Demam Tere Liye

image

Ceritanya pas gue mulai ngajar lagi di SMA Negeri 1 Balai Riam, gue duduk di kantor bersebelahan sama seorang guru baru yang cantik banget masih single lagi. Asyeek… siapa tahu bisa pdkt, huhu emang dasar modus ya gue! :D. Namanya Bu Ririn. Beliau mengampu pelajaran Bahasa Indonesia. Cerita punya cerita ternyata beliau punya hobi yang sama dengan gue, baca novel. Dan ternyata lagi nih, beliau adalah seorang penggemar berat novelis yang karya-karyanya kerap menjadi best seller. Pembaca tahu kan novel Hafalan Shalat Delisha, Bidadari-Bidadari Surga, dan Ayahku (Bukan) Pembohong? Yup, itu semua adalah karya-karyanya Tere Liye. Gue pribadi sering banget dengar nama penulis itu, tapi belum pernah baca karya-karyanya (Hellooo… ke mana aja dirimu selama ini, Gih? Nyasar di bulan ya?). Sampai suatu hari gue juga lupa gimana awal ceritanya, tiba-tiba aja Bu Ririn nyodorin salah satu koleksinya ke gue. Judul novelnya Rindu. Jujur, pertama kali baca novel itu kesannya membosankan. Menurut gue novel Rindu karya Tere Liye termasuk bacaan yang berat. Gue baru mulai suka sama karya-karya Tere Liye setelah gue disodorin lagi novelnya sama Bu Ririn, kali ini judulnya Ayahku (Bukan) Pembohong. Lagi di awal-awal cerita gue ngerasa bosan ngebacanya. Setelah gue paksa diri gue buat menyelesaikan bacaan tersebut, di pertengahan cerita gue baru mulai tertarik. Kesempatan ketiga kalinya, gue mendapat kehormatan dari Bu Ririn buat baca novel-novelnya yang baru aja dibeli (masih dibungkus plastik Gramedia) dan belum dibaca sama sekali sama beliau. Dua buah novel berseri (mungkin trilogi atau kwartet) judulnya Bumi, dan Bulan. Nah, sejak baca novel-novel inilah gue mulai ketularan virus addicted-nya Bu Ririn terhadap karya-karya Tere Liye.

Mungkin waktu awal baca karangan Tere Liye gue sempat ngerasa minat nggak minat lantaran gue ngira kalau Tere Liye itu adalah cewek. Gue lebih suka novel yang ditulis sama cowok, seperti Hilman Hariwijaya, Raditya Dika, Andrea Hirata, dan si AK sahabat gue dari Katingan yang belakangan ini udah nerbitin 5 buah novel karyanya. Huhu… iri banget sama si AK ini. Tapi setelah tahu kalau sebenarnya Tere Liye itu adalah seorang cowok, minat baca gue terhadap karya-karya Tere Liye semakin besar. Maafin ane ya Bang, udah salah ngira selama ini. Tahu gitu, gue juga udah jadi member ‘Tereh Lieur’ dari dulu. Eh salah, maksud gue Tere Liyers (fans-nya Tere Liye). Gak perlu banyak basa-basi lagi kali ya, kali ini gue mau ngebahas sedikit karya-karya Tere Liye yang udah gue baca. Walaupun sebenarnya udah telat buat dibahas. Tapi gak apa-apa donk kalo gue mau nulis juga. Siapa tahu jadi rekomendasi buat kalian yang belum pernah baca.

1. Pulang
Novel satu ini merupakan novel terbaru Tere Liye. Buku yang gue pegang merupakan cetakan keempat yang dipublikasikan bulan Oktober kemarin. Cerita ini mengisahkan tentang seorang pemuda bernama Bujang yang tinggal di sebuah desa di Bukit Barisan. Sejak kecil ia tidak pernah makan bangku sekolah (lagian, siapa juga yang mau ‘makan’ bangku! 😀 ). Akan tetapi Midah, ibunya, getol mengajarinya membaca, berhitung, pelajaran agama dan sembahyang. Entah mengapa Samad, ayahnya, sering memukulnya bila ia menunaikan shalat dan mengaji. Hingga suatu hari datang seorang pria bernama Tauke Muda, sahabat dari Samad, datang mengunjungi Bukit Barisan. Tauke Muda beserta rombongannya membawa sebuah misi menangkap babi hutan yang merusak perkebunan warga. Bujang diajak serta bersamanya atas seizin Samad. Bujang yang sebenarnya penakut berubah menjadi pemberani tatkala ‘Raja Babi Hutan’ menyerang Tauke Muda. Akhirnya Tauke Muda berhasil diselamatkannya dan Bujang ikut ke kota bersama Tauke Muda. Midah melepas kepergian anaknya dengan hati berat.

Singkat cerita Bujang akhirnya disekolahkan oleh Tauke Muda atau lebih sering disebut Tauke Besar dalam keluarga Tong, sebuah keluarga yang menguasai shadow economy. Tauke Muda telah menggantikan ayahnya yang telah meninggal. Ada dua orang penting yang ada di rumah Tauke. Satu bernama Kopong, kepala tukang pukul. Dua, Mansur, kepala keuangan, logistik, dan lain-lain. Kawan pertama Bujang bernama Basyir, pemuda keturunan Arab. Di keluarga tersebut, Basyir mendapat tugas sebagai tukang pukul. Setiap hari, Basyir menceritakan aksinya kepada Bujang. Bujang pun menginginkan pula posisi tukang pukul di keluarga Tong. Ia pun meminta kepada Tauke Besar. Akan tetapi, Tauke menolaknya. Dia justru menyuruh Bujang untuk sekolah dan belajar. Bujang dikenalkan dengan Frans, guru dari Amerika. Awalnya Bujang menolak. Tapi, setelah kalah di amok, semacam tes untuk menjadi tukang pukul, Bujang pun akhirnya mau belajar. Dia menyelesaikan sekolahnya. Bahkan dia menyelesaikan kuliah master di luar negeri. Selain sekolah, Bujang juga belajar menjadi tukang pukul. Kopong yang mengajarinya. Dia juga mencarikan guru untuk Bujang agar dapat melatih kemampuan beladirinya. Bujang tumbuh menjadi pemuda yang pintar dan kuat fisiknya. Ia pun menjadi tukang pukul nomor satu di keluarga Tong. Dia menyelesaikan banyak masalah tingkat tinggi. Namun, masalah demi masalah muncul, hingga tiba saatnya Sang Pengkhianat keluar dan memicu peperangan. Siapakah pengkhianat tersebut? Dimanakah letak ‘pulang’ dalam cerita? Apakah Bujang berhenti menjadi tukang pukul dan kembali ke kedua orang tuanya yang tinggal di Bukit Barisan? Perjanjian apa yang telah disepakati antara Samad dan Tauke di masa lalu?

image

2. Ayahku (Bukan) Pembohong
Dam adalah seorang anak yang dididik dan dibesarkan dengan segala cerita hebat masa muda ayahnya. Tapi dengan semua cerita itulah, tumbuh kepribadian yang baik dalam diri Dam. Pengajaran yang sederhana, namun berdampak sangat besar. Ayah Dam adalah seseorang yang dikenal sebagai pegawai negeri biasa yang ramah, baik dan tidak pernah berbohong dalam setiap ucapannya. Hampir seluruh kota tempat mereka tinggal, kenal dengannya. Dam sangat mengidolakan ayahnya karena cerita-cerita itu, salah satunya adalah tentang seorang pemain sepak bola terkenal yang dijuluki “Sang Kapten”. Ayah menceritakan bagaimana pekerja kerasnya sang Kapten saat masih kecil, bekerja menjadi pengantar sup untuk menghidupi keluarganya dan juga terus berlatih saat ada waktu demi meraih cita-citanya menjadi pemain sepak bola. Dari cerita itu Dam belajar yang namanya kerja keras.

Di sekolah, Jarjit, teman sekelas Dam (berarti Dam teman sekelas Ipin-Upin donk 😀 ), selalu menggangu Dam. Tapi Dam selalu berusaha sabar karena ia ingat bagaimana sabarnya suku Penguasa Angin walaupun sudah dijajah beratus-ratus tahun. Mereka hanya diam agar tidak terjadi pertumpahan darah. Sampai suatu ketika, mereka berhasil mengusir para penjajah itu dalam suatu pertandingan yang dimenangkan suku Penguasa Angin. Begitu pula halnya dengan Dam dan Jarjit, mereka akhirnya berteman karena sebuah pertandingan, namun kali ini tidak ada sang pemenang. Hari berganti menjadi minggu, bulan dan tahun, kini Dam sudah lulus SMP dan ayahnya mendaftarkannya di sekolah berasrama bernama Akademi Gajah (Si Dam anak gajah apa ya?). Dam tiba di sana dengan menaiki kereta api selama 8 jam dari kotanya. Di tahun pertama ini Dam sering membuat masalah yaitu dengan menonton Piala Dunia beramai-ramai di kamarnya sehingga Dam dan Retro (teman sekamar Dam) dihukum kepala sekolah. Juga saat pelajaran tentang gravitasi, mereka merusak alatnya sehingga dihukum menunggui buah apel jatuh dari pohonnya. Awalnya Dam memang kesal dan bosan di sana, tapi akhirnya Dam memiliki kesenangannya sendiri di sana, yaitu menggambar bangunan sekolah untuk ditunjukkan kepada ibunya. Akhirnya Dam pulang untuk liburan, sepanjang perjalanan Dam membantu seorang ibu untuk mengurus anak-anaknya.

Selama di rumah, Dam mengerjakan pekerjaan rumah karena ibunya sakit. Menceritakan pengalamannya di Akademi Gajah dan juga menunjukkan gambarnya. Mereka juga merayakan ulang tahun ibu secara kecil-kecilan. Sampai akhirnya Dam harus kembali ke Akademi Gajah. Setelah liburan kali ini, Dam membuat masalah dengan mengundang teman-temannya ke kamarnya untuk merayakan ulang tahun Retro. Akhirnya mereka berdua dipanggil kepala sekolah dan dihukum membersihkan perpustakaan. Retro sangat kesal sedangkan Dam senang karena bisa melanjutkan gambarnya. Tingal beberapa hari menjelang pembebasan hukuman, Dam dikagetkan dengan judul buku yang sedang dibaca Retro, “Apel Emas Lembah Bukhara”. Dam ingat itu adalah cerita petualangan ayahnya tentang keindahan lembah Bukhara yang dibangun selama 100 tahun karena kerusakan yang ditimbulkan oleh penambang liar. Juga tentang adanya apel emas yang diberikan pada ayahnya.

