Posted on

Film 7 Manusia Harimau Bukan Contekan Film Luar Negeri!

image

Akhirnya rasa penasaran dan harapanku terjawab sudah. Waktu sinetron Manusia Harimau tayang perdana di MNC TV, aku kira itu adalah remake dari film 7 Manusia Harimau yang pernah tayang hampir 30 tahun lalu (1986). Kok aku tahu sih, padahal 1986 umurku kan baru 1 tahun. Terang aja aku tahulah. Secara waktu aku SD tahun 1990-an film 7 Manusia Harimau pernah ditayangkan ulang. Waktu SMP aku bahkan pernah melalap habis novelnya yang ditulis oleh Motinggo Busye. Dan berharap semoga film 7 Manusia Harimau kembali digarap, tentu harus lebih fresh, lebih grace dari versi terdahulu. Sebab film-film Indonesia yang banyak ditayangkan zaman sekarang lebih banyak meniru atau adaptasi film-film luar negeri. Enggak kreatif banget kan?

image

Kira-kira hampir 2 bulan lalu aku melihat tayangan entertainment di NET. yang meliput kegiatan Samuel Zylgwyn . Eh, gak salah? Aktor ganteng idolaku itu potong rambut? Makin ganteng aja. Dan lebih cocok dengan style yang sekarang, tanpa mengurangi ke-macho-an dan keatletisannya. Sayangnya NET. tidak meliput film apa yang sedang dimainkannya sekarang ini. Yang disorot cuma sebatas hobi sang aktor, fotografi dengan kamera mahalnya. Cari-cari di Google cuma dapat Samuel Zylgwyn jumpa fans di salah satu mall di Sumatra. Apa dia shooting film di sana?

image

image

Baru tadi malam aku mendapat jawabannya. Pembaca tentu sudah tahu kan? Yup, 7 MANUSIA HARIMAU benar-benar diremake, pemirsa! Sekali lagi DIREMAKE! RCTI yang menayangkannya. Dan kesan pertamaku adalah subhanallah pemandangan yang disajikan, sangat mempesona. Cantik, cantik, cantik… #Kata Syahrini. Itu asli di Pulau Sumatra kan? Tulisannya di Bengkulu. Sumpah, pengen banget bisa ke sana. Air terjun tinggi, sungai yang penuh bebatuan, dan perumahan penduduk yang sederhana namun tertata sangat rapi. Kesan keduaku, para pemainnya COCOK! Kru film tidak salah memilih Samuel Zylgwyn untuk menjadi tokoh utama. Apalagi para aktor seniornya juga adalah idolaku sejak aku kecil, salah satunya Adjie Pangestu yang berperan sebagai Datuk Lebai Karat. Wah, gerakan silatnya juga benar-benar jurus ilmu bela diri. Ditambah lagi efek suara dan gambar yang membuat film ini semakin double u-O-double u  (baca : WOW).

Sinopsis :
Adalah GUMARA PETO ALAM, yang akrab disapa MARA, guru Matematika SMA dari Jakarta berusia 25 tahun, yang minta kepada dinas untuk dipindahkan
ke sebuah kota kecil di dekat Bengkulu. MARA tampan parasnya… tinggi, wajahnya cool. Kedatangan MARA disebuah kota kecamatan terpencil yang hampir tidak terpeta di perbatasan Bengkulu dan Jambi, mungkin bagi orang lain merupakan musibah. Seorang guru SMA yang terbiasa bertugas di kota besar, dengan segala kemudahan teknologi komunikasi, yang terbiasa bermain dengan sosmed yang membuat cakrawala pengetahuannya kian meluas, kini harus berhadapan dengan sepi.

Pemuda energetik itu, merasakan udara dan alam yang tiba-tiba merasa ‘klik’ dengan dirinya. Dia merasakan sedang memasuki habitatnya, Kecamatan Kayu Lima. Konon menurut neneknya, adalah tempat lahir ayah Mara yang bernama Peto Alam, Ibu Mara yang bernama AINI yang membawa lari MARA dan NENEK nya dari Kayu Lima, karena terancam. Kayu Lima, sebuah desa yang selalu diliputi kabut, kabut pegunungan, sekaligus kabut misteri yang kadang kadang sangat sulit untuk
bisa diterima akal sehat.

