Posted on

From Jakarta to Tokyo (Strugle in Jakarta Part 2)

Laura terpekik histeris.
Sebuah mobil jeep berhenti di hadapannya.Terlihat Fendy turun dari mobil tersebut.
Plak!
Sebuah tamparan mendarat di pipi Fendy.
Plak!
Sebuah tamparan balasan menyambar pipi Laura.
Diseretnya tangan Laura ke dalam mobil,Fendy mengemudikan mobil dengan laju dan hampir menabrak beberapa mobil sedan di hadapannya.
Laura berontak ingin turun dari mobil,
Mobil terus melaju dengan kecepatan tinggi.Setelah mereka memasuki kawasan jalan sepi Fendy merem mendadak membuat tubuhnya dan tubuh Laura terpental dari tempat duduk mereka.Tak lama kepala Laura terbentur kaca mobil,sedangkan kepala Fendy menghantam setir kemudi.Meneteskan darah tak begitu banyak.
Suasana hening.
Kepala Laura terasa berat,perlahan-lahan ia bangkit membenarkan posisi duduknya.Syukurlah tidak terjadi apa-apa padanya.Tangannya menepuk-nepuk bahu Fendy.Tersentuh olehnya setetes darah dari kepala Fendy di ujung jarinya.Laura tersentak.
Tak lama Fendy pun terjaga.Ia menyentuh kepalanya sendiri,melihat darah di tangannya,kemudian pandangannya beralih menatap Laura.Kedua tangannya memegang bahu Laura.Berulangkali ia menanyakan apakah Laura baik-baik saja.
Laura terdiam,ia minta diantar pulang segera.Atau ia akan turun dari mobil dan berjalan kaki seperti tadi.
Tertegun Fendy mendengar ucapan Laura.Lalu ia menggeser tempat duduknya,dipeluknya Laura erat-erat,dan diciumnya bibir Laura dengan paksa.Laura berontak.Tangan-tangannya berusaha melepaskan cengkeraman Fendy.Disengaja atau tidak,kaki kanannya telah menginjak gas,sementara tangan kanannya telah berhasil meraih setir mobil sehingga membuat ban mobil mulai bergeser bergerak maju hingga beberapa meter.
Fendy melepaskan pelukannya,dengan sigap ia mengambil alih kemudi.Namun saat mobil berhenti sejenak,Laura berhasil turun dari mobil & melarikan diri.Sementara salah satu ban belakang mobil yg dikemudikan Fendy kempes,ia tak dapat mengejar Laura yg telah berlari jauh memasuki lorong-lorong yg sempit.
###
Sambil terus bertasbih Anggun duduk di sebelah Ryu.Hingga akhirnya kedua mata runcing itu mulai terbuka kelopaknya bagaikan bunga yg bermekaran di pagi hari.Anggun & Bu Hazanah sangat mencemaskan Ryu.Dengan suara lemah Ryu menegaskan kalau dia baik-baik saja.
Setelah keadaan Ryu benar-benar pulih,ia kembali ke rumah kediaman keluarga Pak Rifat.
Di sudut kamar,ia membuka kunci lemarinya & menghitung jumlah uang tabungan yg telah dikumpulkannya selama setahun sejak kepergian ibunya.
Ternyata uang tabungannya belum cukup untuk biaya transportasi ke Tokyo.Anggun tahu apa yg tengah dipikirkan Ryu.Dikeluarkannya sejumlah uang dari dalam tasnya.Dan disodorkannya kepada Ryu untuk menambah tabungannya.Namun Ryu segan.Ia tak ingin merepotkan orang-orang di sekelilingnya.
Bu Hazanah pun memaksa agar Ryu mau menerima uang pemberian Anggun.Bahkan Bu Hazanah memberi kabar gembira untuk Ryu,bahwa Pak Rifat telah mencarikan lembaga yg akan memberi beasiswa kuliah di Jepang untuk Ryu.Setelah lulus SMA,Bu Hazanah akan memberi Ryu sejumlah uang sebagai upah Ryu yg selalu rajin membantu usaha rumah makannya.
Ryu semakin semangat,peluang usahanya menuju Jepang untuk berjumpa ayah kandungnya kini telah terbuka lebar.
Walaupun di sekolah Fendy dan genknya tak pernah berhenti menyerang Ryu,semangat Ryu dalam meraih prestasi kian membara.Ryu tetap bersabar,kelak bila ia telah meninggalkan Jakarta,takkan bertemu lagi dengan Fendy.
Takut Ryu menerima cinta Anggun,Laura mulai berani mengungkapkan cinta kepada Ryu.Awalnya Ryu tidak menggubris,karena dari sikap Laura sebelumnya pun mudah ditebak akan perasaannya itu.Setelah Laura menyatakan bahwa ia juga akan ikut Ryu ke Jepang,betapa terkejutnya hati Ryu mendengar ungkapan perasaan Laura.
Tentu tidak main-main apa yg telah diucapkan Laura kepadanya,batin Ryu.Hal ini membuat Ryu resah,ia takut apabila Laura mengikutinya sudah barang tentu Fendy pun akan mengejar Laura.Dan inilah yg menjadi petaka bagi Ryu.
Anggun mengetahui apa yg tengah berkecamuk dalam pikiran Ryu.Meski ia sibuk dengan pekerjaannya sebagai seorang pramugari,tetapi ia tak pernah ketinggalan informasi mengenai keadaan keluarganya di rumah,terutama menyangkut masalah Ryu.
Maka dengan akalnya yg sedikit culas,Anggun memanfaatkan situasi ini untuk berpura-pura menjadi kekasih Ryu agar Laura tidak terus mendekati Ryu.
Laura tertekan begitu mendengar kabar bahwa kakaknya,Anggun,telah menjalin hubungan dengan Ryu.Lantas ia mengamuk,dan mendorong Anggun hingga terjatuh dari tangga.Melihat kakaknya tak sadarkan diri,Laura menyesal,dan takut.Dengan tergesa-gesa ia berlari dan mengunci dirinya dalam kamar.Diambilnya racun serangga dalam laci meja di samping tempat tidurnya.Dengan berlinang air mata diminumnya racun serangga tersebut.Selang beberapa saat setelah itu mata Laura pun mendadak berkunang-kunang,tubuhnya terjatuh ke lantai & tak sadarkan diri.
Sementara itu,rupanya Anggun tidak mengalami cedera sama sekali.Hanya terdapat luka lecet kecil pada bagian kakinya,meskipun ia sempat tak siuman selama beberapa menit.Ia bergegas menaiki tangga dengan langkah tertatih-tatih karena merasa sedikit sakit pada betisnya.
Diketuknya pintu kamar Laura,adiknya yg tengah frustasi karena kekalahannya dalam persaingan memperebutkan cinta yg sama.Lama Anggun berdiri di depan pintu,tetapi tak ada jawaban sama sekali.
Anggun memanggil Ryu,selang beberapa saat,Ryu pun berhasil mendobrak pintu kamar Laura.
Ditemukannya Laura tergeletak di dalam kamar dengan mulut berlumuran busa.Semua tercengang melihatnya.
BERSAMBUNG

Advertisements

About Sugih

I'm just an ordinary people

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s