Posted on

Drama Asia Favoritku : “The Journey : A Voyage”

image

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang memahami sejarah perkembangan bangsanya.”

Tampaknya insomnia yang kualami belum kunjung reda. Setelah The Royal Family selesai ditayangkan ulang di Haari TV setiap Senin-Jumat tepat tengah malam, sebagai penggantinya adalah The Journey : A Voyage. Kali ini sebuah drama berbahasa Mandarin. Awalnya sebelum aku menonton serial ini aku mengira film ini adalah film produksi Taiwan, dan melihat spoilernya  di iklan terlihat biasa-biasa saja. Sama sekali tidak terlihat menarik untuk ditonton. Namun  aku memaksakan diri untuk melihat tayangan perdananya terlebih dahulu dengan harapan siapa tahu drama ini dapat menjadi tayangan langgananku sebagai teman insomniaku di tengah keheningan malam. Begitu aku menyaksikan drama ini pada episode pertama, aku terpana. Hey ternyata ini drama produksi Singapura! Sudah lama sekali aku tidak menonton film-film buatan negeri jiran itu.  Apalagi drama tragis ini dibintangi oleh aktor tampan Elvin Ng dan aktris cantik Chris Tong. Aku benar-benar terharu menyaksikan tayangan serial ini. Karena kisahnya mengangkat latar belakang awal mula kedatangan bangsa China ke negeri singa itu. Pikiranku pun melayang-layang, kapan ya etnis Tionghoa di Indonesia bakal membuat film sebagus ini. Apalagi kalau ceritanya juga mengisahkan tentang awal mula kedatangan bangsa China ke Indonesia. Wah, pasti menarik sekali tuh! Apalagi hari ini adalah perayaan Imlek. 

The Journey : A Voyage (China: 信 约: 唐山 到南洋, juga dikenal sebagai A Voyage) adalah trilogi musim pertama yang diproduksi oleh MediaCorp Channel 8. Produksi dimulai pada Juli 2013. Tayangan perdananya diputar pada tanggal 25 November 2013 dan selesai pada tanggal 7 Januari 2014. Sebanyak 31 episode ditayangkan selama periode tersebut. Dibintangi Li Nanxing, Elvin Ng, Desmond Tan, Joanne Peh, Jeanette Aw, Chris Tong dan Pierre Png sebagai pemeran utama dari drama ini.

Serial ini menceritakan kerja keras dari generasi pertama imigran Cina yang menginjakkan kaki di pulau Singapura untuk mencari nasib dan masa depan mereka. Perjalanan mereka ditempuh penuh dengan kesulitan, salah satu dari mereka harus bertahan untuk mengukir ceruk mereka, membangun tanah air baru dan menikmati buah keberhasilan mereka. Ini adalah drama berkala pertama yang menggunakan efek khusus (CGI) sebagai beberapa objek yang digunakan pada tahun 1920 namun tidak tersedia pada saat ini. Beberapa adegan dalam seri ini juga difilmkan di Penang, Ipoh Malaysia dan Yongding District, Cina. Yah, kenapa nggak di Indonesia saja ya?

Serial ini merupakan salah satu dari tiga serial drama dengan rating tertinggi drama serial 2013 di Singapura (antara lain : Wonderful Life and Break Free), dengan pemirsa rata-rata 835.000, disusul oleh C.L.I.F. 2 (dengan 901.000) dan The Dream Maker (dengan 885.000). The Journey akan berujung pada perayaan pembangunan bangsa (Singapura) pada tahun 2015.

Alur
Menghadapi ancaman internal dan agresi asing, ketidakstabilan sosial dan politik abad ke-20 China memaksa rakyatnya untuk meninggalkan negara mereka berbondong-bondong untuk mencari nafkah di Nanyang (Singapura). Imigran Hakka, Hong Shi (Desmond Tan), berlayar ke Nanyang untuk bekerja sebagai penambang timah dan hidup dengan hemat. Tiga tahun kemudian, ia kembali ke kampung halamannya untuk menikahi wanita yang dicintainya sejak kecil, Lin Yazi (Jeanette Aw).

