Posted on

From Jakarta to Tokyo (Fujatto Part 4)

Berminggu-minggu Ryu terus mencari dimana keberadaan ayahnya.Hasil pencarian setiap orang yg bermarga Kawaguchi menyatakan belum pernah berkunjung ke negara Indonesia,apalagi menikah dengan wanita Indonesia.Tidak sedikit pula diantara mereka yg bahkan belum pernah berkeluarga sama sekali.Ryu nyaris frustasi karena usahanya sia-sia.Tekadnya kuat,sudah jauh datang dari Jakarta menuju Tokyo,pantang baginya untuk kembali sebelum berhasil menemukan ayah kandungnya itu.Genk Fujatto mengkhawatirkan Ryu.Sikap pembawaan Ryu yg tenang,introverted,tak pernah mau terbuka kpd teman-temannya membuat genk Fujatto bingung akan sikapnya itu.Terutama perasaan Yukari yg terpendam pada Ryu,membuat hati Yukari semakin perih karena ingin selalu berada di dekat Ryu.Kenyataannya,Ryu tak bisa memahami perasaan Yukari.Sultan berusaha membukakan mata hati Ryu,agar ia mau mengerti kasih sayang Yukari.Semua teman dalam genk Fujatto telah mengetahui perasaan cinta Yukari pada Ryu.Satu-satunya orang yg menjadi teman curhat Yukari adalah Kyoko.Awalnya Kyoko ingin menjaga rahasia Yukari ini.Sama halnya seperti Sultan,Kyoko pun sering keceplosan dalam bercerita.Sehingga semua personil genk Fujatto mengetahuinya,& ingin mempersatukan cinta mereka,seperti ketika dulu Ryu & Yukari mempersatukan cinta Kiko & Kyoko.
Yukari menitip sepucuk surat untuk Ryu melalui Kyoko.Isi surat tersebut adalah Yukari ingin mengajak Ryu bertemu di taman dekat mansion jam 5 sore.Yukari ingin mengucapkan salam perpisahan kpd Ryu,karena Ia akan pulang ke Sendai,kampung halamannya.Di sana ia akan memulai kehidupannya yg baru agar dapat melupakan Ryu.Karena sejak perasaan cinta itu tumbuh,batin Yukari merasa amat tersiksa.
Ketika Kyoko hendak menyampaikan surat titipan Yukari,Ryu sedang tergesa-gesa karena ia menemukan alamat seorang pria bermarga Kawaguchi,menurut kabar pria tersebut pernah berkunjung ke Indonesia,& menikah dengan wanita Indonesia.Setelah berhasil mendapatkan nomor telepon pria tersebut,Ryu pun menghubunginya & membuat janji pertemuan di sebuah kafe daerah Shinjuku.Karena tergesa-gesa dengan langkah tergopoh-gopoh,surat dari Yukari belum sempat ia baca,ditaruhnya di dalam saku kemeja yg ia kenakan.
Jam sudah menunjukan pukul 5 sore,Yukari sudah datang 15 menit lebih awal.Hingga 1 jam berlalu,2 jam berlalu,& 3 jam berlalu Yukari masih tetap menunggu.Dia berharap Ryu akan datang,& telah membaca surat darinya.Sebenarnya ia ingin menghubungi via ponsel,namun ia ragu.Berulang kali ditatapnya layar ponsel.Pada sebuah kontak,tercetak nama Ryu.Saat mencoba memberanikan diri untuk menghubungi Ryu,sayangnya ternyata hp Ryu tengah dinon-aktifkan.Beberapa kali ditelepon namun tak kunjung terhubung.Yukari terus menanti hingga ia terserang flu.Sultan dan teman-teman genk Fujatto amat mencemaskan Yukari.Melihat kondisi fisik Yukari yg lemah,Sultan berhasil membujuk Yukari pulang.Sambil berjalan,Yukari menoleh ke belakang menatap ke sebuah bangku ayunan di taman,berharap Ryu muncul di hadapannya.
Sementara itu,di hadapan Ryu duduk seorang pria berusia paruh baya,pikirannya sedikit pikun sehingga tak bisa mengingat dengan jelas memory ingatannya tentang Indonesia,& wanita Indonesia yg pernah dinikahinya.Ryu menjadi sangsi apakah mungkin pria yg ada di hadapannya ini adalah benar-benar ayah kandungnya.Ryu terus memaksa agar kakek tua itu berusaha mengingat masa lalunya kembali,setelah 3 jam bertatap muka,namun tak ada hasil sesuai yg diharapkan Ryu.Meskipun Ryu menyodorkan beberapa lembar foto mendiang ibunya,namun percuma,pria itu tak bisa mengingatnya sama sekali.Ryu merasa kecewa sekali.Akhirnya diputuskan untuk melakukan pertemuan kedua di lain waktu.
Dengan langkah lunglai,Ryu berjalan menuju sebuah jembatan.Ditatapnya Sungai Yoshino yg lebar bagaikan laut.Ia terpaku menatap arus sungai,ia terus maju & tak pernah kembali mundur ke belakang,ibarat waktu yg terus maju menggapai hari esok & masa depan,tanpa pernah dapat kembali ke masa lalu.Ryu termenung.Andai saja ada mesin waktu seperti milik Doraemon,ingin rasanya ia berkunjung ke masa lalu guna menemui siapa ayah kandungnya.
Malam semakin larut,Ryu tak pulang ke mansion,tanpa sengaja ia bertemu Abang Sony yg kebetulan lewat dengan mobilnya.Diajaknya Ryu menginap di rumahnya,berhubung mansion Ryu tinggal masih jauh,Ryu memutuskan untuk menginap di rumah Abang Sony.
Berjam-jam Sultan & Kiko menunggui Ryu yg belum kunjung pulang,di depan pintu kamarnya.Usaha mereka sia-sia,karena Ryu takkan pulang.
Keesokan paginya,saat Ryu terbangun dari tidurnya,sebuah amplop berisi surat terjatuh dari saku kemejanya.Ia baru ingat kalau surat itu dari Yukari yg dititipkan melalui Kyoko kemarin.Ryu bergegas mandi & setelah sarapan bersama keluarga Abang Sony,Ryu pamit untuk segera menyusul Yukari ke stasiun kereta.Abang Sony mengantar Ryu menuju stasiun.Tetapi dalam perjalanan salah seorang dosen menghubunginya via ponsel,tampaknya dosen Abang Sony tersebut sedang sangat membutuhkan bantuannya.Maka Ryu hanya sempat diantar ke mansion tempat tinggalnya.Dan Ryu memutuskan untuk berganti pakaian terlebih dahulu.Saat Ryu tiba di depan pintu kamarnya,Sultan & Kiko terduduk & menggeliatkan badan seperti baru bangun tidur.Tampaknya mereka tertidur di depan pintu kamarnya tadi malam karena menungguinya sepanjang malam.Begitu Ryu datang mendekat,tiba-tiba..
BAAAKKK!
Pukulan Kiko menghantam wajah Ryu.Belum lagi tendangan Sultan yg menyerang lutut Ryu hingga terjatuh tergeletak di lantai.Ryu sama sekali tak mengerti akan perlakuan mereka ini.
BERSAMBUNG

Advertisements

About Sugih

I'm just an ordinary people

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s