Penduduk desa tetangga Kayu Lima, memberi julukan yang sangat menyeramkan bagi desa itu, yaitu “gudang ilmu hitam”. Di kota kecil itulah bersemayam para manusia yang memiliki ilmu Harimau.. yang sebenarnya untuk menjaga kebun kopi mereka yang luas, dari gangguan pencuri. Masyarakat Kayu Lima atau Kumayan sangat tabu menyebut manusia harimau secara langsung, karena takut kualat mereka menyebutnya dengan istilah ‘inyit’.

Pencuri akan takut kalau melihat harimau. MARA menganggap itu mitos klasik. Ayah dan ibunya adalah keturunan ketiga manusia harimau tapi MARA tetap menganggap bahwa kedua orang
tuanya masuk dalam lingkaran mitos itu. MARA keturunan ke empat… menurut perhitungan
mitologi itu.

Bus yang mengangkut MARA sampai di pasar Kota Kecamatan yang sudah sepi, dan watak dari kota
kecil itu, kalau matahari sudah terbenam, tidak akan ada seorangpun yang lewat di kota kecil itu selepas Magrib. Tidak ada seorangpun yang bisa ditanyai oleh MARA. Waktu sedang mencari-cari
orang untuk ditanya itulah seseorang mengejutkan dia karena tiba-tiba muncul. Dia PAK YUNUS, pesuruh sekolah, dimana MARA akan bertugas, menunggu sendirian untuk menjemputnya dengan motornya. Dan diantarnya
sampai kerumah jabatan, sebuah rumah panggung khas Bengkulu….
Sebenarnya alasan utama MARA meminta ditugaskan di Kayu Lima, adalah keinginan dirinya untuk bertemu dengan kerabatnya,
terutama untuk mencari tahu siapa kakeknya yang katanya telah menurunkan ilmu harimau secara alamiah kedalam dirinya. Apapun namanya, yang jelas seorang lelaki yang telah menumbuhkan benih ke rahim ibunya hingga dia lahir di dunia. Dia tetap bersikeras, meskipun ibu dan neneknya melarang tekad itu. Sampai akhirnya dengan berat hati sang ibu dan sang nenek mengijinkannya, dengan seribu petuah, untuk masuk ke kota kecil yang pekat oleh misteri.

Antara lain, yang harus dilakukan MARA setiba di desa itu, adalah menjumpai LEBAI KARAT. Seorang ketua diantara tetua desa yang sangat disegani karena ilmunya. Bahkan kepala kampung atau Pak Camat maupun pejabat keamanan
setempat pun menaruh hormat padanya. Belum sampai satu jam MARA sampai di rumah jabatan, dia sudah menanyakan rumah Lebai Karat pada pak Yunus, dan dari orang tua pesuruh sekolah dia dapatkan informasi yang lebih
mendirikan bulu romanya, bahkan Pak Yunus menyarankan supaya besok pagi saja dia menemui
Lebai Karat. Tapi MARA tetap bersikeras, dan pada saat Pak Yunus mencerita-kan tentang segala hal menyangkut desa Kayu Lima, seseorang telah mencuri dengar dari balik dinding samping rumah.

Dan tidak terlalu lama setelah pak Yunus pergi, tiba tiba asap masuk dari celah celah pintu yang menghamburkan bau harum yang aneh, MARA berdehem, kemudian terdengar suara berat membalas dehem itu. MARA mendekatkan kepalanya ke lantai papan sambil mengatakan, bahwa dia orang baru yang tidak ingin mencari musuh, tapi mencari damai dan dengan rendah hati seperti nasihat ibunya dan neneknya, dia minta izin untuk diterima dilingkungan mereka. Ketika itu terdengar suara auman harimau yang mampu merontokkan tulang bagi siapa saja yang mendengarnya, tapi tidak bagi MARA yang sudah tahu banyak mengenai desa Kayu Lima dari
cerita neneknya itu. Segera dia berlari ke jendela membukanya. Dari atas jendela dia melihat seekor raja hutan yang besar menyelinap masuk ke dalam semak semak di samping rumah jabatan itu.