Karena hal itu berhari-hari Dam mencari buku lain, dan akhirnya Dam menemukan buku berjudul: Suku Penguasa Angin. Ini membuat Dam semakin penasaran dengan keaslian cerita ayahnya. Sampai pertanyaan itupun terlontarkan pada liburan Dam yang kedua. Pertanyaan yang membuat ayahnya tersinggung dan sampai Dam pulang pun mereka masih dalam keadaan canggung. Liburan kali ini pun ibu terlihat semakin kurang sehat. Selesai liburan, Dam kembali ke Akademi Gajah dan langsung dihadiahi hukuman untuk membayar buku perpustakaan yang rusak. Akhirnya Dam bekerja di rumah penduduk dan banyak temannya yang ikut serta. Dam juga menabung untuk biaya pengobatan ibunya. Namun pada pagi setelah acara perburuan tim memanah, Dam mendapatkan kabar bahwa ibunya sakit. Ia langsung membereskan barangnya dan pulang.

Sampai di sana, Dam sangat marah pada ayahnya karena berbohong tentang keadaan ibunya setahun lalu. Melalui penanganan dokter, ibu Dam tetap tidak dapat diselamatkan. Malam itu Dam memutuskan untuk berhenti mempercayai semua cerita ayahnya. Sehari setelah pemakaman ibunya, Dam kembali ke Akademi Gajah. Sekolah itu kosong. Dam menemui kepala sekolah dan mendapatkan ijazah beserta sertifikat penghargaannya, Dam juga mendapatkan surat pengantar masuk universitas. Akhirnya Dam dapat kuliah dengan menggunakan surat itu. Beberapa tahun kemudian, Dam bertemu dengan Taani (teman SMP Dam), mereka mengobrol dan jadi sering bertemu. Semakin lama mereka menjadi dekat dan memutuskan untuk menikah dengan syarat dari Taani, bahwa kelak ayah bisa tinggal dengan mereka.

Dua tahun kemudian
Lahirlah anak pertama mereka, Zas. Taani sering mengunjungi ayah bersama Zas dan lebih sering lagi saat lahirnya anak kedua mereka 2 tahun kemudian, Qon. Saat Zas berusia 8 tahun dan Qon 6 tahun, akhirnya Dam memperbolehkan ayah tinggal dengan mereka. Selama ayah tinggal dengan mereka, Dam selalu berusaha menjauhkan anak-anaknya dari segala cerita ayahnya, tapi dilarang Taani. Yang selalu ayah ceritakan sama dengan yang diceritakannya pada Dam. Hanya saja kini ayah menceritakan pemain sepak bola terkenal pada masa kini “Si Nomor 10” yang baru saja meneleponnya. Sampai suatu hari Dam mengetahui kalau anaknya membolos yang ternyata karena mencari cerita kakeknya di perpustakaan kota. Dam marah dan menghukum mereka juga melarang ayahnya bercerita. Saat Dam pergi dinas, ayah kembali bercerita hanya saja itu tentang Akademi Gajah dan ibu Dam. Dam yang mengetahuinya marah dan di malam hujan itu ayah disuruhnya pergi dari rumah. Dam kembali ke ruang kerjanya dan mencari Akademi Gajah namun tidak ditemukan, ini membuat Dam bingung sampai Dam menuliskan nama ibunya di kolom pencarian dan keluarlah semua berita tentang ibunya yang ternyata seorang artis saat masih muda seperti yang diberitahukan semua orang selama ini padanya.

Esok harinya ayah dibawa ke rumah sakit karena pingsan di pemakaman kota. Setelah ditangani ayah sempat siuman dan memanggil Dam. Ayah meminta Dam mendengarkan cerita terakhirnya tentang Danau Para Sufi. Danau Para Sufi adalah danau yang dibuat oleh ayahnya selama bertahun-tahun untuk mencari tahu definisi dari kebahagiaan dan akhirnya ayah mendapatkan jawaban. Definisi kebahagiaan itu adalah hati yang lapang, jika seseorang memiliki hati yang lapang maka hidup dalam kesederhanaan pun akan terasa indah dan itulah kebahagiaan. Setelah bercerita, akhirnya ayah pergi untuk selama-lamanya. Dan hari itu Dam tahu bahwa selama ini ibunya bahagia.

Pada hari pemakaman ayah Dam, tempat itu dipenuhi hampir seluruh warga kota itu sendiri. Mereka menyalami Dam dan mengucapkan rasa belasungkawanya. Namun saat melihat ke langit Dam dikejutkan dengan adanya formasi layang-layang di musim hujan seperti ini yang menurut Qon adalah formasi layang-layang suku Penguasa Angin. Namun yang membuat Dam merasa lebih kaget, bersalah sekaligus terharu adalah ketika “Sang Kapten” dan “Si Nomor 10” datang dan mengucapkan rasa sedihnya karena tidak sempat bertemu dengan ayahnya. Dam hanya bisa terisak mendengarnya.

Pagi itu Dam tahu, ayahnya bukan pembohong.

image

3. Bumi
Nah, cerita yang satu ini lumayan seru. Adalah Raib seorang gadis remaja berusia 15 tahun kelas sepuluh SMA yang menyimpan sebuah rahasia. Hanya dengan menangkupkan kedua telapak tangan ke wajahnya, Raib bisa menghilang tak terlihat oleh siapa pun. Raib punya 2 ekor kucing angora yang dipeliharanya sejak ulang tahunnya yang ke-6. Akan tetapi mama-papanya hanya melihat satu ekor saja yang dipelihara Raib. Mereka menyebut kucing peliharaan Raib, ‘Si Hitam Atau Si Putih’. Dan mereka beranggapan kalau selama ini Raib suka berimajinasi. Suatu hari Si Hitam menghilang. Dan tiba-tiba saja sesosok misterius datang menemui Raib melalui cermin yang ada di kamarnya. Ia menyuruh Raib agar menghilangkan sebuah novel tebal milik Raib. Sosok itu terus datang mengusiknya hingga menyulap Si Hitam yang selama ini menghilang menjadi serigala yang menakutkan dan mencengkeram Si Putih agar Raib dapat berkonsentrasi menghilangkan novel seperti yang diperintahkannya. Dalam keadaan terpaksa Raib berhasil melakukannya. Sejak saat itu Raib dapat menghilangkan berbagai benda yang ada di dalam kamarnya. Tetapi ia tidak dapat mengembalikannya ke tempat semula. Nah lho!

Di sekolah Raib memiliki seorang sahabat bernama Seli, guru matematika yang galak bernama Miss Selena tetapi biasa dipanggil Miss Keriting, dan seorang teman laki-laki yang selalu membuat ulah bernama Ali. Ali sangat yakin kalau Raib memiliki kemampuan dapat menghilang. Diam-diam Ali tengah melakukan penyelidikan terhadap Raib dengan memasang benda-benda aneh yang sengaja dibuatnya sebagai alat penyadap. Benda-benda itu  disimpan di dalam tas Raib dan sebagian dipasang di rumah Raib saat Ali berkunjung ke rumah Raib dengan berpura-pura ingin mengerjakan tugas pelajaran bahasa bersama.

Permasalahan mulai timbul ketika terjadi kerusakan listrik di sekolah. Tiang listrik yang terletak di dekat kantin sekolah mendadak roboh hingga nyaris menghantam Raib dan Seli. Entah mengapa demi menyelamatkan Raib, Seli dapat menyingkirkan kabel-kabel listrik yang menjuntai laksana tentakel gurita yang ingin menyambar mereka. Seli tidak tersengat aliran listrik sama sekali. Ia bahkan dapat menahan tiang listrik yang sudah mendekati tubuhnya dan Raib. Seketika itu pula Raib berkonsentrasi menghilangkan tiang listrik dari atas tubuh mereka. Tiang listrik akhirnya menghilang entah ke mana. Ali yang melihat kejadian itu mengajak kedua gadis berkekuatan ajaib tersebut bersembunyi di aula sekolah guna menghilangkan jejak dari polisi dan para pemadam kebakaran yang mungkin akan menginterograsi mereka mengenai bagaimana peristiwa itu dapat terjadi.

Keadaan semakin mencekam tatkala tiba-tiba sosok misterius yang sering mengusik Raib melalui cermin di kamarnya muncul secara nyata di hadapan mereka. Sosok itu bernama Tamus. Ia datang bersama 8 orang pasukannya guna membawa Raib ke dunianya, yakni Klan Bulan. Ternyata Raib bukan manusia bumi. Begitu juga dengan Seli. Raib merupakan keturunan manusia yang berasal dari Klan Bulan, sedangkan Seli merupakan keturunan manusia yang berasal dari Klan Matahari. Akan tetapi Raib enggan diajak Tamus kembali ke dunianya. Perlawanan pun terjadi. Di saat keadaan Raib dan teman-temannya mulai lemah, Miss Selena datang menyelamatkan mereka. Di luar dugaan Miss Selena memiliki kekuatan yang begitu hebat. Ia mampu melawan Tamus. Rupanya dulu ia adalah bekas murid Tamus, kemudian ia berbalik mengkhianati Tamus setelah tahu rencana jahat Tamus untuk menguasai seluruh klan yang ada di dunia: Klan Bumi, Klan Bulan, Klan Matahari, dan Klan Bintang. Tamus sangat sulit dikalahkan. Perlawanan Miss Selena berhasil dipatahkannya. Bahkan Miss Selena berhasil diringkusnya dengan menggunakan jaring perak. Sebelum Tamus berhasil menangkap Raib, Miss Selena memerintahkan Raib dan kawan-kawan untuk membuka buku PR matematika milik Raib. Semua rahasia tentang mereka terdapat di dalam buku itu. Melalui lorong pemintas yang dibuka oleh Miss Selena, Raib dan kawan-kawan berhasil lolos dari Tamus dan pasukannya.

