Posted on

From Jakarta to Tokyo (Strugle in Jakarta)

Jakarta,Juli 2007
Usai bel sekolah berdentang 3x seluruh pelajar SMA Vergia bergegas keluar berhamburan menuju gerbang untuk menghirup udara bebas.Bagai narapidana yg baru keluar dari penjara,mereka merasa lega dapat menghirup udara segar setelah kepala penat dengan berbagai mata pelajaran yg membuat pusing kepala.
Seorang pemuda berbadan tinggi,atletis,kulit putih,mata bening agak sipit,rambut hitam legam ikal pada bagian depan namun lurus bagian belakang,semua orang akan menyangka kalau ia keturunan China.
Bukan!Melainkan dia keturunan Jepang!
Namanya adalah Ryu.Ya,dia adalah Ryu Kawaguchi.Pelajar SMA Vergia yg baru saja naik kelas XI.Namun ia belum mendapatkan penempatan program,karena pihak sekolah belum mengumumkan hasil seleksi program jurusan yg diikuti seluruh siswa.
Ryu berjalan tergesa-gesa menuju sebuah rumah sakit terkemuka di Kota Jakarta.
Ketika knop pintu sebuah kamar dibuka,tak didapatinya orang yg tengah dicarinya.Ia adalah Rapaela,atau Nyonya Ela,ibunda Ryu.Sudah bertahun-tahun sang ibu menderita penyakit hemofilia,darah sukar membeku.
Seorang perawat menepuk pundak Ryu,& menggiring Ryu ke sebuah ruangan lain yg berada di ujung timur lorong rumah sakit.Saat melihat plang di atas pintu ruangan tersebut,Ryu berlari membuka pintu secepat mungkin.Di dalam,tengah berdiri beberapa orang,keluarga Pak Rifat,kepala SMA Vergia,yg merupakan kawan baik Nyonya Ela.Mereka menangis bercucuran air mata.Pak Rifat langsung memeluk Ryu.Namun bahu Ryu berguncang,lututnya mendadak lemas.Disibaknya kain yg menutupi wajah Nyonya Ela.Sekitar sejam yg lalu,ia telah berpulang ke Rahmatullah.
Anggun,putri sulung Pak Rifat,merangkul Ryu & berusaha menenangkannya.Hilang sudah,satu-satunya orang yg Ryu miliki di dunia ini.Kini ia hidup sebatang kara.
###
Usai pemakaman,Pak Rifat mengajak Ryu untuk tinggal bersamanya,karena beliau mendapat amanah dari Nyonya Ela,ibunda Ryu sebelum meninggal dunia.Ia telah menitipkan Ryu kpd keluarga Pak Rifat.
Anggun menyerahkan sebuah buku tebal,catatan harian Nyonya Ela tentang rahasia selama hidupnya.Dalam buku tersebut,terkuaklah bahwa ayah kandung Ryu ternyata masih hidup.Ryu tak pernah menyangka kalau ayahnya berkebangsaan Jepang,karena selama ini ibunya tak pernah mau bercerita mengenai ayah kandungnya.Dan Ryu bertekad untuk pergi ke Tokyo,demi menemui ayah kandung yg selama ini belum pernah ia lihat sekalipun.
Laura,putri bungsu Pak Rifat diam-diam menaruh perasaan cinta kpd Ryu.Ia teman sekelas Ryu,program bahasa yg dipilihnya.Begitu pula dengan Anggun,sang kakak yg telah bekerja menjadi seorang pramugari seperti almarhumah Nyonya Ela yg sangat dikaguminya pun menaruh perasaan suka kpd Ryu.Maka terjadi persaingan 2 kakak beradik dalam meraih cinta Ryu.
Ryu menjadi dilema.Bagaimanapun ia tahu diri,karena hidup menumpang di kediaman Pak Rifat.Maka ia bekerja paruh waktu tanpa meminta bayaran di restoran milik Nyonya Hazanah,istri Pak Rifat.Nyonya Hazanah sangat menyayangi Ryu & menganggapnya sebagai anak kandung sendiri.
Sikap Laura yg menyukai Ryu terlalu berlebihan,kemana Ryu pergi selalu diikuti,hingga kerap menimbulkan masalah bagi Ryu.Fendy,anak kelas XI IPS D,sangat menyukai Laura & ingin menjadikannya sebagai kekasih.Ia selalu cemburu bila melihat Ryu ada di dekat Laura.Lantas,Ryu sering dikeroyok oleh Fendy & teman-teman genknya.Tapi Ryu tak berdaya,ia tak mampu melawan.Dan pulang ke rumah dengan wajah penuh luka memar.Ini sering membuat Pak Rifat marah,& menyangka Ryu telah menjadi preman.Lalu seringpula ia memberi hukuman berat agar Ryu tak suka berkelahi lagi.
Ryu amat sedih,& merasa tak nyaman dengan keadaannya.Ia coba untuk bertahan,demi meraih cita-citanya:ke Tokyo.
Dalam suasana sedih,Anggun selalu berada di samping Ryu.Memberikan semangat & dorongan.Perlahan tapi pasti,Ryu pun dibuat jatuh cinta kpd Anggun.
Ryu berhasil menjadi siswa paling pandai Bahasa Jepang di sekolah.Bahkan ia menjadi idola para gadis kampus.Fendy semakin benci & juga iri pada Ryu.Tak henti-hentinya ia bersama genknya mengusili Ryu.Mengurung Ryu di wc & menguncinya dari luar selama berjam-jam.Dari ventilasi mereka menyemprotkan gas beracun sehingga Ryu menjadi lemas bahkan nyaris pingsan di dalam wc.
Setelah malam menjelang,Laura mencari-cari Ryu,karena Ryu tak kunjung pulang.Setelah mengorek keterangan dari beberapa temannya,Laura berhasil mengeluarkan Ryu dari wc sekolah.Ryu dilarikan ke rumah sakit,karena keadaannya yg kritis.
Anggun yg akan lepas landas beranjak turun dari pesawat,tatkala Nyonya Hazanah memberitahunya via telepon kalau Ryu masuk rumah sakit.
Anggun menangis,sepanjang malam menemani Ryu yg sedang koma.Digenggamnya tangan Ryu,& berbisik di telinga Ryu,bahwa ia sangat mencintainya walau usia mereka terpaut 3 tahun.
Laura cemburu terhadap kakaknya.Kepada sang ayah,ia akhirnya membuka tabir bahwa Ryu tak pernah berkelahi,melainkan ini semua adalah perbuatan Fendy demi mendapatkan cinta Laura.
Laura sengaja membiarkan Pak Rifat terus menghukum Ryu bila Ryu telah dipukuli genk Fendy.Karena Laura kesal cintanya pada Ryu bertepuk sebelah tangan.Laura sering cemburu karena Ryu lebih simpati kpd Anggun daripada kpd dirinya.
Kini Laura menyesal,karena sikapnya yg egois membuat Ryu nyaris kehilangan nyawanya.
Laura berlari meninggalkan rumah sakit,sepanjang jalan ia terus berlari,& melepas semua alas kakinya.Tak dihiraukan klakson mobil yg merasa terganggu akan kehadirannya.
Tiba-tiba terdengar suara sebuah mobil rem mendadak,ckiiiiiiiiittt….
BERSAMBUNG

Advertisements

About Sugih

I'm just an ordinary people

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s