Posted on

Saat Aku Menjadi Motivator

image

Terkadang memang mudah bila kita memberi semangat kepada orang lain sehingga membuat orang lain menjadi termotivasi oleh perkataan kita. Terlebih bila pekerjaan kita adalah guru, dosen, psikolog, konsultan, ataupun pembina ekstrakurikuler. Tetapi ada kalanya juga justru malah sulit bila kita memberi motivasi kepada diri kita sendiri. Padahal kenyataannya, maju atau tidaknya diri kita untuk menjadi yang terbaik adalah berasal dari tekad diri sendiri. Kita sendirilah yang seharusnya memotivasi diri kita untuk meraih apa yang kita angan-angankan.

image

Banyak sekali hal yang kulakukan kepada orang-orang di sekelilingku agar mereka berhasil meraih apa yang mereka inginkan. Bahkan mengubah kepribadian mereka yang pada awalnya tertutup, pemalu, dan pendiam menjadi berani membuka diri dan menunjukkan siapa jati diri mereka sesungguhnya.

Sebut saja beberapa kejadian yang pernah kualami antara lain :

-Aji adalah muridku yang cerdas. Ia sangat pandai Matematika. Lucunya, Aji kerap kali meremehkan soal yang dirasa mudah. Sehingga tiap kali Aji mengerjakan soal yang begitu mudah, justru ia menjadi kesulitan. Sebaliknya soal-soal yang dirasa sangat sulit bagi orang lain, Aji dapat mengerjakannya dengan begitu mudahnya. Aku tak pernah bosan untuk memberinya ‘warning’ agar Aji senantiasa teliti dalam mengerjakan soal. Akhirnya dengan segala wejangan dan ilmu yang kukuasai kuberikan padanya, Aji berhasil menjadi juara pertama olimpiade sains di tingkat kabupaten hingga provinsi. Saat itu Aji masih SD. Dan selepas SD, Aji melanjutkan sekolah ke Pontianak. Di sana Aji tinggal bersama Mbah Uti-nya. Tak disangka, Dinas Pendidikan Kota Pontianak selalu memperhitungkan nama Aji dari SMP hingga sekarang SMA. Setiap kali ada olimpiade matematika, Aji selalu diikutsertakan sebagai peserta dan tak pernah absen dari gelar sang juara. Wah, bukan main bangganya. Bila Aji menelepon menghubungi mamanya untuk melepas kangen, Aji kerap menyebutkan namaku. “Pokoknya Ma, adek harus dileskan di bimbelnya Pak Sugih! Jangan sampai tidak! Ingat Ma, Aji bisa juara semua berkat bimbingan Pak Sugih!” Aji mewanti-wanti sang mama agar adiknya yang sekarang bersekolah di SD didaftarkan les di bimbelku.

-Seorang muridku yang bernama Andhika (yang kuajar sejak SD hingga SMA) terkenal pintar dalam pelajaran SAINS, namun cenderung kaku dalam pergaulan sehingga ia tidak memiliki begitu banyak teman. Padahal sebenarnya cukup banyak teman yang mengagumi kepintarannya. Sampai akhirnya suatu hari, saat Andhika kelas VII SMP, aku sengaja menariknya untuk mengikuti seleksi Jambore Nasional 2006 di Jatinangor, aku benar-benar menggembleng karakternya. Berbagai latihan keterampilan, kecakapan diri teknik kepramukaan (tekpram), dan bimbingan mental, Andhika berhasil kuubah menjadi anak yang lebih luwes daripada sebelumnya. Akhirnya Andhika berhasil menjadi peserta Jambore Nasional 2006 berkat arahan yang kuberikan. Padahal sebelum ia terpilih, Andhika sempat bertanya kepadaku, “Apa mungkin saya mampu Pak?” Dengan tatapan meyakinkan kukatakan padanya, “Tentu saja kamu mampu, selagi kamu mau berusaha!”
Tak dinyana, sejak saat itu Andhika menjadi semakin cinta kepada pramuka dan selalu ingin memajukan pramuka di manapun ia berada.

-Saat muridku yang bernama Rahman (kelas X SMA) menjadi anak yang cenderung pemalu dan sulit bergaul, aku mengajaknya untuk mengikuti kegiatan pramuka di sekolah. Aku meyakinkannya bahwa ia bisa menjadi seorang pemimpin. Aku terus melatihnya agar ia tidak malu berbicara di hadapan orang banyak. Dan tak sampai setahun, Rahman berhasil menjadi idola baru di sekolah karena kesupelannya dalam bergaul.

