gara-gara dianggap nggak bisa ngatasin murid-muridnya di kelas. Suatu hari Bu Rika kedatangan murid baru yang ingin belajar Bahasa Indonesia di kelas internasional. Begitu ngeliat siapa yang datang, Bu Rika langsung terpana sama ketampanan si Don Juan. Tanya-tanya siapa namanya yang ternyata bernama Carlos De Vega, Bu Rika langsung cari namanya di Facebook. Dasar mata Bu Rika jelalatan, ngeliat foto postur tubuh Carlos yang shirtless langsung bling-bling!

image

image

image

image

Carlos memiliki usaha coffee shop. Dia juga jago mainin harmonika. Tapi Tyson gak suka sama Carlos. Pas keduanya berantem, Lee malah sengaja berfoto selfie di belakang mereka. Ling Ling bukannya misahin malah cari perhatian di depan Carlos. Di saat keributan terjadi datanglah murid baru yang super cantik bernama Angelina (Loyd Christina) model dari Brazil.

image

image

image

image

Siapa yang gak tahu Loyd? Bule cantik ini sering nongol di majalah-majalah katalog produk bermerek terkenal, sejumlah iklan kaya es krim Magnum, parfum, dan kosmetik luar yang dibintanginya juga banyak nongol di layar kaca Indonesia. Loyd juga pernah maen jadi Suster Sofi di Hafalan Shalat Delisa, beu waktu Suster Sofi kirim foto ke Pak Ustadz, fotonya cantik banget. Di sana Suster Sofi berpenampilan berhijab, terang aja bikin Pak Ustadznya kesengsem.

image

image

Baru masuk kelas, Angelina langsung jadi rebutan antara Tyson dan Carlos. Tapi kelihatannya sepertinya Angelina naksir Pak Budi deh. Tiap kali digodain sama Angelina, Pak Budi sering deg-degan dan penyakit  asmanya langsung kambuh. Kasihan Pak Budi. Mau tahu cerita selanjutnya? Tonton aja deh di Net. Setiap Sabtu dan Minggu pukul 17.30 WIB. Jangan lewatkan ya!

Sebagai penutup gue mau narik kesimpulan pelajaran yang bisa diambil dari tontonan komedi ini. Antara lain sebagai berikut :

1. Banggalah menjadi bangsa Indonesia sebelum bangsa lain ngebanggain bangsa ini!
2. Hormatilah bangsa lain karena nggak ada bangsa yang sempurna di dunia! Setiap bangsa punya kekurangan dan kelebihan masing-masing!
3. Berkomunikasilah yang baik supaya orang lain ngerti maksud tujuan kita! Berbahasalah bahasakan bahasa!

Sampai ketemu lagi di tulisan selanjutnya ya. Bye… 🙂

Pramugara-Pramugara Ganteng

image

image

Heran deh, waktu aku buka aplikasi WP (baca : WordPress) di hp-ku akhir-akhir ini, pada bagian statistiknya di sana dijabarkan bahwa para pengunjung blogku ini terlempar oleh Google saat mereka mencari keyword : ‘Pramugara’,  ‘pramugara-pramugara ganteng’, ‘pilot’, dan ‘pilot ganteng’. Kok bisa begitu ya? Apa karena aku ini ganteng? (ehm, ehm, merapikan kerah kemeja). Atau karena dulu aku pernah berkeinginan untuk menjadi seorang pramugara tetapi gagal lantaran kelewat ganteng? #Gubrak keselek meja. Tapi yang jelas bukan karena adikku seorang pramugari kan? (Ehem… sorry tidak membuka lowongan pencarian calon adik ipar). Atau jangan-jangan itu gara-gara aku pernah menulis tentang sahabatku si Jb yang berprofesi sebagai seorang pilot muda, dan Radina Nandakita pramugari cantik dari Maskapai Singa yang sekarang menjadi seniornya adikku? Hahaha… ada-ada aja si Eyang Google ini. Anyway, thank you so much Grandpa Google. Because of you, my blog is quite much crowded. Hohoho… lol 😀

