Posted on

Fortune Cookies, Diam-diam Suka, Hilman Hariwijaya, dan Novelku

Fortune Cookies, Diam-diam Suka, Hilman Hariwijaya, dan Novelku

image

Akhir-akhir ini selama liburan aku jadi keranjingan menulis novel lagi. Sebetulnya bukan novel baru sih. Aku hanya mengembangkan sebuah naskah (script) yang pernah kutulis 9 tahun silam saat aku baru beberapa bulan tinggal di Kalimantan. Waktu itu aku sedang merasa jenuh karena tinggal di Kalimantan jarang ada hiburan. Tidak ada taman bacaan, perpustakaan daerah, dan toko buku. Padahal aku hobi banget membaca cerita. Sampai akhirnya aku mempunyai ide membuat sebuah buku dari potongan kertas karton yang kujilid dengan cover dari kardus bekas Indomie. Maka taraaa… Jadilah sebuah buku serbaguna yang dapat kujadikan  sketsa book dan coretan-coretan. Ternyata kegemaranku menulis script drama sejak SMA masih berlanjut hingga sekarang. Dan buku sketsa script dramaku ini masih awet hingga kini. Duh, senangnya! Nah, salah satu script drama yang kukembangkan sekarang adalah “My Drama” (MVPX Lover). Naskah ini terinspirasi dari film MVP Lover, drama Taiwan tahun 2003-2004 yang pernah diramaikan oleh BoyBand 5566 (Baca : Double Five Double Six). Wah, aku suka banget drama tersebut apalagi lagu-lagu soundtracknya yang dibawakan oleh 5566. KEREEEEN!!!

image

Tapi apakah kalian tahu apa yang membuat semangat menulisku mulai naik lagi? Jawabannya adalah SINETRON RCTI : FORTUNE COOKIES! Awalnya sinetron tersebut sebelum ditayangkan sangat gencar diiklankan, tapi dengan judul : PACAR PURA-PURA! Dengan mengusung soundtrack lagunya Cherrybelle : DIAM-DIAM SUKA! Memang sih, lagu itu enak didengar nada dan iramanya. Tapi kalau boleh jujur, aku kurang suka pada Cherrybelle karena karakter mereka yang sudah lewat dari masa ABG tapi bertingkah kekanak-kanakan! Entah kebetulan atau disengaja SCTV sebagai pesaing RCTI tak mau ketinggalan menghadirkan sinetron DIAM-DIAM SUKA dengan soundtrack yang sama dari Cherrybelle, dan film tersebut diperankan oleh BLINK, Dimas Anggara, Derby Romero, Rianty Cartwright, dan mayoritas adalah para pemain sinetron Putih Abu-abu yang dulu santer sampai digemari oleh semua umur, termasuk ibuku yang waktu itu sudah berusia 50 tahun. (x_8)” hmmmmm… Tapi kalau boleh menilai, ternyata alur cerita sinetron Diam-diam Suka (DDS) juga masih kurang lebih mirip dengan sinetron Putih Abu-abu, bedanya DDS tidak ada Eza Gionino! Please  donk buat SCTV  kalau membuat film, tokohnya jangan itu-itu saja, dan alurnya jangan begitu-begitu saja! Kalau kurang stok cerita, booking saja saya! Saya siap loh menjadi script writer buat rumah produksi kalian! ђёђёђёђёђё promosi sedikit boleh donk!

Nah, mungkin karena soundtrack yang sama, RCTI akhirnya mengalah mengganti judul sinetron Pacar Pura-pura menjadi FORTUNE COOKIES! Plus soundtracknya diganti menjadi lagunya JKT48 : Fortune Cookie yang Mencinta! Yippie! Standing applause untuk RCTI! Ketimbang Cherrybelle aku malah lebih suka dan ngefans banget sama JKT48! Pasalnya lagu-lagu JKT48 benar-benar Jepang banget! Namanya juga sisterband dari AKB48, tampang para penyanyinya masih ABG semua dan lirik lagu yang dinyanyikan benar-benar terjemahan murni dari lagu-lagu Jepang yang dibawakan oleh AKB48. Nah, lirik lagu Fortune Cookie Yang Mencinta pun sangat cocok untuk alur cerita sinetron Fortune Cookies! Well done deh buat RCTI, salut!

Nah, ini dia lirik soundtrack Fortune Cookies :

image

Fortune Cookie yang Mencinta

Walaupun diri ini menyukaimu
kamu seperti tak tertarik kepadaku
Siap patah hati kesekian kalinya
Yeahh! (3x)

Ketika ku lihat disekelilingku
ternyata banyak sekali gadis yang cantik
Bunga yang tak menarik tak akan disadari
Yeahh! (3x)

Saat kumelamun terdengar music
mengalun di cafetaria
Tanpa sadar ku ikuti iramanya
dan ujung jari pun mulai bergerak
Perasaanku ini tak dapat berhenti
Come on! (4x) Baby!
Tolong ramalkanlah

Reff :
Yang mencinta Fortune Cookie
masa depan tidak akan seburuk itu
Hey! (3x)

