Posted on

Belajar Bahasa Jepang

Kali ini saya ingin menjelaskan tentang dasar-dasar tata Bahasa Jepang.Karena banyak orang Indonesia yg mengeluh kesulitan dalam mempelajari Bahasa Jepang.Sesungguhnya,Bahasa Jepang tidak terlalu rumit,apabila kita mau mengenal ciri-ciri umum terlebih dahulu.Adapun ciri-ciri umum Bahasa Jepang adalah sebagai berikut:
1.Kata Benda (KB) berpola MD (Menerangkan-Diterangkan),sama halnya seperti Bahasa Inggris yg menyebutkan sifat benda terlebih dahulu daripada benda itu sendiri,contoh:
-Akai bara=mawar merah (akai=merah,bara=mawar)
-Atsui machi=kota yg panas (atsui=panas,machi=kota)
-Kireina onna=gadis cantik (kireina=cantik,onna=gadis).
2.Kalimat lengkap berpola S-K-O-P,jadi predikat atau kata kerja selalu terletak di akhir kalimat.
Contoh:
-Watashi wa gakkou de Nihon-go o benkyou-shimasu=Saya belajar Bahasa Jepang di Sekolah.
(watashi=saya,gakkou=sekolah,de=di,Nihon-go=Bahasa Jepang,benkyou-shimasu=belajar).
-Tanaka-san wa toshoukan ni hon o yonde imasu=Tuan Tanaka sedang membaca buku di perpustakaan.
(Tanaka-san=Tuan Tanaka,toshoukan=perpustakaan,ni=di (dalam),hon=buku,yonde imasu=sedang membaca).
Dari pola kalimat di atas,dapat pula kita kembangkan menjadi pola baru seperti S-K,
K-S-O-P,
S-K-P,
K-S-P,
K-O-P,
O-P
ataupun cukup S-K.
Dengan penekanan predikat/kata kerja selalu terletak di akhir kalimat,sedangkan keterangan (waktu,tempat,& cara) dapat ditempatkan dimanapun sesuai konteks kalimat.
Contoh:
-Rina-san wa kirei desu=Nona Rina cantik.
(Rina-san=Nona Rina,berkedudukan sebagai Subjek;dan kirei=cantik,berkedudukan sebagai Keterangan)
-Kyou samui desu=Hari ini dingin.
(Kyou=hari ini,berkedudukan sebagai Keterangan waktu;samui=dingin,sebagai Keterangan keadaan).
3.Jabatan kalimat selalu dipisahkan oleh sebuah partikel.
Partikel merupakan sebuah kata yg berfungsi sebagai penanda jabatan suatu kata dalam sebuah kalimat.Partikel ada yg memiliki makna & adapula yg tidak.
Jadi pola kalimat pada point no.2 di atas dapat kita kembangkan lagi menjadi sebagai berikut:
S-partikel-K-partikel-O-partikel-P-partikel
Contoh,kita menggunakan kembali contoh no.2 di atas:
-Watashi wa gakkou de Nihon-go o benkyou-shimasu.
Pada kalimat tersebut wa merupakan partikel penanda Subjek,sehingga dapat diketahui bahwa Watashi=saya dalam kalimat tersebut berkedudukan sebagai Subjek,de merupakan partikel penanda keterangan,dalam hal ini de memiliki arti 'di',yg berfungsi menunjukan tempat atau letak,sehingga gakkou de kita artikan menjadi 'di sekolah',sedangkan o merupakan partikel penanda Objek,sama halnya dengan partikel wa,kedua partikel ini tidak memiliki makna harfiah,kesannya hanya sebagai penanda jabatan Subjek & Objek semata.
4.Pelafalan bunyi suku kata Bahasa Jepang sama seperti ucapan Bahasa Indonesia,hanya letak perbedaannya Bahasa Jepang tidak mengenal vokal 'e' yg diucapkan seperti dalam kata 'emas'.
5.Hanya mengenal 2 bentuk waktu/tenses,yaitu waktu sekarang & waktu lampau,tidak seperti Bahasa Inggris yg sampai 16 tenses.
Contoh
-Watashi wa ryouri-shimasu=saya memasak (waktu sekarang).
-Watashi wa ryouri-shimashita=saya sudah memasak (waktu lampau).
Perubahan kata kerja ryouri-shimasu yg berarti memasak cukup dengan mengubahnya menjadi ryouri-shimashita,yaitu akhiran -masu menjadi -mashita,dan ini berlaku untuk semua kata kerja.
Contoh:
Naraimasu–>naraimashita=mempelajari
Oyogimasu–>oyogimashita=berenang
Kikimasu–>kikimashita=mendengarkan
6.Terdapat perubahan kata kerja berdasarkan waktu & bentuk kesopanan.Perubahan kata kerja yg disajikan pada point no.5 di atas,hanya berdasarkan waktu.
Bahasa Jepang mengenal tingkatan bahasa sama halnya seperti Bahasa Jawa yg mengenal adanya bahasa halus,bahasa kasar,& bahasa sedang/pasaran.Kendati sekalipun,Bahasa Jepang dapat dibedakan menjadi bahasa formal/resmi yg banyak diucapkan kaum wanita kpd pria,atau anak-anak kpd orang tua,sering kita temukan pula sebagai bahasa pengantar buku pelajaran ataupun media massa,dan bahasa informal/tidak resmi yg cenderung banyak digunakan kaum muda sebagai bahasa pergaulan,& bahasa inilah yg sering kita dengar dalam lagu,syair,maupun puisi.
Contoh:
Bahasa formal
-Mimasu=melihat
-Mimasen=tidak melihat
-Mimashita=sudah melihat
-Mimasendeshita=belum melihat
-Mite kudasai=silakan lihat!
-Mimashou=mari lihat!
-Mitai desu=ingin melihat
Bentuk informal:
-Miru=melihat
-Minai=enggak lihat
-Mita=sudah lihat
-Minakatta=belum lihat
-Mite=Lihatlah!
-Mirou=akan lihat/ayo lihat!
-Mire=Lihat!
-Mireba=kalau lihat
-Mitai=pengen lihat
-Mitakunai=enggak pengen lihat
7.Terdapat pula perubahan kata sifat,berdasarkan bentuk kalimatnya,positif atau negatif.
Dalam Bahasa Jepang,terdapat 3 jenis kata sifat,yaitu:
-Kata Sifat (KS) -na,contoh:Kireina=cantik,hansamuna=ganteng,bakana=bodoh,itazurana=nakal,dll.
-Kata Sifat (KS) -i,contoh:akai=merah,atsui=panas,samui=dingin,wakai=muda,dll.
-Kata Sifat (KS) asli,biasanya berakhiran -no,contoh:midorino=hijau,hitotsuno=pertama,dll.
8.Bahasa Jepang mengenal bahasa laki-laki & bahasa perempuan yg ditandai dengan adanya perbedaan penggunaan partikel di akhir kalimat setelah jabatan predikat.
Contoh:
-Ogenki desu ka?=apa kabar?(umum)
-Genki kai?=apa kabar?(digunakan oleh laki-laki)
-Genki no?=apa kabar?(digunakan oleh laki-laki).

Kiranya cukup sekian dulu catatan dari saya,mohon maaf bila tidak disertai huruf Kanji,Hiragana,dan Katakana,berhubung tidak tersedia dalam hp saya.Apabila terdapat kekurangan ataupun kesalahan,penulis mengharapkan kritikan dari Anda semua.
Demo,arigato gozaimashita.Mata ne ^_^

Advertisements

About Sugih

I'm just an ordinary people

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s