Tak lama setelah pernikahan mereka, pasangan pengantin baru itu kembali ke Nanyang dengan kapal laut. Juga di kapal yang sama, terdapat dua bersaudara miskin, Zhang Tianpeng (Li Nanxing) dan Zhang Tianying (Allen Chen), yang berusaha untuk membuat keberuntungan di Nanyang. Sayangnya, Tianying baru saja naik kapal ia langsung jatuh sakit dan pingsan. Menduga kuat penyakit yang diidap oleh Tianying adalah penyakit menular sebagai alasan, para awak kapal terus-menerus memaksa Tianpeng untuk membuang adiknya ke laut, tentu saja Tianpeng melakukan perlawanan. Hong Shi membantu Tianpeng untuk menangani para awak kapal. Ia dan istrinya memberi uang dan perhiasan agar para awak kapal bersedia bermurah hati kepada mereka. Penuh rasa syukur, Tianpeng bersumpah menjalin persaudaraan dengan Hong Shi.

Hong Shi mencurigai bahwa Tianying mengalami demam tifoid dan menyadari bahwa imigran Nanyang memiliki obat yang efektif untuk penyakit ini. Tianpeng memohon kepada penumpang dari kabin kelas satu, seorang bangsawan dari China yang kaya tetapi licik, Zhang Guangda (Terence Cao), agar bersedia memberinya obat. Namun Guangda malah menyuruh Tianpeng memotong jarinya sebagai persyaratan. Demi adik yang sangat disayanginya, Tianpeng bersedia melakukan perintah Guangda yang keji. Untunglah hal itu dapat dicegah oleh Bai Mingzhu, selir baru Zhang Guangda. Lalu Guangda bersedia memberi Tianpeng obat berupa bubuk motan yang diminta Tianpeng. Namun sebenarnya bukan obat yang diberikan oleh Guangda, melainkan bubuk racun yang mematikan. Mengetahui hal ini Bai Mingzhu (Chris Tong), diam-diam memberikan Tianpeng obat yang sebenarnya. Untuk membantu Tianpeng, Mingzhu dilarang keras oleh Zhang Guangda. Ternyata sebelumnya Mingzhu pernah diculik oleh perampok dan ayahnya sengaja menyewa Tianpeng untuk menyelamatkannya. Setelah berhasil melakukan misi penyelamatan Mingzhu, Tianpeng jatuh cinta dengan Mingzhu, tapi Mingzhu sudah dipersunting orang lain yang tak lain adalah Guangda.

Kapal pun akhirnya tiba di Nanyang. Baru sekejap menikmati udara di daratan Singapura, Hong Shi difitnah atas tuduhan kasus perampokan sekaligus pembunuhan terhadap seorang pria tua yang dititipkan kepadanya oleh seorang pemuda yang sama-sama berasal dari Yongding. Sehingga Hong Shi dijebloskan ke dalam penjara. Karena putus asa, Yazi mencari bantuan dan bertemulah ia dengan Nyonya Zhang Huiniang (Joanne Peh) dan kakak tiri laki-lakinya Zhang Dong’en (Elvin Ng). Mereka bekerja bergandengan tangan untuk membuktikan Hong Shi tidak bersalah. Sebenarnya Dong’en adalah keponakan laki-laki Zhang Guangda. Ayahnya, Zhang Guangping (Desmond Shen), menikah dengan Nyonya Huang Zhenniang (Carole Lin) beberapa tahun setelah istrinya meninggal. Ketika Zhenniang menikah dengan keluarga Zhang, ia membawa serta putri angkatnya  Huiniang, yang menjadi lebih muda dari Dong’en, alamat Dong’en menjadi kakaknya. Keduanya awalnya berselisih, namun secara bertahap semakin dekat. Namun menjadi saudara mencegah mereka dari melangkahi batas. Keduanya sebenarnya telah saling jatuh cinta. Bibi Dong’en, Han Xiuxiang (Priscelia Chan) cemburu melihat kedekatan mereka berdua yang terlihat selalu mesra.

