Posted on

Kaleidoskop

Hari ini adalah hari terakhir dari tahun 2012. Tak terasa 365 hari dalam setahun telah berlalu. Esok tiba masa bagi kita untuk menyongsong hari yang baru, tanggal pertama dari tahun yang baru, 2013. Banyak sekali isu yang disebarkan selama tahun 2012 menjelang akhir tahun. Banyak yang mengatakan kalau tahun 2012 ini merupakan tahun bencana maha dahsyat. Apa pasal? Konon menurut rumor yang beredar tahun 2012 ini akan terjadi badai matahari besar-besaran. Matahari akan meledakkan sebagian kecil dari unsur pembentuknya. Dan ini bisa mengakibatkan kehancuran planet Merkurius dan planet-planet lain di sekitarnya, termasuk Bumi. Tapi nyatanya? Badai matahari memang terjadi, kalau tidak salah pada bulan Maret atau April silam. Hanya saja dampak yang diakibatkan tidak separah yang diperkirakan oleh manusia. Tuh, sampai sekarang Planet Merkurius masih utuh kan? Bumi pun masih berputar seperti biasa. Adapun dampak yang timbul dari efek badai matahari adalah kerusakan jaringan komunikasi dan gelombang elektromagnetik sesaat, seingatku hanya 3 hari waktu itu. Setelah badai matahari berlalu, semua kembali berjalan normal seperti semula.

Selain isu badai matahari masih ada satu isu lagi yang disebarkan sejak beberapa tahun silam. Yaitu akhir dunia atau kiamat. Sebenarnya masih berkaitan dengan badai matahari yang disebutkan sebelumnya. Hanya saja kiamat yang satu ini lebih menunjukkan keunikan. Yaitu, penggunaan kalender suku Maya di Peru yang berakhir hingga tanggal 21 Desember saja. Banyak orang mengira tanggal 21 Desember tersebut sebagai tanggal terakhir kehidupan. Maka mereka berbondong-bondong menyelamatkan diri dengan membuat ruang pengaman anti kiamat di bawah tanah seperti yang dilakukan oleh bangsa Amerika, Rusia, dan Jerman. Mereka sampai membangun hotel dan apartemen bawah tanah yang dapat menampung 7000 orang manusia. Tidak tanggung-tanggung mereka juga telah mengumpulkan ratusan ribu jenis benih tanaman dari seluruh dunia untuk mereka tanam seusai kiamat reda. Dalam ruang bawah tanah pun telah disediakan berbagai sarana fasilitas mulai dari game centre untuk anak-anak, gym fitnes, peternakan, restoran, hingga bahan pangan yang mampu memenuhi kebutuhan makanan 70 orang pertahun. Padahal sejatinya dalam sistem penanggalan suku Maya tersebut, setelah tanggal 21 Desember 2012 adalah semua angka kalender kembali ke awal. Jadi saat kita di Indonesia tengah memperingati hari ibu, 22 Desember, bangsa Maya sedang merayakan tahun baru tanggal 1 bulan 1 dan tahun 0001. Unik kan?

Sementara itu bangsa Amerika Latin yang meyakini akan datangnya kiamat pada tanggal 21 Desember, mereka berbondong-bondong ke puncak tertinggi di Argentina. Mereka percaya gunung yang mereka daki merupakan gunung keramat yang dapat menghindarkan mereka dari bencana kiamat. Bahkan sejak 1 Desember silam, setiap hotel di pegunungan tersebut telah dipadati oleh ribuan penginap.

Sebenarnya, mengapa manusia harus takut pada hari kiamat? Tidakkah manusia itu mempunyai tuhan? Seharusnya bila manusia beriman kepada-Nya, manusia harus yakin bahwa kiamat itu ditentukan oleh tuhan! Hanya tuhan yang tahu kapan kiamat akan terjadi! Bukan ditentukan oleh dasar pemikiran manusia yang tidak jelas pertimbangannya. Sebenarnya manusia itu paranoid dan phobia terhadap bencana sehingga segala bentuk ramalan cuaca yang dapat melihat akan adanya gejala alam diasumsikan sebagai kiamat. Semoga dengan adanya postingan ini bisa membuat kita lebih waspada terhadap isu-isu yang tidak jelas mengenai bencana kiamat.

Advertisements

About Sugih

I'm just an ordinary people

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s