Kejadian itu tidak membuat niatnya untuk menemui LEBAI KARAT yang ketua dari para tetua
desa itu menjadi surut, dia ambil jaketnya dan keluar rumah, dengan lebih dulu membaca
Bismillah. Beberapa cobaan ia temui di perjalanan, dari seorang gadis yang meminta pertolongan, hingga pertemuannya dengan HUMBALANG, pemuda tampan yang ternyata juga keturunan Inyit. Entah mengapa ternyata Lebai
Karat tidak menyukai kehadiran dirinya, bahkan sempat akan menyerang Mara. Untungnya
KARINA, anak gadisnya yang cantik langsung mengingatkan Lebai Karat. Mara pun langsung pulang dengan perasaan kaget dan sedikit takut.

Banyak hal-hal baru yang Mara temui di lingkungan barunya. Mulai dari gangguan di rumahnya, bahkan ia pun sempat harus masuk penjara karena dituduh membunuh, kena teluh, sampai menjadi perhatian para Inyit di
daerahnya. Para inyit tersebut, LEBAI KARAT, PAK ABU, RAJO LANGIT, HUMBALANG, mulai mencurigai bahwa Mara adalah Harimau ketujuh yang selama ini mereka tunggu, untuk menyempurnakan kelompok mereka. Oleh karenanya gerak-gerik Mara sangat diperhatikan, karena jika ia menolak kelompok
tersebut, maka nyawa Mara bisa terancam. Tidak hanya itu, Mara juga harus dihadapkan pada dua gadis cantik, KARINA anak Lebai Karat, dan PITALOKA anak Pak Abu yang sama-sama menaruh hati padanya. Karena keturunan Inyit,
maka keduanya pun ‘berilmu’ dan pintar. Keduanya bersekolah di tempat Mara mengajar. Mara pun lambat laun terlibat lebih dalam di
lingkungan Kayu Lima. Walaupun awalnya ia hanya ingin menjadi guru matematika dan mengenal asal-usulnya, tetapi ternyata
kehadirannya di Desa Kayu Lima cukup banyak menarik perhatian.

Kalau pembaca ada yang pernah membaca novelnya, pembaca pasti menemukan banyak perbedaan yang disajikan antara film dan novelnya. Beberapa di antaranya adalah :
1. Nama putri Datuk Lebai Karat, dalam novelnya tertulis Harwati sementara di film disebutkan Karina. Mungkin nama lengkapnya adalah Karina Harwati. 🙂
2. Profesi Gumara dalam novel ditulis sebagai guru SMP, sementara di film sebagai guru SMA. Lebih tepat yang di film dong, kan kisah asmaranya lebih klop. Masak guru ganteng pacaran sama anak SMP? (Bisa diciduk komnas HAM anak tuh).
3. Saat harimau jelmaan Datuk Lebai Karat menerkam Gumara pada pertemuan mereka pertama kalinya, Karina datang mencegah ayahnya. Tapi dalam novel, Harwati sama sekali belum muncul.
4. Pertarungan antara ayah Pita Loka (Pak Abu) dengan Gumara yang disebabkan gara-gara Gumara menolak jadi menantunya, dalam novel Gumara hanya mendorong Pak Abu sampai tersungkur. Namun dalam film, hmmm… so cool. Gumara ditampilkan beradu tarung sesama harimau jelmaan Pak Abu. Dan Gumara adalah sosok harimau putih, harimau yang berbeda di antara harimau lainnya. Keren… keren… keren…
5. Dalam novelnya Datuk Lebai Karat dipaparkan seorang kakek tua berjanggut putih dan panjang. Tapi dalam filmnya kok masih muda dan tampan ya?
6. STOP! STOP! STOP! Jangan dibahas lagi. Mending pembaca bandingkan saja sendiri novel dengan filmnya. Hehe…

