Posted on

Jodoh di Tangan Satpam

Ini adalah salah satu FTV yang pernah tayang di SCTV, stasiun favorit mamaku gara-gara ada sinetron Putih Abu-abu yang diperankan oleh Eza Gionino itu (Uuh, mamaku ngefans banget sama Eza Gionino. Dasar daun muda! Enggak lihat apa nih kalau aku anaknya, jauh lebih ganteng daripada si Eza! TUK! Dipukul pakai godam 1 ton deh aku oleh para Egierz, hehe..) Back to the story, aku amazed banget nonton FTV yg judulnya JODOH DI TANGAN SATPAM. Masalahnya yang menjadi para pemerannya antara lain :

Irwansyah sebagai Fandy
Ferly Putra sebagai Ifan
Rina Diana sebagai Vira

Wah ketiga celebs muda dan keren itu adalah idolaku banget, ketahuan deh kalau aku ngefans sama daun muda juga, xixixi.

Pasalnya aku suka Irwansyah, doi tu ganteng, suaranya bikin perasaan tenteram, cool banget. Aku suka semua lagu yang dinyanyikan oleh Irwansyah mulai dari OST Heart duet dengan sang mantan Acha Septriasa, sampai Camelia yang banyak digemari oleh perempuan Malaysia tetapi sekaligus dikritik tajam karena si Irwansyah yang dibilang ‘lelaki kacak’ (cowok ganteng, red) dicap sebagai lelaki playboy gara-gara membawakan lagu tersebut. Ah, Irwansyah idola gue banget deh. Cewek-cewek aja banyak yang mewek pas tahu doi got married beberapa waktu silam. Menurutku sih Irwansyah memang pasangan serasi kok sama Zaskia Sungkar..

Nah, kalau Ferly Putra, aku ngefans juga lantaran muka dia mengingatkan aku kepada seorang kakak kelasku pas zaman SMA. Wah, berarti muka si Ferly pasaran dong? Haha.. Mungkin cuma perasaanku saja kali ya, dia itu mirip dengan seorang kakak kelasku yang bernama Triko Muljarno. Ehem.. Ehem.. (kalau ada Kang Triko membaca postinganku ini mohon maaf karena aku menyebutkan namamu di sini). Ceritanya, pas aku baru masuk SMA, Kang Triko yang berwajah sama dengan Ferly Putra itu (ganteng nggak sih? ganteng kan?), dia menjadi kakak pendamping kelas aku saat MOS. Wuah, cewek-cewek teman sekelasku pada melting menatap kegantengannya. Tapi setelah tahu bahwa dia tak sendiri (baca : sudah punya gandengan, emangnya kereta apa digandeng segala? ehm, maksudku pacar gitu loh!) semua teman cewekku yang mengidolakannya langsung berubah jadi illfeel (kasih gery wafer coklat aja!).

Nah, kalau Rina Diana, kenapa aku ngefans? Mamaku juga ngefans loh! Wew.. (Siapa yang nanya ya?) Aku suka dia karena dia mirip banget sama teman sekelas aku pas zaman SMA, namanya Dwie Putri Octavia. Sumpah, mamaku juga bilang mirip banget (mungkin karena mamaku ngarep dia jadi menantunya kali ya? huhuhu…)

Terus bagaimana FTV-nya? Well, simak baik-baik kisahku ini ya..

Fandy adalah seorang pemuda sederhana yang bekerja sebagai seorang satpam di rumah keluarga Ifan (kelihatannya Fandy dan Ifan seumuran). Aduh gimana sih Irwansyah cakep-cakep kok mau aja sih disuruh berperan sebagai satpam? Ceritanya, Ifan yang tajir anak  tunggal seorang pengusaha kaya sedari kecil sudah dijodohkan oleh papanya dengan seorang cewek bernama Vira. Seingat Ifan, waktu kecil Vira itu bertubuh gemuk dan doyan banget makan. Ayah Ifan yang menyuruhnya untuk menemui Vira membuat Ifan bingung dan takut. Karena sebenarnya Ifan tidak menyukai Vira sama sekali. Di sisi lain Ifan juga sudah mempunyai seorang kekasih bernama Clara. Jadi Ifan menyuruh Fandy untuk berpura-pura mengaku sebagai Ifan dan menemui Vira.