Lorong pemintas yang dibukakan oleh Miss Selena mengantarkan Raib dan kawan-kawannya ke dalam kamar Raib. Mereka segera membuka buku PR matematika Raib guna menyelamatkan Miss Selena. Ajaib, buku PR matematika Raib berhasil membawa mereka bertiga ke dunia yang aneh, Klan Bulan. Dimulailah petualangan ketiga sahabat itu. Di sana mereka bertemu dengan keluarga Ilo yang baik hati. Vey, istri Ilo yang lembut. Juga Ou, anak bungsu Ilo dan Vey yang masih berusia 4 tahun dan sangat menggemaskan. Berkat pertolongan Ilo, Raib dapat menyusuri asal-usulnya dan mencari tahu keberadaan Miss Selena. Ilo juga mempertemukan Raib dan kawan-kawan dengan Av, kepala Perpustakaan Sentral yang dapat menjelaskan segala hal akan kejanggalan-kejanggalan yang dialami Raib. Mereka kemudian memasuki ruangan terlarang di dalam gedung perpustakaan. Di sanalah Raib mendapatkan segala jawaban atas semua rasa penasarannya. Oleh Av, Raib diberi sarung tangan yang dapat menyerap cahaya, sedangkan Seli diberi sarung tangan yang dapat mengeluarkan cahaya. Sementara itu di luar gedung, Tamus dan pasukannya (pasukan bayangan) telah mengepung, merangsek, dan terus mendesak untuk dapat memasuki ruangan terlarang yang sedang Raib masuki. Ilo mengantar Raib dan kawan-kawan ke vila peristirahatannya guna menghindari Tamus. Namun seluruh sistem transportasi yang ada di Klan Bulan telah disabotase oleh Tamus. Beruntung Ily, putra sulung Ilo, menyelamatkan mereka  dari kejaran pasukan bayangan melalui sistem transportasi yang dioperasikannya.

Setelah kucing-kucingan dengan pasukan Tamus di Klan Bulan, akhirnya Raib dan kawan-kawan masuk perangkap Tamus di Perpustakaan Sentral. Tamus tidak pernah bermaksud menguasai seluruh klan yang ada di dunia. Ia hanya menginginkan agar Raib menyerahkan buku PR Matematika miliknya yang merupakan buku kehidupan dan berisi kebijakan-kebijakan hidup. Kemudian Raib diminta untuk membukakan penjara bawah bayangan demi mengeluarkan Si Tanpa Mahkota yang telah terkurung selama ribuan tahun di dalamnya. Menurut pemaparan Tamus, Tanpa Mahkota adalah kakek kakeknya Raib. Selama ini Tanpa Mahkota telah mendapat perlakuan yang tidak adil dari ayahnya yang merupakan Raja Klan Bulan dan rakyat Klan Bulan yang telah menganggapnya jahat. Tamus juga menceritakan kalau kedua orang tua yang telah membesarkan Raib selama ini bukanlah orang tua kandung Raib. Kedua orang tua kandung Raib tewas dalam sebuah kecelakaan pesawat ketika Raib masih bayi. Lantas, bagaimanakah kisah petualangan ini berakhir? Mungkinkah Raib bersedia mengeluarkan Tanpa Mahkota dari penjara bawah bayangan? Mendingan baca aja sendiri ceritanya ya, hehe…

4. Bulan
Ini merupakan sekuel dari novel Bumi. Masih menggunakan sudut pandang yang sama dengan Raib sebagai tokoh utama. Cerita ini dimulai dengan kehidupan Raib, Seli, dan Ali sekembalinya dari Klan Bulan. Enam bulan lamanya mereka menjalani kehidupan layaknya manusia bumi yang normal, tentu saja tanpa kekuatan. Miss Selena yang telah cuti mengajar karena harus menyelesaikan berbagai persoalan di Klan Bulan, akhirnya kembali menemui mereka. Miss Selena bermaksud mengajak Raib ke Klan Matahari guna berdiplomasi dengan para penguasa di sana mengingat mungkin saja sebelumnya Tamus telah mengajak para pemimpin di setiap klan untuk tunduk kepada Si Tanpa Mahkota. Ali dan Seli tidak mau ketinggalan, apalagi Klan Matahari adalah tanah leluhur Seli. Pada hari yang telah ditentukan berangkatlah Raib, Seli, Ali, dan Ily (yang diutus menggantikan Ilo) didampingi Miss Selena dan Av. Setibanya di sana mereka disambut meriah oleh rakyat Klan Matahari. Kedatangan mereka bertepatan dengan Festival Bunga Matahari, di mana 9 fraksi di klan tersebut akan berkompetisi mencari bunga matahari pertama yang mekar pada hari ke-9. Di luar dugaan Raib dan kawan-kawan mendapat kehormatan menjadi kompetitor ke-10 dalam pencarian bunga tersebut. Awalnya Av sangat marah kepada teman korespondensinya. Tetapi Dewan Konsil Klan Matahari akan menolak diplomasi bila permintaan mereka tidak dikabulkan.

Maka dimulailah kembali petualangan Raib dan kawan-kawannya. Sebagai sarana transportasi mereka diberi harimau-harimau putih sebagai tunggangan, yang sebenarnya didatangkan dari Klan Bulan ribuan tahun yang lalu (Jadi inget sinetron 7 Manusia Harimau nih). Av dan Miss Selena tidak ikut serta karena mereka harus berdiplomasi dengan Dewan Konsil. Ketua Konsil memberi keempat remaja tangguh itu petunjuk berupa teka-teki yang mengharuskan mereka bergerak ke utara mencari seruling tak berkesudahan. Perjalanan yang mereka tempuh sangat jauh. Sementara hari mulai gelap dan mereka tidak menemukan perkampungan penduduk untuk bermalam. Beruntung mereka menemukan sebuah rumah di tengah peternakan lebah. Pemilik rumah itu bernama Hana-tara-hata yang berhati baik dan mempersilakan Raib bersama kawan-kawannya untuk bermalam di rumahnya. Hana sempat bercerita kalau putranya yang bernama Mata, meninggal saat mengikuti Festival Bunga Matahari. Keesokan harinya rombongan Raib melanjutkan perjalanan. Sebelum berpisah, Hana sempat berpesan kepadanya agar Raib mau mendengarkan alam, ikuti suara alam. Dalam perjalanan ke arah utara, kelompok Raib melewati hutan di mana sekawanan gorilla mengamuk menyerang mereka. Burung-burung kecil yang lucu tetapi pemakan daging turut menyerang di hutan berikutnya. Hingga akhirnya sampailah mereka di sebuah air terjun yang memancarkan cahaya pada malam hari. Di sanalah Raib mendapatkan petunjuk berikutnya yang mengharuskan mereka bergerak ke arah timur. Berbagai macam ujian dan tantangan mereka hadapi mulai dari teka-teki seorang nelayan di sebuah dermaga tua, monster gurita yang kerap menyerang penduduk, terpisah dari harimau-harimau tunggangan setelah melewati bendungan besar yang jebol karena pintu air dibuka oleh Fraksi Salamander yang sengaja ingin menyingkirkan kelompok Raib, diusir penduduk di Perkampungan Sawah karena tidak menyukai Festival Bunga Matahari, melewati lembah jamur beracun yang dapat meledak dan menebarkan serbuk yang dapat membutakan mata, hingga bertempur melawan ratusan tikus raksasa di Lorong Tikus Bawah Tanah.

Seharusnya kelompok Raib keluar sebagai pemenang jika saja mereka tidak dicurangi oleh fraksi penunggang salamander. Sempat terjadi kekeliruan tujuan terakhir mereka. Ali menduga kalau Kota Ilios merupakan tujuan terakhir mereka. Namun dalam 6 jam terakhir sebelum bunga matahari itu mekar, Raib menyadari bahwa mereka seharusnya berjalan menuju peternakan lebah milik Hana. Benar-benar di luar dugaan, padahal pesan yang disampaikan oleh Hana beberapa hari lalu merupakan indikasi dari jawaban yang sedang Raib cari. Seli kehabisan tenaga menjelang detik-detik terakhir tujuan mereka hingga akhirnya ia terjatuh pingsan di atas harimau tunggangannya. Kedatangan Raib dan teman-temannya tengah dinanti-nantikan oleh Ketua Konsil yang ternyata memiliki niat busuk. Meskipun Fraksi Salamander telah memenangkan kompetisi, Ketua Konsil mendiskualifikasi mereka atas kecurangan yang telah mereka perbuat. Ketua Konsil bahkan membunuh kapten fraksi tersebut. Pertempuran pun tak terelakkan. Ali yang berubah menjadi gorilla pun tak berhasil mengalahkan Ketua Konsil, begitu pula halnya dengan Ily yang akhirnya tewas terkena serangan Ketua Konsil. Ketua Konsil menginginkan Raib yang memetik bunga matahari. Tujuannya adalah ingin membukakan penjara bawah bayangan guna membebaskan Si Tanpa Mahkota. Nah lho, benar-benar kejutan kan? Lantas bagaimana akhirnya, apakah Si Tanpa Mahkota berhasil dibebaskan? Ayo, ayo, buruan ke toko buku atuh!

Dari sekian novel yang udah gue baca, gaya bahasa yang disampaikan Tere Liye sebenarnya mudah dicerna. Banyak majas personifikasi dan metafora yang disebutkan seperti kalimat, “Malam membungkus kota”, “Hujan membasuh bumi”, dan lain sebagainya. Tetapi banyaknya repetisi (pengulangan) kalimat-kalimat tersebut tidak jarang malah membuat pembaca merasa bosan. Untuk membaca ‘Bumi’ aja gue mesti menunda baca gara-gara gue ngerasa bosan baca episode-episode (bab) awal sampai dua minggu lamanya. Pas udah di tengah cerita baru mulai seru, gue pun ngulang lagi bacanya sampai habis selama 20 jam nonstop.

Kalau baca novel Bulan, gue justru ngerasa banyak kejanggalan baik dari segi alur, latar, dan penokohan para karakter. Bukan maksud gue mencari-cari kesalahan Tere Liye sih, karena pada dasarnya gue suka banget baca serial Bumi dan Bulan, malahan gue udah nggak sabar baca sekuel selanjutnya: Matahari (dan mungkin juga Bintang #Ngarep). Mau tahu kejanggalan apa aja yang gue temukan di novel Bulan? Simak ya:

1. Bahasa Klan Matahari hanya Seli dan Av yang mengerti. Tapi pada adegan-adegan tertentu, Raib-Ali-Ily dibuat seolah-olah mengerti bahasa tersebut. Nelayan yang ngasih teka-teki di dermaga tua kok nggak curiga kenapa Seli berkali-kali menerjemahkan bahasa yang si nelayan pake ke teman-temannya? Terus pas detik-detik terakhir menuju rumah Hana, Seli kan pingsan duluan, lha yang nerjemahin omongan Fraksi Salamander sama Ketua Konsil siapa ya? Apa mungkin Hana sama Av yang translate tapi nggak ditulis sama Bang Tere adegannya?

