Posted on

Kesalahpahaman Orang Jepang dengan Orang Jawa (Part 2)

Seorang pemuda Jepang bernama
Takada sedang mengikuti program
pertukaran pelajar di Indonesia dan
sudah lama homestay di rumah
seorang pemuda Jawa bernama Joko.

Pada suatu pagi saat matahari terbit,
Takada membungkukan badan
menghadap arah matahari tersebut.
Joko yang melihatnya penasaran lalu
bertanya..

Joko : Apa yang sedang kau lakukan?

Takada : Aku sedang menyembah
ASU!

*Asu singkatan dari Ameterasu
(dewa matahari)

Joko : Oh, baru kutahu kalau
tuhannya orang Jepang itu adalah
ANJING!

*Asu dalam Bahasa Jawa artinya
ANJING.

Takada : ???

==•••00•••==

Di lain hari, Takada sedang asyik
membaca majalah sambil
menelungkup di lantai. Joko
melintas di hadapannya membawa
sebuah pulpen & buku. Tiba-
tiba..pulpen yang dibawa Joko
terjatuh ke lantai tidak jauh dari
kaki Takada. Karena malas untuk
mengambilnya, Joko meminta tolong
kepada Takada untuk
mengambilkannya. Takada yang
sedang asyik membaca majalah,
merasa terganggu akan perintah
Joko. Dengan hati enggan, Takada
memungut pulpen itu dengan jari-
jari kakinya, lalu menyerahkan
pulpen itu kepada Joko masih
dengan kaki yang sama. Joko pun
merasa sikap Takada sangat tidak
sopan. Maka ditegurlah Takada
olehnya..

Joko : Hei, Takada.. IKU SARU!!

*Iku saru (Bahasa Jawa) : itu tabu!/
itu tidak boleh!

Mendengar ucapan Joko, muka
Takada berubah merah seperti cabai
matang..

Takada : Kemarin kamu mengatakan
tuhanku ANJING! Sekarang…
Baiklah, aku akan PERGI dari sini!
Tapi tidak perlu mengataiku
MONYET donk!

*IKU SARU (Bahasa Jepang) : Pergi,
monyet!

Joko : (emangnya kapan aku bilang
MONYET ya?!)

Kyahahahaha….

Advertisements

About Sugih

I'm just an ordinary people

18 responses to “Kesalahpahaman Orang Jepang dengan Orang Jawa (Part 2)

  1. dewicakep ⋅

    😆 ya ampuun :p

  2. dewicakep ⋅

    ur welcome 😉

  3. HidingPrinceOfBorneo ⋅

    Terima kasih atas kunjungannya Mbak Dewi 😉

  4. dewicakep ⋅

    ooww,,, tp kayaknya cerita 2x yang kamu tulis kok sering di puter siang ya kalo d jogja :panyway,, jgn panggil mbak.. 😥 kita seumuran 😥 :ko: :rip:

  5. dewicakep ⋅

    uwes,, tp baru sebagian.. kebanyakn nonton bioskop transtipluk ya kalo siang? 😀

  6. HidingPrinceOfBorneo ⋅

    Baca cerpen dan noveletku juga ya Mbak, lihat di arsip.

  7. HidingPrinceOfBorneo ⋅

    Waduh kalau siang saya ngajar les mbak. Listrik di tempat saya nyalanya cuma malam hari. Hiks nasib tinggal di pedalaman Kalimantan. Cuma bisa nonton tv malam hari aja.

  8. HidingPrinceOfBorneo ⋅

    Maaf enggak tahu kalau kita seumuran. Di profil Mbak Dewi tahun lahirnya tahun 1900-an.. Jadi bingung.

  9. dewicakep ⋅

    Originally posted by HidingPrinceOfBorneo:

    Oh, itu pasti ulasan film yang aq tonton. Itu diambil dari FTV SCTV & Bioskop trans tv. Cerpen & novelet saya ditag : My Novelet:doh:

    iq iq iq.. ya begitulah yang saya bac sebagian…. anda sungguh berbakat mjd novelis :up: 😀
    Originally posted by HidingPrinceOfBorneo:

    Maaf enggak tahu kalau kita seumuran. Di profil Mbak Dewi tahun lahirnya tahun 1900-an.. Jadi bingung.

    hehe… iya, saya sudah renta.. nenek 2x kok… trust me.. :p

  10. HidingPrinceOfBorneo ⋅

    Oh, itu pasti ulasan film yang aq tonton. Itu diambil dari FTV SCTV & Bioskop trans tv. Cerpen & novelet saya ditag : My Novelet:doh:

  11. HidingPrinceOfBorneo ⋅

    Wah, terima kasih sudah mau membaca noveletku, judulnya antara lain : From Jakarta to Tokyo, Pembalasan Markonah, Namamu Kupinjam, dll.Oke aq panggil Dewi saja boleh?

  12. Makmurjaya ⋅

    😀 masuk akal juga klo salah paham ….. 😆

  13. HidingPrinceOfBorneo ⋅

    Mas Mawardi, hehe.. Cerita ini dibuat iseng, kebetulan saja kosakatanya sama, tapi berbeda makna kan? Sama seperti orang Jawa & Sunda yang memiliki banyak kesalahpahaman seperti kata GedangSunda : pepayaJawa : pisang CokotSunda : ambil Jawa : gigitAtosSunda : sudahJawa : kerasUrangSunda : saya/kitaJawa : udang

  14. dewicakep ⋅

    okay, boleh boleh :yes:

  15. HidingPrinceOfBorneo ⋅

    Dewi, hehe enggak jadi kupanggil nenek^^

  16. HidingPrinceOfBorneo ⋅

    Dewi, hehe enggak jadi kupanggil nenek^^

  17. Makmurjaya ⋅

    iya emang betul 🙂 gak masalah selama buahnya sama… hehehetentang jepang yg salah paham tadi aku pakai sofware nama jepang juga ditambahin huruf depan/ditambahin tengahnya/diakirnya nama 😀 kapan2 aku tempel disini deh generatornya :yes:

  18. HidingPrinceOfBorneo ⋅

    Mas Mawardi, oke sip saya tunggu :cheers:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s