Ternyata Vira sangat baik dan low profile kepada Fandy yang mengaku sebagai Ifan. Berkat bantuan Fandy, Vira berhasil menurunkan berat badannya dan berhasil menjadi gadis langsing yang sangat cantik, ya iyalah Rina Diana gitu loh! Hubungan Vira dan Ifan palsu pun kian hari kian akrab. Tapi jauh di lubuk hati Fandy, ada perasaan bersalah. Berulang kali ia berusaha menunjukkan foto Vira yang langsing kepada Ifan tetapi Ifan tidak mempedulikan perkataannya. Bahkan Ifan tega melempar hp Fandy ke lantai, untung enggak rusak tuh hp, cuma dampaknya jadi error (yee..tetap aja rusak!). Di rumah Ifan juga terdapat seorang pembantu centil yang mengagumi kegantengan Fandy, namanya Titin. Titin kerap kali membuatkan Fandy kopi.

Saat Fandy dan Vira jalan-jalan di mall, seorang pencuri menjambret tas Vira. Fandy berhasil mengejar dan merebut tas Vira dari sang pencuri. Saat Vira ditinggalkan oleh Fandy yang sedang mengejar pencuri, Ifan menghampiri dan iseng mengajak berkenalan. Vira pun berkata bahwa ia sedang dirampok. Ifan mengejar, dan merebut tas Vira dari tangan Fandy, Ifan kembali ke hadapan Vira sebagai sosok pahlawan. Urgh, menyebalkan ya si Ifan!?

Hari berikutnya, Vira menemui Fandy untuk memberinya sebuah hp baru yang dibelinya kemarin di mall. Vira tahu kalau hp Fandy sudah jelek dan sering error saat menerima panggilan. Saat itu Fandy sedang sibuk berjualan dodol buatan pemilik rumah kontrakan yang dikontrak oleh Fandy, Fandy berjualan di tepi jalan raya. Vira yang memang doyan ngemil memborong semua dagangan Fandy.

Sebagai ungkapan terima kasih karena berhasil mengembalikan tasnya, Vira harus mau diajak makan malam oleh Ifan. Dan malam itu Ifan menyuruh Fandy untuk menjadi supirnya. Wah, gawat tuh! Awalnya sih Vira tidak mencurigai Fandy yang menyamar pakai topi. Tapi setelah acara makan malam usai, saat Fandy menjemput mereka di pintu rumah makan, Vira terkejut melihat bahwa supir Ifan itu adalah Fandy yang selama ini mengaku sebagai Ifan calon suaminya. Fandy kemudian menjelaskan kepada Ifan kalau Vira yang ada di sampingnya sekarang adalah Vira yang dijodohkan dengannya oleh papanya. Demi menjaga image di hadapan Vira, Ifan malah menuduh Fandy sudah menyamar tanpa sepengetahuannya. Jahat banget ya si Ifan? Ugh, geregetan deh (tapi berhubung muka Ferly Putra itu mirip sama muka Kang Triko, geregetanku jadi berkurang). Hati Vira benar-benar hancur seketika. Tidak tanggung-tanggung, Ifan membongkar bahwa Fandy sebenarnya adalah satpam pribadi di rumahnya. Kemudian Ifan merebut kunci kontak mobil dari tangan Fandy, lantas Fandy ditinggalkan begitu saja. Hiks, yang sabar ya Irwansyah, my lovely brother!

Keesokan paginya, Fandy berangkat kerja seperti biasa. Kedatangannya disambut oleh Titin si pembantu centil yang wajahnya lumayan cantik juga sih (boleh tuh dijadikan istri!). Sedang asyik bersenda gurau, Ifan yang hendak berangkat keluar rumah menghampiri dua orang pelayannya itu. Dengan amarah, Ifan memecat Fandy dari pekerjaannya. Ifan mengelak kalau Fandy dulu pernah berusaha menceritakan tentang Vira padanya. Di hadapan Titin, Ifan melemparkan sejumlah uang ratusan ribu ke muka Fandy sebagai gaji terakhirnya. Uang pun jatuh berserakan. Titin memungutinya dan menyerahkannya kepada Fandy, namun Fandy menolaknya.

