Posted on

ATM (Thailand Drama)

image

Ceritanya berawal dari sebuah Bank
bernama JNBC, di mana di dalam
Bank tersebut berlaku satu aturan
yang sangat tradisional yaitu
dilarang berpacaran sesama
pegawai. Jika terjadi, maka salah
satu dari pasangan tersebut harus
mengundurkan diri.

image

Jib, adalah seorang wanita yang
karirnya sangat gemilang. Dia
menjabat sebagai Direktur Deputy
of ATM Departement. Jib terkenal
sangat dingin, dia yang selalu
menginvestigasi para karyawan
mengenai hubungan pribadi. Jib
jugalah yang langsung turun tangan
memecat karyawan-karyawan yang
ketahuan berpacaran. Daaaan Jib
pun menjadi sasaran empuk gosip
para karyawan lain.
Kalo jodoh emang ga kemana,
semut di pelupuk mata pun
tampak. Jib masuk
“perangkap”nya sendiri.

image

Jib ternyata secara sembunyi-
sembunyi menjalin cinta dengan
salah satu karyawan, bernama Sua.
Hubungan mereka pun sudah
terjalin 5 tahun lamanya. Mereka
pun sangat profesional, sehingga
hubungan mereka sama sekali tidak
tercium perusahaan.
Siapa sih yang tahan
backstreet??
Yaa itulah yang dialami pasangan
ini yang harus beda meja saat
makan, yang saling memanggil
dengan hormat saat di kantor, yang
harus menempuh cara-cara sulit
untuk bertemu. Keduanya pun
bertengkar, dan saling menyalahkan
kenapa mereka dahulu bisa saling
menyukai *flashbacknya kocak*
Sang pria menyatakan
keseriusannya dengan langsung
menyiapkan secara singkat pesta
pernikahan mereka, dan pernikahan
itu akan terjadi dalam beberapa
minggu lagi. Tepat saat pesta
halloween. *Good news + Bad
News*
Mereka pun paham resiko apa yang
akan dihadapi jika hubungannya
terbongkar.
Di tempat yang berbeda, Bank JNBC
sedang memasang sebuah software
baru untuk sebuah mesin ATM. 2
orang petugas IT yang betugas
untuk memasang software tersebut
ternyata tidak bisa berbahasa
Jepang, sehingga mereka asal
mengikuti prosedur sesuai dengan
yang ada dalam buku panduan
berbahasa Thailand milik mereka.
Kedua petugas IT ini pun tidak
menyadari kesalahan fatal apa yang
baru saja mereka lakukan.
Seorang ABG norak dan sok gaul
, bernama Peud yang kebetulan
melintas di depan mesin ATM
berniat ingin mengambil ATM.
Penarikan pertama lancar, namun
Peud menyadari ada yang tidak
beres pada mesin atm tersebut.
Benar saja, mesin ATM tersebut
mengeluarkan sejumlah uang. Peud
yang penasaran lantas kembali
mengecek saldo ATMnya yang
ternyata sama sekali tidak
berkurang. Peud yang memang
masih penasaran menarik semua
uang di ATMnya sehingga sisa
saldonya menjadi 0. Namun dugaan
Peud memang benar, mesin
ATMnya error dan mesin tersebut
kembali mengeluarkan sejumlah
uang sesuai dengan penarikan
sebelumnya.
Saking gembiranya, si Peud
mengabarkan berita ini kepada
sobat karibnya bernama Pad,
seorang supir Taxi berbadan
tambun. Pad yang tengah
menonton langsung pertandingan
sepak bola kontan saja kaget
dengan pemberitaan dari Peud, dan
karena suara Pad yang sangat keras
melebihi stereo stadion, seluruh
penonton di stadion menjadi
hening. Dalam sekejap, mesin ATM
yang sebelumnya terlihat sepi itu,
diserbu oleh ratusan suporter bola
berkaos biru. Akibatnya, stadion
yang tengah break 1 sesi itu
menjadi kosong tanpa penonton
dan mesin ATM tersebut makin
error.
Kerugian dari pihak Bank terjadi.
Bank JNBC pun segera bertindak
dengan langsung menon-aktfikan
mesin ATM tersebut. Jib selaku
petugas yang berwenang
diperintahkan untuk menyeleseikan
kasus ini, jika tidak karirnya selama
10 tahun akan berantakan.
Jib beserta 1 orang Manajer
tambun bertugas mengusut kasus
ini, dimulai dari mengecek 2
kamera CCTV yang sangat tidak
membantu sama sekali. Kamera 1:
terhalang pamflet iklan, Kamera 2:
tertutup sarang burung. Jib, pun
mengecek daftar nasabah yang
mengambil uang pada hari itu, dan
hasilnya ratusan daftar nasabah
mengambil uang pada hari itu
namun waktunya tidak tercantum.
Ternyata mesin ATM itu benar-
benar Error.
Kesimpulan yang didapat adalah Jib
harus mencari satu-persatu daftar
nasabah tersebut, kemudian
menginvestigasi mereka dan
melaporkan hasil penyelidikannya
SEGERA! *OMG*
Masalah menjelang pernikahan
muncul, Sua cemburu saat tahu Jib
akan bepergian dengan seorang
pria untuk menyeleseikan sebuah
kasus. Mengetahui Sua cemburu, Jib
memancing apakah sang kekasih
akan membantunya menyeleseikan
kasus mesin ATM yang eror ini, dan
hasilnya Sua mau menyeleseikan
kasus ini dengan syarat jika dirinya
berhasil menyeleseikan masalah
dan mengganti kerugian Bank maka
Jib harus menjadi istri yang
berbakti kepada suami, dengan kata
lain Jib harus mundur dari
pekerjaannya.
Jib kemudian menantang Sua. Jika
Sua gagal menyeleseikan kasus ini,
maka Sua yang harus angkat kaki
dari kantor.

