Posted on

Lingua Franca di Kalimantan Tengah

Kalimantan adalah pulau yang sangat besar menempati urutan ketiga di dunia setelah Pulau Greenland dan Pulau Irian (Papua). Suku pribuminya adalah suku Dayak yang terbagi ke dalam berbagai subsuku antara lain : Dayak Ngaju, Dayak Kenyah, Dayak Maanyan, Dayak Otdanum, Dayak Katingan, Dayak Kapuas, Dayak Mendawai, Dayak Iban, dan lain sebagainya. Katanya bahasa pemersatu suku-suku Dayak tersebut adalah bahasa Busang. Akan tetapi sudah sepuluh tahun lebih saya berdomisili di pulau ini belum sekalipun saya mendengar seperti apa bahasa Busang itu. Sebagai seorang poliglot yang gemar mempelajari berbagai bahasa *termasuk bahasa alien planet Mars dan bahasa Klingon*, saya sudah banyak mendengar berbagai aksen dan ragam bahasa Dayak. Mulai dari bahasa Dayak Ngaju yang paling moderat hingga bahasa Kapuas yang sangat mirip dengan bahasa Mendawai karena persamaan akhiran ‘-bi’ yang sering diucapkan. Ironisnya justru malah terdapat bahasa lain yang menjadi bahasa pergaulan di bumi Kalimantan Tengah ini. Tentu bukan bahasa ‘gue-elo’ seperti yang banyak dituturkan di kota-kota besar di Pulau Jawa, melainkan bahasa ‘ulun-pian’ atau bahasa Banjar yang berasal dari Kalimantan Selatan. Jangan heran bila pembaca datang berkunjung ke Kota Sukamara, Pangkalan Bun, Sampit, Palangka Raya, Pulang Pisau, atau Kapuas di Kalimantan Tengah banyak pedagang dan pembeli di pasar berkomunikasi dalam bahasa Banjar. Sebelum provinsi Kalimantan Tengah dibentuk pada tahun 1957, wilayah provinsi ini merupakan bagian dari provinsi Kalimantan Selatan. Oleh karena itu Suku Banjar yang gemar berniaga dan merantau sangat mudah ditemui di provinsi pemekarannya ini. Jujur, menurut saya pribadi bahasa Banjar lebih mudah dipahami dan dipelajari daripada bahasa Dayak yang sangat rumit. Mungkin karena hal ini pulalah alasan masyarakat Kalimantan Tengah lebih gemar menggunakan bahasa Banjar ketimbang bahasa Dayak yang merupakan bahasa ibu mereka sendiri. Tak dinyana bahasa Banjar itu sendiri menguasai 2/3 wilayah Kalimantan Indonesia (ingat pulau Kalimantan ditempati oleh 3 negara : Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam) dan hanya di provinsi Kalimantan Barat bahasa Banjar tidak digunakan. Adapun bahasa yang populer digunakan di Kalimantan Barat adalah bahasa Melayu yang terbagi lagi menjadi beberapa langgam antara lain : Melayu Pontianak, Melayu Sambas, Melayu Ketapang, Melayu Sanggau, dan lain-lain.

Bahasa Banjar di provinsi Kalimantan Tengah boleh dikatakan sebagai lingua franca (bahasa pergaulan) penduduk Kalimantan Tengah. Meskipun demikian pada perkembangannya bahasa Banjar yang dipakai oleh masyarakat Kalimantan Tengah mengalami adaptasi dan asimilasi dengan bahasa asli penduduk setempat. Berikut ini merupakan beberapa contoh percakapan dalam bahasa Banjar yang berkembang di Kabupaten Sukamara Kalimantan Tengah dan sekitarnya.