2. Gue sebenarnya agak bingung dengan setting waktu di Bumi dan Bulan. Bulan bersetting di musim ulangan akhir semester, hal ini berarti bulan Desember. Tapi disebutin juga kalau itu adalah akhir dari musim hujan, di mana seharusnya ada di bulan Maret. Enam bulan lalu adalah kejadian Bumi, anggaplah itu bulan Juli, tetapi di Bumi disebutin bahwa saat itu sudah dua bulan sejak tahun ajaran baru maka seharusnya bulan September (dan ini cocok dengan musim pada buku tersebut) Oke anggaplah September dan Maret adalah benar dan ulangan yang dimaksud adalah ulangan tengah semester, bukan ulangan akhir semester. Masalahnya pada akhir ulangan tengah semester enggak ada libur dua minggu (sekolah mana punya kurikulum kaya gitu?)

3. Selain itu, sedikit banyak pertanyaan di buku Bumi sudah terjawab. Mengenai orang tua Seli, alasan kenapa Raib suka banget sama pelajaran bahasa, kekhawatiran pembaca terhadap Tamus. Memang enggak semua pertanyaan sih, seperti siapa orang tua Raib yang sebenarnya, kenapa mereka bisa mengalami kecelakaan pesawat dan lain-lain. Tapi, jujur aja gue lebih penasaran sama keluarga Ali daripada Raib. Masih menjadi misteri kenapa orang tua Ali bisa enggak peduli sama anak supercerdas sekaligus bermasalah, dan masih menjadi misteri kenapa Ali bisa menjadi beruang.

4. Klan Matahari mempunyai teknologi yang lebih maju dari Klan Bulan apalagi Klan Bumi. Meski begitu, teknologi ini hampir hanya dimiliki Kota Ilios. Permainan politik bikin daerah lain justru tertinggal. Teknologi mereka nggak jauh berbeda sama teknologi yang ada di Klan Bumi. Awalnya gue kira, poin ini menjadi kekurangan buku ini karena penjabaran tentang betapa majunya Klan Matahari jadi sedikit. Untungnya, ketimpangan ini bukan tanpa alasan dan masih punya kaitan erat dengan ceritanya sendiri.

Gue rasa cukup dulu ulasan dari gue soal novel-novelnya Tere Liye. Secara keseluruhan gue tetap suka karya-karyanya karena banyak berisi pesan moral dan nasihat-nasihat bijak tentang kehidupan yang harus diikutin. Gue berharap semoga novel Matahari segera terbit dan gue bisa baca. Thank you udah singgah di mari, and sorry kalo tulisan-tulisan gue bikin kalian semua pada ngantuk. Have a nice day ya, jangan lupa tinggalin jejak di bawah walaupun cuma say ‘hi’ doank. See you^^

Kelas Internasional Net.

Para pemeran :

Carlos Camelo sebagai Carlos De Vega dari Kolombia

image

Abbas Aminu sebagai Abas dari Nigeria

image

Suzuki sebagai Kotaro dari Jepang
Wiwiek Michiko sebagai Ling Ling dari China

image

Lee Jeong Hoon sebagai Lee Joung Yu dari Korea Selatan
Loyd Christina sebagai Angelina dari Brazil

image

Tyson Lynch sebagai Tyson dari Australia
Palak Bhansali sebagai Mrs. Palak dari India

image

Tarra Budiman sebagai Pak Budi (guru)
Maya Wulan sebagai Ibu Rika (kepala sekolah)

image

Udah pada tau kan komedi satu ini? Yup, acara yang ditayangin sama Net. ini lagi jadi tontonan favorit gue di akhir pekan. Gila, ceritanya ngocol abiez! Gue sampe ngakak guling-guling nonton berulang-ulang setelah gue download videonya dari YouTube. Walaupun ide cerita aslinya dapet nyontek dari komedi Inggris lawas tahun 1970-an yang berjudul Mind Your Language! Tapi gue tetep nikmatin cerita komedi ini. Soalnya versinya sedikit beda sama versi Inggris yang gue sebutin barusan. Tentunya “Kelas Internasional” mengusung budaya Indonesia sebagai pembeda dari versi aslinya. Dan gue juga pernah nonton komedi sejenis ini versi Jepang-nya pas zaman gue masih SMA, tapi gue lupa judul komedinya. Yang jelas semua versi  ceritanya berhasil bikin ngocok perut! 😀

Bahasa melambangkan bangsa! Mungkin itu tema yang mau disampaikan oleh Net. ke penonton supaya bangsa Indonesia bisa mengenal lebih dekat sama bangsa-bangsa yang sering banget berinteraksi sama Indonesia. Bangsa yang berbudaya luhur adalah bangsa yang menjunjung tinggi bahasa di negaranya! Sayangnya masih banyak orang Indonesia yang kurang mencintai bahasa negaranya sendiri. Kosakata Bahasa Indonesia sering diubah menjadi bentuk yang aneh-aneh dalam tatanan pergaulan. Sehingga mengakibatkan Bahasa Indonesia asli menjadi terlupakan dan mungkin hanya tinggal namanya saja yang terdaftar di dalam kamus pada masa yang akan datang. Lucunya meskipun banyak orang Indonesia yang menguasai bahasa asing seperti Bahasa Inggris, Arab, Mandarin, Jerman, Korea, dan Jepang, akan tetapi enggak sedikit juga orang Indonesia yang ‘tidak’ ataupun ‘kurang’ mengenal bangsa-bangsa lain. Sebagai contoh misalnya banyak orang Indonesia yang nggak bisa ngebedain mana orang China, Jepang, atau Korea lantaran ketiga bangsa tersebut memiliki ciri fisik yang nyaris sama yaitu berkulit kuning cerah, dan bermata sipit. Padahal kalo diperhatikan lebih seksama tingkat kesipitan ketiga bangsa itu sedikit berbeda. Orang Korea misalnya, walaupun sipit tapi kelopak mata mereka agak kelipat ke dalam mirip mata yang lagi ngantuk. Sementara kesipitan mata orang China nyaris menyerupai garis yang meruncing tajam. Kalo orang Jepang menurut gue sih transisi di antara keduanya. Selain fisik orang Indonesia juga sering ketuker soal budaya ketiga bangsa tersebut. Misalnya kimono dikira pakaian tradisional orang China, padahal itu pakaiannya orang Jepang. Gitu juga sama huruf China (Han zi), malah disebut Kanji. Emang sih huruf Kanji aslinya dari China. Tapi kan Jepang udah  memodifikasinya sedemikian rupa sehingga kaidah penggunaannya antara Han zi sama Kanji sedikit berbeda. Kimchi makanan khas orang Korea disangka asalnya dari China. Kadang orang Indonesia juga nggak bisa ngebedain mana orang Arab sama orang India. Dua-duanya sama-sama punya hidung mancung,  berkulit putih kaya bule, dan bermata coklat. Pada nggak nyadar kali ya, padahal orang Indonesia juga kan matanya coklat (bukan item lho ya!), coklatnya coklat tua, makanya gelap banget. Coba deh perhatiin di kaca kalo nggak percaya! Ada yang tau gak perbedaan orang Arab sama orang India? Kalo menurut gue sih, semancung-mancungnya orang India, kebanyakan cowok India mancungnya rada bengkok!

Banyak sekali ambiguitas interjeksi bahasa lintas negara. Seringkali kita menemukan sebuah kata dari suatu bahasa tetapi lucunya kata tersebut mempunyai makna yang berbeda dalam bahasa lain. Sebagai contoh, ayo monggo, silakan baca postingan-postingan jadul gue berikut ini :

Kesalahpahaman Gadis Indonesia dengan Pria Filipina

Kesalahpahaman Orang Jepang dengan Orang Jawa

Kesalahpahaman Orang Jawa dengan Orang Jepang

Kesalahpahaman Orang Jawa dengan Orang Sunda

Kesalahpahaman Anak Jepang dengan Anak Arab

Bangsa Indonesia udah gak perlu diragukan lagi kemajemukannya. Dengan adanya keaneka-ragaman yang ada, bangsa Indonesia sudah semestinya bisa bersikap terbuka terhadap kemajemukan bangsa-bangsa lain di dunia. Pernah gak kalian ngalamin salah paham sama orang yang beda suku atau bangsa? Pengalaman gue mengajar di sekolah internasional menambah khazanah pengetahuan gue soal perbedaan antarbangsa. Baik kosakata bahasa maupun adat kebiasaan masing-masing bangsa. Banyak kejadian lucu yang pernah gue alamin sama murid-murid dan temen-temen kerja gue yang beda bangsa. Salah satunya adalah pas gue menghadiri jamuan makan malam di rumah temen gue, orang Thailand. Waktu itu ceritanya gue dijamu kue-kue khas Thailand buatan dia. Lantaran rasa kuenya enak, terang aja gue muji dia dong! “Hey, kue buatanmu enak sekali! Maaf ya, kalau aku ketagihan sama kuenya!” Gak tahu kenapa setelah gue ngomong gitu semua orang di rumah temen gue itu mendadak pada diem merhatiin gue. Sontak gue jadi grogi diliatin banyak orang. Apa gue salah ngomong? Atau omongan gue terlalu berlebihan? Kayanya kelakuan gue malu-maluin kali ya? Akhirnya temen gue itu bisik-bisik di telinga gue, “Maaf ya bilang ‘kue’-nya pelan-pelan saja, soalnya dalam Bahasa Thai ‘kue’ itu artinya ‘alat kelamin laki-laki’!” Sumpah gue langsung keselek pas gue ngedenger bisikan temen gue itu. Buru-buru gue minum segelas air dan gue langsung diem, speechless. Gak tau mesti ngapain.

image

Menurut gue sebenarnya jumlah murid di komedi “Kelas Internasional” terbilang masih kurang. Kenapa di kelas tersebut gak ada orang Arab dan Eropa? Seenggaknya ada satu bangsa perwakilan dari Eropa. Lebih tepatnya mungkin orang Belanda. Secara negara kita punya ikatan sejarah yang panjang sama negara kincir angin itu. Bakal lebih banyak kekonyolan semakin banyak bangsa yang dilibatkan.

