Posted on

Harus Kecelakaan Dulu Supaya Bisa Gemuk

Sorry, aku nggak bermaksud memprovokasi pembaca buat kalian melakukan hal yang sama denganku bila di antara kalian ada yang berbadan kurus dan kebetulan ingin menjadi gemuk. Tulisan ini adalah murni pengalaman pribadiku. Jadi, jangan sampai kalian terobsesi sepertiku ya. Cekidot.

Balai Riam, November 2010
Gak tahu kenapa tiba-tiba saja Bu A, rekan sesama guru, dan juga sama-sama jomblo berceletuk kepadaku : “Coba kamu sedikit gemukin badan. Pasti aku mau deh sama kamu, say!” Kata Bu A dengan nada yang teramat mesra. Kami memang seumuran, jadi sudah biasa mengakrabkan diri dengan panggilan ‘aku’, ‘kamu’, dan ‘say’. Hey, aku kan gak pernah nembak dia. Tapi kalau dipikir-pikir Bu A kan lumayan cantik, anggun, seksi, modis lagi. Aku jadi kepikiran omongannya Bu A. Kali aja kalau aku beneran gemuk, Bu A bakal menepati ucapannya. Lumayan kan dapat pacar cantik, hehehe…

Sebenarnya sih, Bu A bukan perempuan pertama yang pernah berikrar demikian. Dulu semasa SMP gebetanku, si Teja, juga pernah mengucapkan kalimat senada. Katanya begini : “Kalo elo gemuk Gih, gue mau deh jadi bokin lu! Elo pasti kelihatan lebih gagah kalo sedikit gemuk.” Pembaca gak tahu sih kaya apa cantiknya si Teja waktu SMP, Cut Syifa aja lewat dah.

Setelah kupikir-pikir, ada bagusnya juga kalau badanku sedikit gemuk. Walaupun pada kenyataannya  I love to be slim. Ada satu hal yang amat kubenci selama badanku kurus. Gak tahu kenapa sejak lulus SMA pipiku jadi kelihatan rada kempot persis kakek-kakek yang bikin fisikku kelihatan tua. Tiap kali berfoto aku malah illfeel melihat potretku sendiri. Rahang pipiku kayanya harus diketok kali ya?

Akhirnya aku bertekad untuk menggemukkan badan. Tapi masalahnya, BADANKU SUSAH GEMUK SODARA-SODARA! Tiap kali nimbang badan di kantor, jarum di timbangannya selalu nunjuk angka 50 kg! For Your Information tinggi badanku adalah 175 cm, benar-benar ideal bukan? Urgh, what the… #Nonjok tiang listrik (^_^メ)

Jujur sih, aku memang doyan makan. Tapi aku paling gak suka makan daging, baik daging sapi maupun daging ayam. Kalau mencium aroma daging sapi rasanya mual-mual. Tapi kalau makan bakso, wah itu mah hobi banget. Kalau makan ayam, aku cuma mau sayap, ceker, dan kulitnya saja. Pantat ayam? Hmm, itu bagian yang paling lezat pemirsa! Dagingnya, sebentar pikir-pikir dulu ya… Kalau masaknya disate, aku mau deh.

Jadi demi menaikkan berat badanku itu supaya Bu A menepati janjinya padaku, aku pun mulai mengatur pola makanku gila-gilaan. Setiap hari aku makan sedikitnya 5 kali belum termasuk cemilan yang selalu kusediakan dalam laci. Mie goreng, sate ayam, bakso, ayam taliwang, mie ayam, soto ayam, menjadi santapanku setiap hari. Cemilanku Silverqueen, Chitato, Taro, Keripik pedas dan lain-lain dengan ukuran serba jumbo. Hasilnya? Dalam setahun, timbangan di kantor masih menunjuk angka 50 kg. Whatdezig… #Banting timbangan.

Benar-benar bikin sebal, udah capek banyak ngeluarin duit buat bikin badan jadi gemuk hasilnya malah nihil. Sampai akhirnya pada tanggal 3 Desember 2011 saat aku melakukan perjalanan menuju Pangkalan Bun via Kotawaringin Lama, persis di depan gerbang BGA (perusahaan minyak kelapa sawit), motor yang kukendarai tergelincir gara-gara menabrak polisi tidur yang terlalu tinggi (makanya pak polisi jangan tidur tengah jalan donk!) Terang aja tergelincir, lha wong motorku matic kok, mana tebengannya rendah pula. Sialnya aku jatuh terjungkal dan tidak memakai helm (waktu berangkat sebenarnya aku pakai helm, tapi di tengah perjalanan kepalaku mendadak gatal. Jangan-jangan helmnya penuh kutu bekas dipakai adikku. Haha…) Untung tak dapat kunikahi, malang tak dapat kuceraikan, muka gantengku harus dipenuhi luka dari pipi kanan hingga dagu. Satpam BGA yang kebetulan melihat segera membawaku ke klinik perusahaan. Sudah cukup lama memang aku tidak tertimpa kecelakaan motor, padahal aku sudah mengantungi rekor dan layak memperoleh penghargaan dari MURI atas rekor jumlah kecelakaan yang kualami, bayangkan lebih dari 30 kali aku tertimpa kecelakaan dalam waktu 2 tahun sodara-sodara! #Wow, amanzing!

Kecelakaan hari itu merupakan kecelakaan terparah yang pernah kualami sepanjang catatan sejarah kecelakaan yang pernah menimpaku. Bagaimana tidak, tulang siku dan jari kelingking kananku mengalami keretakan. Sementara paru-paruku sempat berdebum beradu dengan tanah hingga mulutku mengeluarkan darah. Begitu pula dengan kakiku dipenuhi luka lecet dan luka gores persis dicakar kucing garong. Padahal 2 minggu lagi aku akan berulang tahun ke-26 waktu itu. Dokter klinik yang memeriksaku menyuruhku untuk beristirahat di rumah selama satu bulan. Beliau memberi obat-obatan yang berbeda dengan obat-obatan yang sebelumnya biasa kupakai setiap kali aku tertimpa kecelakaan.

Ajaib, tak sampai satu bulan berkat mengkonsumsi obat-obatan dari dokter itu, badanku mekar jadi agak gemuk. Rupanya obat yang kukonsumsi adalah obat penambah nafsu makan. Bayangkan, bila sebelum kecelakaan saja aku sudah 5x makan dalam sehari. Lantas berapa kali aku makan dalam sehari setelah aku tertimpa kecelakaan? Ah, gak penting! Yang penting sekarang aku gemuk. Horee… berhasil… berhasil… berhasil… #Jingkrak-jingkrak ala Dora the Explorer.

Namun kemalangan rupanya masih enggan kuceraikan. Setelah aku menjadi gemuk, Bu A telah mendapat gandengan lebih dulu tepat di saat aku tertimpa kecelakaan. Hiks, kenapa kecelakaannya terlambat datang, ya? Seandainya aku tertimpa kecelakaan tahun sebelumnya, mungkin Bu A sudah menjadi milikku. Oke yo weslah, aku ‘ra popo…

Before

image

After

image

image

image

Advertisements

About Sugih

I'm just an ordinary people

4 responses to “Harus Kecelakaan Dulu Supaya Bisa Gemuk

  1. Anthony ⋅

    Hahaha.. penulisnya ini lucu bgt sieh..

  2. Anonim ⋅

    Hi min, dulu gue juga kurus tapi terus berat gue naik 20 kg setelah mengkonsumsi obat penggemuk badan. Anyway turut berduka cita ya gagal dapetin Bu A. Di luar sana masih banyak ko cw yg bisa kamu dapetin. Fighting! (^_^)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s