Posted on

Ketika Siluman Jatuh Cinta

image

 

 

WARNING!!!

99,99% cerita ini adalah fiktif!

Penulis tidak menjamin kebenaran dalam cerita ini.

Penulis tidak menjamin keselamatan Anda setelah membaca cerita ini.

Hati-hati di sini banyak siluman!

Bila Anda terkena santet segera hubungi DUKUN BERANAK!!!

 

 

 

Putri Galuh Meranti bukan cenayang, bukan pula pawang hujan. Sebab dari dulu dia memang nggak pernah punya payung ataupun jualan jas hujan. Dia juga bukan tuyul berkepala gundul. Lain lagi dengan kuntilanak yang baru beranak. Apalagi sundel bolong yang giginya ompong. Yang jelas dia tinggal di sebuah hutan pedalaman Kalimantan. Dia banyak dicari para lelaki tampan. Eeh… kok bisa? Emangnya dia siapa gitu? Keturunan bidadari? Kalian mau tahu siapa dia? Hmm, hati-hati! Siapa tahu saat ini dia sedang berada di sebelah kalian, menemani kalian membaca cerita ini. Siap-siap saja kalian ngompol karena ketakutan melihat wajahnya yang super mengerikan seperti mayat dimakan setan! Hiii….

 

Eh, enggak ding! Putri Galuh Meranti itu wajahnya sangat cantik dan tubuhnya sangat wangi kaya bintang iklan sabun mandi. Karena dia sebenarnya adalah jelmaan penunggu pohon meranti. Dengan kata lain dia adalah siluman pohon meranti yang selalu dinanti-nanti. What? Siluman? Siluman kok pohon meranti? Siluman itu seharusnya kan siluman ular, siluman kodok, siluman kadal, siluman keong, siluman monyet, atau siluman buaya. Lha ini kok siluman pohon, memangnya ada ya? Namanya juga cerita ya diada-adain aja atuh!

 

Singkat cerita saat ini Putri Galuh Meranti sedang mengalami yang namanya GTT. Kalian tahu apa itu GTT? Yup, Galau Tingkat Tinggi! Kalau diukur pakai galaumeter (alat pengukur kegalauan) mungkin tingkat kegalauannya sudah mencapai level 9 juta stadium akhir. Ih, kaya penyakit aja pakai stadium segala. Nah, kalian pasti bertanya-tanya kan, apa yang menyebabkan Putri Galuh Meranti menjadi galau seperti ini? Pasti kalian menebak karena Shaheer Sheikh sudah balik ke negara asalnya, India. No! No! No! Kalian salah! Putri Galuh Meranti sedang galau karena dia mengagumi Pak Gumara yang sering tampil di layar tv. Haah… Gumara? Emangnya siluman doyan nonton tv juga? Ya iyalah, hari gini siluman nggak nonton tv nggak gaul geetoo loh! Sebenarnya sih Putri Galuh Meranti nontonnya bukan lewat tv tapi lewat meditasi. Namanya juga siluman kan… Ilmunya jauh lebih canggih daripada manusia. Hehe…

 

Kegalauan Putri Galuh Meranti semakin menjadi-jadi setelah 99 hari lamanya ia menyaksikan tayangan 7 Manusia Harimau di RCTI. Kalau sedang hilang sinyal gara-gara hujan, channel-nya dipindahkan ke YouTube. Maklum katanya belum langganan Indovision. Siang-malam ia selalu resah tak bisa tidur memikirkan sang pujaan hati. Entah mengapa ia jadi gelisah tak menentu hingga membuatnya susah makan, susah minum, bahkan susah BAB. Hush, itu mah terkena diare atuh! Hatinya berdebar-debar tidak karuan setiap kali ia melihat wajah tampan Samuel Zylgwyn yang memerankan tokoh Gumara. Jadi, Putri Galuh Meranti itu jatuh cinta pada Gumara apa Samuel Zylgwyn sih? Aah, yang jelas Putri Galuh Meranti sangat ingin bertemu dengannya. Konon ia pernah menulis di buku diary-nya seperti ini : (Ceileh, siluman punya diary juga toh?)