-Saat Rahmat juga muridku (kelas VII SMP) akan mengikuti lomba telling story Bahasa Inggris tingkat kabupaten, Rahmat merasa tidak yakin bahwa ia akan dapat menampilkan cerita yang harus ia bawakan. Selama beberapa bulan lamanya, aku melatih pronunciation Rahmat, gesture tubuh, dan olah vokal yang tepat saat mengisi suara berbagai karakter yang akan dibawakan Rahmat. Aku mengajarinya secara rutin dan penuh kedisiplinan setiap hari. Rahmat bahkan sempat minder dan takut kalah dalam perlombaan, di saat itulah aku mengatakan padanya, “Menjadi juara bukanlah hal yang penting. Bagi Bapak yang penting kamu mendapatkan pengalaman. Karena dari pengalamanlah kamu dapat belajar!” Akhirnya Rahmat tampil di hadapan juri dan puluhan penonton dengan penuh rasa percaya diri. Bahkan ia langsung menyabet juara ke-3, menyingkirkan puluhan peserta yang dianggap saingan berat olehnya. Dari pengalamannya itulah Rahmat terus belajar, dan aku selalu menjadi pelatih bahasa Inggrisnya di setiap kejuaraan Bahasa Inggris yang diikutinya setiap tahun, prestasinya kian menanjak, dan sampailah ia menjadi juara pertama English Speech Contest di tingkat kabupaten saat Rahmat duduk di kelas X SMA.

-Suatu hari aku berkata kepada bibiku seperti ini : “Bi, masakan Bibi lumayan enak, coba bikin kue-kue untuk kutitipkan di kantin sekolah. Keripik pedas juga boleh, kan keripik singkong buatan Bibi enak banget rasanya.” Bibiku awalnya tidak terlalu menanggapi ucapanku, “Ah, Bibi takut nggak laku. Siapa yang mau beli kue-kue dan keripik buatan Bibi, Gih?” Dalih bibi pada waktu itu. Di sisi lain bibiku menolak usulanku pasalnya karena perekonomian keluarga bibi memang dapat dikatakan cukup sejahtera. Tapi aku terus mendesaknya, “Belum juga dicoba, Bi. Percaya deh, dagangan Bibi pasti bakal laris manis!” Akhirnya bibiku bersedia mengabulkan keinginanku. Setiap hari aku membawa sekarung keripik singkong pedas untuk kutitip di kantin sekolah. Dan sesuai dugaanku, keripik dan kue-kue buatan bibi memang selalu menjadi primadona di kantin sekolah. Tidak hanya murid-muridku yang menggemarinya. Rekan-rekan sesama guru dan kepala sekolah pun senang memesan berbagai macam keripik buatan bibi padaku. Mulai dari keripik singkong sampai keripik pisang dengan varian rasa manis, pedas, gurih, asin, dan lain-lain. Tak hanya itu usaha bibi pun sekarang telah berkembang merambah menjadi home industri yang banyak dipasok ke toko-toko di daerah tempat tinggalku.

Bisa dikatakan apa yang kulakukan ini adalah memotivasi orang-orang di sekelilingku. Namun di sisi lain, ketika aku sedang terpuruk, justru aku malah tidak dapat menyemangati diriku sendiri. Mungkin pembaca ada yang pernah mengalami apa yang kualami. Berikut ini adalah tips untuk pembaca semua agar kalian dapat kembali bangkit di saat kalian sedang terpuruk dan memerlukan motivasi sebagai penyemangat :

1. Selalu ingat tuhan bersama kita. Apa yang tuhan berikan pasti yang terbaik untuk kita. Dan janganlah berburuk sangka kepada tuhan dengan mengatakan bahwa tuhan tidak adil!
2. Yakinlah bahwa kita dapat mencapai apa yang kita inginkan. Tidak ada yang tidak mungkin untuk dicapai selagi kita mau berusaha untuk meraihnya.
3. Bacalah buku yang isinya berupa humor. Terkadang humor dapat membangkitkan semangat yang telah pudar dan kendor.
4. Hindari hal-hal yang berbau melankolis atau menguras air mata. Karena hal itu dapat menambah suasana hati kita semakin depresi dan tak bergairah. 5. Perbanyaklah berzikir dan shalat sunat (jika kalian muslim). Intropeksi diri : Apa-bagaimana-dan mengapa aku begini? Sesuatu hal baik yang pernah kita lakukan tentu akan berdampak baik pula bagi kita. Begitu pula sebaliknya sesuatu hal buruk yang pernah kita lakukan akan berimbas buruk pula kepada kita.
6. Bisikkanlah kepada diri sendiri dengan tekad yang bulat, “Aku harus bangkit! Aku tidak boleh lemah! Aku masih kuat! Aku masih sanggup untuk melakukan apa yang ingin kulakukan! Dan aku tidak boleh lengah!”

Selamat mencoba!  🙂

Advertisements

About Sugih

I'm just an ordinary people

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s