Mengembangkan senyuman
Kan membawa keberuntungan
Fortune Cookie berbentuk hati
Nasib lebih baiklah dari hari ini
Hey! (3x)
Hey! (3x)

Janganlah menyerah dalam menjalani hidup
akan datang keajaiban yang tak terduga
Ku punya firasat tuk bisa saling mencinta
denganmu

Ingin ungkapkan perasaan padamu
tetapi Aku tak percaya diri
Karena reaksimu terbayang di benakku
Yeah! (3x)

Meski cowok bilang gadis ideal
yang punya kepribadian baik
Penampilan itu menguntungkan
selalu hanya gadis cantik saja
Yang kan dipilih menjadi nomor satu
Please (3x) Oh Baby
Lihatlah diriku
Yang mencinta Fortune Cookie
Cangkang itu ayo coba pecahkan saja
Hey! (3x)

Apa yang kan terjadi
siapapun tak ada yang tahu
Air mata Fortune Cookie
Aku mohon jangan menjadi hal yang buruk
Hey! (3x) Hey! (3x)

Dunia ini kan dipenuhi oleh cinta
esok hari akan berhembus angin yang baru
Yang membuat kita terlupa
akan hal yang menyedihkan
Come on! (4x) Baby!
Tolong ramalkanlah
#Back To Reff

image

Para pemeran Fortune Cookies :
Yuki Kato
Nasya Marcella
Stefan William
Giorgino Abraham
Natasha Wilona
Immanuel Caesar Hito
Aurelie Moeremans
Lucky Perdana
Sidik Edward
Putra Dinata
Sultan Djorgi
Maudy Wilhelmina
Iszur Muchtar
Cut Memey
Gunawan

Sinopsis Fortune Cookies :
Fathin (Yuki Kato) adalah gadis periang yang selalu semangat, dia bersahabat dekat dengan Reyhan (Steffan William). Keduanya sering bermain di pasar karena kedua orang tua mereka adalah pedagang pasar. Pak Edy-ayah Reyhan (Gunawan) sangat menaruh harapan kelak Fatin bisa menjadi menantunya. Tapi tidak demikian dengan Pak Jaka ayah Fatin (Iszur Muchtar). Fathin dan Reyhan hanya tertawa melihat tingkah laku orang tua mereka, karena mereka berdua sudah terlalu dekat layaknya sahabat. Reyhan sangat suka dengan sikap Fathin yang selalu ceria, dan tidak segan-segan menolong orang kesusahan, serta kegilaanya dengan ‘fortune cookies’ yang bisa berpengaruh terhadap mood-nya seharian. Sedangkan Fathin menganggap Reyhan adalah soulmate-nya, teman yang akan selalu ia jaga. Fathin diam-diam mulai menyukai Reyhan lebih dari teman, walaupun ia tidak pernah mau mengakuinya.

Tetapi semenjak kedatangan JASMIN (Nasya Marcella), gadis cantik dan anggun yang sering menyalurkan hobi fotografinya di pasar tempat mereka berjualan, tiba-tiba Reyhan menjadi sering melamun. Rupanya Reyhan begitu terpesona dengan Jasmin. Fathin kurang suka dengan kedatangan Jasmin, apalagi setelah tahu kalau Jasmin adalah anak dari pemilik pasar, Pak IMRON, yang sebentar lagi akan menggusur para pedagang di sana, yang otomatis bisa mengacaukan mata pencaharian mereka. Tetapi Reyhan membela Jasmin dan mengatakan pada Fathin kalau Jasmin tidak tahu menahu tentang rencana ayahnya.

Selama belasan tahun enya (Cut Memey) menyimpan rahasia kalau Fathin sebenarnya bukanlah anak kandungnya dengan Pak Jaka. Ternyata Fathin adalah anak yang dipungut dari dalam gerobak sampah ketika bayi. Atikah adik Fathin sangat membenci Fathin karena perhatian enya lebih besar kepada Fathin daripada dirinya. Setelah mengetahui kalau Fathin itu anak pungut, Atika mengusir Fathin dari rumah. Masalah tidak sampai di situ, masih ada Tante Dona, ibunya Jasmin yang sangat membenci Fathin dan ingin membuat hidup Fathin hancur.

Untunglah Fathin tidak sendiri. Selalu ada Reyhan yang menjadi pelindungnya, Jasmin, dan juga Gio (Giorgino Abraham) cowok sok kaya, kedua orangtuanya pengusaha kaya yang sangat sibuk di luar negeri dan donatur terbesar di yayasan sekolah. Gara-gara kalah taruhan saat bermain basket Fathin harus mau menjadi pembantu Gio selama beberapa minggu. Sebenarnya sih, Gio itu jatuh cinta pada Fathin karena kepolosannya dan sikapnya yang suka blak-blakan menilai orang lain. Tetapi Gio hanya bisa memendam perasaannya sendiri. Sementara di sekolah, Atikah dan Aurelie selalu berusaha berebut mendapatkan cintanya Gio. Sedangkan Gio harus bersaing dengan Reyhan untuk mendapatkan cinta Fathin. Cerita cinta di antara mereka semakin rumit karena Fathin dan Jasmin pun diam-diam sama-sama menyukai Reyhan. Hanya saja Jasmin tipikal gadis yang tidak mudah cemburu kalau Reyhan selalu berada di dekat Fathin. Jasmin justru rela berkorban apapun untuk Fathin. Dan makin rumit lagi rebut-rebutan cintanya Jasmin pun terjadi di antara adiknya Reyhan dan kawannya.