 

“Dear Diaryku sayang, (udah pake ‘dear’ pake ‘sayang’ pula). Kenapa sih para inye’ itu tinggalnya di Kumayan? Kenapa nggak di Kalimantan aja? Kalimantan kan asyik, di sini lebih banyak silumannya daripada di Kumayan. Si Gumara itu pasti enggak tahu kan kalau di Kalimantan itu banyak siluman yang cantik-cantik. Tapi di antara para siluman itu sudah barang tentu akulah yang tercantik di antara mereka semua. Mukaku aja pernah dipinjem sama Luna Maya. Apalagi Ranty Maria yang berperan sebagai Ratna di sinetron kesukaanku itu, dia berani menyewa mahal mukaku ini lho! Namanya aja sama ada ranti-rantinya gitu. Belum lagi Ayu Tingting juga pernah mau ngebajak suaraku. Kata semua siluman suaraku mengalahkan kedahsyatan suara genderuo. Ya iyalah, namanya juga kembang hutan. Selalu dicari-cari pria tampan. Ups! Tapi kapan ya aku bisa bertemu si Gumara yang tampan itu? Aku kan ingin segera dilamar olehnya dan menjadi pendamping hidupnya. Daripada dia dapat jodoh si Putri Semidang Rindu anak Hangcinda yang terkutuk itu, kan lebih baik Gumara sama aku. Gumara juga sama sekali nggak cocok disandingkan sama si Pitaloka. Meskipun si Pitaloka itu pintar tapi dia nggak punya ilmu pelet seperti aku! Dang Rajo aja kesengsem sama kloningan aku… alias Ranty Maria!”

 

Sedang asyik menulis curhat di diary kesayangannya, tiba-tiba seseekor mengejutkan Putri Galuh Meranti dari belakang (kalo siluman bukan seseorang kan?). Putri Galuh Meranti sangat terkejut dibuatnya.

 

“Ternyata kau, Kuyang Maut!” Putri Galuh Meranti menarik napas lega.

 

Tunggu! Kok ‘Kuyang Maut’ sih? Emang siapanya ‘Puyang Maut’? Ehm, jadi begini, Kuyang Maut itu saudara jauhnya sepupu adik ibu embahnya nenek buyutnya tetangga kembarannya teman akrab Puyang Maut! Pembaca pada bingung kan? Sama saya juga bingung! Ya udah, lanjut aja ceritanya ya…

 

“Cucuku, kau terlihat gundah gulana seperti gulali dalam celana. Sebetulnya apa yang sedang kau risaukan, Nak?” Tanya Kuyang Maut kepada cucunya itu sembari mengusap rambut sang cucu yang penuh dengan kutu.

 

“Enggak ada Kuyang. Aku baik-baik aja kok!” Jawab Putri Galuh Meranti berdusta.

 

“Ah, bohong tuh! Kau pasti sedang memikirkan Datuk Lebay Karat yang tampan itu kan?” tunjuk Kuyang Maut ke arah sang putri bernada menggoda.

 

“Haah, Datuk Lebay Karat?” Putri Galuh Meranti tercengang setengah mati. “Itu sih cenceman Kuyang, keles!”

 

Kuyang Maut terkekeh sembari melepaskan kepala dan usus dari tubuhnya. Dia biasa melakukan hal itu setiap kali akan berangkat mencari mangsa untuk dihisap darahnya.

 

“Kau tahu saja seleraku, cucuku. Lantas siapa yang sedang kau lamunkan saat ini? Apa Ki Rotan si muka shyrloinstick itu?” selidik Kuyang Maut memutar-mutar kedua bola matanya dengan sangat mengerikan.

 

Putri Galuh Meranti bergidik jijik, “Iiih… amit-amit! Daripada aku mikirin Ki Rotan mending aku mikirin Samuel Rizal!”

 

“Lho, kok Samuel Rizal? Bukannya kau itu sedang jatuh cinta kepada Samuel Zylgwyn?” mata Kuyang Maut setengah mendelik.

 

Putri Galuh Meranti tersipu malu, “Dua-duanya juga boleh deh. Habis sama-sama ganteng sih…”

 

“Hmm… Kau memang rakus cucuku! Kau sama seperti aku muda dulu! Aku jadi ingat dulu aku pernah mengencani Tom Cruise dan Jeremy Thomas. Rasanya bahagia bisa berkencan dengan mereka!” Kuyang Maut tersenyum-senyum di kulum dengan pandangan menerawang.

