Posted on

Contoh Makalah Penelitian Bidang Ekologi

Seperti yang telah saya janjikan pada postingan sebelumnya, postingan kali ini saya ingin menyajikan mengenai salah satu penelitian yang dilakukan oleh murid-murid saya. Ada pun penelitian ini telah kami ikut sertakan pada kegiatan Lomba Peneliti Belia Berbasis Muatan Lokal Tingkat Kalimantan Tengah 2016 yang berlangsung pada tanggal 1-4 September silam. Baiklah, hasil penelitiannya saya sajikan dalam bentuk makalah ya. Semoga bermanfaat bagi semua yang memerlukan. Apabila terdapat kekurangan dan kesalahan, saya mohon masukannya. Terima kasih^^.  

BAB IPENDAHULUAN
Latar Belakang
Pengembangan Tiga Pupuk Organik

 ​

Proyek ini dibuat untuk menanggulangi dampak negatif dari penggunaan pupuk kimia yang secara berlebihan. Selain itu pengembangan pupuk ini juga dapat mengurangi penyerapan air oleh tanaman kelapa sawityang menyerap air sangat banyak. Terutama di Pulau Kalimantan yang didominasi oleh perkebunan kelapa sawit. Karena terlalu banyak menggunakan pupuk kimia yang dapat mencemari tanah. Sehingga tanah yang sudah terkandung banyak pupuk berbahan kimia pada masa peremajaan kelapa sawit, tanah itu tidak bisa digunakan kembali.

Maka dari itu masalah ini harus segera ditangani dengan mengurangi pemakaian pupuk berbahan kimia. Para petani kelapa sawit sebaiknya menggunakan pupuk berbahan alami yang ramah lingkungan dan tidak merusak kualitas tanah.

Daerah Pulau Kalimantan merupakan daerah yang memproduksi minyak goreng dari kelapa sawit dan sebagian penduduknya bermatapencaharian sebagai petani kelapa sawit.Oleh sebab itulah di Pulau Kalimantan terdapat perusahaan-perusahaan yang mengelola minyak kelapa sawit. Dalam usaha tersebut maka para petani dan perusahaan membutuhkan lahan yang subur.

Sebenarnya di daerah Kalimantan mempunyai kualitas tanah yang subur karena curah hujan di Pulau Kalimantan cukup tinggi. Tetapi karena penggunaan pupuk kimia yang secara berlebihan, tanah di daerah tersebut menjadi tidak subur lagi atau menjadi lahan gambut. Selain itu tanaman kelapa sawit banyak menyerap air. Sehingga diperkirakan pada masa yang akan datang volume air tanah di Pulau Kalimantan akan habis. 

Maka hal itu harus segera ditangani dengan menggunakan pupuk organik. Pupuk yang kami buat adalah pupuk campuran dari pupuk kandang, limbah pabrik, dan tandan kosong. Dari ketiga bahan tersebut yangdikombinasikan menjadi satu. Bahan-bahan ini mungkin banyak dikenal masyarakat. Terutama limbah, dan pupuk kandang. Tetapi tandan kosong ini hanya bisa ditemukan di daerah yang berpotensi untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit. Secara umum masyarakat Kalimantan sudah mengetahui pupuk kandang, limbah, dan tandan kosong. Tetapi mereka hanya menggunakan pupuk yang berbahan kimia. Selain itu pupuk yang berbahan pupuk kandang, limbah pabrik, dan tandan kosong kurang dikembangkan oleh masyarakat Kalimantan. Umumnya petani sawit menggunakan pupuk yang berbahan kimia. Para petani menggunakan pupuk kimia seperti NPK. Pupuk Three inOne dapat menggantikan pupuk kimia (NPK). Pupuk NPK adalah pupuk buatan yang berbentuk cair atau padat yang mengandung unsur hara utama nitrogen, fosfor, dan kalium.
Rumusan Masalah

  1. Mengapa pupuk kimia berdampak negatif terhadap lingkungan?
  2. Bagaimana cara menyuburkan kembali tanah di Pulau Kalimantan?
  3. Apakah perbedaan Antara pupuk Three in One dengan pupuk kimia?
  4. Apakah pupuk Three in One ramah terhadap lingkungan?
  5. Bagaimana proses pembuatan pupuk Three in One?
  6. Berapa lama penelitian pupuk Three in One terhadap tanaman sawit?
  7. Apa hasil yang diperoleh bedasarkan pengamatan?
  8. Bagaimana reaksi pupuk tehadap tanaman sawit?
  9. Berapa umur tanaman sawit untuk percobaan?

