Posted on

Tips Mengatasi Anak yang Pemalu dan Introverted

image

Tips Mengatasi Anak Pemalu dan Introverted

Mungkin ibu-ibu dan bapak-bapak di rumah sering serba salah melihat anak-anak ibu dan bapak lebih suka mengunci diri di dalam kamar daripada bermain di luar rumah bersama anak-anak yang lain. Khawatirnya, anak ibu dan bapak cenderung kurang pergaulan yang berdampak kurang wawasan terhadap perkembangan yang ada di luar sana atau di masyarakat, sehingga anak bapak dan ibu terkesan menjadi anak yang cuek,  apatis, serta kurang peka terhadap masalah sosial. Tidak mau kan anak-anak Bapak dan Ibu dikucilkan oleh orang-orang di sekitarnya?

Sebagai seorang guru yang telah mengajar selama 10 tahun di pelbagai jenjang pendidikan, saya sering menemukan murid yang berkarakter seperti itu (introverted/tertutup). Bahkan pada pertama kalinya, saya pernah dibuat jengkel habis-habisan karena seorang murid saya yang introverted tidak mau menjawab pertanyaan yang saya ajukan saat kegiatan belajar mengajar di kelas. Anak itu diam seribu bahasa, bergeming dalam kebisuan. Aduh, padahal pertanyaan yang saya ajukan itu bukan rumus matematika loh Pak-Bu 😦  Bukan pula soal berbahasa Inggris, apalagi bahasa alien?  Tapi anak itu terus saja menunduk, seakan-akan saya ini hantu yang sedang ngomong sama tembok (capek deh :D).

Berangkat dari pengalaman itulah saya terus mencoba bertindak, bagaimana caranya agar semua anak yang pendiam, pemalu, dan tertutup atau introverted itu bisa mengubah kepribadian mereka menjadi anak yang lebih reaktif terhadap lingkungan sekitarnya. Nah, tips berikut adalah pengalaman pribadi saya, alhamdulillah berhasil, siapa tahu Bapak dan Ibu di rumah juga bisa melakukannya…

image

1. Tumbuhkan rasa Percaya Diri (PD) pada jiwa anak, agar mereka dapat merasakan bahwa mereka mempunyai andil dan peran yang cukup besar di lingkungan sekitarnya. Anak yang introverted umumnya cenderung minder, merasa dirinya ‘tak mampu’, dan serba kekurangan. Mungkin yang tertanam dalam benak mereka adalah ‘saya tak bisa melakukan itu’, ‘saya takut’, ‘saya lemah’, dan…… ‘Saya tidak mungkin bisa seperti mereka’. Yakinkanlah pada mereka kalau mereka adalah jiwa yang pemberani! Berikan dorongan dan selalu dukung apa yang mereka rasa tidak bisa melakukannya! “Nak, Ibu yakin kamu pasti bisa mengerjakan soal Matematika yang ini, nanti kalau kamu disuruh maju oleh gurumu, jangan takut ya, Nak!”, “Ayo, Nak, besok pertandingan basketmu kan? Kamu harus yakin dan berusaha kalau kamu pasti bisa mengalahkan tim lawanmu! Ayah akan bantu mendoakanmu!” Kalimat-kalimat itulah yang diperlukan oleh mereka sebagai semangat.

2. Ajaklah anak-anak tetangga untuk bermain ke rumah, agar anak-anak bapak dan ibu merasa tidak kesepian di rumah. Mungkin ini sedikit sukar dicoba bila putra-putri anda lebih suka mengunci diri di dalam kamar. Jangan menyerah untuk membujuknya keluar dari kamar dan bermain dengan anak-anak tetangga. Boleh saja hari-hari pertama bermainnya masih sebatas di dalam rumah. Perlahan tapi pasti setelah tercipta suasana keakraban antara putra-putri anda dengan anak tetangga, mintalah kepada anak-anak tetangga itu untuk mengajak putra-putri anda bermain di luar. Berikan mainan yang kira-kira disukai oleh putra-putri anda. Mainan yang edukatif tentu lebih baik.

3. Ajaklah bertualang di alam terbuka! Ada kalanya putra-putri anda merasa jenuh mengurung diri terus di kamar. Bawalah mereka berkemah dan buatlah suatu games kecil berbau petualangan, misalnya ‘berburu harta karun’. Ini akan menumbuhkan semangat petualang, pemberani, dan rasa ingin tahu yang tinggi. Sehingga anak bisa berkembang menjadi anak yang mandiri.

4. Ikut sertakan dalam kegiatan positif! Anak sejak usia dini sudah sepatutnya mendapat pembinaan karakter di luar lingkungannya, misalnya mengikuti pengembangan diri dan kepribadian di suatu sanggar seni, klub olahraga, sasana bela diri, kepramukaan, dan lain sebagainya. Melalui klub-klub tersebut, putra-putri anda tidak hanya diasah bakatnya, tetapi juga bisa melatih kepemimpinan, mentalitas dan pembinaan ketakwaan. Eits, satu hal yang perlu diingat adalah janganlah memaksakan diri kepada putra-putri anda untuk masuk klub atau sanggar yang anda kehendaki! Biarkan mereka memilih mana yang mereka minati, tentunya setelah anda memberi arahan kepada mereka lebih dulu. Contoh, “Nak, kamu mau pilih mana? Ikut sanggar seni lukis atau sasana bela diri? Kalau kamu ikut sanggar seni lukis, nanti kamu bisa menjadi pelukis hebat seperti Affandy dan Pablo Picaso, harga lukisan mereka sangat mahal  karena lukisan mereka bernilai tinggi! Sedangkan kalau kamu ikut bela diri, kamu bisa melindungi dirimu saat kamu diganggu oleh para penjahat, serta kamu bisa melindungi orang yang lemah seperti yang dilakukan Jacky Chen!” Bila anda memaksakan kehendak kepada putra-putri anda untuk mengikuti apa yang anda inginkan, hal ini akan berdampak kejiwaan putra-putri anda menjadi pribadi yang tertekan! Ingat Pak-Bu, balon bila ditiup terus-menerus akhirnya akan pecah! Karet bila ditarik terus-menerus akhirnya akan putus! Begitulah analogi perkembangan anak!