 

“Memangnya dulu mereka pernah ke sini, Kuyang?” Tanya Putri Galuh Meranti penasaran.

 

“Iya, tapi dalam mimpi! Hehe…” Kuyang Maut terkekeh berhasil mengelabui cucunya.

 

“Aah, Kuyang!” Putri Galuh Meranti mendesah.

 

“Daripada kau memikirkan Samuel Zylgwyn yang tak pernah berkunjung ke mari, lebih baik kau segera mempertimbangkan lamaran Pangeran Bekantan dari Tanjung Puting itu! Biarpun jelek begitu, Pangeran Bekantan memiliki tampang bule. Coba kau amati baik-baik, bukankah dia memiliki hidung yang mancung? Rambutnya juga pirang! Apalagi dia masih satu keturunan dengan orang!” bujuk Kuyang Maut.

 

“Iya, tapi orang utan!” desah Putri Galuh Meranti sambil mencibir.

 

“Pokoknya sampai kapanpun aku akan tetap menanti kedatangan Gumara di sini. Aku yakin suatu saat nanti dia pasti akan menemuiku dan memintaku untuk menjadi istrinya!” dengus Putri Galuh Meranti sebal.

 

“Woy, Franda mau dikemanain? Habis kontrak sinetron ini Samuel Zylgwyn kan mau menikahi si Franda, kekasih barunya itu!” tegas Kuyang Maut.

 

“Apa? Panda? Masak manusia harimau seperti Gumara kawinnya sama Panda? Mau dikasih makan apa nanti?” Putri Galuh Meranti semakin kesal.

 

“Hadeuh, cucuku… Kau ini cantik-cantik kok budek sih?” gerutu Kuyang Maut. “Suka nonton SILET gak? Kalau nggak Cek dan Ricek, KISS, atau Kabar-Kabari! Makanya kau harus sering update berita artis dong, Cu!”

 

“Kau jangan salah, Kuyang! Gini-gini aku juga sering update berita kok. Aku tahu kemarin Kuyang gagal ngedapetin darah bayinya Anang dan Ashanty kan? Makanya kalo ngincer darah supaya Kuyang bisa kembali menjadi gadis perawan sepertiku jangan ngincer darah anak artis dong! Percuma, soalnya darah para artis itu sudah terkontaminasi sama bahan kosmetik yang banyak mengandung bahan kimia! Daripada ngincer darah anak artis lebih baik Kuyang mengincar darah bayi Nagita Slavina yang masih ada di perutnya!” imbau Putri Galuh Meranti mantap.

 

Sesaat Kuyang Maut tercengang mendengar perkataan cucunya, “Eh, kau ini bagaimana sih, Nagita Slavina itu kan juga artis! Tapi aku enggan menghisap darahnya. Soalnya Rafi Ahmad sekarang mirip tuyul, kemarin aku lihat di Dahsyat kepalanya dibotakin sampe gundul!”

 

“Nah, justru itu malah lebih bagus Kuyang! Kalau sekarang Rafi Ahmad mirip tuyul, artinya dia bawa banyak hoki! Kan biar gundul, Rafi Ahmad tetap ganteng!” Putri Galuh Meranti mendecak.

 

“Eh, iya juga ya. Pasti bayi keturunannya juga bawa hoki buat Kuyang!” timbang Kuyang Maut.

 

“Ya sudah Kuyang, aku mau meditasi lagi. Kali aja aku bisa ketemu produser sinetron 7 Manusia Harimau kesukaanku. Terus aku ditawari main film buat jadi lawan mainnya Samuel Zylgwyn!” kata Putri Galuh Meranti mulai duduk bersila di gua persembunyiannya.

 

“Sebentar cucuku! Ngomong-ngomong soal produser sinetron itu, Kuyang jadi ingat kalau Leo Sutanto itu bekas mantan Kuyang semasa muda dulu. Kalau Kuyang menghubunginya, dia pasti tidak keberatan menjadikanmu artis dan bermain di film-film garapannya!”

 

“Hah, yang bener Kuyang? Kuyang kenal dengan produser sinetron kesukaanku itu? Memangnya Kuyang pernah jadi bintang film juga?” serang Putri Galuh Meranti dengan sejumlah pertanyaan yang dilontarkannya bertubi-tubi.