Cast :
SAMUEL ZYLGWYN
WILLY DOZAN
ADJIE PANGESTU
SIGIT HARDADI
AMMAR ZONI
BOY HAMZAH
JUAN CHRISTIAN
OCHI ROSDIANA
SYAHNAZ SADIQAH
LEON DOZAN
ANTHONY XIE
KHRISNA MURTI
AMOROSO KATAMSI
ALDISAR SYAFAR
dll

Musik/OST
Lagu Tema : “RASA INI INDAH”
Vokal : “UTOPIA”
Ciptaan : “TOMMY UTOPIA, SYAHDAN & ARIE SW”
Produksi : AQUARIUS MUSIKINDO

Tim Produksi
Sutradara : Karsono Hadi
Produser : Leo Sutanto
Cerita : Imam Tantowi
Skenario : Yanti Puspitasari
Produksi : SinemArt (2014)

Last but not at least, semoga SinemArt dan RCTI tidak membuat sinetron ini menjadi sinetron lebay yang kadang ujungnya jadi tidak jelas. Film yang baik adalah film yang tidak bertele-tele hanya karena kekaguman para penontonnya yang ingin terus melihat para idolanya bermain di layar kaca.

Advertisements

About Sugih

I'm just an ordinary people

132 responses to “Film 7 Manusia Harimau Bukan Contekan Film Luar Negeri!

  1. 7MH keren bnget deh….
    kami penggemar 7MH merasa sangat bangga dengan muncul nya orang dri suku kami,suku rejang,yang di perankan (nenek lebong)
    tp akan lebih membanggakan jika bahasa rejang di masukan di dalam novel episode-episode selanjutnya,
    sekaligus pejuang/pendekar terdahulu di noven selanjutnya.
    agar bangsa indonesia juga mengetahui dan mempelajari berbagai bahasa di indonesia.
    suku rejang bisa di kategorikan,suku terbesar di sumatra.
    pasti penggemar 7MH akan terpukau,dan sangat bangga.
    good luck bang.

  2. eli ⋅

    kombinasi antara sejarah dal legenda sungguh terasa hangat dalam menunjang revolusi menta sebagai anjuran bapak presiden . didalamnya merupakan direct mental education bagi semua generasi. ever onward.jalan ceritanya,aplikasinya sosok wadahing kendi cocok rasaning ati sejahtera bagi kalian.

  3. nora intan ⋅

    Cuma mw comment aja niyh……kadang2 dlm bbrpa seri nya, porsi pemeran utama nya cenderung lbh sdkit drpda karakter2 yg tidak pntg, contoh nya bbrpa warga kumayan spt : pak zayadi & istri nya, bbrpa warga kumayan lain, datuk kumbang, ki rotan dan tokoh2 yg tidak pntg lain nya, saya jdi bingung terkadang nonton nya, yg mana pemeran utama yg mana figuran ? Pengembangan crta nya bgus, tpi terkadang terkesan memuakkan jdi nya, rajo langit yg terkadang over protektif thd ratna, sifat keras kpla nya jugak tdk berubah, pdhal rajo langit dan humbalang sdh pernah d hukum kan ? Dan stlah itu mrka mulai bisa sdkit berubah, apa penulis crta mya lupa ya ? Sprti nya saking berkembang nya crta, penulis nya mgkn lupa apa yg sdh trjdi….tpi yg plng pokok adlh yg saya tidak hbis pikir, siapa yg jdi pemeran utama sinetron ini ? Apakah smw nya adlh pemeran utama ? Bnyk adegan2 yg tdk pntg srta tokoh yg tidak penting justru d beri porsi yg lbh besar, sehingga wktu tayang nya terbuang menurut saya…..

  4. ellyza ⋅

    Tokoh ki petir itu menurut saya sangat bodoh, dan terkesan mengada ada saja seperti kurang bahan cerita, memang ada makhluk spt ki petir???? Nggak ada bicara tapi hanya suara teriakan dan lototan mata yang terkesan bodoh … Mohon di hentikan saja tokoh itu sangat memuakkan, membuat cerita 7 manusia harimau spt tdk bermutu lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s