Tujuan

Proyek ini dibuat untuk menanggulangi pencemaran tanah yang diakibatkan oleh pupuk kimia yang pemakaiannya secara berlebihan. Selain untuk menanggulangi pencemaraan tanah, proyek ini juga untuk memperbaiki kondisi tanah dan untuk menjaga keseimbangan volume air pada tanah yang ditanami kelapa sawit. 

Dengan menggunakan pupuk yang berbahan alami akan mendatangkan keuntungan tanpa mencemari tanah. Dengan memanfaatkan bahan-bahan energi secara efesien guna memelihara, dan meningkatkan kualitas dan melindungi sumber daya alam dengan menggunakan bahan-bahan organik dapat mencapai keseimbangan ekologi melalui pola sistem pertanian/perkebunan.

Penggunaan produk-produk organik akan menghemat pengeluaran dana, dengan mendaur ulang limbah. Selain itu pupuk buatan kami juga dapat menjadikan tanah tidak subur menjadi subur. Dimana bahan-bahan ini memelihara komponen-komponen biotik dan abiotik secara alami. Bahan ini sangat sederhana tetapi masyarakat belum mengembangkannya secara menyeluruh karena kebanyakan para petani sekarang menggunakan pupuk kimia. Pupuk organik ini dikombinasikan untuk mengembangkan bahan-bahan yang sebenarnya umum di lingkungan kita semakin berkembang. 

Manfaat

Manfaat dari pengembangan pupuk ini adalah agar dapat menghasilkan kualitas tanah yang subur tanpa mencemari tanah juga bisa menjaga volume air pada tanah. Berbeda dengan pupuk kimia, pupuk kimia memang menghasilkan keuntungan tetapi juga dapat menjadikan tanah itu tidak produktif lagi. Selain itu pupuk kimia kurang akan kadar airnya. Pupuk organik ini juga bisa menjadikan tanah yang tidak subur menjadi subur.

Pupuk organik ini menjaga kesuburan tanah dibandingkan dengan pupuk kimia, pupuk organik ini lebih ramah lingkungan. Pupuk kimia dapat digantikan dengan pupuk organik. Manfaat yang bisa kita dapat dari pupuk organik selain menyuburkan tanah dan mengandung kadar air yang banyak, pupuk organik juga menjadikan tanaman lebih sehat dan berkualitas yang bagus karena pupuk organik ini tidak mengandung unsur yang sifatnya merusak tanah.PupukThree in One juga dapat mendorong pertumbuhan tanaman karena pupuk Three in One ini menambah atau menghidupkan mikro bakteri di sekitar tanah tanaman sawit, menambah unsur hara di dalam tanah yang terdiri dari tiga jenis unsure yaitu nitrogen, posfat, Dan kalium. Tiga unsure itu ada bahan yaitu dapat menghidupkan bakteri pengurai dalam tanah contohnya seperti cacing, Dan bakteri-bakteri yang sangat bermanfaat untuk melepaskan pupuk-pupuk yang terikat pada tanah yang tidak terserap oleh tanaman. Semakin banyak bahan organik di dalam tanah secara otomatis bakteri pengurai seperti cacing akan banyak,Dan kotoran cacing itu juga sangat bagus untuk tanaman. Pupuk Three in One mudah dibuat dan tidak perlu dibeli, pupuk Three in One ini dibuat dari hasil yang ada di kebun itu sendiri yaitu tandan sawit, dan limbah sawit, dengan dicampurkan pupuk kandang. Dengan kita menggunakan pupuk organik itu, Porositas yang awalnya tanahnya keras akan menjadi gembur. Secara otomatis tanah yang ibaratnya mati tanah itu akan hidup lagi, Dan air pun akan mudah masuk ke tanah.