 

Kuyang Maut mengangguk-angguk, “Iya, dulu Kuyang pernah dijadikan bintang olehnya. Tapi bukan bintang film!”

 

Putri Galuh Meranti semakin penasaran dibuatnya, “Lantas?” selidiknya.

 

“Kuyang pernah dijadikan bintang dapur! Alias pembantu rumah tangga. Kan Leo Sutanto mantan majikan Kuyang!” si nenek pun terkekeh.

 

“Hadeuh, Kuyang parah ah! Ya udah gak jadi aja deh!” tubuh Putri Galuh Meranti mendadak lesu.

 

KRIIING! KRIIING!

 

Tiba-tiba terdengar suara ponsel berdering. Eh, siluman punya hp juga? Hebat ya siluman zaman sekarang…

 

“Siapa Cu?” Kuyang Maut menoleh ke arah Putri Galuh Meranti yang tengah menggenggam batu ulekan. Maklum, sebetulnya tadi pas buka diary Putri Galuh Meranti baru saja selesai memasak, bikin sambal terasi di dapur.

 

“Enggak tahu, nih. Enggak kelihatan nomornya,” jawab Putri Galuh Meranti begitu polosnya.

 

“Ya iyalah nggak kelihatan nomornya. Itu kan ulekan! Ayo cepat angkat, Kuyang ingin tahu siapa yang meneleponmu!”

 

“Baik, Kuyang,” sahut Putri Galuh Meranti patuh.

 

“Hallo, siapa ini?” Tanya Putri Galuh Meranti.

 

“Hallo, betul ini dengan Putri Galuh Meranti?” terdengar suara di ujung telepon, ups maksudnya ulekan.

 

“Iya betul! Maaf, kamu siapa?” Putri Galuh Meranti menautkan kedua alisnya.

 

“Oh, Merapi dan Laut! Ini aku, Ratu Hangcinda! Aku baru saja kehilangan anak buahku. Mereka mati dihabisi oleh para inye. Aku mau minta tolong padamu, tolong bantu aku melawan para inye! Tenagaku habis terkuras diserap oleh Pitaloka gadis Kumayan keturunan inye busuk itu. Maukah kau membantuku? Aku janji jika kau berhasil mengalahkan mereka, aku akan menghadiahkan Jelatang untuk kau jadikan suami!” tutur si penelepon dengan nada yang mendayu-dayu turun-naik bagai ledakan gunung berapi.

 

“Oh, setan dan tuyul! Ternyata kamu Hangcinda. Dengar ya, sudi najis aku menikahi Jelatang si manusia tokek cingkariak bajak laut itu. Aku tidak akan mau menuruti keinginanmu untuk menghabisi para inye di Kumayan. Aku sangat mencintai Gumara, Ratu Hangcinda! Aku sangat mencintainya! SANGAT MENCINTAINYA!” balas Putri Galuh Meranti ketus.

 

“O… Oh, Merapi dan Laut! Mengapa kau mencintai Gumara seperti putriku Semidang Rindu? Inye muda itu sangat menyebalkan! Terlebih Rajo Langit, dia sering mengataiku RATU SILUMAN CINGKARIAK! Padahal mukaku ini kan sangat cantik jelita mengalahkan pesona pancaran bulan purnama sepanjang masa!” Ratu Hangcinda mulai terpancing amarahnya.

 

“Asal kau tahu ya, Ratu Cingkariak, Rajo Langit itu sebenarnya adalah anakmu! Jadi buat apa sih kau memusuhi para inye? Ketahuilah, damai itu indah!” sentak Putri Galuh Meranti begitu keras.

 

“APA? Rajo Langit itu sebenarnya adalah anakku? Kawin dengan harimau saja tidak pernah, bagaimana mungkin aku melahirkan anak durhaka seperti dia? Merapi dan Laut…” seru Ratu Hangcinda.

 

“Betul apa yang dikatakan oleh cucuku. Sebaiknya mulai sekarang kau bertobatlah sebelum Meriam Bellina menghabisimu!” Kuyang Maut merebut batu ulekan dari tangan Putri Galuh Meranti.

 

“Hey, siapa ini?” Ratu Hangcinda kebingungan.

 

“Aku ini penggemar Meriam Bellina, dodol!” jawab Kuyang Maut ketus.