Pembaca sudah baca kan judulnya di atas? Postingan kali ini aku mau memposting tentang beberapa orang temanku yang berprofesi sebagai pramugara. Siapa tahu mereka bisa menjadi inspirasi kita semua. Amiiiin…. Tapi sebelumnya, izinkan aku terlebih dahulu sedikit sharing serba-serbi mengenai pramugara, boleh kan? Siapa tahu di antara para pembaca ada yang berminat menjadi pramugara. Apa yang ingin kubagikan ini berdasarkan pengalaman adikku yang berhasil mewujudkan cita-citanya menjadi seorang pramugari ditambah sedikit salinan dari blognya Radina Nandakita si pramugalau #jadi pramugari jangan galau mulu donk Mbak 😉 . Check this out ya…

Menjadi pramugara itu :

image

1. Penampilan fisik adalah prioritas utama setiap maskapai. Pramugara pesawat mana sih yang enggak ganteng? Untuk menjadi seorang pramugara, paling tidak kita harus memiliki postur tubuh yang tegap, tinggi badan yang at least 170 cm dengan berat badan proporsional, dan aura yang kharismatis. Ceileh… Just FYI di China sono seleksi pramugara itu sangat ketat men! Sampai ada snap shot pose bugil segala lho. Gila kan? Emangnya ini seleksi tentara dan polisi?

image

2. Komunikatif. Anda tidak memiliki public speaking yang luwes? (Wes, gaya bahasanya formal amir). Hmm, jangan harap ada maskapai yang bersedia merekrut Anda. Seorang pramugara yang baik dituntut untuk bisa berkomunikasi dengan publik. Sebab tugas pramugara itu membuat para penumpang merasa aman dan nyaman selama penerbangan kan? Mungkin nggak sih, seorang pramugara yang akan melayani penumpangnya diam terus di pesawat tanpa bicara sepatah katapun? Kaya apa dia akan menyerahkan konsumsi kepada penumpang? Ups, jangan-jangan konsumsinya dilempar gitu aja ke muka penumpang ya? Enggak banget! So, skill komunikasi yang baik menjadi salah satu faktor yang dapat menentukan Anda diterima atau tidak menjadi pramugara, apalagi bila Anda mempunyai segudang ide kreatif seperti yang kerap dilakukan oleh para FA di ‘pesawat merah’ saat demo pemakaian jaket pelampung, lucu-lucu bukan?

3. “Mas kulitku ‘berkunat’, kira-kira bisa diterima nggak ya jadi pramugara?” *pembaca tahu kunat nggak?* Kata orang Banjar (Kalsel) kunat itu adalah bekas luka. Well, aku kasih bocorannya nih ya, jawabannya can be yes can be no! Waktu adikku mengikuti recruitment di ‘maskapai merah’ dan ‘maskapai burung’ (maaf nama disamarkan^^) kata interviewernya begini : “Mbak, tolong itu bekas lukanya diobati dulu ya! Bagaimana caranya kek, supaya kulitnya kelihatan mulus! Operasi laser misalnya. Jadi Mbak bisa kembali ke sini lagi kapan-kapan!” Saran sang pewawancara. Dengan hati kecewa yang teramat-sangat adikku meninggalkan ruang interview sambil mukanya ditekuk. Coba aku yang diinterview, ucapan si pewawancara bakal kubalas : “Oh iya, terima kasih banyak atas sarannya ya, Bu. Kalau boleh saya laser mata Ibu sekalian sampai bolong biar kelihatan semakin cantik!” Kalian tahu, aneh bin ajaib setelah mengikuti recruitment yang ketiga kalinya, kali ini adikku melamar ke ‘maskapai singa’. Eh, langsung diterima! Nah lho, memangnya para interviewer ‘maskapai singa’ tidak memeriksa kunat adikku? What a better luck!

