Posted on

From Jakarta to Tokyo (Fujatto)

Tokyo,Juli 2009
Setibanya di Bandara New Internasional Tokyo (Narita),Ryu sedikit pangling mencari seseorang yg dia kenal,& pernah menjadi kakak kelasnya di SMA Vergia.Abang Sony,begitulah panggilan akrabnya.Orangnya baik,ramah-murah senyum,suka menolong tanpa pamrih,disamping wajahnya yg tampan hidung mancung,kulit putih,rambut kecoklatan,tubuh tinggi atletis,kelahiran Jakarta.Saat Ryu sibuk mencari sosok itu tak juga didapatinya,tanpa sengaja punggungnya bertubrukan dengan punggung seorang gadis Jepang.Dari gerak-geriknya terlihat kalau gadis tersebut tengah mencari seseorang yg mungkin akan menjemputnya di bandara.Ryu masih ingat betul,gadis itu tadi satu pesawat dengannya.Kemungkinan dia habis berlibur di Jakarta.Berulangkali gadis tersebut membungkukan badannya meminta maaf kpd Ryu karena telah menubruk tubuh Ryu.Ryu pun turut membungkukan badan,ia malah turut meminta maaf pada gadis tersebut,bagaimanapun Ryu memang lengah sampai menubruk gadis tersebut.Tetapi saat gadis itu mulai berdiri,kepalanya membentur kepala Ryu yg masih membungkuk.Lagi-lagi Ryu dan gadis itu saling meminta maaf,Ryu tersenyum,gadis itu pun membalas senyuman Ryu.Akhirnya,Ryu memperkenalkan dirinya pada gadis berwajah cantik itu.Hati Ryu berdesir tatkala memandang wajah yg pipinya merah merona karena malu atas tingkahnya yg kikuk.Sambil membungkukan badan sekali lagi gadis yg ternyata bernama Yukari Hagiwara itu menyerahkan sebuah kartu nama pada Ryu,selang beberapa saat seseorang datang menghampiri.Sepertinya ia telah mendapatkan jemputannya.Gadis itu lalu pamit pada Ryu,dan mengatakan senang berkenalan dengan Ryu.Yukari pun berlalu.Ditatapinya punggung gadis itu,sekilas ia menoleh & memberikan senyuman pada Ryu.
Setelah berkeliling sekitar bandara,Abang Sony akhirnya datang,& menjabat tangan Ryu.Dibawakannya barang-barang Ryu.Selama perjalanan Abang Sony terus bercerita tentang persahabatan mereka selama di SMA.Waktu itu Ryu baru kelas X SMA,Abang Sony kelas XI IPA F,persahabatan mereka begitu kental layaknya kakak & adik.Bila akhir pekan,Ryu kerapkali menginap di rumah Abang Sony,begitu pun sebaliknya.Waktu itu Nyonya Ela,ibunda Ryu masih hidup.Tetapi saat kenaikan kelas,Abang Sony pindah sekolah karena mengikuti dinas kerja ayahnya ke Tokyo,Jepang.Meskipun jarak telah memisahkan mereka berdua,namun komunikasi melalui email tetap lancar.Abang Sony menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya ibunda Ryu.Ia lalu menawarkan Ryu untuk tinggal bersama keluarganya.Ryu terdiam,berpikir sejenak.Nampak raut wajahnya yg sungkan untuk menerima tawaran Abang Sony.Saat ini ia ingin belajar lebih dewasa,baginya pantang untuk merepotkan orang lain di sekitarnya,seperti saat menumpang di kediaman Pak Rifat dulu.Abang Sony mengkerutkan kening mendengar keputusan Ryu,percuma rasanya bila harus membujuk adik tingkatnya itu.Maka dengan senang hati ia menawarkan bantuan untuk mencarikan mansion yg nyaman untuk Ryu.Sesekali ia menjelaskan tentang nama tempat yg mereka lewati sepanjang perjalanan.
###
Mansion yg dipilihkan Abang Sony sangat bagus,& suasananya nyaman,sangat strategis dari kampus tempat dimana dia akan kuliah nanti.Berulangkali Ryu mengucapkan terima kasih kpd Abang Sony.Setelah Abang Sony pamit untuk pulang,Ryu merebahkan diri di kasur kelelahan,8 jam berada dalam pesawat membuat tubuhnya penat.Ia benar-benar tak menyangka kalau ia kini benar-benar sudah berada di Tokyo-Jepang.Ia terus berharap kalau ia akan segera bertemu dengan ayah kandungnya.Begitu penasaran dirinya akan wajah ayah kandungnya itu.Hingga tanpa disadari matanya kini telah terpejam dan terbawa mimpi.Dalam mimpi ia bertemu ibunya,berdiri membelakanginya lalu menoleh ke belakang menyunggingkan senyuman.Sambil berkata,'ini adalah ayahmu Ryu!'begitu ucap Nyonya Ela.Rambutnya yg panjang ikal,tergerai & tertiup angin menutupi wajah sang ayah yg ditunjukan ibunya.Ryu melangkah menghampiri,namun ayahnya berlari menjauh,Ryu berteriak memanggil,'ayah…ayah…ayah…',tetapi ayahnya terus menghindar,berlari 'tangkap ayah Ryu!Ayo terus kejar ayah!',Ryu terus mengejar,tiba-tiba kakinya tersandung batu,lalu ia terjatuh…BRUK!
Rupanya Ryu terjatuh dari tempat tidur,ia terbangun dari mimpi.Ryu bangkit,membuka jendela.Dipandanginya pemandangan Kota Tokyo yg indah.Sungguh kota yg jauh lebih besar daripada Jakarta.Jalan raya begitu padat dengan kendaraan,& kemacetan di jalan protokol tidak ada bedanya dengan situasi kemacetan di Jakarta.Hanya saja,masyarakat Tokyo lebih disiplin & taat peraturan,tak perlu menunggu lama mengantri di jalan raya.Semuanya berjalan ramai lancar.
Ryu menatap ke bawah,persis di halaman depan mansion yg luas,banyak muda-mudi bergaya Shinjuku sedang asyik mengobrol mendiskusikan sesuatu.Sesekali mereka tertawa,sesekali pula mereka terlibat pembicaraan yg serius.Ryu tidak menyangka di negara yg rakyatnya tertib & disiplin ini ternyata ada saja sisi lain yg menyempatkan diri untuk bersenang-senang seperti sekelompok anak muda yg baru saja dilihatnya.Tiba-tiba Ryu teringat sesuatu dalam koper pakaiannya.Bu Hazanah membungkus sesuatu dalam sebuah kotak,bingkisan berwarna biru silver tersebut dimasukannya ke dalam koper pada malam sebelum keberangkatan Ryu ke Tokyo.Dipandanginya bingkisan berbalut pita merah tersebut.Perhatian Bu Hazanah terlalu berlebihan padanya,begitu tulus kasih sayang yg diberikan kepada Ryu.Perlahan-lahan dilepasnya pita yg melilit bingkisan cantik itu.Dibukanya bungkus kado yg berwarna biru mengkilat itu.
BERSAMBUNG

Advertisements

About Sugih

I'm just an ordinary people

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s