 

“Sudah Kuyang, matikan saja!” Putri Galuh Meranti merebut kembali batu ulekannya.

 

“Hey, hey, tunggu jangan dimatikan dulu teleponnya! Aku belum selesai berbicara!” cegah Ratu Hangcinda.

 

“Eh, ini kan bukan telepon! Ini batu ulekan NONG-NONG!” bibir Putri Galuh Meranti mencebik meledeknya.

 

TUTS! Sambungan terputus.

 

Belum satu menit dimatikan, kembali batu ulekan berdering.

 

KRIIING! KRIIIING! KRIIIING!

 

“Heuh, ini siluman katrok banget sih! Susah dikasih tahu. Apalagi kalau aku kasih tempe. Malas aku mengangkatnya!” gerutu Putri Galuh Meranti.

 

“Sudah biarkan saja! Nanti juga berhenti sendiri!” nasihat Kuyang Maut.

 

Namun berkali-kali dibiarkan tetap saja bunyi dering itu terus mengusik ketenangannya. Lantas tanpa pikir panjang dilemparnya jauh-jauh batu ulekan itu oleh Putri Galuh Meranti.

 

CIIIIIIIIIUUUUUNG…. GEDEBUGH!!! Batu ulekan pun terlempar jauh…

 

“Jauh sih jauh, tapi jangan dilempar ke pantat Kuyang, kali! Emangnya pantat Kuyang cobek?” protes Kuyang Maut yang menungging jungkir balik di mulut gua persemedian cucunya. Segera kepalanya yang melayang-layang di udara kembali merapat dengan tubuhnya yang terlepas.

 

“Maaf Kuyang, disengaja!” cela Putri Galuh Meranti seraya terkikik geli.

 

“Heuh, paling susah punya cucu seperti kamu!” ujar Kuyang Maut geram.

 

KRIIIING… KRIIIIING… TIRIRIRIRIIIT… TIRIRIRIRIIIT…

 

Kembali terdengar sesuatu berdering. Kali ini bukan lagi batu ulekan yang baru saja dilemparnya. Melainkan…

 

“Lho, apa lagi itu yang berdering Kuyang?” Putri Galuh Meranti memandang sekeliling gua pertapaannya.

 

“Sudahlah jangan kau hiraukan! Pasti itu dari ratu siluman itu lagi. Terus terang selama ini sebenarnya aku cemburu kepadanya. Karena dia selalu didampingi Ki Rotan dan Panglima Artaya, mantan-mantan pacar Kuyang semasa muda dulu! Sungguh kurangajar dia berani merebut mereka dariku!”

 

“Idiih… Kuyang rupanya jealous ya? Kalau Kuyang jealous berarti Kuyang pengen CLBK dong?” canda Putri Galuh Meranti berhasil membuat sang nenek gelagapan serba salah.

 

“Apa itu CLBK?” Tanya Kuyang Maut tak mengerti.

 

“CI..LUK..BA..KEKOK!” Putri Galuh Meranti semakin senang menggodanya.

 

Suara dering itu masih terdengar bahkan semakin lama semakin nyaring. Setelah dicari-cari akhirnya benda yang mengeluarkan bunyi dering itu pun berhasil ditemukan. Ternyata benda itu tak lain adalah sepatu boot yang dipakai oleh Putri Galuh Meranti sendiri. Heran, masak dari tadi dia nggak nyadar sih? Aneh, dasar cerita! Terlalu dibuat-buat. Segera saja dilepaskannya sepatu tersebut dari kakinya dan mengangkat panggilan yang masuk dengan menempelkan ujung sepatu ke bibir dan telinganya.

 

“Heh, RATU HANGCINGKARIAK! Berapa kali sudah kubilang aku nggak mau menerima tawaranmu untuk bekerja sama menyingkirkan para inye. Aku ini cinta mati sama Gumara! Sekali lagi CINTA MATI, tahu?” sentak Putri Galuh Meranti berapi-api.

 

“Hallo, apa benar ini dengan Putri Galuh Meranti di Kalimantan?” terdengar suara seorang lelaki di ujung telepon.

 

“I… Iya… Ini siapa ya?” lidah Putri Galuh Meranti mendadak kelu.