image

4. Pintar dan bisa bahasa asing hanya nilai tambah. Jangan kira adikku berhasil menjadi pramugari karena jago bahasa Inggris seperti kakaknya ini ya #hahaha… *tertawa keselek bohlam lampu*. Semasa SMA-nya, sebagai kakak dan juga merangkap sebagai gurunya di sekolah aku ini sangat pelit memberi nilai bagus kepada adikku sendiri. Adikku ini gayanya seperti seleb kampus. Dia menjadi ratu di sanggar tari tempatku mengajar. Hampir setiap jam pelajaranku dia tidak hadir di kelas saking sibuk show bersama sanggar tarinya di luar kota. Wow. Alhasil, adikku ketinggalan banyak pelajaran. Dan nilai yang kuberi di rapor untuknya hanya nilai pas-pasan, kisaran 7 sampai 8,3. Tidak terlalu tinggi bukan?

image

5. Bila kalian seorang pelajar yang berkeinginan menjadi FA (Flight Attendant), tidak ada salahnya kalian mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah seperti paskibra, pramuka, PMR, sanggar tari, bela diri, dsb. Karena ada banyak sekali manfaat yang bisa kalian dapatkan seperti wawasan yang luas, keterampilan, menambah teman pergaulan, juga pengalaman yang sangat berharga. Sama seperti aku, adikku juga sangat aktif mengikuti kegiatan ekstra di luar rumah. Sangat jarang kami memiliki waktu berkumpul bersama keluarga saking sibuknya dengan kegiatan-kegiatan yang kami geluti. Tetapi hikmah dan esensial manfaatnya tak pernah putus kami rasakan hingga saat ini. Ketika adikku mulai menikmati bagaimana rasanya dibully oleh para seniornya setelah ia berhasil menjadi seorang pramugari, sekali waktu dia berkata, “Memang yang namanya senioritas itu selalu ada di mana-mana! Tidak hanya di sekolah, di sanggar tari, di paskibra, di pramuka, bahkan jadi pramugari juga ada! Untung mentalku sudah kuat ditempa sejak aku mengikuti semua ekskul itu!”

image

6. Matamu rabun? Perasaan nggak ada deh pramugara naik pesawat pakai kacamata. Kalau yang pakai lensa kontak, banyak. Katanya, pramugara itu matanya boleh minus hanya -1. Lebih dari itu siap-siap saja berobat ke dokter mata supaya normal. #dicolok Baygon juga boleh! 😀

7. Gigi berlubang? Tamballah! Pengalaman beberapa pramugara menyatakan pada saat pesawat mencapai suatu ketinggian, dinginnya suhu udara dapat membuat gigi yang berlubang menjadi sakit, ngilu, dan nyeri. Itulah mengapa banyak maskapai yang merekrut para calon FA-nya yang memiliki gigi benar-benar bagus. Wah, seandainya aku bintang iklan pasta gigi pasti aku diterima juga jadi pramugara. Hihihi…

Nah, tahukah kalian kalau pramugara itu…

image

1. Banyak yang mencap ‘The stewards are faggot!’ (Pramugara itu homo). Omigot, enggak juga kalee… lantaran fisik pramugara itu banyak yang kelewat ganteng lantas mereka dicap ‘gay’ seenaknya. Hadeuh, memangnya kalau ada polisi ganteng, tentara ganteng, presiden ganteng, lantas mereka itu adalah homo semua? Buang jauh-jauh deh negative stereotype seperti itu! Pramugara juga laki-laki normal kok. Faktanya, pramugara memang senantiasa banyak yang menggoda. Tidak hanya kaum hawa, kaum Adam pun sangat banyak yang senang menggoda para pramugara. Nah hal inilah yang menimbulkan adanya stereotype yang menyebutkan bahwa pramugara itu kebanyakan homo.

