Posted on

Drama Jadul Favoritku : Api dan Cinta

image

Ini merupakan drama favoritku saat aku kelas 4 SD, kira-kira tahun 1995-1996. Tapi ternyata di negara pembuatnya drama ini ditayangkan pada tahun 1980-an. Ups, berarti waktu tayang di Indonesia sudah jadul banget dong ya 😀 Waktu kecil aku sangat mengidolakan Chow Yun Fat sampai semua film silat yang dibintanginya aku tonton semua, termasuk drama percintaannya yang satu ini. Serial ini lebih dikenal di sini dengan judul Shanghai Bund: Api dan Cinta . Cerita ini mengambil latar sekitar tahun 1930-an di China. Hui Man Keung (Chow Yun Fat) tiba di Shanghai untuk mengadu nasib hanya dengan membawa sedikit uang dan tidak mempunyai tempat tinggal. Secara kebetulan, ia bertemu dengan Ding Lik (Ray Lui), seorang penjual asongan yang sederhana dan jujur. Keduanya dengan cepat menjadi teman. Kemudian di saat yang bersamaan pula seorang gadis bernama Fung Ching Ching (Angie Chiu), putri seorang bos mafia, diculik. Beruntung, ia berhasil diselamatkan oleh Hui Man Keung dan Ding Lik. Oleh sebab itulah, Bos Fung (Lau Dan), ayah Ching Ching, menyewa keduanya untuk bekerja padanya. Tentu saja sebagai mafia. Dengan kesetiaan dan kecerdasan keduanya, Bos Fung menjadikan keduanya sebagai asset berharga bagi organisasinya. Keung dan Ching Ching saling jatuh cinta pada pandangan pertama. Mereka pun berencana untuk menikah, tetapi sayang rencana itu hancur berantakan. Ayah Ching Ching terlibat persoalan dengan pedagang senjata Jepang. Lantas dia mengirim Keung untuk menyelesaikan persoalan itu. Namun, Keung malah membunuh seorang pedagang senjata Jepang yang penting itu. Ketika Bos Fung mengetahui tentang kejadian ini, ia mengirim pembunuh bayaran untuk membunuh Keung guna menghilangkan jejak kalau ia terlibat dalam kasus tersebut, sebab dia sendirilah yang telah mengutus Keung guna menghadapi pedagang senjata Jepang. Mengetahui nyawanya terancam akan dibunuh, Keung kaget dan kesal kepada Bos Fung, Karena itulah Keung terpaksa meninggalkan Shanghai dan meninggalkan kekasihnya, Ching Ching.

image

Setelah gagal membunuh Keung melalui pembunuh bayaran yang disewanya, Bos Fung mengirim Ding Lik untuk menangkap Keung. Ketika Ding Lik berhadapan dengan Keung, mereka memutuskan untuk bicara. Pada akhirnya, Ding Lik mengizinkan Keung untuk pergi. Setelah Keung meninggalkan Shanghai, Ding Lik menjadi satu-satunya tangan kanan Bos Fung. Ding Lik kemudian memiliki banyak uang dan kekuasaan. Namun, dengan kekuasaannya sekarang, Ding Lik berubah dari orang yang sederhana dan jujur menjadi seorang lelaki pecundang, hipokrit, dan licik. Sejak saat itulah dia merayu Ching Ching yang tengah patah hati karena ditinggalkan Keung. Mengetahui bahwa kekasih sejatinya tidak akan pernah kembali, Ching Ching bersedia menikah dengan Ding Lik, tetapi hatinya tidak pernah melupakan Keung. Sementara itu, Keung pergi ke pedesaan, dan bertemu dengan seorang pria tua dan cucu-cucunya. Keung melihat betapa damai hidup pria tua dan cucu-cucunya itu. Dia kemudian memutuskan untuk melupakan masa lalunya dan hidup dengan damai. Dia menikahi cucu perempuan pria tua tersebut dan tinggal di sana.

image

Sayangnya, orang-orang suruhan Bos Fung menemukan di mana keberadaan Keung tinggal dan membunuh semua orang, bahkan istri Keung yang tengah hamil pun juga ikut dibunuh dengan sadis! Keung melihat keluarganya mati dan bersumpah untuk membalas dendam. Dia kembali ke Shanghai untuk bergabung dengan mafia lain dan menyebabkan malapetaka dalam bisnis Bos Fung. Sementara itu, pernikahan antara Ding Lik dan Ching Ching menjadi sebuah bencana. Ding Lik mengetahui kedatangan Keung ke Shanghai dan takut jika Ching Ching akan jatuh cinta lagi pada Keung. Dia menjadi cemburu dan memperlakukan Ching Ching dengan tidak hormat. Dia bahkan mendorong Ching Ching jatuh ke tanah dan dengan tidak sengaja hal itu menyebabkan Ching Ching mengalami keguguran. Ding Lik menyadari apa yang dilakukannya adalah sebuah kesalahan dan mulai memperlakukan Ching Ching dengan penuh kasih sayang. Namun, Ching Ching menjadi tidak bahagia dengan kehidupan pernikahannya, dan dia ingin bercerai. Di akhir cerita, Keung berhasil menangkap Bos Fung dalam sebuah ruangan dan menembaknya. Ching Ching masuk dan melihat ayahnya mati di kakinya. Dia mengambil pistol dan mengarahkannya ke kepala Keung. Keung berkata pada Ching Ching bahwa dia tidak akan menyalahkan Ching Ching dan masih berdiri menunggu peluru dari pistol itu mengenai kepalanya.

Wah, seandainya serial ini ditayangkan ulang aku masih ingin menyaksikannya. Dulu serial ini ditayangkan oleh Indosiar, stasiun tv yang terbilang baru pada era tersebut dan menjadi favorit jutaan pemirsa Indonesia karena banyak menayangkan drama yang digandrungi masyarakat Asia. Aku suka sekali adegan-adegan asmara antara Keung dan Ching Ching. Mereka terlihat serasi sekali. Saking sukanya dengan film ini lirik lagu opening themenya sampai kuhapal. Nah ini dia liriknya, selamat bernostalgia!

Api dan Cinta

Kemilau cahaya di antara bagian kota
Temaram mencekam
Di lorong-lorong penuh dendam
Dunia ternoda
Dosa dusta kian melanda
Asmara dan cinta
Adakah di hati mereka?

reff:
Hari-hari terus berlalu
Meniti jalan sepi
Tak peduli tanpa ragu
Menghadapi apa yang terjadi
Seperti di dalam rangkaian pentas sandiwara
Melawan angkara
Berharap datang kuasaNya …

Advertisements

About Sugih

I'm just an ordinary people

4 responses to “Drama Jadul Favoritku : Api dan Cinta

  1. Inayah ⋅

    Wow, filmnya jadul sekali. Keknya Inayah belum lahir deh…

  2. y2k4

    Hi.. inget adegan saat ching ching menikah dengan Ding Lik, dan keung berlari ke gereja, dan semua sudah terlambat.. pernah liat di youtube, tapi sekarang dicari-cari nggak ketemu lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s