Posted on

Pempek Palembang yang Kurang Tenar di Kalimantan Tengah

Kira-kira 23 tahun lalu bibiku, adik mama nomor 3, pulang merantau dari Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan. Sebagai oleh-olehnya beliau mengajarkan mama cara membuat pempek palembang yang diwariskan oleh penduduk OKI selama beliau merantau di sana. Ternyata wow bukan main sedapnya. Karena pada saat itu bibiku mengajari mama dengan bahan ikan belida yang dibelinya langsung dari Palembang saat beliau pulang.

Ketika aku naik kelas 2 SMP, papa meninggal dunia. Mama menggantungkan harapan padaku untuk menunjang perekonomian keluarga kami. Awalnya aku membawa kacang bawang dan keripik singkong pedas buatan mama untuk kujual di sekolah. Laris manis sih, tapi lama-lama para pelanggan daganganku merasa bosan. Sampai akhirnya aku teringat kepada bibiku yang pernah mengajari mama cara membuat pempek. Maka dimulailah usahaku berjualan pempek palembang ala orang Bogor di sekolah. Hehe… 🙂

Sempat bingung sih, karena harga ikan belida di Bogor masih terbilang relatif mahal. Untungnya mama tak kehabisan ide untuk mengganti bahan yang mahal tersebut. Kami mengganti ikan belida dengan udang dan telur. Rasanya maknyos tak kalah sedap oleh rasa belida. Sejak saat itu, teman-teman dan para guru di sekolahku mendadak ketagihan pempek buatan keluarga kami.

Selang waktu berlalu, setelah aku lulus SMA dan hijrah ke Kalimantan Tengah pada 2004 silam, aku tak pernah merasakan lagi nikmatnya pempek palembang. Ternyata mencari orang yang berjualan pempek di Kabupaten Sukamara sangat sulit. Orang Palembang yang merantau ke Kalimantan Tengah mudah dihitung dengan jari. Itupun bukan untuk berjualan pempek melainkan untuk bekerja sebagai PNS. Hadeuh, kirain…

Pada tahun 2010, mama mulai menyusulku ke Kalimantan Tengah. Ide untuk membuat pempek udang pun kembali terbit setelah 6 tahun tidak menikmatinya. Awalnya aku coba-coba menawarkannya kepada rekan-rekan kerjaku di kantor. Ternyata oh ternyata makanan khas Palembang yang terkenal itu terlihat asing di mata mereka.

“Apa ini Pak Sugih?” Tanya salah seorang rekan kerjaku sesama guru di SMAN 1 Balai Riam.

“Ini kerupuk basah sukamara ya?” Tanya rekanku yang lain.

#Gubrak, masak pempek dikira kerupuk basah?

“Ini namanya pempek palembang, Bapak-bapak dan Ibu-ibu,” aku memperkenalkannya.

“Oh, jadi ini yang namanya pempek palembang?” Guru-guru memandang takjub.

“Kaya apa cara makannya?”

#Weleh-weleh, ya tinggal dikunyah di mulut tho!

Kalian tahu apa yang terjadi setelah aku memperkenalkan pempek palembang kepada rekan-rekan kerja sekantor? Bu Rina guru Tata Boga memberi pengumuman kepada murid-murid,

“Anak-anak, besok kita praktek memasak bikin pempek palembang ya!”

“Apa? Pempek palembang, Bu?” Anak-anak pun tercengang.

Yihaa… gara-gara Bu Rina memberikan pengumuman tersebut di sekolah mama mendadak kebanjiran tamu di rumah. Mama mendadak jadi seleb yang sedang naik daun dan dikerubungi oleh pers yang ingin mewawancarainya bagaimana cara membuat pempek palembang. Murid-muridku pun belajar praktek membuatnya bersama mama.

Pembaca mau tahu resep pempek udang yang kami buat? Simak ya, tapi sebelumnya kepada orang-orang Palembang saya mohon maaf bila terdapat kesalahan atau perbedaan cara pengolahan.

image

Bahan :
Sagu/tepung kanji 1 kg
Tepung terigu 0,5 kg
Udang 300 gram (haluskan)
Telur 4 butir (rebus)
Air es secukupnya
Minyak goreng secukupnya

Cara membuat pempek :
1. Pertama, siapkan air yang direbus dengan ditambah 2 sendok makan minyak goreng.
2. Lalu campurkan udang yang sudah dihaluskan tadi dengan air es. Tambahkan garam dan bumbu
penyedap. Aduk sampai tercampur dengan rata.
3. Tambahkan tepung secukupnya ke dalam adonan yang telah tercampur dengan rata tadi. Aduk hingga adonan menjadi kental dan bisa diuleni dan tidak lengket. Banyaknya sagu yang dimasukkan tergantung dari tingkat kekenyalan yang diinginkan. Supaya rasa udang lebih terasa,
jangan terlalu banyak memasukkan sagu ke dalam adonan.
4. Untuk membentuk adonannya, tangan dilumuri sedikit tepung supaya tidak lengket. Lalu bentuk adonan sesuai dengan selera. Bisa
dibuat bentuk lonjong atau diisi dengan telur.
5. Setelah itu rebus adonan yang sudah dibentuk tadi ke dalam air yang direbus dicampur dengan  minyak goreng. Rebus sampai adonan mengapung. Angkat, dan tiriskan. Bisa juga digoreng setelah ditiriskan atau dimakan langsung dengan dilumuri bumbu cuka.

Bahan untuk cuka resep pempek Palembang :
– 250 gram gula aren/gula jawa
– 50 gram air asam jawa
– 200 gram bawang putih, kupas dan dicincang halus
– 2 sendok makan ebi, haluskan. Boleh diganti dengan terasi.
– 1 liter air minum
– 15 biji cabai rawit yang sudah dihaluskan (sesuai selera kepedasan)
– garam secukupnya

Cara membuat cuka:
1. Campur gula aren dan juga air asam jawa ke dalam air. Lalu rebus sampai mendidih.
2. Campur bawang putih, ebi, cabai rawit yang sudah dihaluskan, dan juga garam secukupnya ke dalam rebusan gula aren dan asam jawa. Rebus sampai mendidih.
3. Setelah mendidih, angkat dan tiriskan.

Tingkat kepedasan tergantung dengan selera. Kalau pembaca ingin lebih pedas, bisa ditambahkan lagi cabai rawitnya. Untuk penyajiannya, pempek tadi yang sudah jadi dipotong-potong
sesuai selera. Sajikan di piring dan siram dengan cuka tadi. Kalian bisa menambahkan potongan timun. Pempek Palembang ini lebih sedap disantap saat masih hangat. Demikian resep pempek Palembang buatanku. Selamat mencoba.

Advertisements

About Sugih

I'm just an ordinary people

6 responses to “Pempek Palembang yang Kurang Tenar di Kalimantan Tengah

  1. Anthony ⋅

    Jadi orang Kalimantan pada gak tahu pempek palembang dong?

  2. Zanetha ⋅

    Hmm… yummy. Terima kasih sudah berbagi resep 🙂 Terus promosikan ya!

  3. Derry Hermawan ⋅

    Nikah sama orang Palembang aja Tuan Guru. Terus bikin pabrik empek2 di Kalimantan. Hehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s