Hong Shi kembali bekerja sebagai penambang timah setelah pembebasannya, sedangkan Yazi, seperti perempuan Hakka yang lain, menjadi “wanita pendulang”, menjual timah dengan harga murah. Pemilik tambang tidak hanya menanam opium di daerah tambang untuk keuntungan, ia juga memanfaatkan penambangnya dengan menarik mereka ke dalam sex, perjudian dan rokok-opium guna memulihkan upah yang dia bayar kepada para kuli penambangnya. Untuk membantu kerabatnya membayar utang judi, Hong Shi juga terpikat perjudian dan akhirnya menimbulkan hutang yang sangat besar dari $600. Pada saat yang sama, Pengawas Heilong (Pierre Png) bernafsu setelah melihat kecantikanYazi dan mencoba untuk memilikinya dengan menghancurkan Hong Shi.

Tianying bertemu Huiniang dan terpesona olehnya. Percaya bahwa ia adalah seorang lelaki yang jujur ​​dan sederhana, Huiniang merekomendasikan pekerjaan kepadanya di toko obat herbal, di mana ia mengembangkan hubungan master-murid dengan orang tua herbalis, Chen Kuang (Li Wenhai). Master Chen Kuang menanamkan resep dari penelitian yang dilakukan seumur hidupnya kepada Tianying, mendesak dia untuk menghasilkan obat-obatan yang terjangkau untuk mendapatkan keuntungan bekerja keras dengan massa. Tianpeng membantu Tianying membangun bisnis manufaktur produk obat yang ia pasarkan tanpa lelah sampai mereka telah berumah tangga. Kedua bersaudara itu tidak pernah lupa untuk menyumbangkan uang untuk amal dan mengangkat standar hidup di kampung halaman mereka.

Hong Shi menjadi buron setelah difitnah oleh Heilong. Dia membawa dirinya dalam keputusasaan dan hidup menjadi pengemis dalam keyakinan yang salah bahwa Yazi telah berpaling kepada Heilong …

Zhenniang melanjutkan perusahaan ketika Zhang Guangping meninggal tiba-tiba, sementara Zhang Guangda marah dan berencana untuk mengambil alih kekuasaan. Zhenniang melihat Dong’en sangat sedih kehilangan ayahnya, kemudian ia mengirim Huiniang dan Dong’en ke sekolah untuk keluar dari pukulan yang keras. Melalui suka dan duka bersama-sama hanya bisa memperkuat hubungan mereka, dan Dong’en menyadari bahwa perasaannya untuk Huiniang telah berkembang menjadi lebih dari sekedar kakak kepada adik tapi melainkan perasaan seorang lelaki terhadap lawan jenis…

Dong’en dan Tianpeng memimpin ekspedisi ke hutan lebat untuk mencari tambang timah, dan tiba-tiba menemukan legendaris “lumbung timah besar yang hilang”, yang konon membuat orang menjadi kaya dalam semalam. Dong’en kembali ke rumah penuh kemenangan. Dia tumbuh menjadi lebih dewasa hari demi hari dan Zhenniang senang bahwa dia berkompeten untuk berhasil dalam bisnis keluarga. Zhang Guangda terus berencana merebut peta tambang timah darinya. Dong’en menerima sebuah rencana perkawinan dan mempersiapkan diri untuk mengunjungi desa leluhurnya untuk menikah. Mendengar hal ini Huiniang sedih. Sementara Zhenniang menyertai Dong’en ke desa untuk bertemu calon istrinya. Zhang Guangda menemukan kesempatan untuk menyakiti mereka … Dengan bisnis keluarga yang sudah di tangannya, Zhang Guangda tega menyakiti Dong’en. Membuatnya menderita keracunan merkuri, Dong’en menunggu kesempatan untuk membalas dendam padanya. Dia bersumpah untuk mendapatkan kembali bisnis orang tuanya yang dirintis dengan susah payah dan untuk menyelamatkan seorang pasangan hidupnya demi Huiniang …