BAB II

PEMBAHASAN
Proses Pembuatan Pupuk Three in One

Pupuk ini kami beri nama pupuk Three in One(3_in_1). Pupuk ini merupakan gabungan antara pupuk kandang,limbah pabrik,dan tandan kosong.

Pupuk kandang kami ambil dari kotoran sapi, Dengan takaran 9 gram. Pupuk kotoran sapi ini mengandungserat yang tinggi.Serat atau selulosa merupakan senyawa rantai karbon yang akan mengalami proses dekomposisi lebih lanjut. Selain serat, kotoran sapi memiliki kadar air yang tinggi. Selain itu pupuk kandang ini mengandung unsur hara yang sangat baik.

Tidak hanya kotoran sapi, dengan mengembangkan teknologi pengomposanTBS (Tandan Buah segar), akan dihasilksn TKKS (Tandan Kosong Kelapa Sawit) yang jumlahnya sangat melimpah sebanyak 22-23% TKKS atau sebanyak tandan kosong kelapa sawit diubah menjadi pupuk alami 220-230 kg TKKS.Apabila sebuah pabrik mengolah 100 ton/jam maka akan dihasilkan sebanyak 23 ton. Kandungan nutrisi kompos adalah C 35%, N 2,34%, C/N 15, P 0,31%,K 5,53%, Ca1,46%, mg 0,96%, dan air 52%. Kedua pupuk alami ini kami kombinasikan sehingga akan menjadi pupuk dingin karena kedua bahan ini mengandung kadar air yang banyak. Kedua pupuk ini kami kombinasikan agar bisa mencegah kadar air pada tanah tidak habis atau untuk menjaga kadar air pada tanah itu seimbang. Pencampuran tandan kosong ini dengan takaran 7,5 gram.

Setelah itu kami mengombinasikannya lagi dengan limbah pabrik yang ada di daerah kami. Pabrik kelapa sawit (PKS) menghasilkan limbah yang sangat banyak baik limbah padat maupun limbah cair. Limbah yang kami ambil sebenarnya adalah limbah cair karena mengendap maka limbah tersebut menjadi padat. Dimana hasil pembusukan tersebut mengandung unsur hara yang tinggi. Dengan demikian limbah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pupuk. Limbah cair yang dikeluarkan pabrik kelapa sawit berupa cairan sisa pengolahan minyak. Dibandingkan dengan limbah padat , keberadaan limbah cair ini lebih berbahaya karena dapat merusak alam secara langsung, baik melalui tanah maupun air. Untuk itu membuang limbah cair begitu saja justru dapat memgurangi produktifitas lahan budidaya yang dimiliki pabrik tersebut.

Pada umumnya, limbah cair pabrik kelapa sawit ini dapat diubah menjadi pupuk kompos yang bermutu bagus dengan serangkaiaan metode yang harus dilewati. Pertama, limbah cair memasuki kolam pemanasan (fat pit) untuk memisahkan minyak yang mungkin masih ada. Kedua, limbah dialirkan ke kolam pendinginan (cooling pond) sehingga kandungan sludge-nya mengendap.

Setelah itu, limbah cair diteruskan ke kolam anaerobic untuk mengubah karakteristik limbah yang berbahaya menjadi aman bagi lingkungan. Langkah berikutnya , limbah cair ini dipindahkan lagi ke maturity pond untuk mematangkan limbah cair tersebut. Tahap terakhir ialah limbah cair kelapa sawit ini dialirkan lagi menuju kolam aplikasi untuk pengujian pupuk kompos yang dihasilkan.

Pupuk kompos cair dari sisa pengolahan minyak kelapa sawit ini mempunyai tingkat kesuburan yang tinggi. Hal ini disebabkan karena kandungan unsur hara di dalamnya terbilang tinggi. Sama dengan pupuk kompos dari tandan sawit, pupuk kompos cair ini sangatbagus jika digunakan untuk memupuk pada tanaman-tanaman kelapa sawit yang dibudidayakan. Kandungan hara/nutrisi pupuk organik dari kompos limbah pabrik kelapa sawit adalah nitrogen 1,17%, carbon 14,55%, c-organik 28,53%, rasio C/N 12,45%, fosfat 2,50, p2O5 5,76%, K 1,35%, K2O 1,62. Dalam mencampurkan limbah ini menggunakan takaran 7,5 gram

Percobaan terhadap tanaman dan tanah yang diujikan 
Alat dan bahan:

  1. Tanah gersang dalam polybag 4 kg
  2. Pupuk Three in One 1,5 kg
  3. Bibit kelapa sawit yang berusia 5-6 bulan
  4. Air 1 gayung.