2. Untuk menjaga ketampanan fisik, pramugara juga sering rajin ke salon, fitness di gym center supaya postur tubuh tetap terjaga, sampai melakukan facial layaknya pramugari. Mungkin karena hal ini juga banyak masyarakat yang menilai pramugara itu seperti point pertama di atas. But remember, it’s only 1% among 100. Gak pernah kan melihat ada pramugara di bandara yang tangannya ‘melambai’. “Eh, Ses Nita mau terbang ke mana cyn?” ;P

3. Katanya pramugara itu doyan ngedrugs. Memang sih drugs sangat diperlukan para FA buat menjaga stamina mereka supaya tidak loyo. Kalian tahu bagaimana rasanya terbang sampai 3 kali bolak-balik dalam sehari? Efek jet lag-nya itu lho, bikin badan jadi ambruk. Tapi bukan berarti semua FA gemar mengkonsumsi narkoba lho! Sebagian dari mereka menggunakannya sesuai petunjuk para medis, dan sebagian lain tidak menggunakannya sama sekali.

4. Tempat yang sering dikunjungi pramugara. So pastilah hotel, caffe, bar, diskotik, bioskop, mall, restaurant, kolam renang, dan pantai. Sangat jarang pramugara yang menikmati berwisata di kota persinggahannya dengan mendaki gunung. It’s so weird and absurd. Pasti lucu kan seandainya seorang pramugara dipanggil terbang oleh krunya, tahu-tahu dia sedang hiking ke puncak Jaya Wijaya. Ngapain coba? Mau ketinggalan pesawat ya? Perasaan belum pernah dengar ada pramugara ketinggalan pesawat. Kalau calon penumpang yang ketinggalan pesawat, jangan ditanya! Adikku saat ingin mengejar cita-citanya untuk jadi pramugari sempat ketinggalan pesawat lho, dari Pangkalan Bun Kalteng ke Semarang. Bayangkan, tiket seharga Rp900.000,00 melayang begitu saja pemirsa. Ini baru lucu kan, calon pramugari ketinggalan pesawat? Hihihi… 😀

Well, sesuai judul di atas inilah foto-foto beberapa pramugara ganteng yang mungkin bisa menjadi inspirasi kita semua. Buat yang belum kenal, mari berkenalan…

1. Andhika Franco
Wajahnya terlihat blasteran. Pria bertubuh atletis ini sangat penyayang keluarga. Doi mantan anggota marching band lho…

image

image

image

image

2. Aldy Kalahardi
Setuju kan kalau aku bilang mukanya baby face? Gak ada yang percaya kalau dia beneran pramugara. Tapi wow, asyik ya dikelilingi pramugari cantik.

image

image

3. Lazuardi Linus
Kelihatannya seperti atlet basket ya? Ternyata dia seorang pramugara…

image

So cool, right?

image

image

4. Joenuttha
Yang satu ini pramugara dari Thailand. Mumpung punya teman orang luar, boleh kan numpang nampang di sini. Oh iya, Joe pada foto ini berdiri paling kiri (dari mata Anda).

image

5. Dhika Herdi
Dari penampilannya kelihatan masih muda ya? Dia sangat ramah dan rajin menyapa followernya di IG. Oya, Dhika juga rajin shalat lho. Mudah-mudahan selalu diberi keselamatan oleh Allah swt setiap terbang. Amin.

image

image

6. Ryan Richard
Wah, gurat mukanya kelihatan serius banget ya? Tapi siapa sangka kalau dia orangnya friendly banget lho.

image

image

7. Andi Alfreza
FA satu ini tidak kalah gagah dan ganteng dengan para FA di atas. Jumlah followernya di berbagai media sosial terbilang ‘wow’, BEJIBUN!

image

Well, sekian dulu ulasan pramugara-pramugara ganteng dari blogger yang super ganteng ya. Kali lain aku akan menulis pramugari-pramugari cantik untuk kalian semua. Jangan lewatkan!^^