Well, kalo pembaca kurang paham alur cerita komedi ini, nih gue review sedikit deh episode perdananya :

image

image

Pak Budi (Tarra Budiman) adalah guru Bahasa Indonesia baru di lembaga kursus yang dipimpin oleh Bu Rika (Maya Wulan). Ceritanya Bu Rika adalah sosok kepala sekolah yang tegas, agak jutek, doyan makan cemilan, dan penyuka lelaki bertubuh indah. Pertama kali Pak Budi masuk untuk mengajar, Bu Rika menakut-nakutinya kalau sebelumnya sudah ada 2 orang guru depresi dan satu orang guru menjadi gila gara-gara menghadapi kelakuan para murid di ruang 3 alias kelas internasional. Disebut kelas internasional karena para penghuninya berasal dari pelbagai negara. Sebut saja antara lain :

image

1. Ling Ling, wanita karir asal Republic of China ini bekerja di International Bank of China. Suka berjualan di kelas, agak pelit, dan sering perhitungan dengan teman. Lidahnya pedal (cadel) tidak bisa mengucapkan huruf ‘r’. Ling Ling menyukai Carlos, pemuda mapan asal Kolombia yang hadir sebagai murid baru di kelas bersamaan dengan hari pertama Pak Budi mengajar.

image

2. Lee Jeong Yu, cowok cute asal Korea Selatan yang narsis, suka selfie, suka ngedance, dan bekerja di perusahaan elektronik. Diceritakan pada episode ke-5 Lee jatuh cinta sama Makoto adiknya Kotaro.

image

image

3. Kotaro Suzuki, pria Jepang ahli pijat shiatsu ini gak bisa nyebut huruf ‘l’ karena Bahasa Jepang emang gak kenal konsonan ‘l’ (kebalikan Ling Ling dong!). Pada waktu perkenalan, Kotaro kebelet pengen pipis dan nanya letak toilet sama Pak Budi. Pas Pak Budi ngejelasin arah kiri, Kotaro ngedengernya ‘harakiri’ yang berarti bunuh diri dalam Bahasa Jepang. Jelas Kotaro langsung emosi lantaran ngira disuruh bunuh diri sama Pak Budi. Di lain episode diceritakan Kotaro nggak suka adiknya, Makoto, berhubungan dekat dengan Lee. Terang aja Kotaro sama Lee gak bakalan akur.

image

image

4. Mrs. Palak, ibu rumah tangga asal India ini kerjaannya nyulam dan ngejahit celana anaknya terus selama di kelas. Dia kurang bergaul sama teman-temannya, gak bisa ngomong Bahasa Indonesia, dan suka memelihara ular. Waktu Pak Budi menyuruhnya buat memperkenalkan diri, Mrs. Palak gak ngerti. Dia malah nulis nama Pak Budi sama Abas di papan tulis pake huruf Dewanagari. Padahal maksud Pak Budi ngasih spidol ke dia buat nulis namanya sendiri.

5. Tyson, siapa gak kenal suami Melanie Ricardo ini? Ceritanya Tyson berkebangsaan Australia dan pekerjaannya aktor ‘cameo’ di film-film made in Indonesia. Tyson seringkali berantem dengan Carlos. Keduanya juga bersaing memperebutkan perhatian Angelina.

image

6. Abas, mahasiswa asal Nigeria. Sifatnya easy-going tapi slengean. Cepet ngerti Bahasa Indonesia tapi sering miskomunikasi dengan orang di sekitarnya.

image

image

Murid-murid yang sering bertingkah konyol sering bikin Pak Budi kewalahan. Umur dah pada tua juga tapi kelakuan kaya anak-anak. Gak jarang akhirnya Pak Budi dipanggil ke ruangan kepsek gara-gara dianggap nggak bisa ngatasin murid-muridnya di kelas. Suatu hari Bu Rika kedatangan murid baru yang ingin belajar Bahasa Indonesia di kelas internasional. Begitu ngeliat siapa yang datang, Bu Rika langsung terpana sama ketampanan si Don Juan. Tanya-tanya siapa namanya yang ternyata bernama Carlos De Vega, Bu Rika langsung cari namanya di Facebook. Dasar mata Bu Rika jelalatan, ngeliat foto postur tubuh Carlos yang shirtless langsung bling-bling!

image

image

image

image

Carlos memiliki usaha coffee shop. Dia juga jago mainin harmonika. Tapi Tyson gak suka sama Carlos. Pas keduanya berantem, Lee malah sengaja berfoto selfie di belakang mereka. Ling Ling bukannya misahin malah cari perhatian di depan Carlos. Di saat keributan terjadi datanglah murid baru yang super cantik bernama Angelina (Loyd Christina) model dari Brazil.

image

image

image

image

Siapa yang gak tahu Loyd? Bule cantik ini sering nongol di majalah-majalah katalog produk bermerek terkenal, sejumlah iklan kaya es krim Magnum, parfum, dan kosmetik luar yang dibintanginya juga banyak nongol di layar kaca Indonesia. Loyd juga pernah maen jadi Suster Sofi di Hafalan Shalat Delisa, beu waktu Suster Sofi kirim foto ke Pak Ustadz, fotonya cantik banget. Di sana Suster Sofi berpenampilan berhijab, terang aja bikin Pak Ustadznya kesengsem.

image

image

Baru masuk kelas, Angelina langsung jadi rebutan antara Tyson dan Carlos. Tapi kelihatannya sepertinya Angelina naksir Pak Budi deh. Tiap kali digodain sama Angelina, Pak Budi sering deg-degan dan penyakit  asmanya langsung kambuh. Kasihan Pak Budi. Mau tahu cerita selanjutnya? Tonton aja deh di Net. Setiap Sabtu dan Minggu pukul 17.30 WIB. Jangan lewatkan ya!

Sebagai penutup gue mau narik kesimpulan pelajaran yang bisa diambil dari tontonan komedi ini. Antara lain sebagai berikut :

1. Banggalah menjadi bangsa Indonesia sebelum bangsa lain ngebanggain bangsa ini!
2. Hormatilah bangsa lain karena nggak ada bangsa yang sempurna di dunia! Setiap bangsa punya kekurangan dan kelebihan masing-masing!
3. Berkomunikasilah yang baik supaya orang lain ngerti maksud tujuan kita! Berbahasalah bahasakan bahasa!

Sampai ketemu lagi di tulisan selanjutnya ya. Bye… 🙂

Review Novel : In 10 Days

image

Hallo pembaca… kembali lagi BJ Sugih dengan tulisan barunya. Bagaimana kabar kalian semua? Kalian pasti kangen berat sama tulisanku kan? *nimbang truk sama kapal*  😅  Ngomong-ngomong gak kerasa ya sekarang sudah menginjak Ramadhan sepekan. Puasanya pada lancar nggak nih? Alhamdulillah BJ Sugih juga puasanya lancar lho (tapi kalau ada mama doank  😁). Eh, enggak ding, puasanya beneran lancar kok! Ciyus ✌! Buat kalian semua yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan, Sugih ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa ya. Semoga ibadah puasa kita senantiasa dipermudah dan amal ibadah kita selama bulan Ramadhan yang suci ini diterima oleh Allah subhanawata’alla. Amin ya rabbal alamin.

Sesuai judulnya di atas, tulisanku kali ini akan membahas tentang sebuah novel yang baru-baru ini selesai kubaca. Sebelumnya aku mau  mengucapkan terima kasih banyak kepada Bli Gara yang sudah mengirimkan naskah novel ini secara cuma-cuma kepadaku  via email 3 bulan yang lalu. Betapa beruntungnya aku mendapatkan kesempatan membaca kisah cinta yang menyentuh ini *jingkrak-jingkrak senang kaya kelinci minta kawin* 🐰 . Aku berani jamin pembaca bakal termehek-mehek setelah membaca cerita novel ini 😭 . Sesuai janjiku kepada Bli Gara, pada postingan kali ini aku akan mengupas habis tentang novel ‘In 10 Days’. Namun sebelumnya aku juga mau minta maaf yang sebesar-besarnya kalau tulisanku ini sangat terlambat buat diposting. Bayangin 3 bulan pemirsa, kucing peliharaan tetangga sebelah aja udah pada ngelahirin! Miaaauw… 🐱 *diketok sama Bli Gara* (Eh enggak deng, Bli Gara kan orangnya baik, sabar, dan pengertian. Iya kan Bli?)

Oke langsung aja kita cekidot soal novelnya ya…

image

Sinopsis singkat  ‘In 10 Days’ :
Ryuta Ozaki adalah seorang secret admirer (pengagum rahasia) Sayaka Kurosaki, gadis cantik teman sekampusnya. Demi Sayaka, Ryuta selalu ada di belakangnya memberikan barang-barang yang diperlukan oleh gadis berhati lembut itu secara diam-diam, termasuk tiket konser band kesukaannya. Hingga pada akhirnya perilaku Ryuta pun tertangkap basah oleh sang pujaan hati setelah Kana Nishino, sahabat Sayaka, memberi saran kepada Sayaka untuk mengambil payung di lokernya. Hari itu turun hujan, Kana merasa yakin kalau pengagum rahasia Sayaka yang tak lain sebenarnya adalah Ryuta, pasti telah menaruh payung di loker Sayaka. Betapa terkejutnya Sayaka mendapati Ryuta di sana. Namun siapa sangka kalau gayung akan bersambut. Cinta Ryuta dengan mudahnya diterima oleh Sayaka tanpa syarat. Di mata Sayaka, Ryuta Ozaki adalah sosok pria baik-baik dan juga tampan. Walaupun dia bukan tipe lelaki yang disukainya. Hubungan pun terus berlanjut. Sayaka dan Ryuta ‘terpaksa’ menikah lantaran MBA (married by accident). Keduanya terlalu larut menikmati pesta dansa tahunan yang diselenggarakan oleh universitas mereka. Sampai akhirnya mereka berdua mabuk dan tak sadarkan diri kalau mereka telah melewati batas-batas pergaulan. Sayaka dinyatakan hamil, dan Ryuta menikahinya dengan penuh kebahagiaan. Akan tetapi kebahagiaan itu berubah menjadi mimpi buruk yang menyeramkan. Sayaka enggan memakai nama ‘Ozaki’ di belakang nama kecilnya, termasuk pada nama anaknya kelak. Kemudian Sayaka melempar cincin pernikahannya dan enggan memanggil Ryuta dengan panggilan ‘suami’. Sayaka juga enggan tidur satu kamar dengan suaminya itu. Padahal Ryuta sudah menabung jauh-jauh hari untuk membeli rumah cantik impiannya demi membahagiakan Sayaka. Sikap Sayaka mendadak berubah dingin setelah upacara pernikahan usai. Sayaka mendiamkan Ryuta selama berbulan-bulan lamanya, seolah-olah Ryuta adalah makhluk asing yang tinggal di rumahnya. Tak ada sapaan ‘selamat pagi’, tak ada sarapan yang terhidang di atas meja makan setiap pagi untuk Ryuta, tak ada sambutan ‘selamat datang’ setiap Ryuta pulang kerja, dan tak ada ucapan ‘selamat tidur’ ketika mereka akan beristirahat. Alih-alih bukannya menjadi ibu rumah tangga yang baik, setelah Sayaka mengalami keguguran pun malah memutuskan untuk menjadi wanita karir di perusahaan yang telah lama ia idamkan semenjak masih duduk di bangku kuliah. Ryuta hanya bisa pasrah menerima perlakuan Sayaka terhadapnya.