Apa habar ikam? : Apa kabarmu?
Bungas banar : Cantik sekali
Bungas : cantik/ganteng
Jalan jahat am! : Jalan buruk, nih!
Handak menukar apa garang? : Mau membeli apa sih?
Handak ka mana ikam te? : Mau ke mana kamu nih?
Ulun handak bulik : Saya mau pulang
Ulun handak guring : Saya mau tidur
Ulun handak tulak begawi : Saya mau berangkat kerja
Ulun handak baelang ka wadah kawal ulun : Saya mau bertamu ke rumah teman saya
Handak : Mau/hendak
Wadah : tempat/rumah
Kawal/kekawalan : teman
Batamu jua kita nih : bertemu juga kita akhirnya
Bubuhan : rombongan/genk
Bubuhan Amir : Genknya Amir
Ulun : Saya
Unda : Aku
Pian : Anda
Ikam : kamu
Sida ulun : kami
Sida pian : Anda semua
Sida ikam : kalian
Sida : dia/mereka
Sida Budi : mereka Budi dan kawan-kawannya
Inya : dia
Ulun kada tahu  : Saya tidak tahu
Ulun kada kawa  : Saya tidak bisa
Dasar pengeramput! : Dasar pembohong!
Enggih : Iya
Kada : Tidak
Kadada/kadida : Tidak ada
Au bujur am! : Ya, benar tuh!
Kada am/kada mah! : Enggaklah!
Segak  : Ganteng/cantik/bagus
Segak bujur ikam nih! : Ganteng banget kamu nih!
Kaymana?/Kayapa? : Bagaimana?
Tulung ambilkan Amang Andi di wadah kayi! : Tolong jemput Paman Andi di rumah kakek!
Wayah nih ikam di mana? : Sekarang kamu di mana?
Ganal bujur burit ikam! : Besar sekali pantat kamu!
Kena am! : Nanti saja!
Kada papa mah! Enggak apa-apa deh!
Bungul ikam nih! : Bodoh kamu nih!
Handal am ikam nih! : Pintar ya kamu nih!
Bebungulan bujur! : Benar-benar bodoh!
Ampun : Milik/punya
Buku ini ampun ulun : Buku ini milik saya
Dasar pengoler! : Dasar pemalas!
Kupi : Kopi
Tupi : Topi
Sekulah : Sekolah
Rukmini : Rok mini
Mereng : Miring
Kemerawaan : Keterlaluan
Kepohonan : Pamali/Tidak boleh ditolak!
Hiba am! : Kasihan deh!
Akay!/Ukuy! : Wow/Walah/Waduh!
Ukuy bungasnya! : Walah cantiknya!
Akay-akay halusnya biak nih! : Waduh-waduh kecilnya anak ini!
Manilik : Melihat
Manulih : Menoleh
Amun handak tulak bapadah dolo lawan uma! : Kalau mau pergi bilang dulu sama ibu!
Amun : Kalau
Tulak : Pergi
Bulik : Pulang
Tulak dudi bulik sungsung : Pergi belakangan pulang awal
Bapadah : bilang, ngomong
Bapandir : Berbicara
Lawan : Dengan
Uma : Ibu
Abah : Bapak
Kayi : Kakek
Nini : Nenek
Amang : Paman
Acil : Bibi
Julak : Uwak, Pakde/Bude
Alung (panggilan untuk anak sulung)
Angah (panggilan untuk anak tengah)
Usu (panggilan untuk anak bungsu)
Unggal (panggilan untuk anak tunggal)

#Kebanyakan vokal ‘O’ dalam bahasa Indonesia dilafalkan ‘U’ dalam Bahasa Banjar dan vokal ‘I’ dilafalkan ‘E’ maupun sebaliknya vokal ‘I’ dilafalkan ‘E’ pada kata-kata tertentu. CMIIW  🙂 ♡♡♡

Advertisements

About Sugih

I'm just an ordinary people

7 responses to “Lingua Franca di Kalimantan Tengah

  1. Miranda ⋅

    Lucu bgt ya bahasanya. Itu bahasa Dayak ya?

  2. Miranda ⋅

    Oh gitu ya. Maklum aku bukan orang Kalimantan sih, cuma kebetulan aja lagi liburan di Kalimantan.

  3. asnan ⋅

    Jempol untuk yang punya blog;;!!!!!
    Klo boleh reques. Tentang suku dayak kuping panjang.

    • Terima kasih atas kunjungannya Bang Asnan. Insya Allah nanti akan saya buat artikel tentang Suku Dayak pedalaman, sementara ini masih mengumpulkan bahannya dulu. Barangkali Bang Asnan ada bahannya untuk saya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s