Langkah-langkah percobaan:

  1. Siapkan polybag yang berisi tanah gersang 4 kg dan ditanami bibit kelapa sawit.
  2. Taburkan pupuk Three in One 1,5 kg ke dalam tanah.
  3. Siram tanaman setiap pagi dengan satu gayung air.
  4. Tempatkan polybag di tempat yang mudah terkena cahaya.

Penelitian dilakukan selama 5 hari terhitung dari bulan agustuus 2016

Hasil Penelitian

 1. Pertama saat percobaan pada tanaman sawit yang berumur 5-6 bulan dengan di beri pupuk Three in One, yang satunya diberi pupuk kimia. Dengan takaran pupuk Three in One 1,5 kg pada polybag yang berisi tanah gersang 4 kg. Dan tanaman sawit yang satunya di beri pupuk kimia dengan takaran yang sama. Dan berberapa hari kemudian sawit yang berisi pupuk Three in One itu tetap hidup karena tanah yang asalnya keras menjadi gembur. Sedangkan tanah yang berisi pupuk kimia itu kering dan tanamannya mati. 


2. Selain tanaman sawit kami mencobanya pada dua tanaman cabai, Dan satu eceng gondok sebagai perbandingan. Tanah gersang 4 kg diisikan ke dalam polybag lalu diberi pupuk Three in One 1,5 kg ke cabai. Dan tanaman cabai yang satunya diberi pupuk kimia dan tanah gersang 4 kg. Dari hasil percobaan tanaman yang diberi pupuk Three in one segar dan tanah yang awalnya keras menjadi gembur. Sedangkan cabai yang diberi pupuk kimia itu kering dan mati.
Tanaman yang diberi pupuk Three in One


3. Selain cabai, Kami mencobanya dengan eceng gondok di dalam polybag dan dikasih pupuk Three in One. Dengan takaran pupuk 7,5 kg dan eceng gondok ini mampu bertahan selama dua setengah hari, sedangkan eceng gondok yang ditanam di dalam tanah tanpa diberi Three in One, hanya mampu bertahan selama setengah hari.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Dari pokok yang dibahas dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan-bahan daur ulang atau penggunaan organik bagi pertanian/perkebunan sangat ramah lingkungan. Dan tidak mencemari tanah. Di manabahan-bahan ini memelihara komponen-komponen biotik dan abiotik secara alami. Pada dasarnya pertanian/perkebunan mengajak kita untuk menjaga lingkungan dengan menggunakan bahan organik yang ramah lingkungan. Dan mengurangi pemakaian yang berbahan kimia. 

Saran

Kita harus bisa mengelola pupuk organik untuk mengurangi pemakaian dari pupuk kimia. Untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih maju tanpa ada dampak negatif. Masyarakat harus cermat dalam menggunakan pupuk kimia agar bisa menjaga ekologi lingkungan. Serta menjaga lingkungan yang ada di sekitar kita, sehingga kita harus bisa memanfaatkan bahan-bahan yang ada di serkitar kita dari bahan yang tidak berguna menjadi berguna untuk kehidupan kita.

Referensi

http://www.petanihebat.com/2014/02/tandan-kosong-kelapa-sawit-dan.html

http://alamtani.com/pupuk-kandang.html

http://hanageoedu.blogspot.in/2011/12/geomorfologi-pulau-kalimantan.html

https://nanainside.wordpress.com/2011/05/21/seleksi-lahan-kekapa-sawit/?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C4578763364

http://racmatsibali.blogspot.com/2014/03/makalah-prinsip-ekologi-pertanian.html

http://organikilo.co/2014/12/kandungan-unsur-hara-kotoran-sapi-kambing–domba-dan-ayam.html

Advertisements

About Sugih

I'm just an ordinary people

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s