5. Latihlah kepemimpinan! Anak introverted cenderung melankolis dan mudah putus asa. Dengan memberinya latihan kepemimpinan, sedikit-banyak dapat menumbuhkan karakter superior yang tersembunyi di dalam jiwanya. Anda dapat memulai dengan cara mengajaknya berteriak di alam terbuka. Buatlah putra-putri anda merasa dirinya sebagai seorang pemimpin. Misalnya berteriak seakan sedang memimpin suatu barisan, “SIAAAP GRAK!”

6. Ajak mengenal lingkungan! Anak introverted harus diperkenalkan kepada lingkungan sekitarnya, dengan cara ini anak introverted akan dapat merasakan bahwa dirinya merupakan bagian yang tak dapat terpisahkan dari lingkungannya. Misalnya, “Nak, di perempatan jalan perumahan kita ada pos polisi, kalau ada orang mencurigakan di kompleks perumahan kita, kamu dapat melaporkannya kepada para polisi di sana! Tidak usah takut, justru mereka akan berterima kasih kepadamu karena kamu sudah membantu mereka mengamankan kompleks perumahan kita!”, atau misalnya yang lain adalah, “Lihat Nak, itu adalah tempat pembuangan sampah! Sebenarnya setiap pagi ada petugas kebersihan yang mengurusi sampah-sampah di sepanjang jalan ini. Tetapi meskipun demikian, kita tetap harus peduli pada sampah yang ada di sepanjang jalan perumahan kita. Karena kalau rumah kita bersih, kan kita juga yang akan merasa nyaman!”

7. Ajak bertukar-pikiran! Anak introverted umumnya malu-malu saat dimintai pendapat saat mengikuti suatu forum diskusi. Mereka cenderung diam hanya menjadi pendengar yang baik tanpa pernah berani mengungkapkan apa yang ada dalam benaknya. Dengan cara berlatih bertukar pikiran niscaya ini akan melatih kemampuan putra-putri anda dalam public speaking. Ciptakan suasana komunikasi yang santai, tidak terlalu serius sehingga putra-putri anda pun merasa nyaman ketika mereka mencoba mengutarakan buah pikirannya. Buatlah suatu persoalan dari yang ringan lebih dulu, bila putra-putri anda berhasil menanggapinya sesuai keinginan anda, beranjaklah ke suatu persoalan yang tingkat kesulitannya semakin rumit. Dengan persoalan yang rumit, dapat melatih sikap kritis putra-putri anda terhadap masalah sosial yang ada di sekitarnya. Contoh, “Nak, ada seorang pandir yang membawa seekor kambing dan seikat sayuran. Ia akan menyebrangi suatu sungai. Tetapi karena sungai itu deras, si pandir tak bisa membawa kambing dan sayurannya sekaligus. Menurutmu mana yang harus dibawa menyebrang oleh si pandir lebih dulu?”, kasus lain misalnya, “Ada seekor monyet yang tengah dikejar oleh seekor singa. Monyet itu kemudian memanjat sebatang pohon yang rapuh di tepi sungai. Tak lama kemudian, pohon itu akan tumbang ke sungai. Sementara di sungai itu terdapat seekor buaya yang juga tengah menanti jatuhnya sang monyet. Kira-kira apa yang harus dilakukan sang monyet agar ia selamat dari incaran singa dan buaya?”

8. Berikan mereka sebuah buku diary! Dengan menulis catatan harian yang mereka alami sehari-hari bisa menjadi salah satu media bagi mereka untuk mengungkapkan apa saja yang mereka rasakan. Dengan catatan yang mereka buat pula, mereka belajar menyusun dan merangkai kata-kata menjadi susunan kalimat, tidak hanya berupa curahan perasaan tetapi juga buah pikiran yang tertanam dalam mindset mereka. Di zaman yang serba canggih ini, buah hati anda bisa juga belajar berekspresi melalui rekaman video. Ajaklah mereka belajar mendeklamasikan sebuah puisi misalnya, atau berlatih berpidato singkat. Dengan adanya rekaman gaya atau mimik mereka saat beraksi dapat menumbuh-kembangkan rasa Percaya Diri yang tinggi ke dalam jiwa mereka. Berilah masukan atau koreksi sekiranya mereka memiliki kekurangan dalam rekaman video yang anda buat!

Nah, mungkin cukup sekian dulu tips dari saya. Semoga Bapak dan Ibu di rumah berhasil mencobanya. Apabila terdapat suatu kekurangan kali lain akan saya tambahkan lagi. Jangan pernah menyerah untuk memberi semangat putra-putri anda 🙂

Advertisements

About Sugih

I'm just an ordinary people

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s