 

“Saya Samuel Zylgwyn. Saya mau mengucapkan terima kasih atas dukungan Anda kepada saya selama ini. Berkat usaha yang Anda lakukan, rating sinetron saya senantiasa menduduki peringkat atas. Untuk itu sebagai ungkapan rasa terima kasih saya, saya bermaksud mengundang Anda ke acara jumpa penggemar sinetron 7 Manusia Harimau. Saya juga bermaksud mengajak Anda makan malam bersama saya. Apakah Anda bersedia datang ke acara saya?” tawar sang penelepon.

 

“APA?” Putri Galuh Meranti tak mampu berkata-kata lagi.

 

“Hallo… Hallo… Anda dengar suara saya kan?”

 

“Hey cucuku, kenapa engkau diam? Siapa itu yang menelepon? Apakah itu dari Ratu Hangcinda lagi? Atau jangan-jangan itu dari Ki Rotan yang ingin mengajakku rujuk dengannya?” Kuyang Maut mengibas-ngibaskan telapak tangannya di hadapan wajah sang cucu.

 

“Nenek, jatuh cinta itu indah ya…” gumam Putri Galuh Meranti lirih nyaris tak terdengar.

 

“Hmm… Hmm…” Kuyang Maut menggeleng-gelengkan kepalanya bingung.

 

#SEKIAN#

 

Terima kasih sudah mampir dan kesasar ke mari ^_^

 

 

 

Advertisements

About Sugih

I'm just an ordinary people

29 responses to “Ketika Siluman Jatuh Cinta

  1. Furry ⋅

    Ceritanya lucu banget bikin aku ketawa sakit perut. Makasih ya udah berbagi link di fbku.

  2. Michael ⋅

    Haha…. 😀 Gokil kocak abis. Silumannya nggak pada gaptek! Bikin lagi Bang cerita yg kaya gini! Bungkus 10!!!

  3. Ian Selly Septina ⋅

    Hahahah kocak,tapi kuyang kan siluman yang berilmu hitam
    Peringkat paling atas?

    • Sugih

      Kuyang itu di Kalimantan adalah jelmaan nenek-nenek yang suka menghisap darah bayi dan wanita hamil. Agar nenek-nenek itu menjadi gadis muda kembali.

      Kalau dalam 7MH puyang itu berarti nenek sakti. Puyang dan kuyang mirip ya bunyinya. 🙂

  4. Ian Selly Septina ⋅

    Tolong kasih tau penjelasan tentang ki kembar ya mas Sugih,saya masih penasaran sama kakek tua CINGKARIAK busuk
    Itu

  5. Ian Selly Septina ⋅

    Tapi kuyang kan ususnya menjuntai-juntai,iiiiiihhhh amit-amit deh!

  6. Ian Selly Septina ⋅

    Kau udah pernah liat?

  7. Sugih

    Daripada melihat yg begituan mending lihat cewek cantik! 😛

  8. Wkwkwk seru bgt nih cerita!! Smoga aj ad smbunganny 😆😆😆😆

  9. RERE ⋅

    Aduh..bacanya gw lajahin deh,takut sakit perut
    asli gw ktawa2 sndri smpe2 dimarahin ortu.
    numpang share ya??hhee

  10. RERE ⋅

    Lahh…sosmed..???
    orang punyanya cuma pesbuk.hehe
    bikin lagi dong yg lebih lucu,kalau bisa tentang pitaloka dan gumara.okay om??
    eh maap manggilny gmna y?hhee

  11. Inayah ⋅

    Inayah manggilnya Abang lho. Oh iya, ceritanya bagus banget. Kirain tadinya ini part sinetron 7MH, eh taunya cuma semacam FF ya Bang? Bener tuh kata komentar-komentar di atas, lanjutin Bang ceritanya!! Sumpah Inayah sampai sakit perut saking lucunya baca cerita ini.

  12. Michael ⋅

    Tuh kan apa kubilang, cerita ini memang benar-benar bagus. Buktinya banyak yang suka kan…

  13. RERE ⋅

    hello kang sugih,mana requesanQ kmren critanya PiGum?hehe

  14. RERE ⋅

    okehlah kalo gitu

  15. Nathali ⋅

    Tuan Guru, bagus ceritanya, asli ngakak! Buat lagi ceritanya…wkwkwkw….:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s