Setelah diusir dari rumah, Fathin menumpang tinggal di rumah Pak Ilham (Sultan Djorgi), kepala pelayan di rumah Gio. Sayangnya Bu Menur (Maudy Wilhelmina) istri Pak Ilham sangat tidak menyukai Fathin. Ia sering memperkerjakan Fathin sebagai tukang cuci di rumahnya. Namun saat enya datang untuk menjemput Fathin, Bu Menur sangat shock karena ia teringat masa lalu saat ia memisahkan Pak Ilham dengan almarhumah istrinya terdahulu, Bu Menur sendirilah yang ternyata telah membuang Fathin ketika bayi ke dalam gerobak sampah. Seperti apakah kelanjutan kisahnya?

Penilaianku untuk Fortune Cookies :
Over all, cerita ini lucu, menarik dan membuatku geregetan karena iklan yang seabreg, sementara penayangan filmnya sangat singkat. Walaupun sikap Atikah dan Aurelie selalu jahat kepada Fathin begitu juga dengan Bu Menur, namun tidak terdapat adegan kekerasan yang berlebihan. Sama halnya dengan adegan pertengkaran antara Gio dan Reyhan, tidak ada kekerasan yang berarti. SinemArt sebagai rumah produksi memang cerdas!

image

Aku sangat suka kalau seandainya Fathin jadian dengan Gio, sedangkan Reyhan dengan Jasmin. Sebab adegan-adegan pertengkaran antara Fathin dengan Gio yang tak pernah akur, chemistry-nya kena banget! Kasihan banget melihat Jasmin yang cintanya bertepuk sebelah tangan pada Reyhan.

image

Tak disangka penulis naskah sinetron ini adalah Hilman Hariwijaya! Om Hilman, I love You full! Sejak kecil aku ngefans banget sama Om Hilman Hariwijaya yang beda setahun lebih muda dari mamaku. Waktu kecil aku sering rebutan baca novel Lupus Kecil dengan pamanku di Bogor. Terus beranjak masuk SMP aku pun gemar membaca Lupus ABG. Karakter favoritku di novel-novelnya Om Hilman antara lain : Lupus, Lulu, sama Mami. Aduh, pokoknya aku baca dengan pamanku sampai ngakak guling-guling di atas tempat tidur terus jatuh gedebuk ke lantai saking lucunya membaca novel Lupus. Lupus Kecil favoritku waktu Lupus bongkar radio karena dikiranya di dalam radio itu ada orangnya sehingga radio bisa bersuara. Lupus ABG favoritku edisi BOHONG=NYONTEK, dan Mami masuk rumah sakit. Kalau Lupus dewasa aku jarang baca novelnya tetapi suka menonton sinetronnya terutama yang diperankan oleh Ida Bagus Made Oka Sugawa, karakternya cocok banget. Apalagi ada si Gusur yang badannya jumbo banget sama Boim yang tinggal dengan kakeknya dan hidup miskin. Neny Triana pun sangat cocok memerankan karakter Mami, tapi sayang kurang galak seperti di novel Lupus ABG.

Melihat Fortune Cookies dan Om Hilman Hariwijaya yang masih eksis menulis di usia emasnya membuatku terpacu untuk dapat terus berkarya seperti Om Hilman. Aku sangat berharap kelak suatu saat cerbung-cerbungku dan semua cerita yang kubuat bisa meraih popularitas seperti halnya karya-karya Om Hilman Hariwijaya. Terlebih, aku ingin orang bisa lebih menghargai karya seorang penulis! Tidak akan ada cerita bila tidak ada penulis! Benar begitu bukan pembaca?! 

Advertisements

About Sugih

I'm just an ordinary people

4 responses to “Fortune Cookies, Diam-diam Suka, Hilman Hariwijaya, dan Novelku

  1. Ashfia Shaffa basri ⋅

    aku setuju banget sama kamu, sebenernya aku nonton film ini awalnya karena yuki-steven, tapi disini dapet banget deh chemistry-nya fathin-gio, kalo sama rayhan chemistry-nya lebih ke sahabat gitu, makanya aku pengen mereka jadian, tapi mungkin kalo sinetron indo lebih ke keinginan penonton kali ya, soalnya banyak banget yang ngedukung fathin-rayhan.

    • Yupz, benar banget katamu.. tapi sayang ya, Gio yang malah celaka demi menyelamatkan Fathin, terus mobilnya meledak. Semoga Gio tidak apa-apa.. kan kadang bisa-bisanya sinetron yang celaka tetap hidup..

  2. Derry Hermawan ⋅

    Endingnya terkesan buru2 dan maksa banget. Kira2 bakal ada sekuelnya gak ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s