Wuah, menonton drama ini membuatku banyak tahu mengenai seluk-beluk kebiasaan orang China. Mengapa mereka kuat merantau, kegigihan dalam berjuang hidup hingga sukses di perantauan, dan lain sebagainya. Aku sangat terkejut saat mengetahui kalau sate bukan makanan asli orang Indonesia, melainkan orang China. Tepatnya makanan orang Hakka. Berdasarkan cerita yang dituturkan oleh Hong Shi kepada Yazi saat mereka makan malam setibanya di Nanyang, kebetulan waktu itu Hong Shi membelikan Yazi seporsi sate ayam. Yazi sempat heran makanan apa yang dibelikan Hong Shi untuknya. Kemudian Hong Shi menjelaskan bahwa itu adalah sate (dari kata sah-teh) yang berarti daging sisa. Menurut penuturan Hong Shi konon dahulu kala ada seorang wanita Hakka yang kebingungan akan daging ayam sisa yang tidak terolah lagi. Suami wanita itu kemudian menyuruh sang istri untuk memotongnya kecil-kecil dan menusuknya dengan kayu, lalu dibakar. Eh, tapi yang jualan sate dalam film ini orang Melayu lho! Jadi, sate itu sebenarnya dari mana? Oya, aku paling suka adegan Dong’en cemburu kepada setiap lelaki yang mencoba mendekati Huiniang. Ekspresi wajah Dong’en sangat lucu kalau sedang cemburu. Adegan lain yang menarik menurutku adalah saat Huiniang bertemu dengan Yazi dan menyelamatkannya dari kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang pengacara jahat  terhadapnya, Bahasa Melayu yang diucapkan Huiniang sangat lucu.  Well, mungkin itu saja pembahasan dariku mengenai drama ini. Menarik atau tidaknya alur film ini, tergantung dari penilaian Anda. Selamat menyaksikan ya…

Advertisements

About Sugih

I'm just an ordinary people

22 responses to “Drama Asia Favoritku : “The Journey : A Voyage”

  1. yusmei

    Eh jadi penasaran, disiarain di TV apa sih? Mayan buat tontonan kalau malam2 susah tidur, anggota sekte imsomnia juga nih 😀

    • Sugih

      Channel Harri TV Mbak. Tiap Senin-Jumat jam 00.00-01.30 WIB. Semua tayangan di Haari TV khusus drama, iklannya juga cuma sedikit. Btw, insomnianya mikirin apa nih Mbak? 🙂

  2. This serial is good! I do not write malay but am glad you are enjoying our tv series.☺

  3. Inayah ⋅

    Oh, aku tahu film ini lumayan rame. Tapi sebel sama Guangda dia picik, hiprokit, dan licik.

  4. Imand ⋅

    One of my most favorite film…
    Love all the scene in this film
    Even all the cast….
    Omg…
    They’re really totally to do they acting….

    So much love….

    I never missing every episode….

    #indonesia .. Ambon

    • Sugih

      Hello, thank you for reading this post. Yup, I agree that all the casts were totally good in acting. Even we could not hold back our tears when watching sad scenes.

      With love from Borneo ♡

  5. Muhammad Hanafi ⋅

    keren….. sertakan gambar pemainnya lebih oke. endingnya kurang ngena

    • Sugih

      Untuk foto para pemain ada pada postinganku yang lain. Wah sayangnya saya tidak sempat menonton episode terakhir berhubung sakit. Harus menonton di YouTube nih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s