Ifan mengembalikan hp yang pernah dibelikan Vira. Tapi Vira malah melempar kotak hp itu ke lantai. Fandy pun berlalu. Sejak dipecat oleh Ifan, Fandy terpaksa berjualan dodol milik empok juragan kontrakan rumahnya. Seperti biasa Fandy selalu berjualan di dekat lampu merah. Saat Ifan dan Vira melintas, Ifan menyerahkan selembar uang kepada Fandy sebagai ungkapan bela sungkawa. Fandy masih memiliki harga diri. Melihat tidak tega diejek oleh Ifan, Vira pun membeli sebagian dagangan Fandy. Ifan tidak menyangka Vira yang cantik sangat menyukai jajanan kampung.

Vira menangis di rumahnya sambil makan dodol. Hatinya masih menyukai Fandy. Ia berharap kalau Fandy adalah lelaki baik-baik dan bisa menjadi kekasihnya. Hari pernikahan Vira dan Ifan semakin dekat. Saat keduanya berbelanja di sebuah distro di mall, Clara menelepon Ifan. Tak di sangka Clara ada di dekat Ifan saat menelepon itu. Agar tidak ketahuan Vira, Ifan mengajak Clara pergi mencari pakaian di distro yang lain. Vira semakin menunjukkan perasaan tidak suka terhadap Ifan yang tengil dan pecicilan. Sampai akhirnya Clara datang ke rumah Ifan, Titin yang membukakan pintu dipaksa bercerita oleh Clara perihal ke mana Ifan pergi. Akhirnya Clara menyusul Ifan dan mencaci-maki Vira dengan perkataan bahwa sebetulnya Ifan tidak pernah suka kepada Vira sejak Vira masih bertubuh gemuk. Ifan yang kalap menampar pipi Clara penuh rasa emosi. Vira pun beranjak pergi meninggalkan mereka. Vira mengemudikan mobilnya mencari Fandy yang mungkin sedang berjualan di sana. Tapi tidak ada!

Vira menghilang dari hadapan Ifan. Hpnya tidak pernah aktif, telepon rumahnya tak pernah diangkat. Beberapa hari berlalu, datang seorang wanita bertubuh gemuk ke rumah Ifan dan mengejutkan Titin. Saat wanita itu mengaku bahwa dirinya adalah Vira yang asli, calon istri Ifan yang dijodohkan oleh papanya, Ifan terkejut lalu pingsan.

Ifan diantar oleh Titin ke sebuah mall, tempat kerja Fandy yang baru. Ifan memohon agar Fandy mau menyamar lagi sebagai dirinya dan meladeni Vira yang bertubuh gemuk. Fandy sangat baik dan bersikap hangat kepada perempuan gemuk tersebut. Ia tak peduli itu Vira asli atau bukan.

Vira gemuk pulang ke rumah dan menemui Vira yang sudah langsing (Rina Diana itu loh!). Vira gemuk sebenarnya memang bukan Vira asli. Nama sebenarnya adalah Kokom, pembantu di rumah Vira. Kepada Vira, Kokom bercerita kalau Fandy memang disuruh oleh Ifan untuk menyamar sebagai Ifan. Vira yakin ia harus mengejar cinta Fandy yang tulus kepadanya.

Vira dan Kokom bertemu empok pemilik kontrakan Fandy. Mereka minta dipertemukan dengan Fandy di tempat kerjanya. Suatu kebetulan mereka semua bertemu dengan Ifan dan Titin di pintu mall yang juga ingin menemui Fandy. Ifan mulai menyadari kalau ia sudah dijebak oleh Vira. Sebelum Ifan main tangan kepada Vira, tubuhnya dihadang oleh Kokom yang bertubuh ukuran jumbo. Ifan pun ketakutan.

Malam harinya, di suatu tempat yang romantis, Vira mengutarakan isi hatinya kepada Fandy bahwa ia sangat menyukainya tak peduli apapun pekerjaan Fandy. Fandy sangat merasa senang mendengar pengakuan Vira padanya. Keduanya lantas berpelukan penuh asmara. Wah, so sweet..

Nah, begitulah ceritanya. Panjang kan? Tapi mohon maaf ya pembaca, kalau postingan saya ini enggak ada gambarnya. Biar foto Irwansyah, Ferly Putra, dan Rina Diana menjadi foto koleksi saja di hp saya. Wkwkwk..

Advertisements

About Sugih

I'm just an ordinary people

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s