Hingga pada suatu pagi di bulan November tanggal 19, Ryuta terbangun dari tidurnya. Ia termenung mengingat mimpi aneh yang dialaminya. Dalam mimpinya itu ia melihat sebuah peti mati yang ternyata di dalamnya terbaring sesosok mayat wanita yang sangat dicintainya, Sayaka. Apakah itu pertanda buruk? Anehnya setelah Ryuta mengalami mimpi aneh tersebut, sikap Sayaka berubah baik kepadanya. Sikap Sayaka kembali hangat padanya seperti saat mereka pacaran dulu. Sayaka juga selalu menyajikan sarapan untuk Ryuta. Yang paling mengejutkan lagi untuk pertama kalinya Sayaka mau diajak berziarah ke makam kakaknya oleh kedua orang tuanya. Ryuta pun diajaknya serta.  Dan yang membuat Ryuta kaget, Sayaka memutuskan untuk resign dari perusahaan tempatnya bekerja. Ryuta tak menyia-nyiakan kesempatan ini begitu saja. Di benaknya sepertinya Sayaka telah berubah dan ingin menjadi istri yang baik baginya. Maka Ryuta bermaksud untuk melamarnya kembali dan mengulangi pernikahan mereka. Dalam sebuah kencan ganda yang telah direncanakannya bersama Kana dan calon suaminya, Yoshihiko, Ryuta bermaksud melamar Sayaka di atas ferris wheel Daikanransha, kincir ria tertinggi keempat di dunia yang menyuguhkan pemandangan Kota Tokyo setinggi 115 meter dari atas permukaan laut. Bertepatan dengan terbenamnya matahari ketika ferris wheel yang mereka naiki berada di puncak ketinggian, Sayaka menolak lamaran yang diajukan oleh Ryuta. Bahkan setelah itu Sayaka tak pulang ke rumah bersamanya. Ia malah pulang ke rumah orang tuanya. Ada apa sebenarnya dengan Sayaka? Dan apa yang sebenarnya akan terjadi dalam waktu 10 hari?

My first impression about ‘In 10 Days’ : Sumpah, aku merasa tertipu oleh judul novel ini. Awalnya aku mengira genre novel ini adalah action semacam Mission Impossible, atau James Bond 007. Ternyata ini adalah sebuah roman. Hanya saja background yang dipakai dalam cerita ini adalah negeri sakura. Menurutku background tersebut masih kurang sesuai jika ditinjau dari segi kultur dan alur ceritanya. Mengapa? Karena terdapat beberapa hal yang janggal, antara lain sebagai berikut :

1. Penulis tidak menceritakan latar belakang keluarga masing-masing tokoh. Apakah mereka berasal dari keluarga miskin, sederhana, pas-pasan, atau keluarga yang kaya raya. Sebab banyak sekali adegan para tokoh menggunakan kendaraan pribadi. Padahal pada kenyataannya dalam kehidupan kultur orang Jepang sehari-hari, mereka lebih menyukai memakai transportasi umum seperti bis, taksi, dan kereta ketimbang mobil pribadi. Sebenarnya sih karena politik dumping yang merupakan kebijakan pemerintah sana, harga mobil di Jepang jauh lebih mahal daripada di Indo. Apalagi mereka juga gemar bersepeda dan berjalan kaki. Karena orang Jepang sangat sadar lingkungan dan senantiasa menghindari polusi. Terkecuali mereka berasal dari golongan elite kelas menengah ke atas. Okelah kalau seandainya Ryuta dan beberapa tokoh lainnya berasal dari golongan tersebut, pembaca bisa memakluminya.

2. Hubungan orang Jepang dalam lingkungannya cenderung kaku. Penulis sebenarnya sudah berhasil memaparkan hubungan antara Ryuta dengan Sayaka. Sayaka yang sungkan untuk menolak Ryuta, Ryuta yang pasrah menerima perlakuan Sayaka setelah mereka berdua menikah, dan hubungan yang canggung ketika Sayaka kembali bersikap baik padanya, sampai rahasia yang dipendam Sayaka dari Ryuta. Sayangnya penulis tidak ingat hubungan antara Reiji dengan Sayaka. Hellooo… ini siapa dengan siapa ya? Kok si Reiji lancang benar berani memeluk Sayaka hanya karena Sayaka mendapat nilai B dalam ujian skripsinya? Sahabat aja bukan kan? Kan dalam ceritanya, Reiji juga baru mengetahui perihal hubungan Ryuta dengan Sayaka. Tapi tindakan Reiji menunjukkan seolah-olah mereka adalah sahabat yang sudah lama saling mengenal. Setahuku sikap orang Jepang yang baru saja saling mengenal itu saling sungkan dan belum terlalu akrab. Terkecuali mereka telah mengobrol panjang-lebar berjam-jam seperti yang sering dilakukan oleh Kogoro Mouri dalam komik Detective Conan *huhu… ketahuan deh, suka baca komik Conan* 😅

3. Panggilan Ryuta kepada mertuanya yang hanya menyebutkan nama diakhiri –san (Tuan/Nyonya) baca : Takeo-san dan Keiko-san. Apakah hal tersebut dikarenakan Ryuta memiliki masalah dengan Sayaka? Pada kenyataannya dalam kehidupan sosial orang Jepang, ada maupun tiada masalah, seorang menantu tetap memanggil mertuanya dengan sebutan ayah mertua dan ibu mertua. Bahkan sebagian lain memanggil dengan sebutan ‘otosan’ (ayah) dan ‘okasan’ (ibu). Hal ini tetap dilakukan seumpama mereka telah tidak menjalin hubungan sebagai menantu dan mertua lagi, karena kasus perceraian maupun pasangan meninggal dunia. Bila seorang menantu memanggil nama (meskipun diakhiri –san) kepada mertuanya, hal ini dianggap tidak sopan di negara Jepang. Pernikahan adalah ikatan dua buah keluarga yang sangat erat bukan?

Well, kayanya aku gak bisa bicara panjang lebar untuk mengomentari novel ini. Karena selain runut meski alur ceritanya maju mundur maju mundur cantik *kata Emak Syahrini* selebihnya novel ini sangat bagus dan recommended banget buat para ibu rumah tangga yang doyan membaca novelnya Asma Nadia semacam Catatan Hati Seorang Istri. Hanya saja ini versi suaminya. Mungkin bisa juga kalau cerita ini mempunyai judul lain : Catatan Hati Seorang Suami. *Ups* Apakah para lelaki juga bisa membaca novel ini? Uhm, sepertinya novel ini cocok banget kalau dibaca para suami yang sedang galau karena ‘diasingkan’ oleh istri, ditinggal pergi oleh istri, suami yang takut kepada istri, dan sedang terancam di ambang perceraian rumah tangga. Novel ini sarat pesan moral kepada para suami dan calon suami yang sedang bersiap-siap untuk berumah tangga agar tidak melakukan kekerasan dalam rumah tangga seperti kehidupan-kehidupan rumah tangga di Indonesia dan di Jepang kebanyakan. Seperti yang kita ketahui banyak kepala keluarga yang senang mengamuk kepada istri dan anak-anaknya tatkala mereka sedang dilanda suatu masalah. Sering kali kita melihat para ayah di Jepang membenturkan kepala istrinya ke meja atau dinding dan mendorong tubuh mereka hingga terjatuh ke lantai. Sangat tidak manusiawi! Sikap Ryuta yang pasrah menerima perlakuan Sayaka merupakan figur suami yang tabah dan tegar, bukan berarti ia takut kepada istri. Justru ia selalu ingin membahagiakan istrinya. Ia percaya setelah hari itu mendung, matahari akan kembali bersinar cerah. Kita juga harus berhati-hati dalam membina hubungan, terutama bila kita belum menikah. Jagalah pasangan kita dari perbuatan maksiat agar kehidupan rumah tangga kita senantiasa selamat dunia akhirat.

Sebelum ulasan ini kututup, aku sempat heran dengan mimpi aneh yang dialami Ryuta. Ryuta amat takut kalau hal yang dilihatnya dalam mimpi merupakan pertanda buruk baginya : kematian Sayaka. Menurut kepercayaan sebagian besar masyarakat Indonesia dan juga sebagian bangsa Asia, terutama umat muslim, tabir mimpi melihat orang meninggal dunia menandakan bahwa orang yang dimimpikan tersebut akan panjang umur. Correct me if I’m wrong! Mungkin cukup sekian ulasan dariku. Selebihnya pembaca silakan membaca sendiri novel tersebut bila sudah beredar di toko-toko buku. Terakhir, aku ingin memberi ralat kepada Bli Gara, frase yang benar adalah ‘lesung pipi’, bukan ‘lesung pipit’. Karena frase tersebut mengandung makna lesung yang terdapat di pipi. Terima kasih banyak atas cerita yang luar biasa ini. Semoga karya-karya Bli Gara semakin digemari banyak orang. Sampai jumpa di tulisanku selanjutnya ya. Mata aimashou^^ 😄 👋