image

Mereka berdua pun SETUJU!!
The Adventure is began!!!
Sua memulai petualangannya. Sua
mulai menyelidiki satu persatu
nasabah yang menarik uang pada
hari itu. Namun ternyata tidak
mudah. Berbagi cobaan
menimpanya, mulai dari kunci
mobil jatuh di selokan, ditinggal
taxi, diuber buaya, ditembaki
bapak-bapak, mobil disita, diajak
nikah gadis ABG, dikerjain anak
kecil, dan harus mendekam di
penjara gara-gara menjadi polisi
gadungan. Belum lagi sindiran dari
Jib yang makin membuat Sua
menderita.
Sua bukan orang yang mudah
menyerah, perlahan Sua
menemukan siapa saja nasabah
yang mendapat “bonus” dari ATM
error tersebut. Jib yang mendapat
kabar bahwa Sua sangat gigih dan
mendapatkan hasil mulai khawatir.
Karirnya dipertaruhkan.
She love her job.
Jib bukanlah seorang yang mudah
mengalah, ia mulai melakukan
penyelidikan tanpa sepengatahuan
Sua.
Sua yang mengetahui hal ini sangat
marah sekaligus kecewa dengan Jib.
Keduanya pun bersaing. Cara
curang pun ditempuh.
Keduanya pun bertemu dengan
nasabah-nasabah tersebut:
1. Peud, seorang ABG yang cinta
mati dengan Gob. Gob adalah
seorang remaja putri yang sama
lebaynya dengan Gob
2. Pad, supir taxi tambun yang
ternyata sahabat karib Peud.
3. Ny. Aummara, seorang pemilik
toko laundry yang ternyata Ibu dari
Gob.
4. Tuan Aumnusy , seorang pria
tua yang mahir(?) bermain pistol
dan menganggap buaya
peliharaannya sebagai anaknya
sendiri. Bapak ini ternyata mantan
suami Nyonya pemilik Laundry
yang juga bapak kandung dari Gob.
Keempat nasabah-nasabah ini
ternyata saling berhubungan satu
sama lain.
Mendekati final, akhirnya
terungkap kemana saja uang
“bonus” nasabah itu.
1. Peud memakainya untuk
membeli motor.
2. Pad memakainya untuk
memasang gigi emas.
3. Ny. Aum memakainya untuk
membeli mesin cuci.
4. Tuan Aum memakainya untuk
membeli sebuah buaya.
Keempat nasabah itu sudah tidak
bisa mengembalikan uang “bonus”
tersebut.
Jib dan Sua pun sepakat untuk tidak
menagih uang tersebut, dan
berhenti menyeleseikan kasus
tersebut.
Once again, Jib love her job. She
will do everything for save her
carreer.
Diam-diam Jib merekam pengakuan
keempat nasabah tersebut,
kemudian dia menulis laporan dan
menyerahkannya kepada direktur
utama.
Muncul kebimbangan di hati Jib
setelah menaruh laporan tersebut,
namun saat Jib ingin mengambil
laporannya kembali, sang direktur
utama sudah terlanjur
membacanya.
Kasus nasabah ini pun berlanjut,
keempat nasabah itu ditelepon
kembali oleh pihak Bank.
Sua yang mengetahui ini pun sangat
kecewa atas sikap Jib.