Drama Jadul Favoritku : Api dan Cinta

image

Ini merupakan drama favoritku saat aku kelas 4 SD, kira-kira tahun 1995-1996. Tapi ternyata di negara pembuatnya drama ini ditayangkan pada tahun 1980-an. Ups, berarti waktu tayang di Indonesia sudah jadul banget dong ya 😀 Waktu kecil aku sangat mengidolakan Chow Yun Fat sampai semua film silat yang dibintanginya aku tonton semua, termasuk drama percintaannya yang satu ini. Serial ini lebih dikenal di sini dengan judul Shanghai Bund: Api dan Cinta . Cerita ini mengambil latar sekitar tahun 1930-an di China. Hui Man Keung (Chow Yun Fat) tiba di Shanghai untuk mengadu nasib hanya dengan membawa sedikit uang dan tidak mempunyai tempat tinggal. Secara kebetulan, ia bertemu dengan Ding Lik (Ray Lui), seorang penjual asongan yang sederhana dan jujur. Keduanya dengan cepat menjadi teman. Kemudian di saat yang bersamaan pula seorang gadis bernama Fung Ching Ching (Angie Chiu), putri seorang bos mafia, diculik. Beruntung, ia berhasil diselamatkan oleh Hui Man Keung dan Ding Lik. Oleh sebab itulah, Bos Fung (Lau Dan), ayah Ching Ching, menyewa keduanya untuk bekerja padanya. Tentu saja sebagai mafia. Dengan kesetiaan dan kecerdasan keduanya, Bos Fung menjadikan keduanya sebagai asset berharga bagi organisasinya. Keung dan Ching Ching saling jatuh cinta pada pandangan pertama. Mereka pun berencana untuk menikah, tetapi sayang rencana itu hancur berantakan. Ayah Ching Ching terlibat persoalan dengan pedagang senjata Jepang. Lantas dia mengirim Keung untuk menyelesaikan persoalan itu. Namun, Keung malah membunuh seorang pedagang senjata Jepang yang penting itu. Ketika Bos Fung mengetahui tentang kejadian ini, ia mengirim pembunuh bayaran untuk membunuh Keung guna menghilangkan jejak kalau ia terlibat dalam kasus tersebut, sebab dia sendirilah yang telah mengutus Keung guna menghadapi pedagang senjata Jepang. Mengetahui nyawanya terancam akan dibunuh, Keung kaget dan kesal kepada Bos Fung, Karena itulah Keung terpaksa meninggalkan Shanghai dan meninggalkan kekasihnya, Ching Ching.

image

Setelah gagal membunuh Keung melalui pembunuh bayaran yang disewanya, Bos Fung mengirim Ding Lik untuk menangkap Keung. Ketika Ding Lik berhadapan dengan Keung, mereka memutuskan untuk bicara. Pada akhirnya, Ding Lik mengizinkan Keung untuk pergi. Setelah Keung meninggalkan Shanghai, Ding Lik menjadi satu-satunya tangan kanan Bos Fung. Ding Lik kemudian memiliki banyak uang dan kekuasaan. Namun, dengan kekuasaannya sekarang, Ding Lik berubah dari orang yang sederhana dan jujur menjadi seorang lelaki pecundang, hipokrit, dan licik. Sejak saat itulah dia merayu Ching Ching yang tengah patah hati karena ditinggalkan Keung. Mengetahui bahwa kekasih sejatinya tidak akan pernah kembali, Ching Ching bersedia menikah dengan Ding Lik, tetapi hatinya tidak pernah melupakan Keung. Sementara itu, Keung pergi ke pedesaan, dan bertemu dengan seorang pria tua dan cucu-cucunya. Keung melihat betapa damai hidup pria tua dan cucu-cucunya itu. Dia kemudian memutuskan untuk melupakan masa lalunya dan hidup dengan damai. Dia menikahi cucu perempuan pria tua tersebut dan tinggal di sana.

image

Sayangnya, orang-orang suruhan Bos Fung menemukan di mana keberadaan Keung tinggal dan membunuh semua orang, bahkan istri Keung yang tengah hamil pun juga ikut dibunuh dengan sadis! Keung melihat keluarganya mati dan bersumpah untuk membalas dendam. Dia kembali ke Shanghai untuk bergabung dengan mafia lain dan menyebabkan malapetaka dalam bisnis Bos Fung. Sementara itu, pernikahan antara Ding Lik dan Ching Ching menjadi sebuah bencana. Ding Lik mengetahui kedatangan Keung ke Shanghai dan takut jika Ching Ching akan jatuh cinta lagi pada Keung. Dia menjadi cemburu dan memperlakukan Ching Ching dengan tidak hormat. Dia bahkan mendorong Ching Ching jatuh ke tanah dan dengan tidak sengaja hal itu menyebabkan Ching Ching mengalami keguguran. Ding Lik menyadari apa yang dilakukannya adalah sebuah kesalahan dan mulai memperlakukan Ching Ching dengan penuh kasih sayang. Namun, Ching Ching menjadi tidak bahagia dengan kehidupan pernikahannya, dan dia ingin bercerai. Di akhir cerita, Keung berhasil menangkap Bos Fung dalam sebuah ruangan dan menembaknya. Ching Ching masuk dan melihat ayahnya mati di kakinya. Dia mengambil pistol dan mengarahkannya ke kepala Keung. Keung berkata pada Ching Ching bahwa dia tidak akan menyalahkan Ching Ching dan masih berdiri menunggu peluru dari pistol itu mengenai kepalanya.

Wah, seandainya serial ini ditayangkan ulang aku masih ingin menyaksikannya. Dulu serial ini ditayangkan oleh Indosiar, stasiun tv yang terbilang baru pada era tersebut dan menjadi favorit jutaan pemirsa Indonesia karena banyak menayangkan drama yang digandrungi masyarakat Asia. Aku suka sekali adegan-adegan asmara antara Keung dan Ching Ching. Mereka terlihat serasi sekali. Saking sukanya dengan film ini lirik lagu opening themenya sampai kuhapal. Nah ini dia liriknya, selamat bernostalgia!

Api dan Cinta

Kemilau cahaya di antara bagian kota
Temaram mencekam
Di lorong-lorong penuh dendam
Dunia ternoda
Dosa dusta kian melanda
Asmara dan cinta
Adakah di hati mereka?

reff:
Hari-hari terus berlalu
Meniti jalan sepi
Tak peduli tanpa ragu
Menghadapi apa yang terjadi
Seperti di dalam rangkaian pentas sandiwara
Melawan angkara
Berharap datang kuasaNya …

My Favorite Mandarin Old Song : Dui Mian De Nu Hai Kan Guo Lai

image

image

Tiap kali aku sedang sakit bila mendengarkan lagu ini aneh bin ajaib rasa sakitku berkurang dan aku menjadi cepat sembuh. Padahal kalau ditelaah dari arti yang terkandung di dalamnya, sama sekali tidak menceritakan tentang orang yang sedang sakit ataupun sakit hati. Mungkin karena irama musiknya yang bertempo ceria sehingga membuat nyaman telingaku mendengarkannya. Sebenarnya penyanyi yang berhasil menggadang-gadangkan lagu ini adalah Richie Ren. Akan tetapi aku lebih menyukai lagu ini yang dibawakan oleh seorang perempuan bersama seorang pria dan juga anak-anak (tidak diketahui apakah mereka adalah grup musik atau bukan). Berikut aku repost lirik lagu tersebut sekadar menambah postinganku bulan ini. Hehehe

Dui Mian De Nu Hai Kan Guo Lai
Sung by Richie Ren

Pinyin Lyrics & Guitar Chords

INTRO: C C/G C C/G C C/G C C G
duìmiàn de nǚhái kàn guòlái
对面的女孩看过来
Am Em
kàn guòlái kàn guòlái
看过来 看过来
F C
zhèlǐ de biǎoyǎn hěn jīngcǎi
这里的表演很精采
Dm Am G G
qǐng bùyào jiǎzhuāng bù lǐ bù cǎi
请不要假装不理不采

C G
duìmiàn de nǚhái kàn guòlái
对面的女孩看过来
Am Em
kàn guòlái kàn guòlái
看过来 看过来
F C
bùyào bèi wǒ de yàngzi xià huài
不要被我的样子吓坏
Dm G G
qíshí wǒ hěn kě’ài
其实我很可爱

C G
jìmò nánhái de bēi’āi
寂寞男孩的悲哀
Am Em
shuō chūlái shuí míngbái
说出来 谁明白
F C
qiú qiú nǐ pāo gè mèi yǎn guòlái
求求你抛个媚眼过来
Dm G G
hōng hōng wǒ dòu wǒ lè kāihuái
哄哄我 逗我乐开怀

BRIDGE:
C G Em Am
wǒ zuǒ kàn yòu kàn shàng kàn xià kàn
我左看右看上看下看
F G
yuánlái měi gè nǚhái dōu bù jiǎndān
原来每个女孩都不简单
C G Em Am
wǒ xiǎngle yòu xiǎng wǒ cāile yòu cāi
我想了又想我猜了又猜
F G G
nǚháimen de xīnshì hái zhēn qíguài
女孩们的心事还真奇怪

INSTRUMENTAL BREAK WITH HARMONICA:
C G C G F G x2 C G
jìmò nánhái de cāngyíng pāi
寂寞男孩的苍蝇拍
Am Em
zuǒ pāi pāi yòu pāi pāi
左拍拍 右拍拍
F C
wèishéme háishì méi rén lái ài
为什么还是没人来爱
Dm G G
wú rén wènjīn zhēn wúnài
无人问津 真无奈
C G
duìmiàn de nǚhái kàn guòlái
对面的女孩看过来
Am Em
kàn guòlái kàn guòlái
看过来 看过来
F C
jìmò nánhái qíngdòuchūkāi
寂寞男孩情窦初开
Dm G G G
xūyào nǐ gěi wǒ yīdiǎn ài.. h āi! h āi!
需要你给我一点爱。。 嗨!嗨!

REPEAT BRIDGE TWICE
C G Em Am
ài zhēn qíguài! lài lài lài lài lài lài lài lài lài lài
爱真奇怪!唻唻唻唻唻唻唻唻唻唻唻唻
F G
lài lài lài lài lài lài…… Ō āi ō!
唻唻唻唻唻唻…..喔哎噢!
C G Em Am
lài lài lài lài lài lài lài lài lài lài lài lài
唻唻唻唻唻唻唻唻唻唻唻唻
F G G
lài lài lài lài lài lài…… Ō!
唻唻唻唻唻唻……噢!
ā i suànle huí jiā ba
唉 算了回家吧

Literal English Translation

duìmiàn de nǚhái kàn guòlái
Girl opposite
kàn guòlái kàn guòlái
Look over here, look over here
zhèlǐ de biǎoyǎn hěn jīngcǎi
The show here is very exciting
qǐng bùyào jiǎzhuāng bù lǐ bù cǎi
Please do not pretend to ignore it

duìmiàn de nǚhái kàn guòlái
Girl opposite
kàn guòlái kàn guòlái
Look over here, look over here
bùyào bèi wǒ de yàngzi xià huài
Don’t be frightened by my appearance
hōng hōng wǒ dòu wǒ lè kāihuái
In fact, I’m very lovely.
jìmò nánhái de bēi’āi
Sad and lonely boy
shuō chūlái shuí míngbái
When he speaks, who understands?
qiú qiú nǐ pāo gè mèi yǎn guòlái
I beg you to throw a flirtation this way
hōng hōng wǒ dòu wǒ lè kāihuái
Humour me, tease me, I’ll be so happy!

Bridge:
wǒ zuǒ kàn yòu kàn shàng kàn xià kàn
I look left, look right, look up, look down
yuánlái měi gè nǚhái dōu bù jiǎndān
Every girl is not easy to understand
wǒ xiǎngle yòu xiǎng wǒ cāile yòu cāi
I thought and thought, I guessed and guessed
nǚháimen de xīnshì hái zhēn qíguài
Girls minds are really strange
jìmò nánhái de cāngyíng pāi
Lonely boy’s fly swatter
zuǒ pāi pāi yòu pāi pāi
Left hit, right hit
wèishéme háishì méi rén lái ài
Why is there still no one to love
wú rén wènjīn zhēn wúnài
Nobody cares, really helpless

duìmiàn de nǚhái kàn guòlái
Girl opposite
kàn guòlái kàn guòlái
Look over here, look over here
jìmò nánhái qíngdòuchūkāi
Lonely boy is open to love(?)
xūyào nǐ gěi wǒ yīdiǎn ài.. h āi! hāi!
Need you to give me a little love.. Hi! Hi!
ài zhēn qíguài!
Love really strange!
ā i suànle huí jiā ba
Oh forget it. Let’s go home

Silakan download kedua versi lagu di sini  ! 😉

Di Balik Layar 7 Manusia Harimau #3

Awalnya aku enggan memposting jilid ketiga kumpulan foto di balik layar 7 Manusia Harimau ini. Cukup sampai jilid 2 saja. Takut dibilang alay bin lebay (Penulisnya ngaku emang rada lebay, sih. Gkgkgk… 😀 ). Tapi ternyata permintaan pembaca semakin banyak pertanda bahwa mereka menyukai blogku ini. Terima kasih ya pembaca dan pengunjung setia blogku, kalian telah meramaikan blogku ini. Tadinya foto-foto ini mau kuposting pada tulisan-tulisanku sebelumnya dengan cara mengeditnya, baca  :

Di Balik Layar 7 Manusia Harimau
dan
Behind the Scenes Again

Tapi ternyata kebanyakan foto di sana malah membuat halaman-halaman tersebut menjadi lola (loadingnya kelamaan) saking berat filenya. Jadi silakan melihat-lihat di sini saja ya. Salam…

Untuk PiGum lovers  :

Udah deh, gak usah pada berantem lagi! Calon istri Gumara itu sudah pasti Pitaloka. Buat Rindu maaf ya, aku siap ko jadi suami kamu. Gkgkgk…  😀

image

Paling asyik tiap hari diantar-jemput ke sekolah sama Pak Gumara…

image

Pitaloka : “Pak Mara, tolong jawab Pak! Bagaimana perasaan Pak Mara kepada Pita?”

image

Kita soulmate loh…

image

Untuk KaLim lovers :

Limbubu : “Karina, ternyata selama ini banyak penonton yang mencari-cari foto kita berdua!”
Karina : “Iya Alim! Yuk, kita nampang dulu di sini!”

image

Karina : “Mana pose jelek kamu, Alim? Ini pose jelekku. Tetap kelihatan cantik kan?”
Limbubu : “Iya Karina, kamu sangat cantik kok!”

image

Limbubu : “Karina, dari tadi bibirmu terus manyun seperti itu, memangnya nggak capek apa? Bilang aja kalo dari tadi kamu itu  sebenarnya pengen cium aku!”
Karina : “CUP!” *sensor* (penonton shock)

image

Limbubu : “Dari tadi kamu ngeliatin fotonya siapa sih, Karina? Daripada ngeliatin hp terus, mending kamu ngeliatin aku!”

image

Untuk siluman lovers :

Hangcinda : “Tebat Hijau, aku sudah cantik belum?”
Tebat Hijau : “Sudah Hangcinda! Ayo kita pose dulu!”

image

Hangcinda : “Oo… Merapi dan laut! Siapa bilang kalau aku tidak suka ganti baju? Sudah kubilang kan aku ini ratu siluman tercantik sejagat raya! Nih lihat, ini bajuku yang berwarna kuning!”

image

Hangcinda : “Dan ini bajuku yang berwarna putih! Kalian pake baju enggak?”

image

Panglima Artaya : “Akhirnya kita bangkit kembali Ki Rotan! Aku senang bisa nongol lagi di TV!”
Ki Rotan : “Aku juga begitu Artaya! Sekarang kita menjadi zombie. Mari kita serang penduduk Desa Kumayan!”
Tebat Hijau : “Tidak! Kalian jangan pergi! Kalian di sini saja gombalin aku!”

image

Rame-rame yok!!!

Waktunya take! Siap? 3, 2, 1, ACTION!

image

Bu Ratih : “Ada masalah apalagi ini Gumara, Pitaloka? Daripada di sini ribut terus lebih baik kukawinkan kalian berdua!” *PiGum lovers jingkrak-jingkrak senang*

image

Gumara : “Lho, kalian kan lagi jengukin aku yang sedang sakit. Kok malah pada selfie sih?”

image

Damai itu indah! Lihat saja kami para inye dan warga Kumayan akhirnya bisa berdamai dengan para siluman kan…

image

Gumara : “Saksikan terus kelanjutan 7 Manusia Harimau di RCTI dan blog ini ya!” *penulis senang blognya dipromosikan Samuel Zylgwyn*  😀

image

-dari pelbagai sumber-

Cara Mendownload Video di YouTube

Gara-gara malam kemarin hujan deras, sinyal saluran televisi di rumahku rusak parah. Terutama RCTI channel favorit keluargaku. Bagaimana tidak, tepat setelah maghrib kami sekeluarga selalu berkumpul di depan televisi  mantengin RCTI sepanjang malam sambil menikmati makan malam bersama. Nah, biasanya acara yang kami tonton antara lain : Aisyah Putri the Series Jilbab in Love (Ups ketahuan deh doyan nonton sinetron ABG. Eh, tapi itu acara favorit mamaku kok, beneran deh sumpah! ><), Tukang Bubur Naik Haji (ini juga acara favoritnya mamaku lho! Soalnya mamaku ngefans berat sama tokoh Haji Muhidin dan Haji Kardun yang nyentrik abis! Saking ngefansnya, mamaku sering menggerutu seperti ini : “Awas nanti! Kalau ketemu mereka di jalan, kujitak kepala mereka sampe botak!” Gkgkgk…  😀 ), dan terakhir apalagi kalau bukan acara yang selalu kutunggu-tunggu, jreng… jreng… jreng… 7 MANUSIA HARIMAU!

Awalnya mamaku tidak pernah menghiraukan serial yang satu ini, setelah TBNH selesai biasanya mama dan adikku langsung pergi tidur ke kamar. Entah mengapa sejak dua minggu yang lalu mama menjadi pengikutku dan tak pernah ingin melewatkan serial 7 Manusia Harimau kesukaanku. Walah rupanya mama ngefans berat sama Aamar Zoni pemeran Dang Rajo yang ganteng itu.

Mama sampai berdecak kagum tiap kali menatap wajah Dang Rajo di layar kaca, “Gih, Dang Rajo itu mirip sekali dengan Mang Hepi waktu muda!” kata mama memberitahuku.

Sedikit heran kutanya mama, “Maksud Mama, Mang Hepi sepupu Mama yang tinggal di Bogor itu?”

Mama pun mengangguk. Ondeh, hebat sekali  Aamar Zoni bisa meng-copy wajah pamanku sewaktu muda. Aku sendiri jadi semakin penasaran ingin bisa melihat masa mudanya Mang Hepi. Hahaha…  😀

Kembali ke masalah sinyal saluran tv yang hilang, akhirnya kami tak bisa menonton RCTI sepanjang malam. Mamaku sedikit kecewa karena tak bisa menonton adegan Gumara yang sedang sakit dan Rindu yang sedang sedih karena memendam perasaannya yang terlalu dalam kepada Gumara. Selain Aamar Zoni, mamaku juga mengagumi Semidang Rindu (Cut Meyriska) dan Bu Ratih-ibunya Gumara (Ratu Dewi Imasy). Apalagi Ratu Hangcinda yang cantik, mamaku selalu bergumam : “Meriam Bellina itu kan setahun di atasku. Kok bisa ya tetap terlihat awet muda dan cantik?” Ya iyalah Ma, namanya juga artis geetoo loh! 😀

Untuk mengobati kekecewaan mama yang tak pernah ingin melewatkan adegan demi adegan serial 7 Manusia Harimau, lantas aku mendownload tayangannya di YouTube. Terlepas perbuatanku ini benar atau salah. Mengingat orang-orang yang telah mengupload video 7 Manusia Harimau ke YouTube berarti mereka telah membajak hak cipta milik SinemArt dan RCTI. Namun aku sangat berterima kasih kepada mereka karena tanpa mereka aku tidak akan bisa menyaksikan tayangan yang tidak sempat kutonton. Seandainya saja SinemArt berkenan membuat DVD 7 Manusia Harimau, aku pasti mau beli deh. Berhubung DVD-nya belum ada, jadi tidak apa-apa kan kalau aku mendownloadnya di YouTube? Hehehe… 😛 

Nah, berikut ini adalah petunjuk cara mendownload video yang kita inginkan dari YouTube. Simak ya…

Pertama, masuklah ke situs YouTube : http://www.youtube.com
image

Kedua, silakan masukkan judul video yang ingin kita tonton! Misalnya 7 Manusia Harimau.

image

Ketiga, setelah kita masuk ke laman video yang kita tonton, gantilah tulisan ‘www.’  pada  alamat situs YouTube menjadi ‘ss’! lalu klik.

image

Keempat, halaman video yang akan didownload berhasil kita masuki. Sekarang tinggal klik format video yang kita inginkan apakah FLV, 3GP , atau MP4, dan lain sebagainya. Untuk kualitas terbaik saya memilih format MP4. Resikonya file tersebut berukuran besar (mencapai ratusan MB).

image

image

Kelima, klik OK untuk mulai mendownload! Tunggulah beberapa menit hingga berkas berhasil didownload! Kecepatan mendownload bergantung kepada jaringan di tempat Anda. Oke, selamat mencoba!

image