image

Sua menghadap direktur utama dan
menyerahkan sejumlah uang
kerugian milik Bank dan meminta
menutup kasusnya.
Jib yang mengetahui ini pun
mengaku kalah.
Namun saat mengetahui uang yang
dipakai Sua adalah uang pernikahan
mereka, Jib marah besar. Jib
menganggap Sua tidak serius
dengan pernikahan mereka.
Keduanya pun putus, tepat
beberapa hari sebelum pesta
pernikahan.
Baik Jib dan Sua memulai kembali
aktivitas kantor mereka. Kembali
profesional seperti sebelumnya.
Pacaran tidak ketahuan. Putus pun
tidak ketahuan.

image

Sayang, Jib teledor. Yo, putra dari
Direktur Utama yang sangat
mengejar-ngejar Jib, menemukan
sebuah kertas di mobil Jib. Yo
melaporkannya kepada sang Ayah.
Hubungan Jib dan Sua pun
diketahui perusahaan. Jib
menghadap direktur utama dan
mengajukan pengunduran dirinya.
Jib ingin Sua yang bertahan di
kantor.
31 Oktober yang harusnya menjadi
pesta pernikahan keduanya pun
gagal total.
Gedung yang sama. Waktu yang
sama. Keduanya secara terpisah
ternyata tengah merayakan Pesta
Halloween, menahan kegalauan
karena kandasnya hubungan cinta
mereka.
Sua yang mengetahui Jib berkorban
untuknya mencoba dan mencari
cara agar Jib kembali padanya.
Perasaan memang tidak pernah
bohong.
Sua: Gimana kalau kita beradu
“Batu-Kertas-Gunting”
untuk memutuskan menikah
atau tidak?
Jib: Bagimu semuanya hanya
kau anggap
sebuah perlombaan ya?
Sua: Jika aku menang, aku tidak
akan melamarmu.
Dan jika aku kalah, aku akan
melamarmu.
Sua: Jib, Menikahlah denganku.
Kamulah satu-satunya wanita
dalam hidupku,
yang membuatku mau untuk
kalah. Aku sangat mencintaimu,
Jib.
Jib: Oke, Kamu yang kalah.
Sua: Kamu curang
Jib: Kamu mau akui kekalahan
kan? Seperti yang kamu bilang
tadi.
Sua: Apa perlu bukti lagi agar
kamu yakin?
Semisal ciuman mesra?
and
Sua: Gak jadi ah
Argghhh!{+=}&^k)(*&^%$#@!
@##?>”. 1 scene kegombalan Jib-Sua yang


termotivasi dari Gob-Peud


ahaaa finally, Kiss Scene


Happy Ending!!!!

Advertisements

About Sugih

I'm just an ordinary people

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s